Anda di halaman 1dari 55

Tolonggg !!!

saya lagi sakit

DIABETES
MELITUS

APAKAH DIABETES MELITUS ATAU PENYAKIT KENCING MANIS ?


DM : suatu kondisi dimana kadar gula dalam darah lebih tinggi dari normal
(Normal: 60mg/dl s/d 145 mg/dl) ,ini disebabkan karena tubuh kekurangan
insulin atau terjadi resistensi insulin sehingga gula tidak dapat memasuki
sel .

TANDA-TANDA DIABETES ATAU PENYAKIT KENCING MANIS


- rasa haus yang berlebihann (polidipsi) .
- sering buang air kecil (poliuri) .
- serring makan (poli pagi)
- selalu merasa lelah / kurang energi .
- infeksi kulit .
- penglihatan kabur (rabun ayam) .
- turun berat badan (sebagian penderita) .
- hiperglikemia / hiperkolesterolemia / glikosuria / lekorea .
- parasthesia .
SKELETAL MUSCLE CELL

Insulin

Insulin
receptor
SKELETAL MUSCLE CELL
SKELETAL MUSCLE CELL
SKELETAL MUSCLE CELL
SKELETAL MUSCLE CELL

Oxidation
JENIS-JENIS DIABETES :
1- Diabetes Melitus yang tergantung pada insulin (IDDM / Insulin
Dependent Diabetes Melitus)
penyakit ini biasanya terdapat pada orang yang masih muda dimana gejala
terjadi tiba-tiba . Gejala klinis penyakit ini timbul pada anak-anak dan
puncaknya pada akil baliq walau ada yang timbul pada masa dewasa .
Walau kasus penyakit ini sedikit dibanding dengan NIDDM tetapi angka
morbiditas dan mortalitasnya cukup tinggi .

2- Diabetes Melitus yang tidak tergantung pada insulin (NIDDM / Non


Insulin Dependent Diabetes Melitus)
90 % dari semua populasi penyakit DM
Biasanya terdapat pada orang yang berusia > 40 tahun dan terjadi secara
perlahan dan tanpa gejala .
Penyakit ini biasanya terdapat pada orang yang gemuk dan lanjut usia serta
orang yang kurang aktif .
Diagnosa ditegakkan berdasarkan KGD dan gejala klinis :

darah vena darah kapiler plasma vena


DM
glukosa darah
puasa > 120 > 120 > 140

2 jam PP > 180 > 200 > 200

TGT (Toleransi Glukosa Test)


glukosa darah
puasa < 120 < 120 < 140

2 jam PP > 120 - <150 > 140 - < 200 >140 - < 200
Faktor pencetus DM :
- kurang olah raga
- kegemukan / obesitas
- genetik
- perobahan pola makan ( protein / lemak / gula / garam dan sedikit
serat)

Komplikasi :
penyakit DM sering menyebabkan komplikasi kronik yang semuanya
menyerang pembuluh darah diseluruh tubuh (angiopatik diabetik) .

Angiopatik Diabetik terdiri dari :


1. Mikro angiopatik (mikro vaskular) : ginjal dan mata
2. Makro angiopatik (makro vaskular) ; jantung koroner

Komplikasi lain yaitu Neuropati dan mudah terinfeksi .


Faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi makro vasskular :
- hiperglikemia - hiperlipidemia
- diet lemak jenuh - hipertensi
- kurang olah raga - obesitas
- hiperinsulinemia - genetik
- perokok - neuropati
- viskositas darah - therapi dengan Sulfonil urea dan
Biguanid

Faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi mikro vaskular :


- hiperglikemia - hiperlipidemia
- hipertensi - obesitas
- hiperinsulinemia - genetik
- perokok - neuropati
- jenis kelamin - umur

80 % mortalitas disebabkan oleh aterosklerosis dan ¾ dari semua mortalitas


disebabkan oleh PJK sedang sisanya disebabkan oleh gangguan pembuluh
darah otak .
Penyulit kronik :
- Neuropati (51,4 %)
- Kemampuan sexual (50,9 %)
- Keluhan sendi (25,5 %)
- Katarak (16,3%) ------- 25 x lebih mudah buta
- TBC paru (12,8 %)
- Hipertensi (12,1 %) sebaiknya TD tidak lebih dari 140 / 90 mmHg
- PJK (10 %) ------ 2 x lebih mudah
- Neuropati Diabetik (5,7 %) ------- 17 x lebih mudah GGK
- Selulitis / Gangren (3,8 %) ------- 50 x lebih mudah
- Batu Empedu (3 %)
Therapi DM :
I – Diet : KH, Lemak, Serat (pada obesitas)

