Anda di halaman 1dari 41

Proses Laktasi

Refleks penting
pada proses laktasi
1. Refleks Prolaktin: merangsang produksi ASI
Impuls saraf dari puting susu  hipotalamus
 hipofisis anterior  prolaktin  alveolus
 ASI

2. Refleks aliran (let down reflex): sekresi ASI


Impuls saraf puting susu  hipofisis
posterior  oksitosin  kontraksi otot polos
 ASI keluar
Proses Laktasi
 Proses laktasi timbul setelah plasenta
lepas. Plasenta mengandung hormon
penghambat prolaktin (Hormon plasenta)
yang menghambat pembentukan ASI.
Setelah plasenta lepas, ASI pun mulai
keluar.
Hormon yang mempengaruhi
laktasi
 Progesteron: Mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran
alveoli
 Estrogen: Estrogen yang menurun setelah persalinan
dan berbulan – bulan selama proses laktasi,
menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar.
 Prolaktin: Memperbesar alveoli
 Oksitosin: Mengencangkan otot halus dlm rahim dan
didalam laktasi untuk mengencangkan otot halus alveoli
untuk memeras ASI. Oksitosin berperan dalam proses
turunnya ASI (Reflek Let-down).
 Human Placental Lactogen (HPL): Berperan dalam
petumbuhan payudara, putting dan Areola sebelum
melahirkan. Pada bulan ke-5 dan 6 kehamilan HPL
membuat payudara siap memproduksi ASI.
Laktogenesis
 Laktogenesis I:
 Terjadi pada fase terahir kehamilan
 Payudara memproduksi colostrum
 Saat ini produksi progesteron meninggi sehingga
mencegah produksi ASI yang sebenarnya.
 Laktogenesis II:
 Terjadi setelah lahirnya plasenta.
 Progesteron, estrogen dan HPL turun tiba – tiba dan
prolaktin tetap tinggi >> produksi ASI besar - besaran
 Bila payudara dirangsang, peningkatan prolaktin mencapai
puncaknya pada periode 45 menit dan turun kembali 3
jam kemudian.
 Prolaktin menstimulasi alveoli untuk merangsang ASI.
Prolaktin juga terkandung dalam ASI itu sendiri.
Laktogenesis
 Laktogenesis III:
 Dimulai beberapa hari pertama setelah
persalinan, dimana produksi ASI mulai stabil.
 Dipengaruhi seberapa sering bayi menyusui.
 Semakin sering bayi menyusui, produksi ASI
semakin banyak.
Proses Produksi ASI
 Pengaturan hormon terhadap ASI
dibedakan dalam 3 bagian:
 Produksi ASI (Prolaktin)
 Pengeluaran ASI ( Oksitosin)
 Pemeliharaan ASI
PRODUKSI ASI
 Prolaktin adalah hormon yang disekresi oleh
glandula pituitari (hipofisis anterior)
 Prolaktin meningkat selama kehamilan
 Kerja hormon ini dihambat oleh plasenta selama
kehamilan. Dan aktif setelah plasenta lepas dan
kadar estrogen dan progesteron turun.
 Mempunyai fungsi kontrasepsi kerena menghambat
ovulasi
 Kadar prolaktin paling tinggi pada malam hari
PENGELUARAN ASI
 Bila bayi menyusui menimbulkan
rangsangan syaraf yang terdapat dalam
glandula pituitaria posterior sehingga
mengeluarkan oksitosin.
 Oksitosin menyebabkan sel mioepitel
alveoli berkontraksi dan mendorong ASI.
 Oksitosin juga dapat menghambat rasa
sakit pasca persalinan selama menyusui.
Manfaat Pemberian ASI
bayi
• Nutrien yg ssi u bayi
• Mengandung zat protektif
• Mempunyai efek psikologis yg
menguntungkn
• menyebabkan pertumbuhan yg
baik
• Mengurangi kejadian karies
dentis
• Mengurangi kejadian maloklusi
• membantu pertumbuhan
gigi,palatum dan rahang gigi
 ibu
• Mencegah
perdarahan post
partum
• Asi eksklusif dpt
menjarangkan
kehamilan
• Rasa kasih sayang
ibu
Komposisi Gizi Pada ASI
a. Zat protektif Kolostrum adalah ASI
yg keluar pada hari
 Laktobasilus bifidus
pertama setelah bayi
 Laktoferin lahir & warnanya terus
 lisozim berubah sampai hari
b. kolostrum ke-3,mempunyai
warna kekuning –
c. Lemak, KH, protein
kuningan, banyak
d. Garam & mineral mengandung vitamin
e. Vit A ,protein,serta gizi yg
tinggi
Stadium Laktasi
 Kolostrum
Berwarna kekuningan,mempunyai kadar gizi yg tinggi,
sel darah putih & antibodi
IgA  melapisi usus bayi, m’cegah kuman & alergi makanan

