Anda di halaman 1dari 10

Metayana T

Afif Prasetyo
Sitohang
DOSEN PENGAMPU

Mery Lestari, S.Sos.,


M.Si.
Muhammad Jorgi Nurul Fitri
RULE OF LAW

MENU
Definisi Prinsip – Prinsip

Dinamika Pelaksanaan

Sejarah Teori Negara Hukum


Rule of Law terdiri atas dua pengertian yaitu formal dan
hakiki. Pengertian Rule of Law secara formal ( resmi )
adalah sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi
(organized of law) contohnya adalah negara (state).
Sedangkan, pengertian Rule of Law secara hakiki (
sesungguhnya ) adalah terkait dengan penegakan Rule of
Law karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan
buruk (just and unjust law).
Rule Of Law adalah Suatu kekuasaan umum yang
terorganisasi karena menyangkut ukuran hukum yang baik
dan buruk.

MENU
Prinsip - prinsip Rule of Law Secara Formal :
1. Negara Indonesia adalah negara hukum. (pasal 1: 3)
2. Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu
tanpa kecuali. (pasal 27:1)
3. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan
kepastian hukum yang adil serta perlakuan sama di hadapan hukum.
(pasal 28 D:1)
4. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan
perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. ( pasal 28 D: 2)
Prinsip - prinsip Rule of Law secara Materil / Hakiki :
1. Berkaitan erat dengan the enforcement of the Rule of Law
2. Keberhasilan the enforcement of the rule of law tergantung pada
kepribadian nasionalmasing-masing bangsa (Sunarjati Hartono, 1982)
3. Rule of law mempunyai akar sosial dan akar budaya Eropa
(Satdjipto Rahardjo, 2003)
4. Rule of law juga merupakan suatu legalisme, aliran pemikiran
hukum, mengandung wawasan sosial, gagasan tentang hubungan antar
manusia, masyarakat dan negara.
5. Rule of law merupakan suatu legalisme liberal (Satdjipto Rahardjo,
2003). MENU
Dasar lain yang dapat dijadikan landasan bahwa indoanesia adalah
Negara hukum dalam arti materiil terdapat dalam pasal – pasal UUD
1945, sebagai berikut :
a. Pada Bab XIV tentang Perekonomian Negara dan kesejahteraan
sosial Pasal 33 dan pasal 34 UUD 1945, yang menegaskan bahwa
Negara turut aktif dan bertanggung jawab atas perekonomian Negara
dan kesejahteraan rakyat.
b. Pada bagian penjelasan umum tentang pokok – pokok pikiran dalam
pembuakaan juga dinyatakan perlunya turut serta dalam kesejahteraan
rakyat.
MENU
1. Supremasi hukum dari regular law untuk menentang pengaruh dari
arbitrary power dan meniadakan kesewenang-wenangan,prerogative atau
discretionary authority yang luas dari pemerintah.
2. Persamaan di hadapan hukum dari semua golongan kepada ordinary law
of the land yang dilaksanakan oleh ordinary court. Ini berarti bahwa tidak
ada orang yang berada di atas hukum,baik pejabat maupun warga negara
biasa berkewajiban menaati hukum yang sama.
3. Konstitusi adalah hasil dari the ordinary law of the land,bahwa hukum
konstitusi bukanlah sumber tetapi merupakan konsekuensi dari hak-hak
individu yang dirumuskan dan ditegaskan oleh peradilan, singkatnya,
prinsip-prinsip hukum privat melalui tindakan peradilan dan parlemen
sedemikian diperluas sehingga membatasi posisi Crown dan pejabat-
MENU
pejabatnya.