Anda di halaman 1dari 25

Bagian ke-3 : ETIKA NORMATIF

BAB 7 – Tolok Ukur


Pertanggungjawaban Moral

1. Pengantar Permasalahan
KEWAJIBAN MORAL :
- sesuatu yang mengikat mutlak;
- bertanggung jawab terhadap pendapat
tentang kewajban secara rasional.

1/9/2007 1
 Arti Mempertanggungjawabkan :
dapat menunjukkan sesuatu itu memadai
dengan norma yang harus diterapkan.

 Tolok Ukurnya apa ? = Pertanyaan Pokok


ETIKA NORMATIF

 Prinsip moral dasar objektif bagaimanakah yg


harus dipergunakan memecahkan suatu
konflik?
1/9/2007 2
 KESADARAN MORAL menuntut
Dasar Objektif.

Suara Hati menuntut agar bertindak sesuai


dengan tanggung jawab dan kewajiban.

 ETIKA = ilmu yang reflektif & kritis.

1/9/2007 3
 Tugas Etika Normatif :

- mencari prinsip-prinsip yang mendasari


norma moral yg lebih konkret;

- mencari prinsip dasar dalam menghadapi


pandangan normatif moral dalam
masyarakat atau diperjuangkan oleh aneka
ideologi secara tradisional dan kritis;

1/9/2007 4
 Pendekatan yang dilakukan : Kritis Negatif.

 Negatif: memeriksa pandangan utama


tentang norma dasar dan
merumuskan prinsip moral dasar;

 Kritis : menyingkirkan unsur-unsur yang


tidak memadai & menyimpan unsur
yang hakiki ( = prinsip moral
dasar).
1/9/2007 5
2. Jawaban Yang Tidak Memadai
Pertanyaan :
Bagaimana mengetahui sikap dan tindakan
yang seharusnya dilakukan bila ingin
bertanggungjawab secara moral ?
- Sesuaikan dengan masyarakat – yang
dekat atau yang umum?
- Kewajiban? Ikuti lingkungan ?  belum
tentu norma masyarakat adalah benar.

1/9/2007 6
 Oleh karena itu perlu orientasi pada prinsip-
prinsip objektif dengan :

- melakukan pemeriksaan apa norma


masyarakat dapat dibenarkan?

- menggunakan ETIKA NORMATIF sebagai


alat kritis terhadap norma yang langsung
diterima dalam masyarakat;

1/9/2007 7
- melakukan ORIENTASI OBJEKTIF
karena suara hati adalah kesadaran
moral yang memerlukan prinsip-prinsip
moral obejektif;

- mencari prinsip-prinsip moral objektif


sebagai sikap kritis terhadap superego,
ideologi.

1/9/2007 8
3. Etika Wahyu
Pertanyaan : Apa norma bagi kelakuan
kita ditemukan dalam wahyu Allah ?
Tindakan yang dapat dilakukan terhadap
masalah yang tidak langsung dibahas
dalam Kitab Wahyu :

a. memberlakukan isi norma yg secara


eksplisit terdapat dalam Kitab Suci dg
menerapkan sikap dasar moral agama
melalui pendekatan rasional etika;
1/9/2007 9
b. pengertian perbuatan baik – buruk
menurut Wahyu & keharusan/larangannya
agar tidak jatuh pada relativisme &
irrasionalisme ekstrim;

c. ada Wahyu - tetap gunakan akal budi


pemberian Sang Pencipta utk temukan
apa yg dituntut secara moral;
d. tetap perlukan etika  kekayaan wahyu
yg sebenarnya dapat dihargai semestinya.
1/9/2007 10
Prinsip-prinsip yg harus
mendasari semua Norma &
Aturan Moral
4. etika peraturan
Ditulis dengan huruf kecil (bukan suatu
teori) = bentuk pendekatan thd moralitas
dalam lingkungan budaya, tradisi, agama.
etika peraturan yi:
- etika yg melihat hakikat moralitas dlm
ketaatan terhadap sejumlah peraturan.
1/9/2007 11
Mis: - secara moral baik/bebas = tidak
melanggar peraturan
- secara moral buruk = melanggar
peraturan.

- di dalamnya dapat dimasukkan peraturan


agama (bentuk ibadat,larangan &
ketentuan tertentu agama);

- juga tradisi & adat istiadat.


