Anda di halaman 1dari 22

BAB VII

RADIASI ELEKTROMAGNETIK
A. PERSAMAAN GELOMBANG DENGAN SUMBER

Dalam pembahasan persamaan gelombang elektromagnetik monokromatik,


sebelumnya diasumsikan bahwa rapat muatan r di dalam medium nol dan hanya
ada sumber arus J yang timbul dari respon pasif suatu medium ohmik terhadap
gedan listrik dari gelombang.
Dalam pembahasan kali ini, akan diturunkan persamaan gelombang EM dimana
terdapat sumber muatan dan arus yang diberikan oleh distribusi muatan r (r, t) dan
distribusi arus J (r,t).
Karena divergensi induksi magnetik B adalah nol, maka dapat diungkapkan dalam
surl suatu potensial vektor.

 
    
B   A  0
  
B  A .......................(1)
Dengan menerapkan salah satu persamaan Maxwell :

  B
E  
t
 
    
E  A  0
t
Dengan mengasumsikan bahwa turunan medan dalam ruang dan waktu dapat
ditukar, maka :

   A 
   E    0
 t 
Maka medan E dapat diungkapkan dalam gradien suatu skalar :

  A
E    ..........................(2)
t
Persamaan (1) dan (2) merupakan bentuk medan magnet dan medan listrik
dalam potensial vektor dan skalar. Dengan substitusi pers. (1) dan (2) kedalam
persamaan Maxwell, dengan bantuan D = eE dan B = mH :

   D
H  J 
t

1     A  
    A  e      J
m t  t 
Dengan menggunakan hubungan :

     A  
    A  em      mJ
t  t 

 
   2  A
2   
   A   A  em 2  em  mJ
t t
Defisinikan kondisi Lorentz (gauge Lorentz) :

  
  A  em  0
t
Maka :

2  A 2  Persamaan gelombang tak-
 A  em 2  mJ homogen dari potensial vektor.
t
Dengan bantuan persamaan (2) dan persamaan Maxwell, diperoleh :

   A 
 e         r
 t 
Pertukaran urutan divergensi dan turunan waktu pada A dan dengan
menggunakan kondisi (gauge) Lorentz, menghasilkan :

 2
 r Persamaan gelombang tak-
2  em 2  
t e homogen dari potensial skalar.

Solusi untuk persamaan gelombang tak-homogen analog dengan solusi umum


persamaan Poisson, yang terdiri dari solusi umum persamaan homogen dan
solusi khusus persamaan tak-homogen.
Persamaan gelombang potensial skalar tak-homogen dikurangi dalam kasus
statis /t =0, menjadi persamaan Poisson, sehingga solusinya seperti dibahas
dalam persoalan listrik statik dalam vakum :

1 r r ' 

4e0 
V
  dv '
r  r'
Untuk persamaan gelombang A, solusi dalam kondisi statis dan vakum) :

  m0 J r ' 
A r      dv'
4 V r  r'
Namun kedua solusi tersebut tidak dapat menggambarkan kebergantungan
terhadap waktu dari r (r, t) dan J (r,t).

Dalam vakum (n = 1), maka persaman gelombang potensial skalar :

1  2
 r
  2 2  
2
c t e
Dimana dapat dengan mudah dicari solusinya untuk suatu muatan titik dan
kemudian seluruh elemen-elemen muatan r v dijumlahkan dalam distribusi
muatan yang sesuai. Untuk memudahkan muatan titik diletakkan di titik pusat
koordinat, sehingga persamaan :

1  2

  2 2  0
2
c t
harus dipenuhi disetiap titik, kecuali di titik pusat dimana dalam suatu volume
kecil v di sekitar titik pusat yang harus dipenuhi:

 2 1  2  1

V

 c t 

dv     2 2    q( t )
e
q(t) hanya menggambarkan besaran muatan q di titik pusat pada waktu t (bukan
kebergantungan gerakan muatan q terhadap waktu).
Dari sifat simetri distribusi muatan, maka potensial  hanya bergantung pada r
saja (tidak bergantung pada sudut azimut), sehingga :

