Anda di halaman 1dari 36

Open Fracture Phalang Proksimal Digiti IV Manus Dextra gr IIIB +

Ruptur Tendon

Disusun oleh :
Dian Artileristiana
Harry Susanto

Pembimbing :
dr. Widiyatmiko Arifin Sp.OT

KEPANITERAAN KLINIK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG DJATI
SMF BEDAH
RSUD WALED CIREBON
Identitas
• Nama : TN. IW
• Umur : 23 tahun
• Jenis kelamin : laki-laki
• Pekerjaan : Tukang Ojek
• Alamat : Desa Ciledug
• Agama : islam
• Tanggal masuk RS : 24-10-2017
• Ruang rawat :bougenville laki-laki
Anamnesis
• Os datang ke IGD RSUD Waled karena luka bacok dikepala dan jari tangan
kanannya, pasien mengaku terkena bacok oleh pengendara lain ketika sedang
berkendara motor dan mengenai jari tangan pasien karena pasien mencoba
untuk menangkis senjata tajam tersebut. Kejadian tersebut pukul 21.00 WIB
(24/10/2017) dan os di bawa ke RSUD Waled pukul 22.00 WIB dalam
keadaan sadar penuh namun terdapat patah tulang terbuka pada jari manis
tangan kanan yang mengeluarkan banyak darah. Selain itu jari manis terlihat
bengkak dan nyeri jari saat di bengkokan atau di luruskan, pergerakan pada
jari manis terbatas. Os mendapat penanganan awal di IGD RSUD Waled.
Primary survey
• A = CLEAR
• B = RR= 22x/Menit, simetris, spontan, tipe thoracoabdominal,
SpO2 94%
• C = TD= 100/70 mmhg, HR= 98x/menit, regular, kuat angkat
• D= GCS 15(E4V5M6), light reflex +/+, pupil bulat isokor
diameter 3mm/3mm
• E= S= 36,1 (Axillary)
Secondary survey
a/r Phalang Proksimal digiti IV manus dextra
• LOOK :
Tampak luka terbuka (+), deformitas (+), edema (+), Hiperemis
(+), Perdarahan Spontan (+)
• FEEL :
krepitasi (+), Nyeri tekan (+) , Sensibilitas baik, CRT<3’
• Movement :
Range Of Movement terbatas
Diagnosa klinis
• Open Fracture Phalang Proksimal Digiti IV Manus Dextra gr
IIIB + Ruptur Tendon
Pemeriksaan Penunjang
Laboraturium (24-10-2017)
• - HB 16,5 gr/ dL
• - HT 46 gr%
• - Leukosit 21,4 /mm^3
• - Trombosit 317 /mm^3
• GDS 99 mg/dl
Diagnois Kerja
• Open Fracture Phalang Proksimal Digiti IV Manus Dextra gr IIIB
+ Ruptur Tendon
Penatalaksanaan IGD
• Non medikamentosa:
- pemasangam bidai melewati 2 sendi dan di istirahatkan
- edukasi kepada pasien beserta keluarga tentang penyakit yang di derita pasien serta
perawatan paska operasi
• Medikamentosa :
- IVFD RL 500cc/12 jam
- Ketorolak 3x30 mg IV
- Cefrtiaxon 3x1 gr IV
- Ranitidin 2x 50 mg IV
- ATS 1.500 IU IM
• Operatif : konsul dokter spesialis orthopedi
-Open Reduction Internal Fixation + Debridement
Prognosis
• Quo ad vitam : ad bonam
• Quo ad functionam : dubia ad bonam
• Quo ad sanationam: dubia ad bonam
Anatomi
Definisi fraktur
• Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, retak atau
patahnya tulang yang utuh, yang biasanya disebabkan oleh
trauma/rudapaksa atau tenaga fisik yang ditentukan jenis dan
luasnya trauma (Lukman dan Nurna, 2009; 26).
• Fraktur adalah patahnya kontinuitas tulang yang terjadi ketika
tulang tidak mampu lagi menahan tekanan yang diberikan
kepadanya (Donna L. Wongg, 2004 ; 625).
Klasifikasi
Klasifikasi klinis fraktur