1/9/2007 12
 Para Ilmu Fiqih & Teolog Moral :
- mensistemasikan aturan;
- merinci & menafsirkan secara kasuistis;
- membuat aturan bagaimana menerapkan
aturan moral pada kasus-kasus kelakuan
konkret.

Menurut etika peraturan :


moralitas manusia : mengetahui peraturan
moral dan hidup sesuai dengannya 
1/9/2007 13
etika peraturan:
- menuntut ketaatan buta tanpa hiraukan
akibat;
- mematikan faham tanggung jawab;
- tidak memberi ruang pada inisiatif dan
keberanian sehingga maksud moralitas
tidak tercapai;
 etika-etika peraturan : tidak mampu
mempertanggungawabkan diri &
mematikan kemampuan
bertanggung jawab.
1/9/2007 14
5. Etika situasi
Etika Situasi >< etika peraturan :
- menolak norma dan peraturan moral
yang umum;
- mengembalikan moralitas pada tanggung
jawab individual orang berdasarkan
panggilan unik setiap situasi.
= pendekatan dan teori yang dipengaruhi
filsafat Eksistensialisme dan
Personalisme.
1/9/2007 15
Eksistensialisme :
menekankan keunikan & tanggung
jawab, menentukan diri sendiri
berdasarkan penghayatan yang
otentik (=tiap orang adalah khas -
tidak masuk pada kerangka /
skema & norma umum).

1/9/2007 16
Personalisme :
menekankan manusia adalah
person, bernilai pada dirinya sendiri,
berakal budi, berkehendak sendiri,
memiliki kebebasan & suara hati
sebagai kesadaran mandiri
terhadap kewajiban dan tanggung
jawabnya  bukan sekedar nomor /
kolektif.

1/9/2007 17
a. Pendapat Etika Situasi
- Etika Situasi adalah sebuah
pendekatan dan teori dalam etika
pasca PD II & sangat dipengaruhi
Filsafat Eksistensialisme dan
Personalisme;
- menolak adanya norma & peraturan
moral yang berlaku umum;
- orang dalam setiap situasi harus
secara baru & kreatif menemukan
tanggung jawab & kewajibannya.
1/9/2007 18
b. Jasa Etika Situasi :
- setiap manusia adalah person yang
unik;
- mengakui martabat dan harkat
manusia;
- setiap situasi menuntut pertimbangan
moral yang baru.

Kelemahannya :
- sebagai reaksi thd. etika peraturan yi.
melupakan tanggung jawab individual;
1/9/2007 19
- bisa jatuh ke dalam invidualisme ekstrim
(karena melupakan bahwa tanggung
jawab unik & individual jadi nyata
berhubungan dg kedudukannya dalam
kesatuan kehidupan masyarakat);

- penolakan etika situasi terhadap norma


umum adalah tidak rasional;

- kurang perhatikan tingkatan-tingkatan


moral;
1/9/2007 20
Mis :
- harus kunjungi orangtua pada lebaran
tapi jauh = konkrit, tidak mutlak & tidak
universal  beda dengan tuntutan
mencintai orang tua;

- tuntutan bersikap baik terhadap semua


orang – prinsip moral fundamental;

1/9/2007 21
c. Kesimpulan :

1) etika situasi mengenai norma konkrit;


2) situasi konkrit dapat ditangani hanya
berdasar peraturan moral umum;
3) yang mutlak hanya prinsip moral dasar
& bertanggung jawab.

1/9/2007 22
6.Relativisme Moral
* menolak norma yang berlaku umum;
* berlaku realtif terhadap lingkungan wilayah
tertentu.

a. Pandangan Relativisme Kultural :


- menolak anggapan noral moral berlaku
umum;
- norma moral berlaku berbeda pada
masyarakat & kebudayaan;
1/9/2007 23
- mendasarkan diri pada hasil ilmu etnologi,
antropologi, sosiologi dan sejarah.

b. Tanggapan
- mungkin saja banyak masyarakat yang
norma moralnya kurang memadai;

- meski noral moral berbeda, mungkin


punya sikap dasar masyarakat yang
sama.

1/9/2007 24
 KESIMPULAN :
- belum ditemukan masyarakat yang
normanya tidak dapat dikembalikan pada
prisip moral yang sama dengan yang
mendasari sitem moral di masyarakat
lainnya = faham dasar moral sama;

- norma moral konkrit hanya berlaku relatif,


tidak universal dan tidak mutlak.

1/9/2007 25