1  2  1  2
r  2 2 0
r r r c t
2

Dengan mendefinisikan :

r, t 
r , t  
r

 2 1  2
 2 2 0
r 2
c t

Persamaan ini merupakan persamaan gelombang 1-dimensi yang dipenuhi oleh


fungsi sembarang r – ct atau r + ct.
Bukti :
Definisikan : u = r – ct dan f (u) adalah fungsi sembarang.

f df u df  2f d 2f u d 2f
  ;  2  2
r du r du r 2
du r du
f df u df  2f d 2
f
  c ;  c 2
t du t du t 2 du 2

Substitusi ke dalam persamaan :

 2 1  2
 2 2 0
r 2
c t
Diperoleh :
d 2f 1  2 d 2f 
2
 2  c 2
0 ( terbukti )
du c  du 

Dengan demikian terbukti bahwa fungsi r – ct memenuhi persamaan gelombang


1-dimensi (begitu pula dengan fungsi r + ct ).
Sehingga fungsi :
 = f (r – ct) + g (r + ct)
Merupakan solusi sembarang dari persamaan gelombang 1-dimensi. Namun
fungsi g (r + ct) tidak terjadi dalam aplikasi persamaan gelombang, sehingga
dapat dihilangkan. Fungsi f (r + ct) menggambarkan suatu gelombang yang
merambat keluar dari sumber muatan q, sedangkan fungsi g (r + ct)
menggambarkan suatu gelombang yang merambat kearah sumber muatan dari
tak-hingga.
Suatu solusi simetrik bola sekarang tersedia :

f r  ct 

r
yang mengandung suatu fungsi sembarang sehingga persamaan :

 2 1  2  1
V
 
 c t 

dv     2 2    q( t )
e
juga dipenuhi.
q
Potensial muatan statik : 
4 e0 r
Kedua bentuk fungsi potensial muatan statik dan simetrik bola dapat dikonversi :

q t  r / c 
f r  ct  
4e0
Sehingga solusi persamaan gelombangnya menjadi :

q t  r / c 
f r  ct  
4e0r
Dengan demikian, persamaan gelombang tak-homogen potensial skalar dalam
kondisi Lorentz dipenuhi oleh :


 r r ' , t ' 
r , t  
1
  dv '
4e0 V r  r '

Dimana t’ = t - |r – r’|/c disebut waktu retardasi (pelambatan) dan fungsi  disebut


sebagai potensial skalar retardasi.
Solusi untuk persamaan gelombang potensial vektor A tak-homogen dapat
diperoleh dengan cara yang sama. Vektor-vektor A dan J diurai terlebih dahulu
kedalam komponen kartesian (x, y, z). Contoh untuk komponen-x:

2  2Ax
 A x  em 2  mJ x
t
Dimana solusinya memiliki bentuk :

 m J x r ' , t ' 
A x r , t   0
   dv '
4 V r  r '

Jika ketiga koponen digabung kembali, maka diperoleh :



  m J r ' , t ' 
Ar , t   0   dv '

4 V r  r '

dimana vektor A disebut potensial vektor retardasi.


B. EMISI RADIASI

B.1. RADIASI DARI SUATU DIPOL YANG BEROSILASI

Contoh sederhana radiasi dimana distribusi muatan-arus bergantung waktu adalah


perhitungan radiasi dari suatu dipol listrik yang berosilasi. Dipol diasumsikan terdiri
dari bola-bola yang diletakkan di posisi z =   / 2 yang dihubungkan oleh sebuah
kawat yang kapasitansinya diabaikan.

z Muatan sebelah atas adalah +q dan muatan


bawah –q. Kekekalan muatan memerlukan
bahwa arus didalam kawat :
+q

/2
I  q
y Dimana arus I > 0 dalam arah positif z.
Kondisi dimana kapasitansi arus diabaikan
/2 dan arusnya seragam jika panjang  kecil
-q dibandingkan dengan panjang gelombang
x radiasi.
Potensial vektor yang diakibatkan distribusi arus diatas didalam vakum :


