Anda di halaman 1dari 52

BAGIAN/SMF RADIOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN

GAMBARAN RADIOLOGI PADA


OSTEOARTHRITIS
Oleh:

Mustaqin Maulidya Magfirah Cut Radita Milati


1607101030051 1607101030044 1607101030099

Pembimbing:
Dr. dr. Iskandar Zakaria, Sp. Rad
PENDAHULUAN

Osteoarthritis (OA) merupakan


penyakit sendi yang kronik dan
progresif. Osteoartritis lutut
adalah bentuk artritis kronis yang
paling banyak dijumpai.
Konsep terbaru dari OA lutut
menyatakan bahwa OA tidak hanya
mengenai struktur tulang rawan
sendi, tetapi juga dapat
mempengaruhi komponen sendi
lutut lainnya, seperti tulang
subkondral, membran sinovium,
meniskus, ligamen maupun tendon
di sekitar sendi. Oleh karena itu,
imaging pencitraan dari OA
memerlukan tehnik dan modalitas
yang mampu memvisualisasikan
berbagai struktur anatomi dalam
sendi yang terlibat.
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
• Nama : Ny.Ruhana Idris
• Umur : 78 Tahun
• Jenis kelamin : Perempuan
• Alamat : Aceh Besar
• Pekerjaan : IRT
• Status Pekawinan : Kawin
• Agama : Islam
• Tanggal Masuk RS : 12 Agustus 2017
ANAMNESIS
Keluhan Utama:

• Nyeri lutut kanan dan kiri

Keluhan Tambahan

• Badan terasa lemas.

Riwayat Penyakit Sekarang

• Pasien datang dengan keluhan nyeri saat lutut kanan dan kiri sejak 12 tahun
lalu dan memberat sejak 3 bulan terakhir. Nyeri dirasakan bertambah saat
berdiri dan berjalan. Sejak 12 tahun yang lalu pasien hanya bisa berbaring
ditempat tidur. Awalnya nyeri dirasakan pada lutut kanan, namun sejak 5
tahun yang lalu nyeri yang sama juga dirasakan pada lutut kiri. Nyeri
bertambah pada saat posisi kaki bergerak dan terdengar bunyi
gemertak.Pasien juga mengeluhkan kaku lutut saat bangun pagi.
Riwayat Penggunaan Obat:

• Pasien mengkonsumsi obat-obat di rumah sakit


berupa obat nyeri dan antibiotik, namun pasien
lupa nama obatnya.

Riwayat Penyakit Dahulu

• Keluhan seperti ini belum pernah dikeluhkan


pasien, Riwayat Hipertensi (+) sejak 10 tahun lalu
dan mengkonsumsi obat tidak teratur, diabetes
melitus (-), asma (-), riwayat asam urat tinggi (-).
Riwayat Penyakit Keluarga

• Tidak ada keluarga pasien yang mengeluhkan


hal yang sama dengan pasien.

Riwayat Kebiasaan Sosial

• Pasien tidak merokok, tidak minum minuman


yang ber alkohol.
STATUS INTERNUS

Compos
mentis, 140/80 82 kali 20 kali
36,7 ºC
sakit mmHg /menit / menit
sedang
Pemeriksaan Fisik
Kepala
• Bentuk :Normochepali
• Mata :Konjungtiva palpebra inferior anemis (-),
Sklera ikterik (-), pupil bulat isokor Ø 3 mm ka-
ki, reflek cahaya (+/+)
• Hidung :Bentuk normal, nafascupinghidung (-),
secret (-), darah (-), deviasi septum (-)
• Telinga :Bentuk normal, sekret (-/-), darah (-/-)
• Bibir :Bibir kering (-), sianosis (-)
• Ronggamulut :Mukosa buccal hiperemis (-)
Leher
• Tampak Pembesaran kelenjar tiroid (-), TVJ meningkat (-), deviasi trakea
(-), pembesaran kelenjar getah bening (-)
Pemeriksaan Fisik Thorax
Inspeksi
Dinding dada simetris
Penggunaan otot bantu nafas (-)

Palpasi Auskultasi
Stem fremitus Paru kanan, paru kiri Kesan Suara nafas Paru kanan Paru kiri

