Anda di halaman 1dari 11

AUDIT

SUMBER DAYA
MANUSIA
GROUP 2 PRESENT
PENGERTIAN AUDIT SDM
• Audit SDM merupakan penilaian dan analisis yang
komprehensif terhadap program-program SDM.

• Audit SDM menekankan penilaian (evaluasi)


terhadap berbagai aktivitas SDM yang terjadi pada
perusahaan dalam rangka memastikan apakah
aktivitas tersebut telah berjalan secara ekonomik,
efisien, dan efektif dalam mencapai tujuannya.

• Audit bisa dilakukan terhadap suatu devisi atau


departemen, atau mungkin juga dilakukan terhadap
keseluruhan organisasi.

• Dari hasil audit akan diketahui apakah kebutuhan


potensial SDM perusahaan telah terpenuhi atau
tidak dan berbagai hal dalam berbagai aktivitas
SDM yang masih bisa ditingkatkan kinerjanya.
KERANGKA KERJA AUDIT SDM
• Kerangka kerja audit SDM menghubungkan
pengelolaan SDM dengan tujuan bisnis
perusahaan secara keseluruhan.

• audil menilai dukungan SDM terhadap


pencapaian tujuan perusahaan, komitmen
perusahaan dalam memberdayakan, dan
melibatkan SDM

• mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam


hubungan tersebut dan merekomendasikan langkah-
langkah perbaikan yang diperlukan.

• Berdasarkan rekomendasi dari hasil audit,


perusahaan melakukan perubahan (perbaikan) dan
mengevaluasi pengaruh perubahan-perubahan dari
hasil audit.
LANGKAH-LANGKAH AUDIT
1. Audit
pendahuluan

2. Riview terhadap
5. Tindak Lanjut Sistem Pengendalian
Manajemen

4. Pelaporan 3. Audit Lanjutan


RUANG LINGKUP AUDIT
• Pelaksanaan audit SDM pada dasarnya adalah untuk
memastikan apakah kebutuhan potensial SDM bagi
perusahaan (baik kuantitas maupun kualitas) telah
terpenuhi secara ekonomis, efektif, dan efisien.

• Kebutuhan SDM menyangkut besarnya


kapasitas SDM yang harus tersedia dalam
operasional perusahaan.
Rekrumen atau
• SDM harus dikelola sebagaimana halnya perolehan SDM
asset yang dimiliki perusahaan
Pengelolaan
(pemberdayaan) SDM
• Ruang lingkup audit SDM di bagi kedalam tiga
kelompok, sesuai dengan administrasi asset tetap
pada umumnya, yaitu perolehan, penggunaan. Pemutusan hubungan
kinerja (PHK)
PROGRAM KERJA AUDIT
• Program kerja audit, atau cukup disebut program audit,
merupakan rencana dan langkah kerja yang harus diikuti oleh
auditor dalam melaksanakan tugas audit, berdasarkan tujuan
dan tujuan audit yang telah ditetapkan.

• Program kerja audit ini memuat beberapa pertanyaan


dan langkah kerja untuk memperoleh temuan audit,
sesuai dengan tahapan-tahapan audit.

• Pada bagian ini diuraikan program audit secara


umum untuk keseluruhan proses SDM mulai dari
penerimaan karyawan sampai dengan pemutusan
hubungan kerja.
AUDIT ATAS PEROLEHAN SDM
Perencanaan SDM Seleksi dan Penempatan
Rekrutmen

Analisis pekerjaan harus Seleksi adalah proses mendapatkan dan


Rekrutmen meliputi upaya
dilakukan pada tahap ini untuk pencarian sejumlah calon menggunakan informasi mengenai pelamar
mengumpulkan dan menganalisis karyawan yang memenuhi syarat kerja untuk menentukan siapa yang
informasi tentang isi pekerjaan dan dalam jumlah tertentu sehingga seharusnya diterima menduduki posisi
kebutuhan SDM serta dimana dari mereka perusahaan dapat jangka pendek dan jangka panjang.
pekerjaan dilaksanakan. menyeleksi orang-orang yang
paling tepat untuk mengisi
lowongan pekerjaan yang ada.
AUDIT ATAS PENGELOLAAN SUMBER
DAYA MANUSIA
• Menjadikan SDM sebagai kekuatan bersaing
membutuhkan keterlibatan (involvement) secara
maksimal peran SDM dalam strategi keunggulan
bersaing perusahaan.

1. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

2. Perencanaan dan Pengembangan Karier

3. Penilaian Kinerja
4. Kompensasi dan Balas Jasa

5. Keselamatan dan Kesehatan Kerja

6. Kepuasan Kerja Karyawan


AUDIT ATAS PENGURANGAN SUMBER
DAYA MANUSIA
• Pengurangan tenaga kerja merupakan keputusan yang
tidak berdiri sendiri. Berbagai kepentingan perusahaan
harus diselamatkan agar perusahaan bisa bertahan hidup
• Dampak finansial berhubungan
(survive) dan ikut bermain dalam persaingan yang sangat
dengan kewajiban perusahaan
tinggi intensitasnya.
untuk membayar pesangon dari
tenaga kerja yang di-PHK
• Tindakan PHK yang dilakukan perusahaan akan
membawa dampak baik finansial maupun nonfinansial.
• dampak nonfinansial lebih
• Walaupun tenaga kerja terkena pemutusan hubungan berhubungan dengan citra
kerja, mereka tetap ingin diperlakukan dengan baik perusahaan di mata masyarakat
(manusiawi). atau pelanggannya.
• Di samping itu, dalam proses ini perusahaan berkewajiban
meminimalkan pengaruh buruk PHK pada tenaga kerja
yang mengalami PHK tersebut.
Any Question ?
THE END
THE END