A z r , t  
m0
/2
  

I z' , t  r  z' k / c

4   / 2
 
r  z' k
dz '

 
    2 1/ 2
r  z' k  r  2z' k  r  z'
2

Jika   r artinya hanya medan pada jarak yang jauh dari dipol yang dihitung,
maka :
 
r  z' k  r  z' cos 

Dimana  adalah sudut antara r dan sumbu-z. Suku z’ cos  dapat diabaikan jika
r cukup besar. Namun dalam bentuk retardasi z’ cos  dapat diabaikan jika z’
cos  /c diabaikan dibandingkan dengan waktu dimana perubahan arus
signifikan. Sebagai contoh dengan perioda untuk arus yang berubah secara
harmonik.
Karena z’ cos    / 2 , artinya bahwa z’ cos  /c dapat diabaikan dalam bentuk
waktu retardasi hanya jika :


 cT  
2
Jika dipol kecil dibandingkan dengan satu panjang gelombang dan titik
pengamatan jauh dibandingkan dengan  , maka :

 m   r
A z r , t   0 I t   ................(a )
4 r  c 
Potensial skalar  dapat ditentukan dengan menerapkan kondisi (gauge) Lorentz
atau dengan menggunakan ungkapan potensial retardasi yang sesuai. Kedua
metoda memberikan hasil yang sama. Namun karena potensial listrik akibat
suatu dipol adalah perbedaan antara dua bagian besar, pendekatan potensial
retardasi harus hati-hati. Karena kesulitan ini dikaitkan dalam perhitungan gauge
Lorentz, potensial skalar diperoleh dengan menyelesaikan :
  1 
A  0
c t
Dimana A didefinisikan dalam persamaan (a).
   1  r
 I t  
t 4e0 z r  c 
  z  r  z  r 
  3 I t    2 I'  t   
4e0  r  c  r c  c 

Dimana I’ adalah turunan dari I. Dengan mengintergasikan persamaan diatas,


dimana I = +q’, maka diperoleh :

  z  qt  r / c It  r / c 
r , t   2 
 
4e0 r  r c 

Untuk menghitung medan elektromagnetik, maka diperlukan mendefinisikan


distribusi arus-muatan yang berubah secara harmonik terhadap waktu.

 r  r
q t    q 0 cos  t  
 c  c
 r  r
I  q  I 0 sin  t    q 0 sin  t  
 c  c
Dengan menyelesaikan potensial vektor A kedalam harmonik bola, diperoleh :

m 0 I 0  r
Ar  cos  sin  t  
4 r  c
m 0 I 0  r
A   sin  sin  t  
4 r  c
A  0

Induksi magnet B dapat dihitung dari B =  x A, maka hanya komponen- saja


yang tidak nol.

1 1 A r
B  rA   
r r r 
m0 I 0    r 1  r 
 sin  cos  t    sin  t   
4 r c  c r  c 
Perhitungan medan listrik lebih kompleks karena tidak hanya melibatkan A
namun juga . Komponen-komponen medan listrik : (PR !!)

  A
E   
t
 A r 2I 0 cos   sin t  r / c  cos t  r / c  
Er       
r t 4e0  2
r c r 3

1  A  I  sin   1    r 1  r 
E     0  3  2
cos  t  
 2 sin  t  
r  t 4e0  r rc   c r c  c 
1  A 
E    0
r sin   t

Untuk menghitung laju dimana dipole memancarkan energi dilakukan dengan


mengintegralkan komponen normal vektor Poynting diseluruh jari-jari bola :


  1 2
 S  n da 
m0 
R E  B 2 sin  d
0
Dengan hanya memilih bagian yang tidak nol jika R   melalui pemilihan
bagian yang sebanding dengan 1/r dalam E dan B diperoleh :

