Anda di halaman 1dari 8

Kelompok 2:

Natalia Kristanti 155040200111094


Sari tri handayani 155040201111056
Dinda Anastasia K 155040207111047
Mukhammad Rifa'I 155040200111179
Hikmal hakimi 155040200111223
Data produksi dan konsumsi Jagung menurut BPS dan Kementrian pada tahun 2015 :

Tahun Konsumsi Produksi

2010 18.563.689 Ton 18.327.636 Ton

2011 17.721.856 Ton 17.643.250 Ton

2012 19.759.000 Ton 19.387.002 Ton

2013 18.625.809 Ton 18.511.853 Ton

2014 18.812.644 Ton 18.548.872 Ton


peraturan pemerintah no.48 tahun.2002 tentang ketahanan pangan ditegaskan bahwa
untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus menerus berkembang dari waktu
kewaktu.

Perindustrian
Penduduk Perubahan
Alih fungsi Tidak terjadi di Indonesia
yang semakin iklim yang
lahan regenerasi semakin
meningkat ekstrim
meningkat

Beralihnya lahan
Kurangnya modal Penurunan kualitas pertanian jagung Cara budidaya jagung
petani lahan pertanian menjadi lahan yang kurang tepat
pertanian hortikultura
Soekartawi (2009), mengemukakan bahwa faktor produksi yang mempengaruhi adalah
sebagai berikut :

• Lahan pertanian banyak diartikan sebagai tanah yang


Lahan
Pertanian
disiapkan untuk diusahakan usahatani.

• Modal dibedakan menjadi dua macam, yaitu modal


Modal tidak tetap dan modal tetap

• Benih jagung secara teori dapat kita artikan biji


Benih tanaman yang digunakan untuk tujuan pertanaman.

• Tambahan bagi unsur hara yang ada didalam tanah serta berfungsi
pupuk
memperbaiki atau menyediakan kandungan unsur hara yang kurang.

• Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang perlu diperhitungkan


Tenaga dalam proses produksi dalam jumlah yang cukup.
kerja
•2,5 kg, 4 kg, dan 6,5 kg untuk
menghasilkan 1 liter bioethanol
Ketela Produktivitas ketela pohon di
pohon jawa tengah mencapai 28,1 ton/ha

•30% bagian tebu menjadi ampas


(tetes tebu)
Tetes •4kg tetes tebu = 1 liter bioetanol Produktivitas tebu di jawa tengah
tebu •5kg ampas tebu = 1 litter mencapai 79,2 ton/ha
bioetanol
Kebutuhan bioetanol pada industri dan komersial di Provinsi Jawa Tengah dengan
jumlah penduduk 33.264.339 jiwa. Diasumsikan kebutuhan bioethanol untuk industri
5% dari 100.000 Kilo liter kebutuhan bensin di suatu wilayah.
Kebutuhan Bioetanol = 0,05 L x Jumlah Peduduk x 360 hari x 5% / 100.000 kL
= 0,05 L x 33.264.39 x 360 x 5% / 100.000 kL
= 5.987.581.020 x 5% / 100.000 kL
= 598.75,8 x 5%
= 299.379 kL
= 299.379 ton
Luas panen ketela pohon dan tebu untuk memenuhi prediksi kebutuhan bioetanol
pada industri dan komersial.
Produktifitas ubi kayu di jawa tengah = produksi / luas lahan
= 3.848,462 ton / 176,849 ha
= 21,8 ton / ha
Luas lahan kebutuhan bioetanol = produksi/ produktifitas
= 299.379 ton / 21,8 ton/ha
= 13.723,98 ha
Produktifitas tebu di Jawa Tengah = produksi / luas lahan
= 5.579.736,76 ton / 70.436,43 ha
= 79,2 ton / ha
Luas lahan kebutuhan bioetanol = produksi/ produktifitas
= 299.379 ton / 79,2 ton / ha
= 3.780 ha