•Fraktur tertutup (simple fracture) adalah suatu fraktur yang


tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar.
• Fraktur terbuka (compound fracture) adalah fraktur yang
mempunyai
hubungan dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan
jaringan lunak
•Fraktur komplikasi (comlplicated fracture) adalah fraktur
dengan komplikasi adalah fraktur yang disertai dengan
komplikasi (malunion,delayed union,non union & infeksi
tulang)
Klasifikasi fraktur terbuka
Klasifikasi fraktur

Trauma terjadi secara tiba tiba


•Fraktur Traumatik
Trauma terjadi terus menerus pada suatu tempat
tertentu •Fraktur Stress
Terjadi karena Kelemahan tulang sebelumnya
akibat kelainan patologis pada tulang •Fraktur Patologis
Etiologi fraktur
Trauma
• Langsung
Trauma yang terjadi langsung pada tulang dan terjadi fraktur pada daerah
tekanan tersebut, umunya bersifat komunitif dan jaringan lunak ikut
mengalami kerusakan.

• Tidak langsung
Apabila trauma dihantarkan ke daerah yang lebih jauh dari daerah fraktur,
misalnya pada jatuh dengan tangan ekstensi dapat menyebabkan fraktur
klavikula (membran interoseus). Pada keadaan ini biasanya jaringan lunak
tetap utuh
Tipe-Tipe fraktur
1. Fraktur transversal
Suatu fraktur komplit yang garis patahnya tegak lurus terhadap
sumbu tulang.
2. Fraktur oblik
Fraktur komplit yang melalui korteks secara diagonal.
3. Fraktur spiral
Bila garis patah terdapat mengelilingi sepanjang korteks.
5. Fraktur komunitif
Garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan
6. Fraktur segmental
Garis patah lebih dari satu, tetapi tidak berhubungan
Penatalaksanaan
1. Terapi konservatif :
– Proteksi
– Immobilisasi saja tanpa reposisi
– Reposisi tertutup dan fiksasi dengan gips
– Traksi
2. Terapi operatif
– ORIF
adalah Metode penata pelaksanaan patah tulang dengan cara pembedahan reduksi terbuka dan fiksasi internal
dimana insisi dilakukan pada tempat yang mengalami cedera dan ditemukan sepanjang bidang anatomik tempat
yang mengalami fraktur, fraktur diperiksa dan diteliti. Fraktur direposisi agar menghasilkan posisi yang normal
kembali, sesudah reduksi, fragmen – fragmen tulang dipertahankan dengan alat – alat orthopedi.

Indikasi ORIF :
– Fraktur yang tidak bisa sembuh atau bahaya avasculair necrosis tinggi
– Fraktur yang tidak bisa direposisi tertutup
– Fraktur yang dapat direposisi tetapi sulit dipertahankan
– Fraktur yang berdasarkan pengalaman memberi hasil yang lebih baik dengan operasi
Pendahuluan Ruptur Tendon
• Tendon (teno, dalam bahasa Yunani; tendo, dalam bahasa
Latin) merupakan tali fibrosa jaringan ikat yang bersambung
dengan serabut otot dan melekatkan otot ke tulang atau tulang
rawan
• Pada saat otot berkontraksi, tendon akan menarik tulang yang
akan mengakibatkan pergerakan pada tubuh
• Tendon tangan :
- Tendon fleksor
- Tendon ekstensor
TENDON FLEKSOR PADA TANGAN
 Jari I : 1 tendon fleksor

Fleksor pollicis Longus (FPL)

 Jari II-V : 2 tendon fleksor

Fleksor Digitorum Profundus


(FDP)

