Anda di halaman 1dari 22

dr. I W Ari Wijana S Putra, M.

Si
masyarakat
Mewujudkan
yang sehat dan produktif
‘melalui
pelayanan kesehatan yang
modern dan profesional’
1. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan memantapkan sistem pelayanan
kesehatan yang berkualitas dan prima
2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menyediakan pelayanan
kesehatan yang profesional melalui peningkatan sumber daya kesehatan yang
berkualitas termaksud ketersediaan tenaga kesehatan profesional dan peralatan
kesehatan modern yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan

3. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan

memberdayakan masyarakat melalui peningkatan


partisipasi aktif dalam upaya promotif dan preventif
Pasal 67.
(1). Keamanan pangan diselenggarakan untuk

menjaga pangan tetap


aman, higienis, bermutu, bergizi, dan tidak
bertentangan dengan agama, keyakinan,
dan budaya masyarakat.
Pasal 68.

(1). Pemerintah dan pemerintah daerah ’MENJAMIN’ terwujudnya

penyelenggaraan keamanan pangan di setiap rantai


pangan secara terpadu
(2). Pemerintah menetapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria keamanan
pangan

(5). Pemerintah dan/atau pemerintah daerah wajib membina dan


mengawasi pelaksanaan penerapan norma, standar, prosedur, dan kriteria
keamanan pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
Pasal 69.
Penyelenggaraan keamanan pangan dilakukan melalui:
a. Sanitasi pangan
b. Pengaturan terhadap bahan tambahan pangan
c. Pengaturan terhadap pangan produk rekayasa genetik
d. Pengaturan terhadap iradiasi pangan
e. Penetapan standar kemasan pangan
f. Pemberian jaminan keamanan pangan dan mutu pangan; dan
g. Jaminan produk halal bagi yang dipersyaratkan
(2). Pangan olahan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) wajib memiliki sertifikat
produksi pangan industri rumah
tangga
(3). Sertifikat produksi pangan industri rumah tangga
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diterbitkan
oleh Bupati/Walikota cq. Dinas Kesehatan.
PENJELASAN PASAL 43 AYAT (3)

Penerbitan sertifikat produski pangan industri rumah tangga (SPP-IRT) oleh


Bupati/Walikota didasarkan atas dipenuhinya persyaratan Cara
Produksi yang Baik untuk Industri Rumah Tangga yang meliputi antara
lain:

 Persyaratan sanitasi,
 Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP), dan
 Label Pangan
Peraturan Kepala Badan POM RI No. HK.03.1.23.04.12.2205
Tahun 2012 tentang Pedoman pemberian sertifikat produksi
pangan industri rumah tangga (SPP-IRT)

Industri Rumah Tangga Pangan :

Perusahaan pangan yang memiliki tempat usaha di tempat tinggal dengan


peralatan pengolahan pangan manual hingga semi otomatis

Pangan produksi IRTP:

Pangan olahan hasil produksi IRTP yang diedarkan dalam kemasan eceran
dan berlabel
Peraturan Kepala Badan POM RI No. HK.03.1.23.04.12.2205
Tahun 2012 tentang Pedoman pemberian sertifikat produksi
pangan industri rumah tangga (SPP-IRT)

Label Pangan :
Setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya,
atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada,
atau merupakan bagian kemasan pangan

Produksi pangan:
Kegiatan atau proses menghasilkan, menyiapkan, mengolah, membuat, mengawetkan,
mengemas, mengemas kembali dan/atau mengubah bentuk pangan
Peraturan Kepala Badan POM RI No. HK.03.1.23.04.12.2205
Tahun 2012 tentang Pedoman pemberian sertifikat produksi
pangan industri rumah tangga (SPP-IRT)

Sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (SPP-


IRT):
Jaminan tertulis yang diberikan oleh Bupati/Walikota
terhadap pangan produksi IRTP di wilayah kerjanya yang
telah memenuhi persyaratan pemberian SPP-IRT dalam
rangka peredaran Pangan Produksi IRTP
Peraturan Kepala Badan POM RI No. HK.03.1.23.04.12.2205
Tahun 2012 tentang Pedoman pemberian sertifikat produksi
pangan industri rumah tangga (SPP-IRT)

Pemberian Sertifikat oleh Pemerintah Kab/Kota :


1. Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan
2. Sertifikat Produksi Pangan – Industri Rumah Tangga
CONTOH
Sertifikat oleh Pemerintah Kota Kupang
SERTIFIKAT PENYULUHAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN –
KEAMANAN PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA
1. Terdaftar/terregistrasi di Dinas
Kesehatan Kota Kupang sebagai pangan
olahan
2. Nomor SPP-IRT Berfungsi sebagai
nomor ijin edar yang BERLAKU
DI SELURUH INDONESIA
 Pengajuan perpanjangan SPP-IRT dapat
dilakukan paling lambat 3 (tiga)
bulan sebelum masa berlaku
SPP-IRT berakhir.
 Perubahan pemilik/penanggung jawab
IRTPharus dilaporkan
pada Dinas Kesehatan Kota Kupang
 Pencabutan SPP- IRT dilakukan oleh Kepala Dinas
Kesehatan Kota Kupang
 Alasan Pencabutan :
 Pemilik dan/atau penanggung jawab
perusahaan melakukan pelanggaran terhadap
peraturan yang berlaku
 Pangan terbukti sebagai penyebab Kejadian
Luar Biasa (KLB) keracunan pangan
 Pangan mengandung Bahan Berbahaya
 Sarana terbukti tidak sesuai dengan kriteria
IRTP
Dinas Kesehatan melakukan
monitoring dan
pengawasan terhadap
pemenuhan persyaratan
SPP-IRT yang telah diterbitkan minimal 1
(satu) kali dalam setahun