 Air susu peralihan


Mulai berwarna putih bening dengan susunan yg disesuaikan kbthn
bayi
disekresi hari ke-4 s/d hari ke 10
Kadar protein rendah, karbohidrat & lemak tinggi

 Air susu matur


Pengeluaran ASI penuh sesuai dgn perkembangan

disekresi mulai hari ke-10, komposisi relatif konstant


Upaya Memperbanyak ASI

a. Percaya diri : Ibu mampu merawat


bayinya
b. Kehadiran bayi
c. Makanan ibu yg cukup gizi : Gizi
seimbang, terutama sebelum dan setelah
menyusui.
d. Susui sesering mungkin : Terus
disusukan >> Produksi ASI meningkat
e. Berfikir dengan penuh kasih sayang
pada bayi
Pengaruh Waktu pada Komposisi ASI
 Asi yg pertamakali
dihisap bayi (menit
pertama),dibanding dgn
menit terakhir adl
berbeda
 ASI menit pertama lebih
cepat encer kmd akan
lebih kental
 ASI pd menit terakhir
mengandung lemak 4-5
kali dan protein 1,5 kali
lebih banyak dibanding
ASI menit2 pertama
 Bila bayi menyusu pada 15 menit pertama
maka:
 5 menit pertama mendapatkan :
 60 % total volume ASI
 60 % total protein ASI
 60 % total karbohidrat ASI
 40 % total lemak ASI
 50 % total energi ASI
5 menit kedua mendapatkan
 25 % tot vol ASI
 25 % tot protein ASI
 25 % tot karbohidrat ASI
 33 % tot lemak ASI
 25 % tot energi ASI
 5 menit terakhir adalah sisanya
Penghambat produksi ASI
1. “Feedback inhibitor “:
Suatu faktor lokal, bila saluran ASI penuh
mengirim impuls untuk mengurangi
produksi. Cara mengatasi: Saluran
dikosongkan secara teratur (ASI eksklusif
dan tanpa jadwal).
2. Stress/rasa sakit: inhibisi release
oksitosin. Sinus laktiferus penuh.
3. Penyapihan

18 Eny Qurniyawati,SST
Mekanisme mengisap pada bayi

1. Refleks menangkap ( rooting )


Sentuhan pada bibir, bayi membuka mulut
dan menangkap puting susu.
2. Refleks mengisap
Puting dalam mulut bayi: langit-langit/
palatum molle tersentuh, bayi mengisap.
Areola masuk, lidah menekan sinus
laktiferus ASI terperas keluar.
3. Refleks menelan
19 Eny Qurniyawati,SST
Posisi Lidah saat menyusu

20 Posisi Benar
Eny Qurniyawati,SST
Posisi Lidah saat menyusu

21
Posisi Salah
Eny Qurniyawati,SST
Tanda bayi cukup ASI
 Berat lahir telah kembali setelah bayi berumur 2
minggu
 Bayi banyak mengompol, sampai 6 kali atau
lebih dalam sehari
 Tiap menyusui, bayi menyusu dengan rakus,
tetapi kemudian melemah dan tertidur
 Payudara ibu terasa lunak setelah menyusui
dibanding sebelumnya
 Kurva pertumbuhan / berat badan dalam KMS
sesuai dengan seharusnya
22 Eny Qurniyawati,SST
ASI EKSKLUSIF
ASI eksklusif adalah pemberian ASI
tanpa makanan dan minuman
tambahan lain pada bayi berumur nol
sampai enam bulan
 Menurunkan risiko kematian karena infeksi
saluran napas akut dan diare
 Menyusui parsial atau tidak menyusui,
risiko kematian:
•> 2.23 secara keseluruhan
•> 2.4 karena infeksi saluran napas akut
•> 3.94 karena diare
Perlekatan adalah kunci keberhasilan
menyusui
Keterangan:
 Kepala bayi didekatkn
payudara & putting,
areola dimasukkan
kemulut bayi
 Dagu menempel
payudara ibu
 Mulut terbuka lebar
 Bibir bawah terputar
kebawah
 Sebagian besar areola
masuk kemulut bayi
Cara Merawat Payudara