Tujuan diet : - mempertahankan kadar gula darah mendekati normal


- mempertahankan lipid mendekati kadar optimal
- mencegah komplikasi akut dan kronik
- meningkatkan kwalitas hidup

Komponen gizi pada DM ;


- KH ; pada pasien DM dengan obesitas dan tidak terlalu berat
sebaiknya diet KH
Gula putih ,gula merah atau gula mentah (raw sugar)
selei/jem ,makanan yang manis ,minuman ringan seperti
Cocacola,sirup dan sari buah yang mudah diserap
(makanan ini sebaiknya dihindari)
- Protein : berkurangnya aktivitas insulin pada DM akan
menghambat sintesa protein ,terutama pada pasien
gagal ginjal / Sindroma Neprotik dimana asupan protein
dikurangi kecuali dilakukan hemodialisa .
- Lemak : diet rendah lemak pada pasien DM sangat baik
untuk mencegah terjadinya aterosklerosis.
- Serat : serat yang baik adalah serat yang berasal dari buah .
kebutuhan serat 30 – 40 mg/hari .
- Pemanis : selama ini pemanis yang ada dipasaran adalah
sukrosa ,fruktosa ,sorbitol ,manitol ,xylitol ,sakarin dan
aspartam .
Yang mengandung kalori : sukrosa dan fruktosa
Sakarin dan Siklamat bersifat karsinogenik
- Buah-buahan : buah mengandung gula,tetapi juga merupakan
sumber vitamin C dan serat .
Buah segar lebih baik dari buah kaleng .
- Susu dan makanan dari hewan : makanan ini adalah sumber
protein dan zat kapur (Kalsium) dan perlu dikonsumsi
sebagai makanan sehari-hari.
Susu kedele / makanan yang berasal dari kedele dapat
dipakai sebagai pengganti bagi orang yang tidak
minum susu hewan .
catt: sebaiknya pilih susu yogurt (dadih),keju dan kedele yang
rendah lemaknya atau susu skim (susu yg telah
diambil kepala lemaknya) .
ZAT LEMAK
APA SEBAB KADAR ZAT LEMAK YANG RENDAH DALAM MAKANAN
PENTING BAGI ORANG PENDERITA DM / KENCING MANIS ?

Zat lemak menghasilkan energi yang banyak dan apabila dimakan secara
berlebihan maka berat badan kita bertambah dan kerja insulin semakin berat.
Seorang penderita DM lebih besar resikonya untuk mengalami PJK bila
Kadar lemak tubuhnya tinggi .

Jenis-jenis zat lemak :


1- zat lemak jenuh
2- zat lemak kombinasi yang tidak jenuh
3- zat lemak tunggal yang tidak jenuh (saturated/poly unsaturated/mono
unsaturated)

Zat lemak jenuh atau saturated fat terdapat dalam makanan yang berasal
dari hewan misal: mentega ,keju ,daging berlemak / telah diproses .
Sumber lemak jenuh yang berasal dari tumbuh-tumbuhan misal : minyak sawit
minyak kelapa .
Zat lemak kombinasi yang tidak jenuh atau poli unsaturated fat terdapat
dalam minyak yang berasal dari tumbuhan seperti minyak saf flower ,minyak
bunga matahari (sun flower) ,juga terdapat pada jenis ikan dan margarine
yang mengandung zat lemak kombinasi yang tidak jenuh (poli unsaturated fat) .

Zat lemak tunggal yang tidak jenuh terdapat pada makanan yang berasal
dari hewan dan tumbuh-tumbuhan seperti minyak olive ,minyak kanola daging
yang boleh

Cara-cara mengurangi zat lemak :


- beli daging yang tidak berlemak
- potong lemak yang terlihat dari daging
- buang kulit ayam
- kurangi makan daging yang diolah misal: sosis ,salami ,bacon (babi asin)
- pakai produk hewan yang rendah zat lemaknya (susu ,keju ,yogurt)
- hindari pemakaian santan dan bahan yang terbuat dari kelapa
- kurangi makan kue / biskuit ,coklat ,kerupuk kentang ,hamburger ,pastel
makanan yang digoreng .
Minuman keras / Alkohol :
Minuman keras / alkohol bereaksi dengan obat Diabetes dan Insulin .
Dimana akan terjadi penurunan gula darah yang cepat sehingga terjadi
hipoglikemia dalam 1 – 2 jam kemudian .

catt: - jangan minum alkohol pada waktu perut kosong


- jika minum alkohol biasakan makan makanan yang mengandung KH
seperti biskuit / roti ,buah atau waktu makan .

