Anda di halaman 1dari 36

 Tindakan

Tidak semua perbuatan manusia


dapat disebut tindakan.

 Tindakan manusia menuntut adanya:


- kebebasan atau kesukarelaan,
- pengetahuan dan persetujuan,
- kontrol dan tanggungjawab.
 Tindakan manusia dapat dinilai baik
dan buruk secara moral.
1/9/2007 1
 Norma
Norma adalah aturan dan kaidah yang
dipakai sebagai tolok ukur menilai
tindakan-tindakan manusia.

 Bentuk positif berupa perintah;


 Bentuk negatif berupa larangan.

 Tiga macam norma: - sopan santun;


- hukum;
1/9/2007 - moral. 2
 Norma sopan santun : menjadi
manusia
yang baik dengan bertingkah
laku, berpakaian dan
berbicara sopan.

 Norma hukum : menilai hal-hal yang


lahiriah disertai sanksi.

1/9/2007 3
 Hukum kodrat :
- mengatur tingkah laku manusia
selaras dengan kodrat manusia.
- Diterima sebagai hukum Tuhan,
dijunjung tinggi oleh agama-
agama.

 Hukum Positif :hukum buatan


manusia
untuk membentengi kaidah-
kaidah kebaikan manusia.
1/9/2007 4
 Norma moral :
- menyangkut hal yang bersifat
batiniah.
- Sifatnya mutlak dan universal.

 Nilai
Nilai adalah sesuatu yang dikejar
orang, karena menarik,
menyenangkan, berguna, atau
mempunyai kelebihan-kelebihan
tertentu.
1/9/2007 5
 Nilai tidak berada sendiri sebagai
substansi, melainkan melihat pada
objek tertentu.

 Macam-macam nilai:
- nilai biologis;
- nilai moral;
- nilai ekonomi;
- nilai teknis;
- nilai estetis, dan
1/9/2007
- nilai religius. 6
 Suara hati ( hati nurani) :
- adalah suatu kemampuan
manusia untuk menyadari
tugas moral dan untuk
mengambil keputusan moral;
- adalah pusat kepribadian
manusia.

1/9/2007 7
 Perkembangan positif hati nurani :
- semula masih harus belajar
norma-norma,
- kemudian mulai dapat
membanding-bandingkan
norma,
- akhirnya mampu mencari
nilai-nilai atau makna
terdalam.
1/9/2007 8
BAB II - KEBEBASAN & TANGGUNG
JAWAB

 KEBEBASAN
1. Kewajiban Mengandaikan Kebebasan
Manusia : Etika & moralitas 
Peraturan  karena manusia
punya kebebasan.

 Hubungan moralitas & kebebasan 


Tanggung Jawab >< binatang ( instink
alamiah )
1/9/2007 9
2. KEBEBASAN EKSISTENSIAL
Kebebasan Eksistensial ( menyatu
dengan manusia ) : kemampuan
menentukan sikap & tindakan
sendiri  sifatnya positif;

Tindakan = kegiatan disengaja dg


maksud & tujuan tertentu
dengan berpikir 
menentukan sikap =
kehendak yang menjelma &
1/9/2007
nyata; 10
 Kehendak = permulaan tindakan;

 Kebebasan Jasmani & Rohani


(hubungan erat);
 Kebebasan menentukan sikap &
tindakan berdasar :
* kemampuan fisik & keterbatasan
sesuai dg kodratnya;
* kemampuan rohani untuk
berpikir;
* tanpa paksaan orang lain.
1/9/2007 11
 Hal-hal yg dapat mengganggu
Kebebasan berpikir : tekanan psikis,
sugesti dll.

  Kebebasan : merupakan tanda &


ungkapan martabat
manusia.

Dosa dalam tindakan lebih besar


daripada dosa pikiran.
1/9/2007 12
3. KEBEBASAN SOSIAL

3. Kebebasan sosial :
* kebebasan yang diterima dari
orang lain.
* Kebebasan sebagai realitas
negatif  = tindakan tidak
dipaksa / dibatasi orang lain.

