Anda di halaman 1dari 10

Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Pejuang Republik Indonesia

Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

Oleh :
1. Sulkarnain Natsir (14311290) 5. Adi Putra (14311253)
2. Irwan K (14311255) 6. M.Darwis (14311254 )
3. Mustafaenal Ahyar (14311298) 7. Mashita R Haris (14311
4. Dwiki AlharAli (14311273) 8. Fenny Jay Paliling (14311)
Kegiatan Sumber Dampak Upaya Pengelolaan Lingkungan

Survey, Eksplorasi dan Adanya kalangan masyarakat 1. Memberikan pengumuman kepada


Pembebasan Lahan yang mendukung dan ada juga masyarakat disekitar lokasi tambang
yang tidak mendukung tentang tenaga kerja apa saja yang
dibutuhkan oleh perusahaan baik itu
diadakannya kegiatan
jenis, klasifikasi maupun keahliannya.
pertambangan di wilayah 2. Melibatkan pihak Desa lingkar tambang
tersebut. dan Kecamatan serta instansi terkait
dalam kegiatan penerimaan tenaga
kerjanya.
3. Mengumumkan hasil penerimaan tenaga
kerjanya secara transparan.
4. Memprioritaskan penerimaan tenaga
kerja lokal (khususnya desa Lingkar
tambang) untuk kegiatan pra konstruksi.
Kegiatan Pembuatan Pencemaran udara akibat 1. Menyediakan water truck (truk tangki air)
dan Peningkatan Jalan meningkatnya jumlah debu dari untuk melakukan penyiraman jalan secara
pembuatan jalan dan polusi periodik/kontinyu, terutama pada saat
dari asap kendaraan atau alat tidak hujan.
angkut perusahaan 2. Melakukan pemuatan dan pengangkutan
material yang tidak melebihi kapasitas
maksimal dari dump truck.
3. Melakukan penanaman pohon dikiri dan
kanan jalan.
4. Melakukan pemeliharaan dan perawatan
(service) serta mengganti bagian-bagian
yang aus atau memberi pelumasan
kendaraan/alat-alat berat dan genset
sehingga masih sesuai dengan umur
teknisnya.
5. Jika memungkinkan sebaiknya perusahaan
juga dapat menggunakan bahan bakar
alternatif berupa minyak bio diesel yang
cukup ramah lingkungan sebagai bahan
campuran BBM (Solar) untuk
peralatannya.
Meningkatnya kebisingan di 1. Meminimalkan terjadinya
area lokasi penambangan Kebisingan di sekitar area
kegiatan operasi penambangan.
2. Melakukan pemeliharaan dan
perawatan (service) serta
mengganti bagian-bagian yang
aus atau memberi pelumasan
kendaraan/alat-alat berat dan
genset sehingga masih sesuai
dengan umur teknisnya.
Peneriamaan Tenaga Berkurangnya pengangguran 1. Mengumumkan tenaga kerja apa saja yang dibutuhkan
oleh perusahaan baik itu jenis, klasifikasi dan
Kerja di area pertambangan dan
keahliannya.
meningkatnya pula 2. Melibatkan pihak Desa dan Kecamatan serta instansi
kesempatan berusaha di terkait (Dinas Tenaga Kerja) dalam kegiatan penerimaan
sekitar lokasi tambang tenaga kerjanya.
3. Mengumumkan hasil penerimaan tenaga kerjanya secara
transparan.
4. Memprioritaskan penerimaan tenaga kerja lokal (yaitu
70 % lokal : 30 % dari luar) untuk bekerja di perusahaan,
namun disesuaikan dengan kebutuhan, spesifikasi atau
kualifikasi dan tingkat pendidikannya. Hanya
mempekerjakan atau menerima tenaga kerja pendatang
untuk menempati posisi/jabatan tertentu serta yang
5. Memberikan kesempatan kepada lembaga dan
pengusaha lokal yang telah ada menjadi mitra
perusahaan sebagai kontraktor proyek pembangunan
sarana dan prasarana (emplacement).
6. Memberikan kesempatan bagi lembaga usaha
masyarakat untuk bekerja sama dengan pihak
perusahaan dalam pengadaan material atau bahan
bangunan.
7. Memberikan pelatihan kewirausahaan kepada
masyarakat sekitar lingkar tambang
8. Pihak perusahaan memberikan modal kepada
masyarakat sebagai modal usaha.
Pembersihan lahan, Meningkatnya kebisingan dan 1. Melakukan pembukaan lahan sesuai
pengupasan tanah pucuk polusi akibat kegiatan alat dengan kebutuhan secara bertahap dengan
& tanah penutup dan mekanis, berkurangnya lahan mengikuti arah kemajuan penambangan.
penggalian bijih terbuka hijau, serta 2. Meminimalkan terjadinya Kebisingan di
terlokalisirnya air larian dari sekitar area kegiatan Opersai
