Anda di halaman 1dari 11

PASTA

KELOMPOK 8
1. ELVANI TARASTI (17080107)
2. JULIA RIKZA SAFIRA (17080115)
PENGERTIAN

Pasta adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau


lebih bahan obat yang di tunjukkan untuk pemakaian topikal.
BAHAN DASAR YANG SERING
DIPAKAI
BASIS PASTA
1. Basis hidrokarbon
- Tidak diabsorbsi oleh kulit
- Inert
- Tidak bercampur dengan air
- Daya adsorbs air rendah
- Menghambat kehilangan air pada kulit dengan membentuk lapisan tahan air dan
meningkatkan absorbsi obat melalui kulit.
Dibagi menjadi 5 yaitu: soft paraffin, hard paraffin, liquid paraffin, paraffin substitute,
paraffin ointment. Contohnya adalah Vaselin, White Petrolatum/Paraffin, White
Ointment.
2. Basis absorbsi
bersifat hidrofil dan dapat menyerap sejumlah tertentu air dan larutan cair.
3. Larut Air
Misalnya PEG (Polyethylene Glycol) yang mampu melarutkan zat aktif yang
tak larut dalam air dan meningkatkan penyebaran obat. Bersifat stabil, tersebar merata,
dapat mengikat pygmen dan higroskopis (mudah menguap), sehingga dapat memberikan
kenyamanan pada pemakaian sediaan pasta.
ZAT TAMBAHAN

Pengawet : efektif untuk menjaga sediaan dari


kontaminan terutama mikroba yang dapat
membahayakan.
Antioksidan : digunakan untuk kemungkinan sediaan
teroksidasi.
Emulsifier : untuk memperoleh stabilitas yang lebih
baik dan sifat iritan yang lebih rendah.
Zat Penstabil : jika sediaan sulit mencapai stabilitas
yang baik terutama selama penyimpanan.
PENGGOLONGAN PASTA

• Pasta Berlemak, Merupakan salep yang mengandung lebih dari 50% zat
padat. Bahan dasar salep : vaselin, parafin cair. Jumlah lemak yang lebih sedikit
dibanding serbuk padatnya harus dilelehkan dulu supaya homogen.
• Pasta Kering, Merupakan pasta bebas lemak mengandung 60% zat padat
(serbuk)
• Pasta Pendingin,merupakan campuran serbuk minyak lemak dan cairan
berair, dikenal dengan Salep Tiga Dara.
• Pasta Dentifriciae (pasta gigi) adalah suatu campuran kental terdiri dari
serbuk dan Glycerinum yang digunakan untuk pembersih gigi. Pasta gigi
digunakan untuk pelekatan pada selaput lendir untuk memperoleh efek lokal.
Misalnya, pasta gigi Triamsinolon Asetonida.
PERBEDAAN PASTA DENGAN SALEP
 Persentase bahan padat lebih besar,
sehingga menjadi kental dan kaku disbanding
salep.
 Daya adsorbs pasta lebih besar (karena
persentase bahan padatnya lbh tinggi)
 Lebih sering digunakan untuk mengadsorbsi
sekresi cairan serosal pada tempat pemakaian.
 Cocok untuk luka akut.
 Tidak sesuai dengan bagian tubuh yang
berbulu.
KEUNTUNGAN DAN
KERUGIAN
Kuntungan Kerugian
1. Mengikat cairan sekret (eksudat) 1. Karena sifat pasta yang kaku dan
2. Tidak mempunyai daya penetrasi tidak dapat ditembus, pasta pada
gatal dan terbuka, sehingga umumnya tidak sesuai untuk
mengurangi rasa gatal lokal. pemakaian pada bagian tubuh yang
3. Lebih melekat pada kulit sehingga berbulu
kontaknya dengan jaringan lebih 2. Dapat mengeringkan kulit dan
lama. merusak lapisan kulit epidermis
4. Konsentrasi lebih kental dari 3. Dapat menyebabkan iritasi kulit.
salep
5. Daya adsorpsi sediaan pasta lebih
besar dan kurang berlemak
dibandingkan dengan sediaan
salep.
CARA ABSORBSI
• Penetrasi pasta ke dalam kulit dimungkinkan melalui dinding
folikel rambut. Apabila kulit utuh maka cara utama untuk
Penetrasi penetrasi masuk umumnya melalui lapisan epidermis lebih
baik dari pada melalui folikel rambut atau kelenjar keringat.
Absorpsi melalui epidermis relatif lebih cepat.

• Disolusi didefinisikan sebagai tahapan dimana pasta mulai


masuk ke dala larutan dari bentuk padatnya atau suatu
Disolusi proses dimana suatu bahan kimia atau obat menjadi terlarut
dalam pelarut.

• Difusi adalah suatu proses perpindahan massa molekul suatu


zat yang dibawa oleh gerakan molekul secara acak dan
Difusi berhubungan dengan adanya perbedaan konsentrasi aliran
molekul melalui suatu batas, misalnya membran polimer.
METODE PEMBUATAN PASTA

Pencampuran Peleburan
 Komponen dari pasta dicampur  Semua atau beberapa
bersama-sama dengan segala komponen dari pasta
cara sampai sediaan yang rata dicampurkan dengan
tercapai. meleburkannya secara
bersamaan, kemudian
didinginkan dengan
pengadukan yang konstan
sampai mengental. Komponen-
komponen yang tidak
dicairkan biasanya
ditambahkan pada campuran
yang sedang mengental setelah
didinginkan dan diaduk.