Anda di halaman 1dari 6

DEFINISI, DASAR HUKUM,

RUKUN DAN SYARAT


MUSYAROKAH MUTANAQISHAH

DI SUSUN OLEH :
IIS NAINI RAHMAWATI
NPM. 1502100060
A.Musyarakah mutanaqishah

musyarakah mutanaqishah yaitu kerja sama


antara para syarik (dalam hal ini bank dengan
nasabah) guna membeli suatu barang, kemudian
barang tersebut dijadikan “modal usahaz” oleh
nasabah untuk mendapatkan keuntungan yang
akan dibagi bersama diantara bank dengan
nasabah disertai dengan pembelianbarang
modal milik bank yang dilakukan secara
berangsur sehingga kepemilikan bank terhadap
barang modal semakin lama semakin berkurang
.
B.Dasar hukum musyarakah
mutanaqhisah

 Al-Qur’an Surat shad (38)


 Al-Qur’an Surat al-Maidah (5), ayat 1:
 Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari ‘Amr bin
Auf’
C.RUKUN DAN SYARAT MUSYARAKAH
MUTANAQISHAH
 Para pelaku dalam Musyarakah Mutanaqhisah harus cakap hukum dan
baliqh
 Modal Musyarakah Muntanaqhisah harus diberikan secara tunai
 Modal yang sudah diserahkan oleh setiap mitra harus dicampur, tidak boleh
dilakukan pemisahan untuk kepentingan khusus
 Penentuan nisbah harus disepekati diawal akad untuk mengindari risiko
perselisihan diantara mitra
 Masing-masing pihak harus rela, artinya tidak ada unsur paksaan
 Objek musrakakah mutanaqhisah harus jelas
 Kemanfaatan objek yang diperjanjikan dibolehkan oleh agama
 Biaya sewa objek musyarakah mutanaqhisah dibagi sebagai sesuai
persentase porsi kepemilikan
 Rukun Musyarakah Mutanaqishah ada empat yaitu
 Pelaku akad
 Objek musyarakah mutanaqishah
 Ijabqabul atau serah terima
 Nisbah keuntungan
LANJUTAN
Karena ada Syirkah dan Ijarah, maka kedua ketentuan dari akad
tersebut harus terpenuhi.
 Ketentuan akad Syirkah :
 Pihak yang bekerjasama.
 Modal dan Obyek yang akan dimiliki.
 Kesepakatan kedua pihak untuk bekerjasama, serta saling
percayaantara kedua pihak.
Adanya pencampuran hak masing-masing dalam kepemilikan Asset.
 Ketentuan akad Ijarah :
 Penyewa (Nasabah), dan Yang menyewakan (Bank).
 Kesepakatan antara keduanya.
 Benda yang disewakan/diangsurkan.
 Pembayaran sewa, jumlah pembayaran dan jangka waktu
pembayaran harus jelas dan disetujui keduanya.
D.Fatwa Nomor 73/2008
Tentang Musyarakah
Mutanaqhish
 Ketentuan hukum musyarakah mutanaqhisah adalah boleh;
dan ketentuan akadnya terdiri atas liam bagian; 1)akad
musyarakah mutanaqhisah terdiri atas akad syirkah dan akad
bai’/jual beli (yang dilakukan secara pararel); 2)ketentuan bagi
syirkah dalam musyarakah mutanaqhisah adalah:
a)Berkewajiban menyertakn harta untuk dijadikan modal usah
dan kerja berdasarkan kesepakatan dalam akta, b)Berhak
memperoleh keuntungan berdasarkan nisbah yang telah
disepakati pada saat akad; c) Menanggung kerugian sesuai
proporsi modal ; 3) dalam akad musyarakah mutanaqhisah,
syarik wajib berjanji untuk menjual seluruh hisbhahnya secara
bertahap, dan syarik lain wajib membelinya; 4)jual beli
dilakukan sesuai kesepakatan; dan 5) setelah selesai seluruh
proses jual beli, seluruh hishshah Lembaga Keuangan
Syariah/LKS beralih kepada syarik lainnya/nasabah.