Anda di halaman 1dari 30

SINDROM STEVEN

JOHNSON
Ruang Magdalena
Rhidayanti Fitria Budiman 1420116029
Michail Mayer 1420116030
Melva Lestari Sinaga 1420116032
Angelita Herlinawati 1420116033
Natalia Magdalena 1420116039
Novita Dewi 1420116046
Tania Lorenza 1420116050
Niko Renaldi Situmorang 1420116052
Pendahuluan

SSJ merupakan kumpulan gejala (sindrom) berupa kelainan


dengan ciri eritema, vesikel, bula, purpura pada kulit pada muara
rongga tubuh yang mempunyai selaput lendir serta mukosa kelopak
mata. Penyebab pasti dari SSJ saat ini belum diketahui namun
ditemukan beberapa hal yang memicu timbulnya SSJ seperti obat-
obatan atau infeksi virus. mekanisme terjadinya sindroma pada SSJ
adalah reaksi hipersensitif terhadap zat yang memicunya.
Definisi
 Stevens Johnson Syndrome adalah sebuah kondisi mengancam jiwa yang mempengaruhi kulit
dimana kematian sel menyebabkan epidermis terpisah dari dermis. Sindrom ini diperkirakan
oleh karena reaksi hipersensitivitas yang mempengaruhi kulit dan membrane mukosa.
Walaupun pada kebanyakan kasus bersifat idiopatik, penyebab utama yang diketahui adalah
dari pengobatan, infeksi dan terkadang keganasan. (Amin Huda Nurarif 2015).
 Sindrom Stevens Johnsons merupakan sindrom yang mengenai kulit, selaput lendir
diorifisium, dan mata dengan keadaan umum bervariasi dari ringan sampai berat. Kelainan
pada kulit berupa eritema, vesikel/bula, dapat disertai purpura. (Arif Muttaqin, 2012).
Klasifikasi
Terdapat 3 derajat klasifikasi Sindrom Stevens Johnsons :
 Derajat 1 : erosi mukosa SJS dan pelepasan epidermis kurang dari 10%.
 Derajat 2 : lepasnya lapisan epidermis antara 10-30%.
 Derajat 3 : lepasnya lapisan epidermis lebih dari 30%
Anatomi Fisiologi Kulit
 Kulit dapat dibedakan menjadi
dua lapisan utama yaitu kulit ari
(epidermis) dan kulit jangat
(dermis/kutis). Kedua lapisan ini
berhubungan dengan lapisan
yang ada di bawahnya dengan
perantaraan jaringan ikat bawah
kulit (hipodrmis/subkutis).
Dermis atau kulit mempunyai
alat tambahan atau pelengkap
kulit yang terdiri dari rambut
dan kuku.
Beberapa penyebab Sindrom Stevens Johnson :

Efek
sampin
Infeksi g dari
obat-
obatan

Kegana Faktor
san idiopatik

efek samping dari


suplemen herbal SJS dapat
yang mengandung disebabka
ginseng atau karena n oleh
penggunaan kokain
infeksi viral
Pathway
Komplikasi
Sindrom Steven Johnsons sering sering menimbulkan komplikasi, antara lain :

 Kehilangan cairan dan darah.


 Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, shock.
 Oftalmologi – ulserasi kornea, uveitis anterior, panophthalmitis, kebutaan.
 Gastroenterologi – Esophageal strictures.
 Genitourinaria – nekrosis tubular ginjal, gagal ginjal, penile scarring, stenosis vagina.
 Pulmonari – pneumonia, bronchopneumonia.
 Kutaneus – timbulnya jaringan parut dan kerusakan kulit permanen, infeksi kulit sekunder.
 Infeksi sitemik, sepsis
Pemeriksaan Penunjang
 Laboratorium : biasanya dijumpai leukositosis atau eosinofilia. Bila disangka penyebabnya
infeksi dapat dilakukan kultur darah.
 Histopatologi : kelainan berupa infiltrat sel mononuklear, oedema dan ekstravasasi sel darah
merah, degenarasi lapisan basalis. Nekrosis sel epidermal dan spongiosis dan
edema intrasel di epidermis.
 Imunologi : dijumpai deposis IgM dan C3 di pembuluh darah dermal superficial serta
terdapat komplek imun yang mengandung IgG, IgM, IgA.
Penatalaksanaan

