Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 7

AUDIT SISTEM KEPASTIAN KUALITAS

ANGGOTA KELOMPOK
DESY NATA ARISTINA 155020300111007
NURITA DAMAYANTI 155020300111016
PENGERTIAN AUDIT SISTEM KEPASTIAN KUALITAS

Audit sistem kepastian kualitas adalah “proses sistematis, mandiri, dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti
objektif dan menilainya secara objektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit yang telah dipenuhi” audit ini
dirancang untuk menilai aktivitas, praktik atau kebijakan perusahaan untuk menentukan apakah perusahaan memiliki
kemampuan untuk memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dalam operasinya.
PERANAN AUDIT SISTEM KEPASTIAN KUALITAS

 Audit system kepastian kualitas memiliki kualitas memiliki peranan penting dalam memberikan kepastian kualitas
kepada pelnaggan dan proses yang berlangsung di dalam perusahaan.
 Berbagai pihak berkepentingan terhadap hasil audit sistem kepastian kualitas dengan berbagai kepentingan dan
tujuannya. Pihak-pihak tersebut antara lain:
1. Perusahaan
2. Pelanggan
3. Pemerintah
4. Asosiasi
5. Lembaga Sertifikasi
TUJUAN DAN MANFAAT AUDIT

Tujuan audit menurut ISO 10011 :


Menentukan ketidaksesuaian

Menentukan efektivitas sistem kualitas

Memberikan peluang untuk perbaikan sistem

Memenuhi persyaratan peraturan

Memudahkan registrasi/pendaftaran sistem kualitas

Menilai pemasok dan memverifikasi sistem kualitasnya

Menilai dan menverifikasi sistem kualitas perusahaan sendiri


TUJUAN DAN MANFAAT AUDIT

Manfaat Audit
1.Membantu mengembangkan sistem manajeman kualitas terpadu yang
efektif
1.Menyempurnakan proses pengambilan keputusan manajemen

1.Membantu pengalokasian sumber daya secara optimal

1.Mencegah timbulnya masalah yang dapat menggangu

1.Memungkinkan dilakukannya tindakan koreksi yang tepat waktu

1.Mengurangi biaya-biaya tambahan koreksi yang tepat waktu

1.Meningkatkan produktivitas

1.Meningkatkan kepuasan pelanggan dan pasar


MENINGKATKAN NILAI TAMBAH ORGANISASI

Audit memberikan manfaat kepada tiga pihak kepentingan


terhadap sistem manajeman kualitas, yaitu:
• Sertifikasi Organisasi
• Pelanggan
• Lembaga Sertifikasi
MENINGKATKAN NILAI TAMBAH ORGANISASI

Panduan auditor dalam melaksanakan tugas prefesionalnya :

Perencanaan
Audit

Teknik Audit

Keputusan
dan Analisis
1.Laporan
dan Tindak
Lanjut
PANDUAN UMUM AUDIT SISTEM KEPASTIAN KUALITAS

 Pastikan audit berfokus pada penemuan fakta berkaitan dengan kelemahan yang masih terjadi dan peningkatan
berkelanjutan
 Audit harusnya digunakan sebagai alat organisasi secara luas dalam meningkatkan kualitas baik sistem, proses,
maupun hasil yang ditetapkan
 Audit harus dipandang sebagi suatu relevan dan memberikan nilai baik bagi individu, manajer, maupun perusahaan
secara keseluruhan
 Audit seharusnya dilakukan secara terstuktur dengan menggunakan kuesioner dan terhindar dari kesan mengadili
dalam audit
 Rencana audit seharusnya dipublikasikan untuk memungkinkan manajer merencanakan terlebih dahulu
PANDUAN UMUM AUDIT SISTEM KEPASTIAN KUALITAS

 Untuk memastikan konsistensi pendekatan, lebih baik menetapkan sstu tim untuk mengaudit suatu area tertentu
pada waktu tertentu
 Mengangkat koordinator atau fasilitator audit yang tidak harus dijabat oleh staf penuh waktu, mungkin tugas
tersebut dapat ditangani oleh manajer kualitas.
 Untuk menghindari pemborosan waktu, audit harus direncanakan dengan baik. Usaha-usaha audit harus disusun
dalam seperangkat dalam tujuan audit dan dijabarkan kedalam bentuk tugas-tugas yang harus dilakukan oleh setiap
anggota tim audit.
 Pertimbangan kunci yang harus diperhatikan dalam memilih personalia audit
 Perlakukan audit sebagai aktifitas rutin yang berusaha meminimalkan berbagai gangguan yang terjadi.
 Audit harus memiliki tujuan dan sasaran yang jelas.
MANAJEMEN KUALITAS

ISO 9001:2001 mendasar manajemen kualitas pada 8 prinsip


manajemen kualitas yang terdiri dari:
• Fokus pada pelanggan
• Kepemimpinan
• Keterlibatan SDM
• Pendekatan proses
• Pendekatan sistem dalam pengelolaan
• Perbaikan yang terus menerus
• Pembuatan keputusan berdasarkan fakta
• Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok
LANGKAH-LANGKAH AUDIT

Mengadopsi model PDSA (plan-do-study-act)yang dipopulerkan oleh deming, audit sistem


manajeman kualitas dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Perencanaan Audit
2. Pelaksanaan Audit
3. Mempelajari Hasil Audit
4. Tindakan Perbaikan
PERSYARATAN SISTEM KEPASTIAN KUALITAS

Persyaratan sistem kepastian kualitas berdasarkan ISO 9001:2001 meliputi :


 Klausul 4 tentang Sistem Manajemen Kualitas
 Klausul 5 tentang Tanggung Jawab Manajemen
 Klausul 6 tentang Manajemen Sumber Daya
 Klausul 7 tentang Realisasi Produk
 Klausul 8 tentang Pengukuran, Analisis, dan Peningkatan