1/9/2007 13
3 MACAM KEBEBASAN SOSIAL
 3 macam Kebebasan Sosial :
a. Kebebasan Jasmani – bila tidak
dipaksa;
b. Kebebasan Rohani – bila bebas dari
tekanan psikis;
c. Kebebasan Normatif – bebas dari
kewajiban dan larangan.

1/9/2007 Pembatasan >< Perampasan 14


 Ancaman Kebebasan Sosial :
- maksud & kehendak orang lain;
- paksaan.

 3 Cara Membatasi Kebebasan


Seseorang:
a. Pembatasan kebebasan eksistensial
(jasmani/fisik & rohani/batin);
b. Paksaan & tekanan psikis;
c. Perintah & larangan.
1/9/2007 15
BAB III: TANGGUNG JAWAB &
KEBEBASAN
1. Kebebasan Eksistensial dan
Kebebasan Sosial :
Hubungan = Kebebasan
Sosial merupakan ruang
gerak bagi Kebebasan
Eksistensial.
Bebas untuk apa ( = segi positif ) 
menyangkut sikap yg akan diambil =
Kebebasan Eksistensial .
1/9/2007 16
Bebas dari apa ( = segi negatif ) 
ruang gerak dari masyarakat kepada
kita = Kebebasan Sosial .
2. Pembatasan Kebebasan Sosial
a. Keterbatasan hakiki
Kebebasan Sosial : Manusia =
mahluk sosial hidup bersama/
bermasyarakat menggunakan
alam terbatas untuk memenuhi
kebutuhannya = 
a. saling membutuhkan;
1/9/2007b. saling bersaing. 17
 yg membatasi Kebebasan Sosial :
- masyarakat;
- sebagai pembatasan yg dapat
dipertanggungjawabkan.
b. Legitimasi Pembatasan
Kebebasan Sosial.
2 alasan membatasi kebebasan :
1) hak kebebasan manusia = sama
 prinsip = tuntutan atas hak
kita = mengakui hak orang lain;
1/9/2007 18
2) Pembatasan kebebasan :
* sebagai anggota masyarakat;
* untuk tujuan kepentingan
bersama dengan larangan atau
atau memenuhi kewajiban kita.
KESIMPULAN : Masyarakat berhak
membatasi kebebasan demi
menjamin hak- hak, kepentingan,
kemajuan masyarakat secara
keseluruhan menurut batas
wewenang masing-masing.
1/9/2007 19
c. Pertanggungjawaban Terbuka
Apabila jelas  dapat dituntut. Agar
dapat dipertanggungjawabkan :
1) harus dapat dituntut  dengan
memperlihatkan aturan-aturan
dan larangan;
2) kebebasan dibatasi atas nama :
“kebebasan yang sebenarnya”;
3) pembatasan &
pertanggungjawaban masuk akal.
1/9/2007 20
d. 3 Cara Pembatasan Kebebasan
manusia melalui :
1) paksaan / pemerkosaan fisik;
2) tekanan / manipulasi psikis;
3) pewajiban & larangan.
1)+2) berlaku untuk manusia &
binatang;
3) dengan tulisan “dilarang masuk”
 hanya berlaku untuk manusia
yang mengerti bahasanya =
pembatasan normatif.
1/9/2007 21
 Pembatasan Normatif tetap
menghormati martabat manusia
( Kebebasan Eksistensial ), mis :
di desa rumah tidak dikunci 
aman;
di asrama – kamar tidak pernah
dikunci, tiba-tiba dikunci 
orang lain merasa terhina.

1/9/2007 22
melalui cara : * menetapkan aturan;
* pemberitahuan.

Bila tidak taat  menimbulkan


HUKUM: sistem peraturan kelakuan
bagi masyarakat yg bersifat
normatif, dengan ancaman tambahan
berupa tindakan (fisik)  tidak mau
tahu / tidak mau taat  sanksi

1/9/2007 23
(bentuk hukuman: ditangkap /
hukuman penjara ).

Manipulasi Psikis secara moral tidak


dapat dibenarkan karena
merusak kepribadian.

