Anda di halaman 1dari 13

Gangguan psikotik akut dan sementara

DISUSUN OLEH:
M. JABAL NUR BAUSAT
ANDI TRICLLIA DWI PUSPA

Pembimbing : dr. Patmawati P, M.Kes, Sp.KJ

BAGIAN ILMU KESEHATAN JIWA


RSD. MADANI
PALU
2017
F23. Gangguan psikotik akut dan sementara

 Suatu perubahan dari keadaan tanpa gejala


psikosis/normal ke keadaan psikosis dalam periode 2
minggu atau kurang.
 Dapat terjadi remisi sempurna dan hanya sebagian kecil
yang menetap dan kemudian menjadi gangguan lain.
 Biasanya didahului oleh stressor yg bermakna bagi
penderita (tapi tidak selalu).
 Sumber stress bukan berupa stressor yg berkepanjangan
 Tidak ada penyebab organik seperti trauma kapitis,
delirium, demensia, intoksikasi obat atau alkohol.
Gejala Klinis
1. Sindrome yang khas berupa gejala polimorfik yaitu gejala yang beraneka
ragam dan berubah cepat seperti waham, halusinasi, gejala emosi yang
bervariasi dan berubah-ubah dari hari ke hari atau dari jam ke jam, atau
2. Gejala Skizofrenia yang khas = Schizophrenic –like
3. Psikosis yang predominan Waham.
4. Secara klinis Px tampak Gelisah, marah2, ngamuk, merusak barang,
mengancam,Was-was, Kebingungan
5. Sebagian / Semua gejala-gejala Psikosis dapat timbul seperti : Halusinasi,
Waham, Pembicaraan aneh/kacau (Inkoheren, Assosiasi longgar,
Neologisme), Emosi labil dan ekstrim, Agitasi atau perilaku aneh ( bizarre ).
Pedoman Diagnosis Menurut PPDGJ-III
1. Onset yang akut, dalam 2 minggu atau kurang gejala psikotik menjadi nyata
dan mengganggu aspek-aspel kehidupan dan pekerjaan; tidak termasuk
periode prodromal yg gejalanya tidak jelas.
2. Sindrom yang khas polimorfik atau mirip gejala skizofrenia yang khas.
3. Tidak selalu ada stres akut yang berkaitan, sehingga dicirikan oleh penyerta
stres akut dan tanpa penyerta stres akut.
4. Tanpa diketahui berapa lama gangguan akan berlangsung.
5. Tidak memenuhi kriteria episode manik atau episode depresif, walaupun
perubahan emosional dan gejala-gejala afektif individual dapat menonjol
dari waktu ke waktu.
6. Tidak ada penyebab organik, seperti trauma kapitis, delirium, atau demensia.
Tidak merupakan intoksikasi akibat penggunaan alkohol atau obat-obatan.
Pedoman Diagnosis Menurut DSM-IV
A. Adanya satu atau lebih gejala berikut:
1) Waham
2) Halusinasi
3) Bicara kacau (contoh: inkoheren atau frequent derailment)
4) Perilaku katatonik atau kacau secara keseluruhan
B. Durasi episode gangguan sekurang-kurangnya 1 hari tetapi kurang
dari 1 bulan, dan akhirnya kembali ke tingkat fungsi sebelum sakit.
C. Gangguan tidak disebabkan gangguan mood dengan gambaran
psikotik, gangguan skizoafektif, atau skizofrenia dan tidak
disebabkan efek fisiologis langsung suatu zat atau kondisi medis
umum.
Tentukan apakah:
- Dengan stressor nyata
- Tanpa stressor nyata
- Dengan awita pasca partus
Jenis-jenis Gangguan Psikotik Akut dan Sementara
1. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut tanpa Gejala
Skizofrenia
2. Gangguan Psikotik Polimorfik Akut dengan Gejala
Skizofrenia
3. GangguanPsikotik lir-Skizofrenia Akut
4. Gangguan Psikotik lainnya dengan Predominan
Waham
5. Gangguan Psikotik Akut dan Sementara lainnya
6. Gangguan Psikotik Akut dan Sementara Yang Tak
Ditentukan
F23.0 Gangguan Psikotik Polimorfik Akut
tanpa Gejala Skizofrenia
a. Onset harus akut (dari suatu keadaan non
psikotik sampai keadaan psikotik yang jelas
dalam kurun waktu 2 minggu atau kurang);
b. Harus ada beberapa jenis halusinasi atau
waham yang berubah dalam jenis dan
intensitasnya dari hari ke hari atau dalam hari
yang sama ;
c. Harus ada keadaan emosional yang
beranekaragamnya ;
d. Walaupun gejala-gejalanya beraneka ragam,
tidak satupun dari gejala itu ada secara cukup
konsisten dapat memenuhi kriteria skizofrenia
atau episode manik atau episode depresif.
F23.1 Gangguan Psikotik Polimorfik Akut
dengan Gejala Skizofrenia