Garam :
BAGAIMANA DENGAN GARAM ?
dianjurkan untuk mengurangi makan garam karena dapat
meningkatkan tekanan darah .
Tekanan darah tinggi akan menambah resiko komplikasi DM seperti PJK ,
GGK dan kebutaan .
catt : hindari makanan yang asin seperti : ikan asin ,terasi / belacan ,
asinan sayur / daging / buah ,serta saos dan zat pengawet yang asin .
II . OLAH RAGA
Sumber tenaga manusia : Glukosa ,Glikogen dan Trigliserida .
Pada penderita DM kadar Glikogen hati dan otot relatif rendah dimana ini
sejalan dengan rendahnya insulin . Pada waktu olah raga ambilan glukosa
dalam otot meningkat 7 – 20 kali (tergantung intensitas gerakan) dan jika
terjadi penurunan glukosa maka kekurangannya akan diambil dari glikogen
hati . Jika olah raga dilakukan ≥ 90 menit maka sumber tenaga berasal dari
asam lemak otot .

Efek olah raga pada penderita DM :


- menurunkan kadar glukosa darah pada penderita dengan kadar insulin
cukup ,tetapi kadar glukosa akan naik pada IDDM .
Lipolisis bertambah sehingga pembentukan keton bodies meninggi
sehingga dapat terjadi koma diabetik (ketoasidosis) / glukosa hati tidak
dapat dipakai .
- menurunkan kadar Trigliserida / LDL dan menaikan kadar HDL (jika olah
raga / berlari 6 – 12 km / hari) .
- mencegah trombosis
Pembakaran kalori waktu olah raga :

Jenis latihan Pembakaran kalori / menit

- bola basket 19
- bowling 8
- bersepeda 8
- golf 6
- jogging 17
- berenang 12
- tenis 7
- lari cepat 20
- berjalan (dalam rumah) 3
- berjalan (diluar rumah) 6
Olah raga sebaiknya : - Continuous
- Rythmical
- Intensity
- Progresive (berangsur-angsur)
- Endurance (daya tahan memperbaiki cardio
vascular)
Kecuali pada orang tua ,program latihan ditujukan untuk memperbaiki
peredaran darah kaki .
latihan 1: tidur terlentang kaki diangkat keatas (telapak mengarah keatas)
kemudian kaki digerakan ketas dan kebawah (10 -12 kali) .
latihan 2: os duduk dipinggir tempat tidur ,kedua kaki dibiarkan menggan-
tung bebas kemudian digerakan seperti mengayuh sepeda.
latihan 3: os jalan kaki dengan ketentuan :
mgg I : 1,5 km / 30 menit
mgg II : 3 km / 40 menit
mgg III : 1,5 km / 15 menit
mgg IV : 3 km / 30 menit
mgg V : 4,5 km / 45 menit
mgg VI dst : 6 km / 60 menit
Hal yang perlu diperhatikan pada penderita DM :
1- jangan memulai olah raga pada waktu KGD rendah
2- sepatu yang dipakai harus pas
3- sebaiknya penderita didampingi oleh orang yang tahu mengatasi
serangan hipoglikemia
4- penderita DM sebaiknya selalu membawa permen / gula
5- lakukan pemeriksaan kaki secermat mungkin setelah selesai olah
raga
6- sebaiknya penderita membawa tanda pengenal bahwa dirinya
penderita DM
III . Obat oral anti Diabetik / Insulin :
obat oral anti diabetik / insulin dipakai bila diet dan olah raga tidak
dapat mengontrol KGD pada Diabetes type II / NIDDM .
Obat oral anti Diabetik dapat merendahkan KGD jika tubuh seseorang
menghasilkan sebagian insulin .
Obat oral anti Diabetik tidak dapat menggantikan insulin / tidak dapat
dipakai sebagai pengganti diet makanan tetapi dapat digunakan bersama
diet .

