Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN

EMFISEMA

Kelompok 6 :
Muhammad Baydowi
Rista Ria Arini
Anatomi Fisiologi

1. Hidung
2. Faring
3. Laring
4. Trakea
5. Paru-paru
6. Bronkus
7. Bronkiolus
8. Alveoli
Definisi Emfisema
• Emfisema paru adalah suatu keadaan abnormal
dimana pada anatomi paru dengan adanya
kondisi klinis berupa melebarnya saluran udara
bagian distal bronkhiolus terminal yang disertai
dengan kerusakan dinding alveoli.
• Emfisema adalah istilah patologis yang
menggambarkan distensi abnormal ruang udara
di luar bronkiolus terminal dan hancurnya
dinding-dinding alveoli. Emfisema adalah atahap
akhir dari suatu proses yang berjalan lambat
selama bertahun-tahun.
ETIOLOGI
1. Merokok
Merokok merupakan penyebab utama
emfisema. Terdapat hubungan yang erat antara
merokok dan penurunan volume ekspirasi paksa
(FEV) (nowak,2004)
2. Keturunan
3. Infeksi
4. Hipotesis Elastase - Antielastase
KLASIFIKASI EMFISEMA
Terdapat tiga macam emfisema yaitu :
1. Emfisema centriolobular
2. Emfisema Panlobular (Panacinar)
3. Emfisema Papaseptal
TANDA DAN GEJALA
• Batuk
• Sputum putih, jika ada infeksi menjadi purulen atau
mukopurulen
• Sesak sampai menggunakan otot-otot pernafasan
tambahan
• Nafas terengah-engah disertai dengan suara seperti peluit
• dada berbentuk seperti tong, otot leher tampak menonjol,
membungkuk
• Bibir tampak kebiruan
• Berat badan menurun akibat nafsu makan menurun
• Batuk menahun
MANIFESTASI KLINIS
• Penampilan umum
• Kurus, warna kulit pucat dan flattened hemidiafragma
• Tidak ada tanda CHF kanan dengan edema dependen pada stadium akhir.
• Usia 65-75 tahun
• Pemeriksaaan fisik dan laboratorium
• Pada klien emfisema paru akan ditemukan tanda dan gejala seperti berikut ini :
• Napas pendek persisten dengan peningkatan dispnea
• Infeksi sistem respirasi
• Pada auskultasi terdapat penurunan suara napas meskipun dengan napas dalam
• Wheezing ekspirasi tidak ditemukan dengan jelas
• Produksi sputum dan batuk jarang
• Hematokrit <60%
• Pemeriksaan jantung
• Tidak terjadi pembesaran jantung, kor pulmonal timbul pada stadium akhir
• Riwayat merokok
• Biasanya didapatkan, tetapi tidak selalu ada riwayat merokok
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Chest X-Ray
• Pemeriksaan fungsi paru
• Total Lung Capacity (TLC)
• Kapasitas Inspirasi
• FEVI/FCV
• Arterial Blood Gasses (ABGs)
• Bronkogram
• Darah Lengkap
• Kimia Darah
• Sputum kultur
• Electrokardiogram (ECG)
• Exercise ECG, Stress Test
KOMPLIKASI
• Hipertensi paru akibat vasokonstriksi hipoksik
paru kronis, yang akhirnya menyebabkan kor
pulmonalise
• Penurunan kualitas hisup pada pengidap
penyakit ini yang parah
PENATALAKSANAAN
• Penatalaksanaan Medis
• Terapi farmakologi
• Terapi non farmakologi
ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengajian
a. Identitas
b. Riwayat penyakit
2. Pemeriksaan fisik
a. Inpseksi
b. Palpasi
c. Perkusi
d. auskultasi
3. Pemeriksaan penunjang
a. Pengukuran fungsi hati
b. Pemeriksaan laboratorium ( hemoglobin dan
hematokrit )
c. Pemeriksaan radiologi
Diagnosa keperawatan
• Ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan adanya
bronkhokonstriksi, akumulasi sekret jalan napas, dan menurunnya
kemampuan batuk efektif.
• Risiko tinggi infeksi pernapasan yang berhubungan dengan akumulasi
sekret jalan napas dan menurunnya kemampuan batuk efektif.
• Gangguan pertukaran gas yang berhubungan dengan peningkatan kerja
pernapasan, hipoksemia secara reversible/menetap.
• Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
yang berhubungan dengan penurunan nafsu makan.
• Gangguan ADL yang berhubungan dengan kelemahan fisikumum,
keletihan
• Cemas yang berhubungan dengan adanya ancaman kematian yang
dibayangkan (ketidakmampuan untuk bernapas).
• Kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan informasi yang tidak
adekuat mengenai proses penyakit dan pengobatan.
RENCANA KEPERAWATAN
TERIMAKASIH 