penambangan.
bukaan lahan tambang
3. Melakukan pemeliharaan dan perawatan
(service) serta mengganti bagian-bagian
yang aus atau memberi pelumasan
kendaraan/alat-alat berat dan genset
sehingga masih sesuai dengan umur
teknisnya.
4. Mengelola limpasan aliran permukaan
dengan saluran drainase dan kolam – kolam
sedimentasi
5. Segera melakukan revegetasi lahan dengan
tanaman penutup (cover crop) dan
tanaman penghijauan yang cepat tumbuh
khususnya pada lokasi sumber dampak.
Program Bantuan sarana/fasilitas 1. Kegiatan perbaikan sarana dan
Pemberdayaan masyarakat serta perbaikan prasarana umum dikerjakan sesuai
Masyarakat sarana umum, serta memberikan keputusan bersama dengan
kursus-kursus dan pelatihan pada masyarakat.
masyarakat di sekitar lokasi 2. Melaksanakan program CSR secara
kegiatan tambang. transparan dan tepat sasaran
3. Mengutamakan sarana penting
seperti kesehatan dan pendidikan
yang pengawasannya oleh aparat
desa dan kelompok masyarakat.
Kegiatan Penggalian Terjadinya konflik sosial antara 1. Melakukan sosialisasi lebih lanjut
(Eksploitasi) kelompok masyarakat maupun tentang kegiatan penggalian bijih
antara masyarakat dengan kepada masyarakat lingkar tambang.
perusahaan. 2. Membentuk lembaga penyelesaian
konflik yang terdiri dari tokoh
masyarakat, pemerintah desa,
pemerintah kecamatan, pemerintah
kabupaten, pihak TNI dan Polri,
serta pihak perusahaan.
meningkatnya gangguan 1. Melakukan
kesehatan masyarakat / pola pembasahan/penyiraman pada
penyakit yang berada di lokasi material tambang yang telah
sekitar kegiatan pengolahan dilakukan pemecahan
2. Memasang jaring penangkap debu
(dust screen) disekitar lokasi
crushing plant dengan tinggi
3. Melakukan penanaman berjarak
rapat disekitar lokasi stockpile.
Kegiatan Reklamasi Perubahan bentang alam 1. Paling lama 1 (satu) bulan,lokasi Pit yang sudah selesai
(morfologi) pada lokasi ditambang segera dilakukan reklamasi lahan.
Pasca Tambang
2. Jika bukaan pit pertama telah selesai penambang, maka
kegiatan penambangan.
meterial tanah penutup pada bukaan Pit kedua
digunakan untuk penimbunan pit pertama (backfill) dan
seterusnya mengikuti arah kemajuan tambang yang
telah disetujui pemerintah.
3. Setelah kegiatan backfilling selesai,maka selanjutnya
dilakukan recountoring lahan dan penebaran top soil
dengan ketebalan minimal 30 cm secara merata dan
dilakukan analisa kualitas tanah.
4. Pada lahan yang sudah direvegetasi wajib dilakukan
pemeliharaan yang meliputi pemupukan pengendalian
gulma, hama dan Lahan yang telah dilakukan penebaran
top soil segera ditanami dengan tanaman penutup dan
tanaman cepat tumbuh untuk mencegah terjadinya
erosi.
5. Penimbunan lubang bekas galian/tambang dilakukan
dengan pengaturan ketinggian dan memperhatikan
topografi sekitarnya sehingga tidak terjadi genangan air
permanen dan sesuai dengan kajian geoteknik.
6. Luas dan jumlah lubang tambang yang terbentuk
maksimal sesuai dengan kajian FS dan dokumen AMDAL,
RKL dan RPL yang disetujui pemerintah.
Tidak meningkatnya gangguan 1. Menyegerakan reklamasi pada lahan pasca
kesehatan masyarakat di lokasi tambang
sekitar kegiatan pertambangan 2. Melakukan evaluasi terhadap kualitas air
dan udara
3. Meminta masyarakat untuk melanjutkan
program kesehatan yang telah dilaksanakan
sebelumnya
Pelepasan Tenaga Berkurangnya tenaga kerja yang 1. Memberikan Pelatihan Purnabhakti kepada
Kerja dibutuhkan perusahaan seiring karyawan, utamanya karyawan dari
dengan habisnya cadangan masyarakat lokal berupa pelatihan
tambang keterampilan khusus yang dapat digunakan
saat tambang ditutup karena cadangan
habis.
2. Memberi penyuluhan sejak dini bahwa
perusahaan suatu waktu akan berhenti
beroperasi karena cadangan tambang telah
habis.
3. Memberi motivasi pada karyawan khususnya
karyawan dari masyarakat lokal untuk
dapat mengembangkan usaha lain yang
tidak bergantung pada industri
pertambangan.