 Puting susu dikompres dengan kapas minyak


selama 3-4 menit, kemudian bersihkan dengan
kapas minyak tadi.
 Pengenyalan yaitu puting susu dipegang dengan
ibu jari dan jari telunjuk diputar kedalam 20 kali
keluar 20 kali.
Penonjolan puting susu yaitu :
 Puting susu cukup ditarik sebanyak 20 kali
 Dirangsang dengan menggunakan ujung
waslap
 Memakai pompa puting susu

Pengurutan payudara:
 Telapak tangan petugas diberi baby oil
kemudian diratakan
 Peganglah payudara lalu diurut dari pangkal ke
putting susu sebanyak 30 kali
lanjutan
 Pijatlah puting susu pada daerah areola
mammae untuk mengeluarkan colostrums.
 Bersihkan payudara dengan air bersih
memakai waslap.
 Perangsangan Payudara
 Setelah selesai pengurutan, payudara disiram
dengan air hangat dan dingin secara
bergantian selama ± 5 menit (air hangat
dahulu kemudian air dingin).
 Kemudian pakailah BH (kutang) yang
menyangga payudara.
lanjutan

Pengurutan buah dada dari tengah Pengurutan buah dada berputar dari
ke samping kemudian ke bawah tengah ke samping kemudian ke bawah

Pengurutan buah dada berputar


dari tengah ke samping kemudian Pengurutan buah dada dari
ke bawah pangkal ke puting.
Cara menyusui yang benar posisi
menyusui

craddle Cross craddle australian


berbaring

football

Pegangan -C
Cara menyusui bayi kembar
Cara menyusui yg benar
a. ASI dikeluarkan sedikit,
oleskan pd putting & areola
b. Bayi diletakkan pd perut ibu
c. Payudara dipegang dg ibu
jari diatas & jari lain
menopang di bawah
d. Bayi diberi rangsangan
( rooting reflex)
a. Kepala bayi didekatkan
payudara & putting, areola
dimasukkan kemulut bayi
lanjutan

 Dagu menempel
payudara ibu
 Mulut terbuka lebar
 Bibir bawah terputar
kebawah
 Sebagian besar areola
masuk kemulut bayi
Penyimpanan ASI
 ASI yang dikeluarkan dapat disimpan untuk
beberapa saat dengan syarat, bila disimpan :
 Di udara terbuka/ bebas 6-8 jam
 Di lemari es (4°C) 24 jam
 Di lemari pendingin/beku(-18°C) 6 bulan

36 Eny Qurniyawati,SST
IMD (Inisiasi Menyusui Dini)
 Proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan
(15-30 menit), dimana bayi diletakkan di dada
ibu dan dibiarkan bergerak untuk mencari
putting susu ibunya sendiri.
 Pada 1 jam pertama bayi harus disusukan pada
ibunya, bukan untuk pemberian nutrisi tetapi
untuk belajar menyusu atau membiasakan
menghisap putting susu dan mempersiapkan ibu
untuk memproduksi ASI kolostrum
Manfaat IMD
 Keuntungan skin to skin contact u/ bayi :
 Mengoptimalkan keadaan hormonal ibu dan bayi
 Dapat menstabilkan pernapasan bayi
 Mengendalikan temperatur tubuh bayi
 memperbaiki./mempunyai pola tidur yang lebih baik
untuk bayi
 Mendorong keterampilan bayi untuk menyusu yang lebih
cepat&efektif
 Meningkatkan hubungan antara ibu&bayi
Manfaat IMD
 Keuntungan skin to skin contact untuk Ibu:
 Merangsang produksi oksitosin&prolaktin pada ibu.
 Oksitosin membantu kontraksi uterus PPH,
merangsang pengeluaran kolostrum, sangat penting
untuk proses kelekatan ibu-bayi ibu jd lebih tenang,
tidak nyeri PP (saat plasenta lahir) dan prosedur PP
lainnya.
 Prolaktin : produksi ASI, membantu ibu mengatasi
stress, mendorong ibu untuk tidur&relaksasi setelah bayi
selesai menyusu, menunda ovulasi.
Langkah IMD dalam asuhan BBL
Langkah 1: Lahirkan, keringkan, & nilai bayi
Langkah 2: lakukan skin to skin contact
selama +/- 1 jam
Langkah 3: biarkan bayi mencari dan
menemukan putting ibu dan mulai
menyusu (rooting and sucking refleks)
TERIMA KASIH

Eny Qurniyawati,SST 41