1/9/2007 24
3. Kebebasan Eksistensial &
Tanggung Jawab
 Kebebasan dari paksaan, tekanan,
larangan pada diri sendiri belum
bernilai positif kecuali kesempatan /
ruang diisi dengan kebebasan
eksistensial  harus ambil sikap :
a. mempertanggungjawabkan
kebebasan: terhadap nilai-nilai
kemanusiaan, kewajiban kita &
1/9/2007 25
harapan orang lain= Tanggung Jawab
Objektif.

b. makin bertanggungjawab, makin


bebas: kebebasan eksistensial dg
sikap harus sinkron ( tidak mau
tanggung jawab dg argumen
kebebasan ).

1/9/2007 26
Alasan tidak mau bertanggung
jawab :
1) malas – tidak tanggung jawab 
ringan;
2) ada urusan lain  acuh tak acuh;
3) tdk tanggung jawab = enak  tdk
mau susah;
4) takut bahaya, tidak setuju /
melawan;
5) sedang sentimen / tersinggung;
6) tdk dpt mengatasi hawa nafsu &
emosi.
1/9/2007 27
 Contoh : - main judi – senang  terus;
- morfinis – awalnya asyik
=tindakan kriminal  jadi
budak morfin.

Akibat Penolakan
Bertanggungjawab :
a. persepsi / wawasan makin sempit –
hanya melihat kepentingan &
perasaan sendiri;
1/9/2007 28
b. makin lemah & tidak bebas
menentukan tidak sanggup
merealisasikan hal yang bernilai,
tidak kuat melawan arus.

1/9/2007 29
 Orang yang bertanggungjawab :
1) makin kuat, bebas, luas wawasan;
2) dapat mengatasi segala halangan;
3) dapat menguasai diri / tidak dikuasai
perasaan & emosinya;
4) sanggup mencapai tujuan yang
disadari penting & berusaha
melaksanakannya.

1/9/2007 30
c. Catatan tentang Etika
Tradisional.

Etika Tradisional mempunyai


hubungan:Kekuatan Kepribadian dg
kesediaan / kesadaran
bertanggungjawab

Mis. : Sepi Ing Pamrih


1/9/2007 31
4. SEKITAR OTONOMI MORAL
 Filosof Immanuel Kant ( 1724 –
1804 ): a. SIKAP MORAL OTONOM :
- mentaati kewajiban krn sadar/insaf;
- kesadaran menyesuaikan diri dalam
tatanan kehidupan bersama;
- menuntut kerendahan hati untuk
menerima kita sbg angg.masyarakat
dan tunduk pada aturannya;
- beri kekuatan mengambil sikapnya.
1/9/2007 32
b. SIKAP MORAL HETERONOM
- memenuhi kewajiban tanpa melihat
nilai /maknanya karena tertekan;
- takut berdosa / dikutuk Tuhan dsb,
meski hidup sesuai dengan tuntutan
moral lingkungannya;
- taat bukan karena kesadarannya.

KESIMPULAN : Sikap moral otonom


membuka pengalaman
1/9/2007 33

kebebasan yang sepenuhnya.


5. RANGKUMAN
 Segi yang terpenting kebebasan
manusia : Keterarahannya pada
Tanggung Jawab
 Tanggung Jawab dalam hubungan
dg Kebebasan Sosial :
* secara hakiki terbatas & perlu
dibatasi oleh masyarakat yg
berwenang dalam wilayah
wewenangnya masing-masing;
1/9/2007 34
* setiap pembatasan harus
dipertanggungjawabklan alasan
(sebagai usaha menjamin
kebebasan & hak semua warga
masyarakat & kepentingan wajar
seluruh masyarakat terhadap
anggotanya ) & caranya
(terus terang & normatif );
* harus dibuktikan hak atas
pembatasan kebebasan;
1/9/2007 35
* Kebebasan Eksistensial yang
bertanggung jawab menyatakan
diri dalam pola moralitas otonom;

* Moral Otonom : melakukan


kewajiban & tanggung jawab
berdasarkan kesadaran akan nilai
dan maknanya.

1/9/2007 36