Kegagalan pengobatan dengan oral diabetik terjadi karena :


- infeksi (paru-paru atau saluran kemih)
- penyakit keras
- pengobatan dengan cortison (sejenis hormon)
- operasi
- stress
Pemakaian insulin mungkin diperlukan pada kasus diatas dan pemakaian
oral diabetik dapat dilanjutkan setelah os sembuh .
Obat oral anti diabetik :
1- SULFONIL UREA
mekanisme kerja : - merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin
- membuat insulin lebih efektif bekerja
- manghalangi hati mengeluarkan banyak glukosa
contoh : Glibenclamide ,Glicazide ,Glipzide ,Acarbose ,Tolbutamide
Chlorpropamide ,Daonil ,Semi Daonil ,Prodiabet ,Renabetic
Xepabet ,Euglucon ,Pedab ,Diamicron ,Gored ,Glikamel ,
Minidiab ,Glucobay ,Rastinon ,Tesmel
tablet-tablet ini dimakan sebelum makan .
2- BIGUANIDES
bekerja dengan membuat insulin lebih efektif bekerja
contoh : Metformin ,Glucophage ,Benofomin ,Diabex ,Diaformin
tablet-tablet ini dimakan sewaktu makan .
Efek samping : hipoglikemia ,anoreksia ,mual/muntah ,diare ,ruam kulit
(rashes) .
Tablet ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil .
Insulin :
Insulin dihasilkan oleh sel ß pankreas (pulau Langerhans) .
Insulin disimpan dalam suhu 2 ˚ C – 8 ˚C .
Jenis insulin yang dipakai dalam pengobatan bergantung pada :
1- Spesies : insulin pertama kali diisolasi dari pankreas sapi/babi dan
manusia .
2- Kemurnian : dahulu insulin dibuat dengan melakukan ekstraksi
pankreas babi/sapi dengan asam etanol/alkohol .
Selain insulin dihasilkan juga Glukagon ,Polipeptida ,
Insulin Dimer dan Pro insulin atau sisa hasil degradasi .
Makin murni insulin didapat maka semakin kurang sifat
antigennya (bila kadar antibodi rendah maka sedikit
diperlukan insulin) .
a- Insulin puncak tunggal : mrpk hasil antara perobahan pro insulin
menjadi insulin .
b- Insulin sangat murni : insulin babi yang melalui proses pemurnian
lebih lanjut .
c- Insulin mono komponen : insulin puncak tunggal yg dimurnikan
d- Human Insulin : insulin yg diproduksi melalui modifikasi kimiawi
insulin yang berasal dari babi (semi sintetik) dfimana awal kerja cepat dan
lama kerja lebih singkat .
3- lama kerja terdiri dari :
a- Insulin kerja singkat (yang termasuk kelompok ini adalah insulin
reguler (cristal zinc insulin / czi)
misal : Actrapid ,Velosulin dan Semilente
insulin ini diberikan 30 menit sebelum makan dan mencapai
puncaknya pada 1- 3 jam dan mempunyai efek 8 jam .
b- Insulin kerja menengah
misal : Monotard ,Insulatard dan NPH (Netral Potamine
Hageron) .
Monotard sama dengan Lente dibuat dari pankreas babi dgn
awal kerja 1,5 s/d 2,5 jam ,puncak kerja 4 – 15 jam dan masa
kerja 24 jam .
c- Insulin kerja panjang (insulin dimodifikasi dengan menambah
protamin untuk mengubah efek kerjanya,sehingga insulin
lambat diabsorbsi dari tempat suntikan sehingga efek kerjanya
panjang (24 -36 jam)
misal : PZI (Protamin Zinc Insulin)
d- Insulin Ifasik ( insulin ini merupakan campuran dimana cara kerja
nya tergantung pada proporsi komponen insulin kerja cepat
/ sedang / lambat .
misal : Mixtard 30/70
4- Kekuatan insulin :
Pada masa ini insulin dipasarkan dalam kemasan flakon 10 cc
dengan konsentrasi 40 dan 100 Unit/ml dan kemasan 1,5 cc
dalam bentuk penfill misal: Novopen .

