Anda di halaman 1dari 10

PENYEHATAN AIR

AIR MINUM

Air yang melalui proses pengolahan atau tanpa


proses pengolahan yang memenuhi syarat
kesehatan dan dapat langsung di minum.
2. Air yang didistribusikan
1. Perusahaan Air Minum dengan tangka air

Sumber

3. Air Kemasan 4. Harus memenuhi syarat


kualitas air minum
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO. 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang
Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum

FISIKA
Bau, Warna, Kekeruhan, TDS, Rasa, Suhu

SYARAT AIR MIKROBIOLOGI


MINUM E-coli, Total Koliform

KIMIA
Arsen, Fluorida, Kadmium, Aluminium, Besi, Seng, pH, dll
untuk mencegah penurunan kualitas dan penggunaan air yang
TUJUAN dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan, serta
meningkatkan kualitas air.

a. pengamatan lapangan dan pengambilan contoh air


b.pemeriksaan contoh air
c. analisis hasil pemeriksaan
PENGAWASAN
KEGIATAN d.perumusan saran dan cara pemecahan masalah yang timbul
AIR MINUM
dari hasil kegiatan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b, dan c
e. kegiatan tindak lanjut berupa pemantauan upaya
penanggungan/perbaikan termasuk kegiatan penyuluhan.

• Inspeksi sanitasi
• Pengambilan sampel air
PENGAWASAN • Pengujian kualitas air
• Analisis hasil pemeriksaan laboratorium
• Rekomendasi dan tindak lanjut
KUALITAS AIR YANG DIGUNAKAN DI RUANG KHUSUS

RUANG OPERASI RUANG FARMASI DAN


HEMODIALISIS

Air PDAM digunakan untuk


keperluan operasi AIR yang DIMURNIKAN
Sumber air  air permukaan, untuk :
pada umumnya telah mengalami
pencemaran fisik, kimia, biologis
• Penyiapan Obat
 proses pengolahan • Penyiapan Injeksi
konvensional sd advanced  • Pengenceran dalam
pengolahan tambahan dengan
catrigde filter yang dilengkapi
Hemodialisis
dengan desinfeksi menggunakan
ultra violet (UV)
TATA LAKSANA

1. Inspeksi dilakukan minimal 1tahun sekali dan petunjuk teknis harus sesuai dengan
yang dikeluarkan Direktorat Jenderal PPM dan PL, Departemen Kesehatan

2. Pengambilan Sampel

3. Pemeriksaan Kimia dilakukan 2 kali setahun (sekali musim panas dan sekali musim
hujan), titik tempat pengambilan sampel dan kran terjauh dari reservoir
4. Pemeriksaan Mikrobiologi pada kran air yang diambil
secara acak disetiap sistem distribusi, pada sumber air, dan
titik-titik lain yang rawan pencemaran

5. Sampel Air dikirim dan diperiksa di laboratorium yang tlah ditetapkan oleh
Menteri Kesehatan atau Pemerintah Daerah Setempat

6. Pengambilan dan pengiriman sampel dapat dilakukan


sendiri oleh pihak rumah sakit atau pihak ketiga yang
direkomendasikan Dinas Kesehatan

7. Setiap 24 jam rumah sakit melakukan pemeriksaan kualitas air untuk pengukuran
sisa khlor, pH dan kekeruhan air dari sistem perpipaan atau pengolahan yang
dicurigai rawan pencemaran
8. Petugas sanitasi dan penanggung jawab kesling
melakukan analisis hasil inspeksi sanitasi dan pemeriksaan
laboratorium

9. Apabila hasil pemeriksaan inspeksi sanitasi kualitas air terdapat parameter yang
menyimpang dan menunjukkan risiko pencemaran sangat tinggi maka harus
dilakukan pengolahan serta perbaikan sarana