Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS

Vitiligo
Sarah Khairina (2012730096)
Pembimbing : dr. Fisalma Mansjoer, Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK
ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Identitas Pasien

• Nama : An. D
• Usia : 3 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Alamat : Jl. Cempaka Putih tengah
• Agama : Islam
• Tgl pemeriksaan : 2 November 2017
Anamnesis
• Keluhan Utama
Bercak putih pada bagian dahi atas sejak 6
bulan sebelum masuk rumah sakit
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang bersama ibunya ke Poli Kulit dan


Kelamin RSIJ Cempaka Putih dengan keluhan
bercak putih pada bagian dahi atas sejak 6 bulan
sebelum masuk rumah sakit. Awalnya bercak putih
sebesar biji jagung lama kelamaan membesar dan
meluas. Bercak keputihan tidak ditemukan
ditempat lain. Keluhan muncul tiba-tiba tanpa
disertai trauma. Pasien menyangkal adanya
keluhan gatal. Bercak putih tidak disertai rasa baal
ataupun nyeri. Pasien sudah pernah berobat dan
diberi obat salep tetapi tidak ada perubahan
• Riwayat Penyakit Dahulu :
Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti
ini sebelumnya
• Riwayat Penyakit Keluarga :
Tidak ada yang mengalami keluhan serupa
dengan pasien
• Riwayat Alergi
Alergi terhadap makanan, obat – obatan
dan suhu disangkal.

• Riwayat Psikososial
Pasien jarang bermain diluar rumah dan
jarang berkeringat. Pasien rutin mandi pagi
dan sore hari.
Pemeriksaan Fisik
• Keadaan umum : Baik
• Kesadaran : Compos mentis
• Tanda-tanda vital :
• TD : Tidak dilakukan
• HR : 89 x/menit
• RR : 20 x/menit
• Suhu : 36,5 ◦C
Status Generalis
Kepala : Normochepal, rambut berwarna hitam, distribusi merata

Mata : Konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-) , pupil isokor

Hidung : Septum deviasi (-), sekret (-/-), epistaksis (-/-)

Telinga : Normotia, otorhea (-/-), serumen (-/-)

Mulut : Mukosa bibir lembab, perdarahan gusi (-), faring hiperemis


(-)

Leher : Pembesaran KGB submandibula -/-

Paru : vesikuler kanan=kiri, ronki (-), wheezing (-)

Jantung : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen : Supel, nyeri tekan (-)

Ekstremitas : Hangat, tidak ada edema, CRT < 2 detik


STATUS
DERMATOLOGIS

Lokasi : Regio frontalis


superior
Efloresensi : Tampak
makula hipopigmentasi ,
solitar, berukuran plakat,
bentuk anular, batas
sirkumskrip
Resume
Perempuan 3 tahun, bercak putih pada
bagian dahi atas sejak 6 bulan sebelum masuk
rumah sakit.
Status dermatologikus: Pada regio frontalis
superior tampak makula hipopigmentasi , solitar,
berukuran plakat, bentuk anular, batas sirkumskrip
Anjuran Pemeriksaan

• Pemeriksaan kadar tiroid


• Lampu wood
• Pemeriksaan histopatologi
Diagnosis
Differential Diagnosis
Vitiligo
Pitiriasis Versikolor
Pitiriasis Alba

Working Diagnosis
Vitiligo
Tatalaksana
Non-Medikamentosa :
– Menerangkan kepada pasien mengenai penyakit
yang diderita pasien

– Menyarankan kepada pasien untuk menggunakan


tabir surya jika pergi keluar rumah saat siang hari

– Memberikan informasi kepada pasien untuk


bersabar karena pengobatan yang cukup lama
Tatalaksana

Medikamentosa :

- Topikal :
- Triamsinolon asetonid 0,1 %

- Betametason valerat 0,1-0,2 %

Pemakaian tidak boleh lebih dari 3 bulan


TINJAUAN PUSTAKA
Definisi

“Penyakit akibat proses depigmentasi pada kulit


yang disebabkan faktor genetik dan non
genetik yang berhubungan dengan kehilangan
atau ketahanan fungsi melanosit”
Faktor Pencetus