Indikasi pengobatan Insulin :


- Keto asidosis diabetik / koma hiper osmolar non ketotik
- Diabetes dengan berat badan kurang
- Diabetes dengan stress / infeksi / operasi
- Diabetes dengan kehamilan
- Diabetes tipe I (IDDM)
- Kegagalan pemakaian obat oral diabetik

Pada pasien DM yg kurus atau berat badannya makin lama makin turun
maka harus diberi insulin walau makannya cukup dan KGD nya mendekati
normal .
Pemakaian insulin :
sebagian besar pasien NIDDM yang memerlukan insulin dpt diobati
dengan insulin kerja menengah seperti (Monotard ,NPH ,Insulatard ) baik
tunggal atau dikombinasi dgn regelur .
Pengobatan dgn Monotard ,NPH ,Insulatard sebaiknya dimulai dgn
dosis tunggal ± 8U selama 3 – 4 hari ,kmdn dinaikan 20 % dari dosis sebelum-
nya .
Lokasi penyuntikan : lengan atas,paha depan,dinding perut dan gluteus .
Cara pemberian insulin : IM ,IV ,SC .
Pada keadaan tertentu dimana pengendalian metabolik yg lebih cepat
Maka sebaiknya diberi regular insulin 3 – 4 x/hari ,setelah itu baru diberi NPH ,
Monotard , Insulatard dgn dosis ½ dosis sebelumnya .
contoh :
- Dosis awal : pakai NPH/Monotard/Insulatard dgn dosis 0,2-0,5 U/kg BB atau
4-5 U/hari AC . Pagi hari berikutnya sesuaikan dosis dgn memperhatikan
KGD . Bila dosis pagi 50 U dan KGD > 200 mg% mk jam 17.00 os mengeluh
lapar mk dosis pagi dikurangi menjadi 30 U dan 10 U diberi malam hari AC .
Jika KGD masih tinggi mk periksalah KGD antara jam 02.00 s/d 06.00
(utk melihat apakah terjadi hipoglikemia ,bila tjd hipoglikemia mk insulin
diberi sebelum tidur) . Jika KGD baik baru perbaiki hiperglikemia sblm makan
siang dan makan malam dgn memberi insulin kerja cepat seperti (Insulin
reguler atau Actrapid bersama insulin kerja menengah) .
Komplikasi pemakaian Insulin :
- hipoglikemia
- lipoatropi
- lipohipertropi ,lipodistropi
- alergi lokal / umum
- resistensi insulin tjd jika pemakaian insulin 200 U/hari
- edema insulin
- sepsis
Diabetes Melitus Juvenilis
adalah keadaan kekurangan insulin atau kurang efektifnya insulin pada
Anak sebelum usia 15 tahun yang diturunkan secara resesif .

Akibat kekurangan insulin / kurang efektifnya insulin :


- gangguan penyerapan glukosa oleh dinding sel /membran sel dan
gangguan pemakaian glukosa didalam sel .
- gangguan pembentukan glikogen dalam hati dan otot .
- meningkatnya proses glikogenolisis sehingga terjadi hiperglikemia dan
glikosuria poliuria dehidrasi ,protein / lemak cepat dioksidasi
sehingga ketonuria dan asidosis koma diabetik / kematian .

Gejala klinis : napsu makan tinggi ,poli dipsi ,poliuria ,ngompol ,kulit kering ,
pruritus ,infeksi kulit dan koma diabetik .

Koma Diabetik gejala : kesadaran menurun ,pipi / bibir merah ,kulit kering ,
nafas bau aseton ,pernafasan cepat (hiperpnea) ,mual /
muntah .
Komplikasi :
infeksi sekunder ,gangren jarang ,gangguan pertumbuhan ,gangguan
pubertas ,katarak ,hepatomegali dan ggn aterosklerosis (10-15 thn) .

Pengobatan :
- diet : kalori cukup untuk pertumbuhan dan aktivitas ,
protein 2-3 gram/kgBB/hari ,cukup vitamin/mineral .
- insulin : dimulai dengan insulin regular dalam dosis kecil kmdn
dinaikan sampai dosis yg tepat .
- pediatri sosial
Daya kerja bermacam sedian insulin

Daya kerja Macam Insulin Mulai bekerja Puncak Lamanya


(jam) (jam) (jam)

Cepat dan Insulin regular ½ 2–4 6–8


sebentar Semilente ½ 2–4 10 – 12

Sedang dan NPH 2 8 – 10 28 – 30


agak lama Lente 2 8 – 10 28 – 30

Lamban dan PZI 4-8 14 – 20 24 – 36


Lama Ultralente 4-8 14 – 24 > 36
DIABETES INSIPIDUS

adalah keadaan klinis dengan gejala poliuria yg tidak dapat dikendalikan


disertai polidipsi (jumlah cairan yang diminum maupun produksi urin bisa
perhari bisa mencapai 5 – 10 liter) . BAHAYAKAH ?