Fleksor Digitorum Superfisialis


(FDS)
ZONA TENDON FLEKSOR
• Zona 1 : Zona trauma avulsi fleksor digitorum
profundus
Di antara insersio m. fleksor digitorum superficialis di
medial phalanx media menuju insersio m. fleksor
digitorum profundus di distal phalanx.
• Zona 2 : No man’s Land
Di antara caput metacarpal hingga insersio dari m.
fleksor digitalis superficialis di pertengahan phalanx
media.
• Zona 3 : Lipatan palmar distal
Letaknya antara ligamentum carpal transversum
dengan sisi distal dari canalis carpii proximal.
• Zona 4 : Ligamentum carpalis transversum
Merupakan zona yang terletak di dalam canalis
carpalis
• Zona 5 : Proximal
• Zona ini terdapat pada bagian dorsal dari canalis
carpalis pada bagian distal antebrachium.
ZONA TENDON EKSTENSOR
• Zona I : Phalanx distal dan distal interphalangeal joint (DIP)
Terletak pada lipatan terminal ekstensor pada level phalanx
distal dan distal interphalangeal joint (DIP).
• Zona II : Phalanx medial
Terbentang sepanjang phalanx medial jari-jari dan pada phalanx
proksimal ibu jari.
• Zona III : Proximal interphalangeal joint (PIP)
Terletak dari proximal interphalangeal joint menuju insersio
central slip.
• Zona 4 : Phalanx proksimal
Membentang di sepanjang phalanx proksimal.
• Zone 5 : Metacarpophalangeal joint (MCP)
Daerah pada dan di sekitar sendi metacarpophalangeal.
• Zone 6 : Dorsum manus
Terletak pada daerah metacarpal pada manus.
• Zona 7 : Pergelangan tangan
• Zona 8 : Antebrachium distal
Terletak di bagian distal dari musculotendinous junction
ETIOLOGI
• Trauma Tumpul
• Trauma Tajam
• Luka Bakar
• Gigitan Binatang
PEMERIKSAAN FISIS
Pemeriksaan Tendon Fleksor
Pemeriksaan Tendon Ekstensor
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Magnetic resonance imaging (MRI)  membantu dalam
mendiagnosis ruptur pada tendon trauma pada ligamentum
• Ultrasonografi  menentukan adanya lesi jaringan lunak,
abnormalitas tulang, dan trauma ligamentum.
• Foto polos tangan  mengatahui adanya benda asing ataupun
fraktur yang menyertai trauma tendon
PENATALAKSANAAN

Secara umum :

• Debridement
• Jahitan pada tendon
• Pemasangan splint
PENATALAKSANAAN
BEBERAPA TEKNIK JAHITAN TENDON

A) Bunnell repair B) Kessler grasping repair C) The original Kessler repair D) Kessler-
Tajima modified repair
E) Interlock repair F) Double loop repair.
PENATALAKSANAAN
BEBERAPA TEKNIK JAHITAN TENDON

A) Bunnell repair B) Kessler grasping repair C) The original Kessler repair D) Kessler-
Tajima modified repair
E) Interlock repair F) Double loop repair.
Prognosis

Waktu yang diperlukan untuk penyembuhan fraktur tulang sangat bergantung pada
lokasi fraktur dan umur pasien.

Rata-rata masa penyembuhan: Anak-anak (3-4 minggu), dewasa (4-6 minggu),


lansia (> 8 minggu).
KOMPLIKASI
1. Malunion
2. Nonunion
3. Sindrom Kompartemen
4. Nekrosis Avaskular tulang
5. Infeksi
DAFTAR PUSTAKA
• Sjamsuhidajat R, Wim De Jong, Buku Ajar Ilmu Bedah, ed revisi,
EGC. Jakarta: 1998. pp. 1138-96
• Mangunsudirejo RS. Fraktur, penyembuhan, penanganan, dan
komplikasi, buku 1. Edisi 1. Semarang: 1989
• Rasjad, C. Buku pengantar Ilmu Bedah Ortopedi ed. III. Yarsif
Watampone. Makassar: 2007. pp. 352-489
• Apley. A Graham, louis Solomon. Buku Ajar Orthopedi dan
Fraktur sistem Apley. Penerbit widya medika. Jakarta
TERIMA KASIH