Anda di halaman 1dari 20

SCEREENING CA SERVIKS

• Anbar Ajeng Kunrniawan 220110130039


• Syara Noor Liza 220110130089
SCEREENING CA SERVIKS
Faktor Penyebab
Tanda dan Gejala
1. Keputihan yang makin lama makin berbau
akibat infeksi dan nekrosis jaringan
2. Perdarahan spontan pervaginam
3. Cairan pervaginam bau busuk
4. Nyeri panggul
5. Sering berkemih
6. Bab dan Bak sakit
7. Anemia akibat perdarahan berulang
Stadium
Siapa saja yg harus melakukan
skirining?
• Setiap perempuan yang berusia antara 25-35
tahun
• Perempuan yang ditemukan lesi abnormal
pada pemeriksaan tes sebelumnya
• Perempuan yang mengalami perdarahan
abnormal pervaginam, perdarahan pasca
sanggama atau perdarahan pasca menopause
atau mengalami tanda dan gejala abnormal
lainnya.
Kapan sebaiknya melakukan skirining?

• 3 tahun setelah aktivitas seksual yang pertama


• Bila skrining hanya mungkin dilakukan 1 kali
seumur hidup maka sebaiknya dilakukan pada
perempuan antara usia 35 – 45 tahun
• Untuk perempuan usia 25- 45 tahun, bila sumber
daya memungkinkan, skrining hendaknya
dilakukan tiap 3 tahun sekali.
• Untuk usia diatas 50 tahun, cukup dilakukan 5
tahun sekali
• Bila 2 kali berturut-turut hasil skrining
sebelumnya negatif, perempuan usia diatas 65
tahun, tidak perlu menjalani skrining
SCEREENING CA SERVIKS
1. Test IVA(Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)
Skrining IVA adalah pemeriksaan leher rahim
secara visual menggunakan asam cuka dengan
mata telanjang untuk mendeteksi abnormalitas
setelah pengolesan asam cuka 3-5% (Depkes,
2010).
Cara Kerja dan Merode Iva
• Vagina akan dilihat secara visual dengan bantuan pencahayaan yang
cukup untuk mendeteksi apakah ada kelainan.
• Cocor bebek (spekulum) akan dibasuh dengan air hangat dan dimasukkan
ke vagina pasien secara tertutup, lalu dibuka untuk melihat serviks.
• Bila terdapat banyak cairan di serviks tersebut, maka digunakan kapas
steril basah untuk menyerapnya.
• Dengan menggunakan kapas (pipet), larutan asam asetat 3-5% diteteskan
ke serviks. Dalam waktu kurang lebih 1 menit, reaksi pada serviks sudah
dapat dilihat.
• Bila warna serviks berubah menjadi keputih-putihan, kemungkinan
positif terdapat kanker. Asam asetat ini berfungsi menimbulkan dehidrasi
sel yang membuat penggumpalan protein, sehingga sel kanker yang
berkepadatan protein tinggi berubah warna menjadi putih.
• Namun, bila tidak didapatkan warna keputih-putihan kemungkinan
hasilnya negatif.
Test IVA
SCEREENING CA SERVIKS
2. PAP SMEAR
Pap Smear merupakan suatu metode
pemeriksaan sel-sel yang diambil dari
leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah
mikroskop.
Cara Kerja dan Metode Pap Smear
• Duduk di meja pemeriksaan
• Berbaring dan Rileks
• Pengecekan Bagian Luar Vagina
• Memasukan speculum untuk membuka vagina
• Pengumpulan sampel jaringan dari bagian luar mulut
rahim
• Pengambilan sampel jaringan dari bagian saluran mulut
rahim hingga bagian dalam rahim
• Pencopotan spekulum
• Pengecekan sampel jaringan
• Laporan pemeriksaan
3.Liquid Based Cytology (LBC)
• pemeriksaan sitologi cairan merupakan salah satu
metode skrining kanker serviks yang akurat. Jika
pada pap smear banyak sel sampel yang terbuang,
maka metode LBC sangat sedikit atau bahkan tidak
sama sekali membuang sel sampel, sehingga
diagnosis dapat dilakukan lebih akurat.
SCEREENING CA SERVIKS
4. Tes DNA-HPV
HPV tesnya menggunakan mesin. Sehingga pasien
hanya diambil sampel darahnya dan sisanya mesin
laboratorium yang membaca, apakah ada HPV di
tubuh kita atau tidak
SCEREENING CA SERVIKS
5. KOLPOSKOPI
Kolposkopi adalah alat ginekologi yang digunakan
untuk melihat perubahan stadium dan luas
pertumbuhan abnormal epitel serviks. Metode ini
mampu mendeteksi pra karsinoma serviks dengan
akurasi diagnostik cukup tinggi
SCEREENING CA SERVIKS
6. BIOPSI
Spesimen diambil dari daerah tumor yang berbatasan
dengan jaringan normal. Jaringan yang diambil
diawetkan dengan formalin selanjutnya diproses
melalui beberapa tahapan hingga jaringan menjadi
sediaan yang siap untuk diperiksa secara mikroskopis
Penatalaksanaan
• Perawatan di rumah
• Terapi medis
• Kemoterapi
• Pembedahan
Thanks