Anda di halaman 1dari 15

Tugas Matakuliah : FARMAKOLOGI &

TOKSIKOLOGI I (2 SKS)

ANASTESI LOKAL
Oleh :
Frengki Donal Rumahorbo
NIM : 2014-51068
DEFENISI ANASTESI

Anestesi (pembiusan) berasal dari bahasa


Yunani. An-“tidak, tanpa” dan aesthesos,
“persepsi, kemampuan untuk merasa”. Secara
umum berarti suatu tindakan menghilangkan
rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan
berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan
rasa sakit pada tubuh (Wikipedia, 2008).

By : Frengki D R
 Berkurangnya sensasi pada area
tertentu dalam tubuh yang disebabkan
akibat depresi pada saraf atau
penghambatan proses konduksi pada
saraf tepi.
 Menyebabkan kehilangan sensasi tanpa
kehilangan kesadaran

By : Frengki D R
1. Jika nyawa penderita dalam bahaya karena kehilangan
kesadarannya

2. Kedaruratan karena tidak ada waktu untukmengurangi


bahaya anestesi umum.

3. Menghindari bahaya pemberian obat anestesi umum

3. Prosedur yang memerlukan kerja sama dengan


penderita
By : Frengki D R
5. Lesi superfisialis minor dan permukaan tubuh

6. Pemberian analgesik pascabedah. Contoh utama


adalah sirkumsisi, toraktomi, herniorafi, tempat donor
cangkok kulit serta pembedahan abdomen
7. untuk menimbulkan hambatan simpatik

8. Menyukai anestesi lokal serta dapat meyakinkan para


pihak lainnyabahwa anestesi lokal saja sudah cukup

By : Frengki D R
9. Anestesi topikal pada membran mukosa untuk
meningkatkan kenyamanan pasien selama injeksi
anestetik lokal

10. Anestesi lokal dengan memblok saraf atau anestesi


infiltrasi sebaiknya diberikan lebih dahulu sebelum
prosedur operati dilakukan dimana rasa sakit akan
muncul

11. Anestesi topikal pada membran mukosa dapat


digunakan untuk pertolongan sementara lesi pada
permukaan mulut

By : Frengki D R
1. Bila ada infeksi pada daerah injeksi atau pada
titik dimana anestetikum akan di deponirkan
2. Bila terdapat infeksi Vincent atau infeksi mulut
yang luas
3. Bila pasiem masih terlalu kecil (anak-anak)
sehingga sulit kooperatif
4. Pada penderita penyakit sistemik seperti
kardiovaskuler dan diabetes melitus
5. Kurangnya tenaga terampil yang mampu
mengatasi atau mendukung teknik tertentu.
6. Kurangnya prasarana resusitasi.
7. Infeksi lokal atau iskemia pada tempat suntikan.
By : Frengki D R
8. Pembedahan luas uang membutuhkan dosis
toksis anestesi lokal.
9. Distorsi anatomik atau pembentukan sikatriks.
10. Resiko hematoma pada tempat-tempat
tertentu akibat pengobatan dengan
antokoagulan,
cenderung perdarahan, atau hemofilia.
11. Jika dibutuhkan anestesi segeraatau tidak cukup
waktu untuk anestesi lokal untuk bekerja secara
sempurna.
12. Kurangnya kerjasama atau tidak adanya
persetujuan dari pihak penderita By : Frengki D R
Obat-obat Anastesi Lokal

 Anestetika lokal atau zat-zat


penghalang rasa setempat adalah obat
yang pada penggunaan lokal merintangi
secara reversibel penerusan impuls-
impuls saraf ke SSP
 Obat bius lokal mencegah pembentukan
dan konduksi impuls saraf. Tempat
kerjanya terutama di selaput lendir.

By : Frengki D R
Kriteria yang harus dipenuhi untuk suatu
jenis obat yang digunakan sebagai
anestetika lokal
 Tidak merangsang jaringan
 Tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap
susunan saraf
 Toksisitas sistemik yang rendah
 Efektif dengan jalan injeksi atau penggunaan
setempat pada selaput lendir
 Mula kerjanya sesingkat mungkin dan bertahan untuk
jangka waktu yang cukup lama
 Dapat larut dalam air dan menghasilkan larutan yang
stabil
 Tahan terhadap pemanasan/sterilisasi

By : Frengki D R
Contoh Obat Anastesi Lokal
Senyawa Golongan Senyawa lainnya
Ester • Fenol
• Tetrakin
• Benzilalkohol
• Benzokain
• Etilalkohol
• Kokain
• Etilklorida
• Prokain
• Cryofluoran
Senyawa Golongan
amida
• Dibukain
• Lidokain
• Mepivakain
• Prilokain
Cara Pemberian Anastesi Lokal

Cara pemberian anestesi lokal adalah dengan


menginjeksikan obat-obatan anestesi tertentu
pada area yang akan dilakukan sayatan atau
jahitan. Obat-obatan yang diinjeksikan ini lalu
bekerja memblokade saraf-saraf tepi yang ada
di area sekitar injeksi sehingga tidak
mengirimkan impuls nyeri ke otak

By : Frengki D R
KESIMPULAN
Anestetik lokal bekerja dengan cara menyebabkan
blokade yang reversibel atas konduksi sepanjang
serat saraf. Obat-obat yang dipakai berbeda dalam
hal potensi, toksisitas, lama kerja, stabilitas,
kelarutan dalam air, dan kemampuannya menembus
membran mukosa. Keragaman sifat ini menentukan
kesesuaian obat dalam berbagai cara pemberian,
misalnya topikal (permukaan), infiltrasi, pleksus,
epidural (ekstradural) atau blokade spinal. Anestetik
lokal juga digunakan untuk penghilang nyeri pasca
bedah, sehingga mengurangi kebutuhan analgesik
seperti opioid.

By : Frengki D R
Daftar Pustaka
 Goodman & Gilman, Manual Farmakologi
dan Terapi, Jakarta : EGC, 2011.
 M.D Olson, James. Bacaan Mudah
Farmakologi, Jakarta, 2003.
 http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-15-
anestesia/152-anestetik-lokal

By : Frengki D R
By : Frengki D R