Anda di halaman 1dari 19

KONSEP

PEMBELAJARAN
KLINIK
Ammah Mustofiyah
Coleta Retna Warini
Deis Rosmawati
Rani Sukma Dahliani
Standarisasi Proses Pendidikan Bidan salah satunya
dengan pola pembelajaran :

Di Kelas

Klinik Laboraturium
Pembelajaran Klinik

Suatu sarana yang dapat memberi kesempatan kepada peserta


didik untuk menerapkan dasar-dasar pengetahuan teori ke dalam
pembelajaran dengan menerapkan berbagai keterampilan
intelektual dan psikomotor yang diperlukan untuk memberikan
asuhan kebidanan yang berkualitas dan berfokus pada pasien.
Managemen Bimbingan Klinik

• Pada hakekatnya bimbingan klinik adalah bantuan yang diberikan


kepada peserta didik u/ mencapai kompetensi dan
mengembangkan kemampuan serta kesanggupan dalam
melaksanakan asuhan di tatanan pelayanan yang nyata

• Manajemen pembelajaran klinik adalah suatu cara mengelola proses


belajar mengajar dengan menerapkan teori-teori manajemen untuk
menunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran klinik
Unsur-unsur Yang Berkaitan Dengan Proses
Pembelajaran

Mahasiswa Kurikulum

Dosen/
pembimbing Sarana
klinik
Pembelajaran
yang berkualitas
Tujuan Bimbingan Klinik

Membantu peserta didik menyesuaikan diri dengan


lingkungan tempat praktek

Memberikan kesempatan pada peserta didik u/


menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang
dipelajari dikelas secara terintergrasi kesituasi nyata

Mengembangkan potensi peserta didik dalam


menampilkan perilaku atau keterampilan yang bermutu
kesituasi nyata dalam praktek
Teori Yang Mendukung Dalam
Pembelajaran Klinik

Pembelajaran Orang
Dewasa (Teori
Andragogi)
Teori belajar
keperilakuan
(Behaviorisme)

Teori belajar
kognitivisme

Teori belajar
humanisme

Teori belajar
sibernetika
Pembelajaran Orang Dewasa
(Teori Andragogi)

• Kegiatan belajar dari peserta didik bukan kegiatan mengajar


dosen
• Menurut Schon DA (1997) dalam Nursalam (2008), yang
terpenting dalam pendidikan orang dewasa adalah apa yang
dipelajari peserta didik, bukan apa yang diajarkan pengajar.
• Artinya, hasil akhir yang dinilai adalah apa yang diperoleh
orang dewasa dalam pertemuan pendidikan/pelatihan, bukan
apa yang dilakukan pengajar, pelatih atau penceramah
dalam pertemuannya.
Teori Belajar Behaviorisme

• Teori behaviorisme memandang bahwa belajar merupakan


perubahan tingkah laku, yang bisa di amati, di ukur dan di nilai
secara konkrit, karena adanya interaksi antara stimulus dan
respon
• Hal ini dapat terjadi pada mahasiswa kebidanan dimana
pengalaman belajar tidak hanya dengan teori tetapi juga
melalui praktik klinik dengan menangani langsung pasien
sehingga muncul interaksi antara stimulus dan respon
Teori Belajar Kognitivisme

• Piaget dalam Cahyo (2011) menjelaskan tentang penerapan


model belajar kognitivisme di mana mahasiswa yang aktif
menciptakan struktur kognitif dalam interaksinya dengan
lingkungan belajar.
• Berdasarkan penjelasan Piaget tersebut, pengetahuan diperoleh
dari tindakan dan ditentukan dari keaktifan mahasiswa dalam
berinteraksi dengan lingkungan belajarnya dalam hal ini pasien.
• Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dari tindakan dan
berinteraksi aktif dengan pasien melalui praktik klinik.
Teori Belajar Humanisme

• Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk


memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si
pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri.
• Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat
laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-
baiknya.
• Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut
pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang
pengamatnya.
Teori Belajar Sibernetika

• Dalam teori belajar sibernetik berorientasi pada pemrosesan


informasi.
• Pemrosesan informasi mengacu kepada cara-cara orang
menangani rangsangan dari lingkungan, mengorganisasi data,
melihat masalah, mengembangkan konsep dan memecahkan
masalah dengan menggunakan lambang/simbol-simbol baik
verbal maupun non verbal.
Konsep Pembelajaran Di Laboratorium

• Pembelajaran di laboratorium merupakan proses pembelajaran


yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengaplikasikan teori dan konseptual model yang mendukung
pembelajaran praktikum di laboratorium

Manfaat laboratorium bagi pendidikan tenaga kesehatan setidaknya


mencakup hal sebagai berikut :

• Merupakan unsur penunjang

• Meningkatkan mutu pendidikan

• Menyiapkan peserta didik menjadi terampil sebelum ke lahan (Rumah


Sakit, Puskesmas, Rumah Bersalin dan komunitas).
Lingkungan Pembelajaran Di
Laboratorium

Untuk menunjang pembelajaran, beberapa hal penting yang harus


dimiliki oleh suatu laboratorium yang terorganisir dengan baik adalah
• Efisien dan efektif
• Sehat dan aman
• Memenuhi kebutuhan psikologis mahasiswa yang berpraktek
• Dapat dikontrol dosen pengelola setiap saat
• Menjamin keselamatan alat dan mahasiswa
• memberikan suasana pandangan yang menyenangkan.
Metode Pembelajaran Di
Laboratorium

• Demonstrasi (Peragaan)
• Simulasi
• Roleplay
• Bedside Teaching
• Peer Learning (Model Anatomi)
Aspek-aspek Dalam
Pembelajaran Klinik

Aspek Afektif Aspek Kognitif Aspek Psikomotorik


(Sikap) (Pengetahuan) (Keterampilan)

Penilaian pencapaian kompetensi pembelajaran dilakukan


untuk menilai aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap
dengan menggunakan standart kelulusan
Strategi Penilaian Untuk
Masing-masing Aspek

• Penilaian pencapaian kompetensi untuk aspek pengetahuan


• Penilaian untuk aspek sikap ditekankan terhadap sikap dalam
pelaksanaan langkah-langkah kegiatan sesuai dengan standar
• Penilaian pencapaian kompetensi untuk aspek ketrampilan
menggunakan standar kelulusan berdasarkan kompeten atau
tidak kompeten

Apabila ada salah salah satu komponen yang dinilai dalam sub
kompetensi yang tidak dikuasai/tidak kompeten, mahasiswa
diberi umpan balik segera setelah penilaian selesai, selanjutnya
mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengikuti penilaian
ulang
KEUNGGULAN
PEMBELAJARAN KLINIK

Pembelajaran klinik berfokus pada masalah nyata dalam konteks praktik


profesional.

Peserta didik termotivasi oleh kesesuaian kompetensi yang di lakukan melalui


partisipasi aktif pembelajaran klinik

Lingkungan klinik merupakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar


pemeriksaan fisik, argumentasi klinik, pengambilan keputusan, empati, serta
profesionalisme yang di ajarkan dan di pelajari sebagai satu kesatuan.

Melalui metode pembelajaran klinik mahasiswa diharapkan dapat mencapai


tujuan pembelajaran, dan mencapai target kompetensi yang terdiri dari tiga
domain yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik