Anda di halaman 1dari 17

Oleh:

Melani

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
2018
 Peneliti : Imam Subekti, Budi Susatia, Yusrizal

 Tempat penelitian : kelompok Senam Jantung


Sehat Velodrom Sawojajar Kota Malang

 Waktu penelitian : -
Berdasarkan data World Health Organization (WHO)
tahun 2005, dari 58 juta kematian didunia 17,5 juta
(30%) diantaranya disebabkan oleh penyakit jantung
dan pembuluh darah, terutama oleh serangan jantung
(7,6 juta) dan stroke (5,7 juta). Pada tahun 2015,
diperkirakan kematian akibat penyakit jantung dan
pembuluh darah di dunia meningkat menjadi 20 juta
(Depkes, 2009)
Senam jantung sehat adalah olahraga yang disusun
dengan selalu mengutamakan kemampuan jantung,
gerakan otot besar dan kelenturan sendi, agar dapat
memasukkan oksigen sebanyak mungkin ke dalam
tubuh. Senam jantung sehat bertujuan merawat jantung
dan pembuluh darah. Pembuluh darah yang sehat,
membuat kerja jantung menjadi optimal, karena kedua
organ tersebut bekerja saling berhubungan (Sarvasty,
2012). Senam jantung sehat menjadi salah satu olahraga
atau aktivatas fisik yang dapat bisa menurunkan resiko
terjadinya penyakit kardiovaskular.
 Problem :
 Dari fenomena di atas peneliti tertarik untuk
meneliti tentang “Gambaran resiko Penyakit
Jantung Koroner (PJK) pada kelompok Senam
Jantung Sehat Velodrom Sawojajar Kota Malang”.
 Intervensi: Senam Jantung Sehat
 Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah deskriptif survey, yaitu untuk mengetahui
gambaran resiko penyakit jantung koroner pada
kelompok Senam Jantung Sehat Velodrom Malang.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini komunitas
Senam Jantung Sehat yang berjumlah 51 orang. Sampel
dalam penelitian ini adalah anggota Senam Jantung Sehat
Velodrom dengan jumlah 50 orang Adapun kriteria
inklusi dalam penelitian ini yaitu tercatat sebagai anggota
Senam Jantung Sehat Velodrom Sawojajar Kota Malang,
mengikuti Senam Jantung Sehat satu kali dalam seminggu
dan bersedia menjadi responden. Teknik pengambilan
sampel menggunakan teknik porposive sampling.
 Dilihat dari segi umur didapatkan sebagian besar
pada interval umur 25–49 tahun yaitu 29
responden (58%) dan 21 orang (42%) berumur
≥50 tahun. Bila dikaitkan dengan jenis kelamin
dapat diketahui bahwa responden laki-laki
dengan umur 25–49 tahun sebanyak 10 orang
dan perempuan dengan umur yang sama
sebanyak 19 orang. Dari 21 orang responden yang
berumur ≥50 tahun dapat dibagi sebanyak 4
orang laik-laki dan 17 perempuan.
 Berdasarkan status merokok dapat diketahui bahwa
sebanyak 43 responden (86%) bukan perokok,
status perokok sebanyak 4 responden (8%), dan
sebanyak 3 orang (6%) yang mengaku bekas perokok.

 Responden yang memiliki penyakit diabetes mellitus


hanya sebagian kecil saja yaitu 4 responden (8%),
dan tidak menderita penyakit diabetes mellitus yaitu
46 responden (92%). Perbandingan jenis kelamin
pengidap diabetes mellitus antara perempuan dan
laki-laki adalah sama, masing- masing 2 orang (4%)
 Berdasarkan status tekanan darah didapatkan sebagian
besar memiliki tekanan darah normal yaitu 36
responden (72%) dan sebagian kecil memiliki Hipertensi
tingkat l yaitu 9 responden (18%), sebanyak 5
responden (10%) di kategorikan sebagai tekanan darah
normal tinggi

 Indeks massa tubuh responden dikategorikan sebagai


Normal, Lebih dan Obesitas dan hasil yang didapatkan
adalah sebanyak 38 responden (76%) IMTnya Normal,
sedangkan 11 responden (22%) dikategorikan Lebih dan
hanya 1 responden (2%) saja yang mempunyai kategori
Obesi tas. Responden dengan kategori Obesitas
didapatkan pada 1 orang perempuan.
 Berdasarkan hasil penelitian pada kelompok
Senam Jantung Sehat Velodrom, didapatkan hasil
sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu
36 responden atau 72% dan hampir setengahnya
berjenis kelamin laki-laki yaitu 14 responden atau
28%. Hal ini dimungkinkan minat dari permpuan
lebih besar dari pada laki-laki dan laki-laki
beranggapan bahwa sudah melakukan kerja
sehingga tidak perlu melakukan senam.
 Pada faktor usia didapatkan hasil sebagian besar
pada interval umur 25–49 tahun yaitu 29
responden (58%) dan hampir setengahnya
berumur 50 tahun yaitu 21 responden (42%).
Sebagian besar responden yang mengikuti senam
jantung sehat ini adalah responden yang berusia
dibawah 50 tahun dimungkinkan karena
masihmemiliki kemampuan fisik yang relatif
masih kuat untuk mengikuti kegiatan senam.
 Sebagian besar responden tidak menderita
penyakit diabetes mellitus (92%), sehingga
memiliki resiko rendah terjadinya penyakit
jantung. Namun dalam penelitian ini, responden
tidak diukur kadar gula darahnya pada saat
penelitian. Data hanya berdasarkan riwayat
penyakit yang ditanyakan melalui wawancara
dengan responden.
 Sebagian besar responden memiliki tekanan
darah normal yaitu 72%. Sehingga kelompok
senam ini memiliki resiko rendah untuk penyakit
jantung. Sebagian besar yang memiliki tekanan
darah normal dimungkinkan karena gaya
hidup yang sehat seperti kebiasaan olahraga yang
cukup, pola makan yang baik, pola istirahat tidur
cukup dan kopping dalam menghadapi stres.
 Responden memiliki indeks masa tubuh normal
yaitu 76%, sehingga kelompok ini memiliki resiko
rendah untuk penyakit jantung. Responden
dengan indeks masa tubuhnya normal
dikarenakan sebagian besar responden
melakukan olahraga cukup dan asupan nutrisi
yang baik.
 Berdasarkan analisis faktor resiko, kelompok Senam
Jantung Sehat Velodrom Malang, 23 responden (46%)
memiiliki resiko PJK sedang, dan 6 responden
(12%)meiliki resiko PJK tinggi.
 Kelompok Responden dengan resiko sedang,
memiliki 2–3 faktor resiko dari 5 faktor resiko yang
ada yaitu: usia diatas 50 tahun, jenis kelamin laki- laki
dan memiliki riwayat hipertensi dan penyakit
diabetes Mellitus, serta faktor kegemukan.
Sedangkan yang beresiko tinggi karena memiliki lebih
dari tiga faktor resiko tersebut.
 Melalui senam jantung sehat diharapkan resiko
terjadinya penyakit jantung koroner dapat
dikurangi. Tujuan utama senam jantung untuk
menjaga kesehatan jantung.
Sedangkan manfaat senam jantung khususnya bagi
usia lanjut adalah memperlancar aliran darah dari
jantung keseluruh tubuh, mampu membakar
sumbatan kolesterol dan lemak dalam tubuh yang
cenderung membawa penyakit seperti stroke dan
jantung koroner. Senam jantung juga dapat
menghilangkan trigliserida yang menjadi penyebab
kegemukan dan memperbaiki denyut nadi agar
selalu dalam kondisi normal dan stabil