Anda di halaman 1dari 46

REFERAT

ANASTESI REGIONAL

KEPANITERAAN KLINIK ILMU ANASTESI


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA
2018
Pendahuluan
• Anestesi merupakan suatu tindakan menghilangkan rasa sakit
ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya
yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh.
• Obat yang berfungsi untuk menghilangkan
nyeri terbagi ke dalam dua kategori, yaitu
analgetik dan anestesi
• Analgetik adalah obat pereda nyeri tanpa disertai hilangnya
kesadaran. Seseorang yang mengkonsumsi analgetik tidak
tetap berada dalam keadaan sadar.
• Analgetik tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri, tetapi
selalu meringankan rasa nyeri.
• Beberapa jenis anestesi menyebabkan hilangnya kesadaran,
sedangkan jenis yang lainnya hanya menghilangkan nyeri dari
bagian tubuh tertentu dan pemakainya tetap sadar.
Tipe Anastesi
• Anestesi umum (anestesi total) yaitu hilangnya kesadaran
secara keseluruhan.

• Anestesi lokal yaitu hilangnya rasa hanya pada daerah tertentu


yang diinginkan atau pada sebagian kecil daerah tubuh,
anestesi regional yaitu hilangnya rasa pada bagian yang lebih
luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau
saraf yang berhubungan dengannya.
ANASTESI REGIONAL
Definisi
• hambatan impuls nyeri suatu bagian tubuh untuk sementara
pada impuls saraf sensorik, sehingga impuls nyeri dari satu
bagian tubuh diblokir untuk sementara atau dapat kembali
seperti semula. Fungsi motorik dapat terpengaruh sebagian
atau seluruhnya, tetapi pasien tetap dalam keadaan sadar.
PEMBAGIAN ANESTESI/ANALGESIA
REGIONAL
• Blok sentral atau blok neuroaksial, yang meliputi blok spinal,
epidural, dan kaudal. Tindakan ini sering dikerjakan.

• Blok perifer atau blok saraf, yang meliputi anestesi topikal,


infiltrasi lokal, blok lapangan, dan analgesia regional
intravena.
KEUNTUNGAN ANESTESIA REGIONAL

• Alat yang dibutuhkan tidak banyak dan teknik relatif


sederhana, sehingga biaya relatif lebih murah.
• Relatif aman untuk pasien yang tidak puasa (operasi
darurat, keadaan lambung penuh) karena penderita sadar.
• Tidak ada komplikasi jalan nafas dan respirasi.
• Tidak ada polusi kamar operasi oleh gas anestesi.
• Perawatan post operasi lebih ringan.
KERUGIAN ANESTESIA REGIONAL

• Tidak semua penderita mau dilakukan anestesi secara regional.


• Membutuhkan kerjasama pasien yang kooperatif.
• Sulit diterapkan pada anak-anak.
• Tidak semua ahli bedah menyukai anestesi regional.
• Terdapat kemungkinan kegagalan pada teknik anestesi
regional.
OBAT ANALGETIK REGIONAL
• Senyawa Ester
• Senyawa Amida
Senyawa Ester
• Adanya ikatan ester sangat menentukan sifat anestesi lokal
sebab pada degradasi dan inaktivasi di dalam tubuh, gugus
tersebut akan dihidrolisis. Karena itu golongan ester umumnya
kurang stabil dan mudah mengalami metabolisme
dibandingkan golongan amida. Contohnya: tetrakain,
benzokain, kokain, prokain dengan prokain sebagai prototip.
Senyawa Amida
• Contohnya senyawa amida adalah dibukain, lidokain,
mepivakain dan prilokain.
Absorbsi Obat
– Absorbsi melewati mukosa, tapi tidak dapat melewati kulit
yang utuh, harus disuntik kejaringan subkutis.
– Obat vasokonstriktor yang ditambahkan pada larutan
analgetik lokal memperlambat absorbsi sistemik dengan
akibat memperpanjang masa kerja dan mempertinggi dosis
maksimum.
– Mempengaruhi semua sel tubuh, dengan pedileksi khusus
memblokir hantaran saraf sensorik
– Kecepatan detoksikasi tergantung jenis obat berlangsung
dengan pertolongan enzim dalam darah dan hat. Sebagian
dikeluarkan dalam bentuk bahan-bahan degradasi dan
sebagian dalam bentuk asal melalui ginjal (urin)
– Untuk daerah yang diperdahari oleh arteri buntu (end
artery) seperti jari dan penis dilarang menambah
vasokonstriktor. Penambahan vasokonstriktor hanya
dilakukan untuk daerah tanpa arteri buntu umumnya
digunakan adrenalin dengan konsentrasi 1:200 000.
Persiapan Anastesi Regional
• Blok Sentral
• Blok Perifer
BLOK SENTRAL
• Anestesi Spinal
• Anestesi Epidural
• Anestesia Kaudal
• Anestesi Spinal Total
Anastesi Spinal
• Anestesi spinal adalah pemberian obat anesteti lokal ke dalam
ruang subarachnoid. Anestesi spinal diperoleh dengan cara
menyuntikkan anestetik lokal ke dalam ruang subarachnoid.
Anestesi spinal (anestesi subaraknoid) disebut juga sebagai
analgesi/blok spinal intradural atau blok intratekal.
• Untuk mencapai cairan serebrospinal, maka jarum suntik akan
menembus kutis  subkutis  Lig. Supraspinosum  Lig.
Interspinosum  Lig. Flavum  ruang epidural  durameter
 ruang subarachnoid.
• Medula spinalis berada didalam kanalis spinalis dikelilingi
oleh cairan serebrospinal, dibungkus oleh meningens yang
terdiri dari duramater, lemak dan pleksus venosus. Pada
dewasa berakhir setinggi L1, pada anak L2 dan pada bayi L3.
Oleh karena itu, anestesi spinal dilakukan ruang sub arachnoid
di daerah antara vertebra L2-L3 atau L3-L4 atau L4-L5
OBAT YANG DIGUNAKAN
• Lidokaine (xylocain, lignokain) 2%: berat jenis 1.006,
sifat isobarik, dosis 20-100 mg (2-5 ml)
• Lidokaine (xylocain,lignokaine) 5% dalam dextrose
7.5%: berat jenis 1.033, sifat hiperbarik, dosis 20-50 mg
(1-2ml)
• Bupivakaine (markaine) 0.5% dlm air: berat jenis 1.005,
sifat isobarik, dosis 5-20mg (1-4ml)
• Bupivakaine (markaine) 0.5% dlm dextrose 8.25%: berat
jenis 1.027, sifat hiperbarik, dosis 5-15mg (1-3ml)
Teknik Anestesi Spinal