Etiologi :
- kelainan organis akibat trauma kapitis ,infeksi otak ,tumor otak .
- kelainan ginjal
- idiopatik / keturunan .
- gangguan elektrolit : Hipo kalemia dan Hiper kalsemia
Patogenesis :
Secara patogenesis Diabetes Insipidus tdd:
1- Diabetes Insipidus Sentralis : gagalnya pelepasan atau tidak adanya
sintesa hormon Vasopresin atau ADH (hormon yg diperlukan untuk
reabsorbsi air).
Catt :Ginjal menyaring 70 – 100 liter cairan / 24 jam dan dari jumlah ini
85 % direabsorbsi tubulus proximal tanpa pertolongan ADH ,sisanya
direabsorsi tubulus distal dibawah pengaruh ADH .
2- Diabetes Insipidus Nefrogenik : tidak adanya respon terhadap
ADH dimana adanya kegagalan pembentukan dan pemeliharaan osmotik
dalam medula renalis (jumlah ADH cukup) .

Gejala klinis : poliuria ,polidipsi ,lekas marah ,mudah letih ,gizi kurang
dan gangguan pertumbuhan .

Pengobatan :
- Hormonal replacement : 1Desamino-8-D-Argine Vasopresin 5-10 meq
atau Vasopressin Tanate 2-5 U (Pitressin dalam minyak sebelum disuntik
harus dikocok dan dihangatkan dahulu) .
Side efek : vasokontriksi dan kontraksi otot polos .
- Therapi penunjang :
- banyak minum
- Klorpropamide 250-750 mg/hari
Side efek : hipoglikemia
- Klofibrat 250-500 mg/hari
Side efek : ggn sal cerna ,ggn fungsi hati
- diuretik golongan Tiazide (efek samping banyak)
- Karbamazepin (anti konvulsi)
Cushing Sindrom : keadaan hipersekresi dari steroid adrenokortikal
terutama kortisol .
Penyakit ini sering dijumpai pada wanita dewasa muda .

Gejala klinis :
BB ,amenorhoe secunder atau infertilitas ,otot lemah ,hipertensi
sakit punggung ,perdarahan dibawah kulit ,jerawat ,striae ,hirsutisme
(tumbuh bulu pada wajah yang berlebihan) ,moon face ,
penimbunan lemak di punggung / thorax dan abdomen sehingga
orang tersebut seperti kerbau (bufallo hump) .

Etiologi :
- kerusakan di hipothalamus (ACTH berlebih disekresi)
- tumor adrenal
- alkoholisme
Pada kasus Cushing Sindroma terjadi kenaikan kadar gula darah
200 mg/dl setelah makan (proses gluconeogenesis).
Efek glukokortikoid terhadap katabolisme protein menyebabkan
protein jaringan / otot berkurang sehingga terjadi kelemahan otot ,
imun tubuh menurun dan osteoporosis.

Therapi Cushing sindrome :


- Metyrapone ,Amino gluthemide
- operasi (adrenalektomie)
- radiasi .
Addison desease :
keadaan menurunnya sekresi dari adrenal korteks memproduksi
androgen .

etiologi :
atropi korteks adrenal ,peny.TBC ,kanker .

Beberapa keadaan yang terjadi pada Addison desease :


- defisiensi minerallokortikoid dimana sekresi aldosteron sehingga
terjadi penurunan reabsorbsi Na,Cl dan air.
Keadaan ini menimbulkan hiponatremia,hiperkalemia dan
asidosis volume plasma , eritrosit , Cardiac
kematian out put

- defisiensi glukokortikoid dimana sekresi kortisol menurun sehingga


penderita tidak dapat mempertahankan konsentrasi glukosa darah
karena gagalnya proses glukoneogenesis/mobilisasi lemak
/mobilisasi protein penderita mudah diserang stress atau peka
terhadap penyakit infeksi.
- hiperpigmentasi
Therapi :
- Kortisol : mula-mula diberi Kortison dosis tinggi (pengobatan jangka
panjang beri cortison 25 mg pagi ,12,5 mg sore / hari .
Pankreatitis : radang pada Pankreas yang ditandai dengan
nyeri perut disertai kenaikan enzim pankreas
dalam darah dan urin .