  I 0 2 2 2  r
 S  n da 
6e0 c 3
cos  t  
 c

yang merupakan daya radiasi instan. Daya radiasi rata-rata :

  22 I02 2  r 1
P  S  n da 
6e0c 2
3
; cos  t   
 c 2

Dengan substitusikan   2c  dan c  1 e0m0 diperoleh :

2
2 m0    I02
P   ...........................( b)
3 e0    2
Disipasi energi dari suatu resistansi R yang membawa arus I0 cos t dengan
laju rata-rata : P  RI 02 / 2. Jika dibandingkan dengan persamaan (b), diperoleh
resistansi radiasi suatu dipol :
2 2
2 m0    
Rr     789  ohms (dalam vakum )
3 e0    
Dalam medium material m0 dan eo diganti dengan m dan e, serta   2  em

Resistansi radiasi diatas mungkin dapat dipakai untuk menggambarkan radiasi


dari antena radio. Namun terdapat beberapa “cacat” yang akan menghambat
hasil yang baik, seperti :
1. Efek dari bumi diabaikan
2. Umumnya antena tidak dibebani pada ujungnya
3. Sangat jarang antena yang pendek jika dibandingkan dengan panjang
gelombang yang diradiasikan.

Dengan menghilangkan kedua cacat terakhir, maka persoalan dapat


disederhanakan. Namun kasus pengaruh gangguan bumi diluar cakupan kuliah
ini.
B.2. RADIASI DARI SUATU ANTENA SETENGAH-GELOMBANG

Batasan panjang antena yang kecil dibandingkan dengan satu panjang


gelombang dapat dihilangkan dalam beberapa kasus yang relatif sederhana.
Khususnya, suatu kawat yang panjangnya setengah-panjang gelombang dapat
dipecah kedalam elemen-elemen tak-hingga, dimana masing-masing elemen
metoda sebelumnya (kasus dipol) dapat digunakan.
Pandang suatu kawat terletak sepanjang sumbu-z dari –/4 ke +/4 dan
membawa arus yang nol pada ujung-ujung kawat :

 2z ' 
Iz ' , t   I 0 sin t cos 
  
Ketidakseragaman arus memerlukan suatu variasi rapat arus, dimana terbesar
pada ujung-ujung kawat. Suatu elemen dz’ pada z’ dalam vakum berkontribusi
terhadap E:

sin   R   2z' 
dE  I0  cos  t   cos  dz'
4e0 Rc 2
 c   

Dimana R adalah jarak dari dz’ terhadap titik observasi dan 1/R2 dapat diabaikan.
Dengan cara yang sama :

m 0 I 0  R   2z ' 
dB  sin  cos  t   cos  dz '
4 0 Rc  c   
Problem dalam perhitungan E dan B dapat dikurangi dengan menghitung :
/2
1  R
K 
 / 2
R
cos  t   cos u du
 c

Dimana u = 2z’/. Seperti sebelumnya R = r – z’ cos  dan kemudian dengan


memilih r cukup besar, maka z’ cos  dapat diabaikan, sehingga :
/2
1   r 
K cos  t    u cos  cos u du
r  / 2   c  
/2
 r
 cos  t   cosu cos  cos u du 
1
c  c   / 2
/2
 r
sin  t   sin u cos  cos u du
1
r 
 c   / 2
2  r  cos 2  cos 
K cos  t  
r  c sin 2 

Sehingga medan-medannya :

I0  r  cos 2  cos 
E  cos  t  
2e0 rc  c sin 
m0I 0  r  cos 2  cos 
B  cos  t  
2r  c sin 
Daya rata-rata yang dipancarkan (integral vektor Poynting rata-rata) dari antena :

cos2  2 cos 



1 m0 2
P
4  e0
I0 0 sin 
2
sin  d

Untuk antena setengah-gelombang :

I02
P  73,1 ohms (dalam vakum )
2