Posisi Duduk dan Lateral Decubitus


Komplikasi tindakan anestesi spinal
• Hipotensi berat • Trauma pembuluh saraf
Akibat blok simpatis terjadi • Trauma saraf
venous pooling. Pada dewasa • Mual-muntah
dicegah dengan memberikan infus • Gangguan pendengaran
cairan elektrolit 1000 ml atau
koloid 500 ml sebelum tindakan. • Blok spinal tinggi atau spinal
• Bradikardia total
Dapat terjadi tanpa disertai
hipotensi atau hipoksia, terjadi
akibat blok sampai T-2
• Hipoventilasi
Akibat paralisis saraf frenikus
atau hipoperfusi pusat kendali
nafas
Komplikasi Pasca Tindakan
• Nyeri tempat suntikan
• Nyeri punggung
• Nyeri kepala karena kebocoran likuor
• Retensio urine
• Meningitis
Anestesi Epidural
• Anestesia atau analgesia epidural adalah
blokade saraf dengan menempatkan obat di
ruang epidural. Ruang ini berada di antara
ligamentum flavum dan duramater.
Kedalaman ruang ini rata-rata 5 mm dan di
bagian posterior kedalaman maksimal pada
daerah lumbal
Obat anestetik lokal di ruang epidural bekerja
langsung pada akar saraf spinal yang terletak di
lateral. Awal kerja anestesi epidural lebih lambat
dibanding anestesi spinal, sedangkan kualitas blokade
sensorik – motorik juga lebih lemah
Anastesi Epidural
Keuntungan Kerugian
• Bisa segmental – Teknik lebih sulit
• Tidak terjadi headache post – Jumlah obat anestesi
op lokal lebih besar
• Hipotensi lambat terjadi – Reaksi sistemis lebih
tinggi
Teknik Anastesi Epidural
– Posisi pasien saat tusukan seperti pada analgesia
spinal.
– Tusukan jarum epidural biasanya dilakukan pada
ketinggian L3-4.
– Jarum yang digunakan ada 2 macam, yaitu:

• Jarum ujung tajam (Crawford)