 Memenuhi kriteria a, b, dan c yang khas untuk gangguan


psikotik polimorfik akut (F23.0).
 Disertai gejala-gejala yang memenuhi kriteria untuk
diagnosis Skizofrenia yang harus sudah ada untuk
sebagian besar waktu sejak munculnya gambaran klinis
psikotik itu secara jelas.
 Apabila gejala-gejala skizofrenia menetap untuk lebih
dari 1 bulan maka diagnosis harus diubah menjadi
skizofrenia.
F23.2 Gangguan Psikotik Lir – Skizofrenia Akut
 Diagnosis pasti harus memenuhi :
a. Onset gejala psikotik harus akut (2 minggu atau
kurang, dari suatu keadaan non psikotik
menjadi keadaan yang jelas psikotik).
b. Gejala-gejala yang memenuhi kriteria untuk
skizofrenia harus sudah ada untuk sebagian
besar waktu sejak berkembangnya gambaran
klinis yang jelas psikotik.
c. Kriteria untuk psikosis polimorfik akut tidak
terpenuhi.
 Apabila gejala-gejala skizofrenia menetap untuk
kurun waktu lebih dari 1 bulan lamanya, maka
diagnosis harus dirubah menjadi skizofrenia.
Gangguan Psikotik Akut Lainnya dengan
Predominan Waham
 Diagnosis pasti harus memenuhi :
a. onset gejala psikotik harus akut (2 minggu atau
kurang, dari suatu keadaan non psikotik menjadi
keadaan yang jelas psikotik).
b. Waham dan halusinasi harus ada dalam sebagian
besar waktu sejak berkembangnya keadaan psikotik
yang jelas; dan
c. Baik kriteria untuk skizofrenia maupun untuk
gangguan psikotik polimorfik akut tidak terpenuhi.
 Kalau waham menetap untuk lebih dari 3 bulan
lamanya, maka diagnosis harus diubah menjadi
gangguan waham menetap. Apabila hanya
halusinasi yang menetap untuk lebih dari 3 bulan
lamanya, maka diagnosis harus diubah menjadi
gangguan psikotik non organik lainnya.
Diagnosis Banding
1. Gangguan Afektif episode Mania
2. Gangguan Afektif episode Depresi
3. Skizofrenia
4. Gangguan Waham
Penanganan Gangguang Psikotik Akut dan
Sementara
 Indikasi rawat inap
 Farmakoterapi
Antipsikotika : Haloperidol 2-3 x 2-5 mg/hari atau Chlorpromazine
2-3 x 100-200 mg/hari, upayakan dimulai dari dosis kecil kmd
ditingkatkan bila belum tampak efeknya
Kadang dibutuhkan Antianxietas apabila disertai agitasi akut
seperti Lorazepam 2-3 x 0,5-2 mg/hari ( sementara saja, pemberian
tidak lebih dari 3 bulan, karena bahaya ketergantungan )
 Psikoterapi
- Psikoterapi individual, kelompok, dan keluarga
- Mengatasi stresor dan episode psikotik
- Mengembalikan harga diri dan kepercayaan