Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS BUTIR

TES
Intan Ayu Rahmayani
Ismi Yanti Hutauhuruk
Nia Liandari
Analisis Butir Tes

Analisis butir soal


kualitatif

Analisis butir soal


kuantitatif
Analisis Butir Tes
• Kita membutuhkan adanya alat yang dipercaya yang dapat dipercaya
yang dapat mengukur apakah alat ukur (butir soal) yang digunakan
memang dapat dijadikan dasar untuk menentukan keputusan yang
bijaksana. Inilah peran yang harus dimainkan oleh analisis butir soal,
yaitu mengukur butir soal yang akan atau yang telah digunakan.
• Selain itu butir soal objektif dapat dianalisis secara lebih akurat dan
bertanggungjawab, sehingga dapat diketahui kelemahannya secara lebih
tepat. Butir soal uraian, hampir tidak mungkin atau belum ditemukan
teknik analisis kuantitatif yang dapat mendeteksi kelemahannya secara
akurat, yang dapat dilakukan hanyalah analisis kualitatif, yang banyak
tergantung pada kemampuan penguasaan orang yang melakukan
analisis tersebut pada bidang studi yang bersangkutan. Karena itu maka
uraian selanjutnya ini terutama akan dipusatkan pada butir soal
objektif.
Ada beberapa alasan mengapa diperlukan analisis butir soal, yaitu:
• Untuk dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan butir tes,
sehingga dapat dilakukan seleksi dan revisi butir soal.
• Untuk tersedianya informasi tentang spesifikasi butir soal scara
lengkap sehingga akan lebih memudahkan untuk menyusun
perangkat soal yang akan memenuhi kebutuhan ujian dalam
bidang dan tingkat tertentu.
• Untuk segera dapat diketahui masalah yang terkandung dalam
butir soal, seperti : kemenduaan butir soal, kesalahan meletakkan
kunci jawaban, soal yang terlalu sukar atau terlalu mudah, atau
soal yang tidak dapat membedakan antara siswa yang
mempersiapkan diri secara baik atau tidak dalam tes.
• Untuk dijadikan alat guna menilai butir soal yang akan
disimpan dalam kumpulan soal atau bank soal.
ANALISIS BUTIR SOAL KUALITATIF
Pada prinsipnya analisis butir soal secara kualitatif dilaksanakan
berdasarkan kaidah penulisan soal (tes tertulis, perbuatan, dan
sikap). Analisis ini biasanya dilakukan sebelum soal
digunakan/diujikan. Aspek yang diperhatikan di dalam analisis
secara kualitatif ini adalah setiap soal dianalisis dari segi materi,
konstruksi, bahasa/budaya, dan kunci jawaban/pedoman
penskorannya.

Teknik analisis butir soal secara


kualitatif
Teknik Moderator
Teknik Panel
PROSEDUR BUTIR SOAL
KUALITATIF
ANALISIS BUTIR SOAL
KUANTITATIF
Analisis soal secara kuantitatif maksudnya
adalah penelaahan butir soal didasarkan pada
data empirik dari butir soal yang
bersangkutan. Data empirik ini diperoleh dari
soal yang telah diujikan.
Tingkat Kesukaran

Daya Beda

Distraktor
TINGKAT KESUKARAN
Pada hakikatnya, suatu butir tes yang baik adalah butir tes
yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Jika terlalu
mudah maka peserta tes tidak akan termotivasi untuk
mempertinggi usaha untuk memecahkannya. Sebaliknya jika
terlalu sukar, dapat menyebabkan siswa menjadi putus asa
dan tidak bersemangat untuk mencoba lagi karena di luar
jangkauannya. Angka yang menunjukkan tingkat kesukaran
suatu butir tes disebut Indeks Kesukaran Item (P) yang dapat
dihitung dengan rumus :

Keterangan :
P = Indeks kesukaran Item
B = Jumlah peserta tes yang menjawab item dengan benar
JS = Jumlah seluruh peserta tes
Contoh soal : Suatu tes diikuti oleh 10 orang siswa dengan jumlah butir
tes (item) sebanyak 8. Penyebaran skor yang diterima oleh siswa
adalah sebagai berikut : (1 = jawaban betul, 0 = jawaban salah).
Hitung tingkat kesukaran item nomor 1 dan tentukan apakah butir
tes tersebut telah memenuhi syarat atau tidak.
Jawab :
Diketahui : JS = 10
Untuk item no 1 : B = 6
Maka : P = B/JS = 6/10 = 0,60
(memenuhi syarat dan termasuk kategori
soal sedang)
DAYA PEMBEDA

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk


membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi)
dengan siswa yang berkemampuan rendah. Angka yang
menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks
diskriminasi, disingkat D (d besar).
Cara menentukan daya pembeda (nilai D) :
1. Urutkan skor dari yang tertinggi ke yang terendah
2. Tentukan peserta tes yang merupakan kelompok atas (JA) dan
kelompok bawah (JB)
3. Buat tabel persiapan analisis indeks daya beda
4. Hitung indeks daya beda
Rumus untuk menentukan indeks diskriminasi adalah :

dimana :
JA = Banyaknya peserta kelompok atas
JB = Banyaknya peserta kelompok bawah
BA = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal
dengan benar
BB = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab
soal dengan benar
PA = Proporsi kelompok atas yang menjawab benar
(P= indeks kesukaran)
PB = Proporsi kelompok bawah yang menjawab benar
Contoh soal menghitung indeks daya beda : Suatu tes diikuti
oleh 10 orang siswa dengan jumlah butir tes (item) sebanyak 8.
Hitung indeks daya beda item nomor 1 dan tentukan apakah
butir tes tersebut telah memenuhi syarat atau tidak. Penyebaran
skor yang diterima oleh siswa adalah sebagai berikut : (1 =
jawaban betul, 0 = jawaban salah).
Jawab :
DISTRAKTOR
Distraktor atau pengecoh adalah semua alternatif jawaban
(option) di luar dari “kunci jawaban”. Suatu item disebut
memenuhi syarat ditinjau dari segi efektivitas distraktor yaitu
sebagai berikut :
1. Distraktor tersebut paling sedikit dipilih oleh 5% peserta tes
2. Pemilih kelompok atas pemilih kelompok bawah
3. Tidak lebih dari 5% peserta yang blangko.
Efektivitas distraktor ditentukan dengan rumus :
Dimana, JPA = Pemilih kelompok atas
JPB = Pemilih kelompok bawah
JA = Jumlah siswa kelompok atas
JB = Jumlah siswa kelompok bawah
Contoh soal :
Suatu tes diikuti oleh 32 orang siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
16 orang kelompok atas dan 16 orang kelompok bawah. Tentukanlah
efektivitas masing-masing distraktor pada item tes nomor 1, tentukan apakah
memenuhi syarat? Distribusi pemilih untuk masing-masing distraktor adalah
sebagai berikut :
Jawab :
DANKE