Anda di halaman 1dari 11

SENIN, 12 PEBUARI 2018

TEMA :

REFRESING ANAFILAKTIK SYOK

Dalam rangka peningkatan kualitas


penanganan kegawatdaruratan

PUSKESMAS TANJUNG
Pengertian:

Syok
adalah kondisi hilangnya volume darah
sirkulasi efektif. Kemudian diikuti perfusi
jaringan dan organ yang tidak adekuat,
yang akibat akhirnya gangguan metabolik
selular.
Syok

adalah suatu keadaan serius yang terjadi jika


sistem kardiovaskuler (jantung dan
pembuluh darah) tidak mampu mengalirkan
darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang
memadai.
Syok

Adalah kondisi kritis akibat penurunan


mendadak dalam aliran darah yang melalui
tubuh. Ada kegagalan sistem peredaran darah
untuk mempertahankan aliran darah yang
memadai sehingga pengiriman oksigen dan
nutrisi ke organ vital terhambat.
• Macam-macam Syok :
1.Syok kardiogenik (berhubungan dengan
kelainan jantung)
2.Syok hipovolemik ( akibat penurunan volume
darah)
3.Syok anafilaktik (akibat reaksi alergi)
4.Syok septik (berhubungan dengan infeksi)
5.Syok neurogenik (akibat kerusakan pada
sistem saraf).
Patofisiologi Syok :
Penyebab :
1. Perdarahan (syok hipovolemik)
2. Dehidrasi (syok hipovolemik)
3. Gagal jantung (syok kardiogenik)
4. Trauma atau cedera berat
5. Serangan jantung (syok kardiogenik)
6. Cedera tulang belakang (syok neurogenik)
7. Infeksi (syok septik)
8. Reaksi alergi (syok anafilaktik)
9. Sindroma syok toksik.
Tanda-tanda syok :
1. Gelisah, pucat, keringat berlebihan dan kulit lembab
2. Bibir dan kuku jari tangan tampak kebiruan
3. Nyeri dada
4. Kulit Lembab Dan Dingin
5. Pembentukan Air Kemih Berkurang Atau Sama Sekali Tidak Terbentuk
Air Kemih
6. Pusing
7. Pingsan
8. Tekanan Darah Rendah (Hipotensi), tapi Tidak semua hipotensi adalah
syok
9. Denyut nadi yang cepat,pernafasan dangkal , Lemah dan sampai tidak
sadarkan diri
Penanganan Syok

1. Secara umum yaitu sebagai penolong yang berada di tempat kejadian, hal yang
pertama-tama dapat dilakukan apabila melihat ada korban dalam keadaan syok
adalah :
2. Melihat keadaan sekitar apakah berbahaya (danger) , baik untuk penolong maupun
yang ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah kobaran api)

3. Buka jalan napas korban, dan pertahankan kepatenan jalan nafas (Airway)
4. Periksa pernafasan korban (Breathing)
5. Periksa nadi dan Cegah perdarahan yang berlanjut (Circulation)
6. Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi jika ABC clear
7. Cegah hipotermi dengan menjaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan
selimut)
8. Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu bantuan medis
tiba.

9. Periksa kembali pernafasan, denyut jantung suhu tubuh korban (dari hipotermi)
setiap 5 menit.
Pengobatan :

1. Penderita dijaga agar tetap merasa hangat dan kaki sedikit dinaikkan untuk
mempermudah kembalinya darah ke jantung.
2. Setiap perdarahan segera dihentikan dan pernafasan penderita diperiksa.
3. Jika muntah, kepala dimiringkan ke satu sisi untuk mencegah terhirupnya
muntahan.
4. Jangan diberikan apapun melalui mulut.
5. Tenaga kesehatan bisa memberikan bantuan pernafasan mekanis.
6. Obat-obatan diberikan secara intravena.
7. Obat bius (narkotik), obat tidur dan obat penenang biasanya tidak diberikan
karena cenderung menurunkan tekanan darah.
8. Cairan diberikan melalui infus. Bila perlu, diberikan transfusi darah.
9. Cairan intravena dan transfusi darah mungkin tidak mempu mengatasi syok
jika perdarahan atau hilangnya cairan terus berlanjut atau jika syok
disebabkan oleh serangan jantung atau keadaan lainnya yang tidak
berhubungan dengan volume darah.
10.Untuk menambah aliran darah ke otak atau jantung bisa diberikan obat yang
mengkerutkan pembuluh darah.
semoga bermanfaat