• Jarum ujung khusus (Tuohy)
• Untuk mengenal ruang epidural digunakan
banyak teknik. Namun yang paling populer
adalah teknik hilangnya resistensi dan teknik
tetes tergantung.
Teknik hilangnya resistensi (loss of
resistance)
• Teknik ini menggunakan semprit kaca atau semprit plastik
rendah resistensi yang diisi oleh udara atau NaCl sebanyak ±
3ml. Setelah diberikan anestetik lokal pada tempat suntikan,
jarum epidural ditusuk sedalam 1-2 cm. Kemudian udara atau
NaCl disuntikkan perlahan dan terputus-putus. Sembari
mendorong jarum epidural sampai terasa menembus jaringan
keras (ligamentum flavum) yang disusul hilangnya resistensi.
Setelah yakin ujung jarum berada dalam ruang epidural,
lakukan uji dosis (test dose)
teknik tetes tergantung.
• Persiapan sama seperti teknik hilangnya
resistensi, tetapi pada teknik ini menggunakan
jarum epidural yang diisi NaCl sampai terlihat
ada tetes Nacl yang menggantung. Dengan
mendorong jarum epidural perlahan secara
lembut sampai terasa menembus jaringan
keras yang kemudian disusul oleh tersedotnya
tetes NaCl ke ruang epidural. Setelah yakin,
lakukan uji dosis (test dose)
Uji dosis (test dose)
Uji dosis anestetik lokal untuk epidural dosis tunggal dilakukan
setelah ujung jarum diyakini berada dalam ruang epidural dan
untuk dosis berulang (kontinyu) melalui kateter. Masukkan
anestetik lokal 3 ml yang sudah bercampur adrenalin 1:200.000.
• Tak ada efek setelah beberapa menit, kemungkinan besar letak
jarum sudah benar
• Terjadi blokade spinal, menunjukkan obat sudah masuk ke
ruang subarakhnoid karena terlalu dalam.
• Terjadi peningkatan laju nadi sampai 20-30%, kemungkinan
obat masuk vena epidural.
Cara penyuntikan
• setelah yakin posisi jarum atau kateter benar, suntikkan
anesteti lokal secara bertahap setiap 3-5 menit sampai
tercapai dosis total. Suntikan terlalu cepat menyebabkan
tekanan dalam ruang epidural mendadak tinggi, sehingga
menimbulkan peninggian tekanan intrakranial, nyeri kepala
dan gangguan sirkulasi pembuluh darah epidural.
Uji keberhasilan epidural
• Tentang blok simpatis diketahui dari
perubahan suhu.
• Tentang blok sensorik dari uji tusuk jarum.
• Tentang blok motorik dari skala bromage
Skala bromage untuk Blok Motorik
Melipat Melipat
Lutut Jari
Blok tak ada ++ ++

Blok parsial + ++

Blok hampir - +
lengkap
Blok lengkap - -
Anestetik lokal yang digunakan untuk
epidural
Anestesia Kaudal
• Anestesi kaudal sebenarnya sama dengan anestesi
epidural, karena kanalis kaudalis adalah kepanjangan dari
ruang epidural dan obat ditempatkan di ruang kaudal
melalui hiatus sakralis. Hiatus sakralis ditutup oleh
ligamentum sakrokoksigeal tanpa tulang yang analog
dengan gabungan antara ligamentum supraspinosum,
ligamentum interspinosum, dan ligamentum flavum.
Ruang kaudal berisi saraf sakral, pleksus venosus, felum
terminale dan kantong dura.
Teknik Anestesia Kaudal
Anestesi Spinal Total
• Anestesi spinal total ialah anestesi spinal
intratekal atau epidural yang naik sampai di
atas daerah servikal. Anestesi ini biasanya
tidak disengaja, pasien batuk-batuk, dosis
obat berlebihan, terutama pada analgesia
epidural dengan posisi pasien yang tidak
menguntungkan
Tanda-tanda klinis:
• Tangan kesemutan
• Lidah kesemutan
• Napas berat
• Mengantuk kemudian tidak sadar
• Bradikardi dan hipotensi berat
• Henti napas
• Pupil midriasi.
BLOK PERIFER
Anestesi lokal adalah obat yang menghambat hantaran saraf bila
digunakan secara lokal pada jaringan saraf dengan kadar yang
cukup. Obat bius lokal bekerja pada tiap bagian susunan saraf.
Anestesi lokal ialah obat yang menghasilkan blokade konduksi
atau blokade lorong natrium pada dinding saraf secara sementara
terhadap rangsang transmisi sepanjang saraf, jika digunakan pada
saraf sentral atau perifer.
Anestetik lokal setelah keluar dari saraf diikuti oleh pulihnya
konduksi saraf secara spontan dan lengkap tanpa diikuti oleh
kerusakan struktur
Persyaratan obat yang boleh
digunakan sebagai anestesi lokal
• Tidak mengiritasi dan tidak merusak jaringan saraf secara
permanen
• Batas keamanan harus lebar
• Efektif dengan pemberian secara injeksi atau penggunaan
setempat pada membran mukosa
• Mulai kerjanya harus sesingkat mungkin dan bertahan untuk
jangka waktu yang yang cukup lama
• Dapat larut air dan menghasilkan larutan yang stabil, juga
stabil terhadap pemanasan.
• Anestesi lokal sering kali digunakan secara parenteral (injeksi)
pada pembedahan kecil di mana anestesi umum tidak perlu
atau tidak diinginkan. Di Indonesia, yang paling banyak
digunakan adalah lidokain dan bupivakaine
• Infiltrasi Lokal
Penyuntikan larutan analgetik lokal langsung
diarahkan sekitar tempat lesi
• Blok Lapangan (Field Block)
Infiltrasi sekitar lapangan operasi (contoh, untuk
ekstirpasi tumor kecil)
• Analgesia Permukaan (Topikal)
Obat analgetika lokal dioles atau disemprot di atas
selaput mukosa
• Analgesia Regional Intravena (Bier Block)
Anestesi jenis ini dapat dikerjakan untuk bedah
singkat sekitar 45 menit pada lengan atau
tungkai. Biasanya dikerjakan untuk orang
dewasa dan pada lengan.
www.themegallery.com