Faktor endogen Faktor eksogen

• Genetik • Trauma fisik


• Stress (garukan, luka
• Penyakit bakar,
internal (tiroid, benturan)
DM, dll) • Obat-obatan
• Penyakit kulit
Tanda dan Gejala
• Depigmentasi dengan bercak putih yang
dibatasi oleh kulit normal atau oleh
hiperpigmentasi
Klasifikasi
• Tipe lokalisata: bentuk fokal, segmental dan
mukosa
• Tipe generalisata : paling sering terjadi, luas
simetris,
– bentuk akrofasial pada bag. Distal
ekstrimitas dan muka,
– bentuk vulgaris tersebar tanpa pola khusus,
– bentuk mixed campuran segmental dan
vulgaris atau akrofasial
Predileksi Vitiligo

Lesi dapat muncul


dimana saja, tetapi
umumnya di daerah
peregangan dan
tekanan: misalnya
lutu, siku, punggung
tangan dan jari-jari
Pemeriksaan Penunjang

• Pemeriksaan kadar tiroid -> karena hubungan


dengan tiroid memiliki prevalensi yang tinggi
• Lampu Wood -> membantu lebih jelas luas
hipopigmentasi dibandingkan mata biasa
• Fotografi -> mengevaluasi perkembangan hasil
pengobatan
Penatalaksanaan
• Nonmedikamentosa
– Kosmetik
Penatalaksanaan Vitiligo
Penatalaksanaan
Psolaren dan UVA (PUVA)
- Adalah gabungan psolaren sebagai
photosensitizer kimiawi dengan Ultraviolet A
- Psoralen adalah furokumarin yaitu obat
bersifat fotodinamik yang berkemampuan
menyerap energi radiasi
- PUVA -> memicu hipertrofik, proliferasi, dan
repigmentasi
Penatalaksanaan
Psolaren dan UVA (PUVA)
- Psolaren sediaan oral -> diminum 1,5-2 jam
sebelum radiasi UVA
a. metoksalen 0,3-0,6 mg/KgBB
b. Trioksalen 0,6-0,9 mg/KgBB
c. Bergapten 1,2 mg/KgBB

- Pajanan UVA dimulai dari dosis 0,5 J/cm2 dan


meningkat 0,5-1 J/cm2
Penatalaksanaan
Narrowband UVB
- Bersifat imunomodulator yang mengatur
abnormalitas lokal maupun sistemik imunitas
seluler dan humoral
- Dosis awal 250 mj dan ditingkatkan 10-20%
setiap kali pengobatan
- Terapi dilakukan 2x seminggu
Penatalaksanaan
Terapi Lokal -> Kortikosteroid
- Adalah pilihan pertama untuk vitiligo lokalisata
- Yang sudah sering digunakan:
Triamsinolon asetonid 0,1%, flusinolon asetat
0,01%, betametason 0,1-0,2%, halometason
0,05%, fluticason propionat 0,05%
- Karena pemakaian terapi jangka panjang,
dianjurkan tidak lebih dari 3 bulan
Penatalaksanaan
Terapi depigmentasi
- Bila vitiligo 80% permukaan tubuh, maka yag
dibutuhkan adalah membuat tubuh menjadi
seluruhnya putih
- Agen pemutih : mono benzileter
hidrokuinolon
- Diperlukan pengobatan 1-3 bulan untuk
memicu reaksi
Penatalaksanaan
Pengobatan bedah
- Adalah terapi alternatif karena memakan waktu,
cocok untuk lesi segmental
- Lima dasar metode pembedahan repigmentasi:
a. Suspensi epidermis non kultur
b. Dermopidermal graft epidermis daerah
depigmentasi
c. Tandur isap epidermis
d. Punch minigrafting
e. Epidermis dikultur terlebih dahulu sebelum
ditandur pada resipien
Prognosis

• Quo ad Vitam : Ad Bonam


• Quo ad Sanactionam : Dubia ad Bonam
• Quo ad Functionam : Ad Bonam
Terima Kasih 