Klasifikasi : 1- pankreatitis acut


2- pankreatitis kronika
etiologi : - alkohol - batu empedu
- trauma tumpul- pasca bedah
- infeksi (Hepatitis ,Askariasis ,DHF ,Parotitis)
- Hiper Trigliserida ,Hiper Kalsemia
- gagal ginjal
- obat-obatan (Sulfonamid ,Tetrasiklin ,Furosemid
Tiasid ,Merkaptopurin ,Azatioprin) .
Patogenesis :

etiologi proses yg memulai (refluks empedu/duodenum)

aktivitas enzim digestiv kerusakan pankreas


(Tripsin / Lipase)

Nekrosis Pankreas

Frekwensi kasus : - Kasus batu empedu banyak terjadi pada wanita


dengan usia ± 60 thn
- Kasus Alkoholism banyak pada pria
Gejala Klinis : sakit perut s/d epigastrium ,mual /
muntah ,demam ,ggn pernafasan ,kejang ,
meteorismus ,ikterus ,peritonitis .

Terapi : - analgetik kuat seperti pethidin .


Morphin tidak dianjurkan krn tjd spasme usus .
- istirahatkan dengan berpuasa .
- infus Dextrose 5 % / Ringer Lactat /Protein plasma
- NGT untuk mengurangi isi lambung / mengurangi
pelepasan Gastrin / mencegah aspirasi (dekompresi) .
- Anti Biotik
- Operasi
TUMOR PANKREAS

Berdasarkan fungsi Pankreas maka dikenal 2 macam tumor :


1. Tumor Eksokrin :
- tumor jinak : Adenoma
- tumor ganas : Adenokarsinoma
2. Tumor Endokrin :
- Insulinoma ,Gastrinma ,Glukagonoma
dan Somastatinoma .
Karsinoma Pankreas :
kasus ini banyak dijumpai pada pria dengan usia 50 – 70 thn

etiologi : penyebab pasti tidak diketahui


Beberapa faktor pencetus :
1 – faktor eksogen : alkohol ,diet lemak ,merokok
sering minum kopi ,zat karsinogen .
2 – faktor endogen : penyakit DM ,Pankreatitis kronik
Kalsifikasi Pankreas ,Pankreatolitiasis

Lokalisasi : banyak dijumpai dikaput (60%),di korpus (30%)


dan di kauda (10%)
Patologi : merupakan tumor padat dengan diameter 5,7 s/d 7,3 cm
Penyebaran tumor dapat langsung ke organ atau melalui
pembuluh darah / kelenjar getah bening .

Metastase lebih sering ke hati ,kelenjar getah bening sekitar,


peritoneum dan paru .
Metastase jarang ke ginjal ,lambung ,usus halus ,kandung
empedu ,limpa ,pleura dan diafragma .

Karsinoma juga dapat menimbulkan sumbatan terutama di


saluran empedu sehingga terjadi kolestasis dan perdarahan .
Gejala Klinis : rasa nyeri pada perut / epigastrium ,ikterus ,
berat badan ,melena ,anemia ,asites

Therapi : pembedahan
GONDOK / STRUMA / GOITER
 Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak dalam leher
depan bawah. Belahan (lobus) kiri dan kanan melekat sebelah menyebelah
di permukaan trachea (saluran nafas) menjulur ke atas dekat laring.
Belahan ini terhubung satu dengan lain oleh isthmus. Tiap belahan sebesar
ibu jari empunya, dengan berat keseluruhan 20-25 gram.

 Hormon yang dihasilkan : T3 (Triyodotiroxin) dan T4 (Tiroxin)


 Fungsi kelenjar tiroid yaitu mengatur metabolisme tubuh
 Eutiroid adalah keadaan dimana fungsi kelenjar gondok dalam keadaan
normal.
 Hipertiroid, berarti kelenjar gondok bekerja melebihi kerja normal sehingga
biasanya kelenjar gondok membesar dan juga akan didapatkan hasil
laboratorium untuk T3 dan T4 yang berada di atas normal, sedangkan TSH
sering rendah.
 Hipotiroid kebalikan dari hipertiroid, dimana kelenjar gondok bekerja di
bawah normal, sehingga ketiga hormon tadi kadarnya di dalam serum di
bawah angka normal.

 Gejala hipertiroidi umumnya : gelisah, sulit tidur, berat badan turun walau
nafsu makan tetap, suhu badan panas, berkeringat, tangan/jari
bergetar, Jantung berdebar-debar, sering buang air besar, badan
lemah, kekuatan otot menurun, mata mungkin melotot.