Lap. Paru Atas Ka=Ki Normal Lap. Paru Atas Vesikuler Vesikuler

Lap. Paru Tengah Ka=Ki Normal Lap. Paru Suara nafas Vesikuler
Tengah melemah
Lap. Paru Bawah Ka=Ki Normal Lap. Paru Suara nafas Vesikuler
Bawah melemah

Perkusi
Paru kanan Paru kiri
Lap. Paru Atas Sonor Sonor
Lap. Paru Tengah Sonor Sonor
Lap. Paru Bawah Sonor Sonor
Pemeriksaan Fisik Abdomen
Inspeksi
Bentuk : datar, simetris, benjolan (-)

Palpasi
Hati : tidak teraba
Auskultasi
Lien : tidak teraba Bising Usus (-)
Ginjal : tidak teraba
Massa : tidak ada

Perkusi
Timpani/pekak : timpani
Asites : tidak ada
Auskultasi : bising usus (+) normal
Pemeriksaan Fisik Ekstremitas
Umum
Akral dingin, (-)
Edema eksterimitas atas (-/-)
Edema eksterimitas bawah (-/-)

ROM
Terbatas pada ekstremitas bawah (+/+)
Pemeriksaan Penunjang

Foto Genu AP/LAT dextra dan Sinistra


(12 Agustus 2017)
Anatomi dan Fisiologi Tulang

Tulang berasal dari embrionic hyaline


cartilage
Melalui proses osteogenesis menjadi
tulang
Proses ini dilakukan oleh sel-sel yang
disebut osteoblast
Tulang terdiri dari sel-sel dan matriks
ekstraselular

Osteosit, osteoblas dan osteoklas


ANATOMI TULANG
ANATOMI SENDI LUTUT
Anatomi dan Fisiologi Tulang

Tulang Panjang

Tulang Pendek (Carpals)

Tulang Pendek Datar (Tengkorak)

Tulang Yang Tidak Beraturan (vertebrae)

Tulang Sesamoid
Fungsi Tulang
• Mendukung jaringan tubuh dan memberikan bentuk
1 tubuh

• Melindungi organ tubuh (misalnya jantung, otak dan


2 paru-paru) dan jaringan lunak

• Memberikan pergerakan (otot yang berhubungan


3 dengan kontraksi dan pergerakan)

• Membentuk sel-sel darah merah di dalam sum-sum


4 tulang belakang (hematopoiesis)

• Menyimpan garam mineral, misalnya kalsium, fosfor


5
Definisi

Osteoarthritis (OA)  bahasa Yunani 


arthron = sendi dan itis = inflamasi

Osteoartritis (OA)  penyakit degeneratif yang


berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Sendi
penyangga berat badan  vertebra, panggul, lutut
dan pergelangan kaki
Definisi

Osteoartritis (OA)  Gangguan sendi yang kronis


disertai kerusakan tulang rawan sendi, diikuti osteofit
dan fibrosis pada kapsul sendi

Timbul akibat  Penuaan, trauma, atau akibat


kelainan lain. Keadaan ini tidak berkaitan dengan
faktor sistemik ataupun infeksi
Epidemiologi

• Melaporkan  satu dari tiga orang dewasa


Felson memiliki tanda-tanda radiologis terhadap OA.
• OA pada lutut merupakan tipe yang paling umum
(2008) dijumpai

• Dewasa kelompok umur 60-64 tahun = 22%


Joern et al • Pria 23% OA lutut kanan, 16,3% OA lutut kiri
(2010) • Wanita  24,2% OA lutut kanan, 24,7% lutut kiri
Etiologi dan Faktor Resiko

Kelainan
Usia Riwayat trauma pertumbuhan
tulang

Riwayat cedera Pekerjaan dan


Obesitas
sendi beban berat

Kepadatan
Jenis kelamin Genetik
tulang
Klasifikasi

OA

Primer Sekunder

Idiopatik Trauma Genetik Metabolik


Patogenesis

• Terjadi penurunan kadar proteoglikan, kolagen masih normal


• Chondrosit  MMP  kerusakan matrik
1
• Rawan sendi rusak  celah sendi

• Celah makin dalam (mendekati subchondral)


2

• Celah mecapai subchondral  pecah


3 • Rawan sendi tidak rata

• Serpihan sendi masuk sinovial


• Aktivasi sinoviosit  inflamasi
4 • Chondropsit mati  Matrik tidak terbentuk
Manifestasi Klinis
1 • Nyeri Sendi

2 • Kekakuan

3 • Krepitasi

4 • Pembengkakan sendi

5 • Kemerahan pada sendi

6 • Hambatan gerakan sendi (ROM)

7 • Perubahan gaya berjalan


Diagnosis
• Riwayat Perjalanan penyakit
Anamnesis • Faktor Resiko
• Penyakit penyerta

• Hambatan Gerak
• Pembengkakan Sendi Asimetris
Pemeriksaan • Krepitasi
Fisik • Tanda Peradangan
• Deformitas Sendi
• Perubahan Gait

Pemeriksaan • Laboratorium
Penunjang • Radiologis
Kriteria Diagnosis OA menurut
American Collage of Rheumatology
Gejala Klinis +
Gejala Klinis Gejala Klinis + Radiologis
Laboratorium
KU: Nyeri sendi KU: Nyeri sendi
KU: Nyeri sendi
Minimal 3 dari 6 kriteria : Minimal 1 dari 3 kriteria :
Minimal 5 dari 9 kriteria :

Usia>50 thn Usia>50 thn Usia>50 thn


Kaku Pagi <30 menit +
Kaku Pagi <30 menit Osteofit
Krepitasi
Nyeri Tekan Kaku Pagi <30 menit
Krepitasi
Pembesaran +
Nyeri Tekan tulang/sendi Osteofit
Tidak panas pada
Pembesaran perabaan Krepitasi
tulang/sendi LED <40 mm/jam
+
RF <1:4
Tidak panas pada Analisa cairan sendi osteofit
perabaan Normal
Differential Diagnose
Gambaran
Radiologi Osteoartritis Artritis Reumatoid Arthritis Gout Arthritis Septik
Sendi penyangga Mengenai sendi Paling sering pada Sering
berat badan kecil PIP, MCP, MTP 1 monoartikular pada
seperti coxae, elbow joint, ankle sendi besar,
Daerah Predileksi genu, vertebre. joint
Kronis pada sendi
Monoartikular besar (genu)
Poliartikular
Baik, hingga Baik, hingga
Celah sendi Menyempit Menyempit
menyempit menyempit
Tidak ada Erosif sekitar sendi Erosi pada pinggir Tidak ada
tulang “over
hanging lip”
Erosi Punched out
dengan garis
sklerotik
Asimetris Simetris dan Asimetris Asimetris
Simetri bilateral
Ada Ada (pseudocyst) Tidak Ada Tidak ada
Kista
Ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Osteofit
Perbadingan OA dengan RA dan Gout
Differential Diagnose

Gout Arthritis

OsteoArthritis Rheumatoid Arthritis


Arthritis Septik
Pemeriksan Penunjang

Laboratorium
• Peningkatan Leukosit

Radiologi
• X-ray
• MRI
• USG Cairan Sinovial
1.Radiografi Polos (X-Ray)
Penyempitan celah
sendi yang
• Vvvvvvvvb
seringkali asimetris

Osteofit pada pinggir


sendi

Peningkatan densitas
(sclerosis) tulang
subkondral

Kista tulang

Perubahan struktur
anatomi sendi
Tabel. Gambaran Radiologis Pada OA Menurut Kellgren & Lawrence

Grade of
Deskripsi
OA
0 Normal, tidak ada gambaran kelainan radiologis

1 Meragukan, tampak osteofit minimal dengan gejala klinis yang


meragukan
2 Minimal, tampak osteofit dan celah sendi normal
3
Sedang, tampak osteofit dengan penyempitan celah sendi sedang
4
Berat, tampak osteofit dan penyempitan celah sendi berat dan
tampak sklerosis
Kellgren & Lawrence
- Gambar atas kiri : pandangan anteroposterior menunjukkan menyempitnya celah
sendi (tanda panah)
- Gambar bawah kiri : pandangan lateral menunjukkan sklerosis yang ditandai
terbentuknya osteofit (tanda panah)
- Gambar atas kanan : menyempitnya celah sendi (tanda panah putih) menyebabkan
destruksi padapada kartilago dan sunchondral (tanda panah
terbuka)
- Gambar bawah kanan : ditemukan kista subchondral (tanda panah)
Pencitraan radiologis sinar-x pada osteoarthritis panggul
Gambar atas : gambar pertama menunjukkan penyempitan celah sendi pada panggul
(tanda panah putih), sklerosis subchondral (kepala panah putih), dan
terbentuknya kista (kepala panah transparan).
Gambar bawah: gambar kedua diambil 2 tahun setelah gambar pertama yang
menunjukkan semakin menyempitnya celah sendi (tanda panah putih)
dan sklerosis (kepala panah putih).
Gambaran sendi panggul normal Adanya pembentukan osteofit pada
sendi panggul
Pencitraan radiologis sinar-x osteoarthritis pada panggul