 Gejala/keluhan hipotiroidi umumnya : mudah lelah, malas, tak bersemangat,


menarik diri dari kehidupan sosial, sulit tidur, mudah kedinginan, kulit
kering, muka sembab, berat badan naik walau nafsu makan tetap, dan
sembelit.
 Penyebab Penyakit Gondok

 a. Otoimun : tubuh mempunyai zat yang menolak keberadaan


kelenjar tiroid dengan cara mengganggu/merusak kelenjar ini.
 Pada penyakit Basedow (Graves) zat anti ini merangsang produksi
tiroid berlebihan tanpa menghiraukan pengaturan umpanbalik (otonom)
sehingga kadar tiroid darah tinggi .
 Sebaliknya pada penyakit Hashimoto, zat anti merusak sel-sel tiroid
sehingga kadar tiroid darah turun .

 b. Infeksi : tiroiditis infeksiosa bakteri/virus.

 c. Degenerasi : penurunan mutu jaringan tiroid sehingga bentuk


dan/kinerjanya abnormal (disfungsi).

 d. Neoplasia : Regresi proliferatif noduler menyebabkan neoplasma


jinak (benigna)/ ganas(maligna).

 e. Goitrogen : Goitrin, tioglikosida, tiosianat, disulfide, yodium


berlebih dapat menyebabkan strumigenesis. Isoflavon dapat pula memicu
gondok.
f. Defisiensi nutrisi : Kekurangan yodium atau mineral tertentu
menyebabkan kinerja tiroid inefisien sehingga memicu gondok.

 g. Dishormonogenesis : Defek enzim pada tahapan tertentu,


biasanya sejak lahir/turunan.

 h. Resistensi tubuh : Kekebalan tubuh terhadap pengaruh hormon


tiroid meningkatkan produksi sehingga memicu gondok kompensasi.

 i. Pubertas/hamil : Karena kebutuhan tiroid meningkat (struma


kompensasi). HCG pada trimester I dapat keliru dianggap TSH, sehingga
ditanggapi oleh kelenjar tiroid (struma toksik)

 j. Psikologi : Akibat dari tekanan jiwa (distress).

 k. Causa ignota : Gondok pada ibu pasca melahirkan, gondok Riedel


belum diketahui penyebabnya.
 Etiologi terbanyak : makanan yang kurang mengandung Yodium

Pada wanita hamil kekurangan Yodium dapat menimbulkan :


kematian bayi ,keterlambatan mental ,tuli (kretinisme)

 Dearah endemik gondok :


- daerah pegunungan /dataran tinggi
- ekonomi rendah

 Makanan yang mengandung Yodium :


- ikan laut
- sayur hijau
- ganggang-ganggangan

 Nb: kalau tidak ada garam ber Yodium maka dapat dipakai Yodium
Tincture1 tetes/hari hati-hati bisa menimbulkan keracunan
 Efek defisiensi Hormon Tiroid terhadap perkembangan :
- berat otak menurun
- terjadi kelainan jumlah sel otak
- sel Cerrebelum mengecil
- jaringan telinga rusak
- sintesa protein / mielinisasi dan interkoneksi terganggu

 Dampak kekurangan hormon tyroid (Kurangnya Hormon Tyroid yang


disebabkan oleh sedikitnya asupan Yodium dalam tubuh), diantaranya :
 Pembentukan dendrit pada neuron terganggu
 Hubungan antar sinapsis pada otak menjadi terhambat
 Merusak jaringan telinga
 Sintesis protein di otak, mielinisasi, interkoneksi akan terganggu
 Berat otak yang kurang
 Terjadi kelainan jumlah sel pada otak
 Besar sel pada cerebellum mengecil
 Pencegahan yang dapat dilakukan supaya terhindar dari kekurangan
hormon tyroid maka usahakan untuk mengkonsumsi makanan yang
mengandung unsur yodium, diantaranya :
 Ikan laut
 Ganggang-ganggangan
 sayur-sayuran hijau
 garam yang mengandung Yodium
 Therapi :
Beberapa jenis pengobatan Hipertiroid :
- Medikamentosa (PTU 100 ,Thirazol ,Thirax )
- Aspirasi Kista
- PEI (percutaneous ethanol-95% injection)
- Operasi
- Radiasi
- Obat-obat herbal sebagai penunjang terapi hipertiroidi:
Lycopus virginica, Mellisa officinalis, Equisetum arvense dan
Avena sativa; penunjang terapi hipotiroidi: Fucus vesiculosis,
Coleus forskohlii.

Beberapa pengobatan Hipotiroid :


- Medikamentosa (Euthirax)