Rheumatoid arthritis dengan osteoartritis sekunder. Gambaran radiologis


panggul anteroposterior menunjukkan penyempitan ruang sendi setiap
sendi panggul. Perhatikan erosi (anak panah) dan osteofit (panah)

Sumber : Jacobson, JA, et al. 2008. Radiographic Evaluation of Arthritis : Degenerative Joint Disease and Variation. Radiology. 248(3) : 737-747.
Pencitraan radiologis sinar-x osteoarthritis pada pinggul

Kedua gambar di atas menunjukkan penyempitan ruang superolateral


sendi, sklerosis, kista subkondral, dan pembentukan osteofit (panah)
Sumber : Jacobson, JA, et al. 2008. Radiographic Evaluation of Arthritis : Degenerative Joint Disease and Variation. Radiology. 248(3) : 737-747.
OA pada jari tangan OA pada jari kaki

Gambaran radiologis posteroanterior menunjukkan penyempitan ruang sendi


interphalangeal, sklerosis subchondral, dan pembentukan osteofit (panah)
Sumber : Jacobson, JA, et al. 2008. Radiographic Evaluation of Arthritis : Degenerative Joint Disease and Variation. Radiology. 248(3) : 737-747.
Osteofit pada sendi jari tangan (DIP 1) Pembentukan sklerosis subkondral
Pencitraan radiologis sinar-x osteoarthritis pada lutut

Gambaran radiologis anteroposterior lutut menunjukkan penyempitan


ruang sendi, sklerosis, dan pembentukan osteofit (panah)

Sumber : Jacobson, JA, et al. 2008. Radiographic Evaluation of Arthritis : Degenerative Joint Disease and Variation. Radiology. 248(3) : 737-747.
Adanya pembentukan osteofit dan
Gambaran sendi tungkai normal penyempitan celah sendi pada
sendi tungkai
2. MRI

Gambaran MRI Sendi Lutut yang Normal


Radiografi Konvensional pada MRI : menunjukkan focal grade 3
lutut : menunjukkan terjadinya cartilage defect
penyempitan celah sendi pada
kompartemen lateral (panah
merah).
• Gambaran BML pada T2-weighted MRI,
tampak gambaran hiperintens pada tulang
subkondral tibia.
A. Radiografi Konvensional : tampak B. MRI : tampak adanya sclerosis
adanya sclerosis subchondral, subchondral
penyempitan ruang sendi, dan
osteofit
MRI :
Radiografi Konvensional :
-Osteophytosis terlihat lebih
pembentukan osteofit
jelas dan nyata
-Terdapat intercondylar
osteophyte
3. USG

A B
• Gambaran USG tulang rawan sendi lutut.
• (A) Tulang rawan hyalin merupakan struktur hipoekoik homogen
dengan tepi yang tegas, melapisi tulang subkondral yang terlihat
hiperekoik.
• (B) Lesi pada tulang rawan sendi berupa fibrilasi yang terlihat pada
USG sebagai iregularitas permukaan dan penipisan tulang rawan
sendi
Tatalaksana
Terapi

Non-
Farmakologis Bedah
Farmakologis

Edukasi OAINS

Terapi fisik dan Inhibitor COX-


rehabilitasi 2

Anti nyeri spt


Penurunan BB
asetaminofen
KESIMPULAN

Osteoartritis (OA) penyakit degeneratif yang


berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi

Diagnosis OA ditegakkan dengan pemeriksaan


rontgen x-ray yang menunjukkan gambaran osteofit.

Tatalaksana OA terdiri dari non-farmakologi,


farmakologi dan operatif.
TERIMA KASIH