Menjaga Keseimbangan
Kortikosteroid Antibiotika Cairan, Elektrolit dan
Nutrisi

Transfusi Darah Perawatan Topikal


ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.Y
DENGAN SINDROM STEVEN JOHNSON (SS)
DIRUANGAN MAGDALENA
RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG
Cerita kasus

Pada tanggal 15 januari 2018 pukul 10.30 WIB Ny.Y berusia 40 yahun
dating ke IGD dengan keluhan gatal-gatal ± sejak 2 minggu yang lalu
setelah mengkonsumsi obat phenytoin (obat kejang) yang didapat dari
klinik , pada awalnya gatal hanya terasa di beberapa titik tertentu
namun gatal semakin menyebar, pada kulit kepala pun terdapat nanah.
Sebelum pasien ke rumah sakit pasien sudah berobat tetapi tetap tidak
ada perubahan
A. Pengkajian
Biodata
Indentitas Pasien Penanggung Jawab
Nama : Ny. Y
Nama : Tn. R
Usia : 40 tahun
Usia : 44 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam Jenis Kelamin : Laki-laki
Suku/Bangsa : Indonesia Pekerjaan : Wiraswasta
Status Pernikahan : Kawin Hubungan Dengan Klien : Suami
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
No RM : 01.357.750
Tanggal Masuk RS : Senin , 15 januari 2018
Tanggal pengkajin : Rabu , 17 januari 2018
Riwayat kesehatan
• Keluhan Utama : gatal-gatal
• Riwayat penyakit sekarang :
Pasien mengeluh gatal-gatal ± sejak 2 minggu yang lalu setelah mengkonsumsi obat phenytoin (obat
kejang) yang didapat dari klinik , pada awalnya gatal hanya terasa di beberapa titik tertentu namun
gatal semakin menyebar, pada kulit kepala pun terdapat nanah. Sebelum pasien ke rumah sakit
pasien sudah berobat tetapi tetap tidak ada perubahan
• Riwayat penyakit dahulu :
Pasien mengatakan bahwa pasien mengalami stroke sejak 2 tahun yang lalu
• Riwayat penyakit Keluarga :
Pasien mengatakan bahwa dalam anggota keluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit Sindrom
Steven Jhonson (SS) ataupun penyakit keturunan lainnya
NO Jenis Aktivitas Sebelum Sakit Sesudah Sakit

1 Makan
Bentuk Padat lunak
Frekuensi 3 x sehari 3 x sehari
Jumlah 1 porsi ¼ porsi bubur
Minum
Frekuensi Banyak Sedikit
Pola Aktivitas
2 Pola Eliminasi
BAB 1xsehari 2xsehari
Bau Khas feses Khas feses
BAK Lancar Lancar

3 Kebiasaan
Merokok Tidak ada Tidak ada
Alkohol Tidak ada Tidak ada

4 Mobilitas Sendiri Bantuan keluarga

5 Personal Hygiene
Mandi 2xsehari 1xsehari
Gosok Gigi 2xsehari Tidak pernah
Keramas 2xsehari Tidak pernah
Ganti Pakaian Setiap mandi 2xsehari
Gunting Kuku 1xseminggu Tidak pernah

6 Pola Istirahat
Siang (Waktu, Lama, Kualitas ) 2 jam Tidak teratur
Malam (Waktu, Lama, Kualitas )
7 jam 8 jam
Riwayat Psikososial Riwayat Spiritual
•Pola konsep diri
Dengan keadaan kulit pasien yang kemerahan
pasien merasa malu dengan keadaan yang seperti
• Ketaatan beribadah
itu, sehingga pasien tampak lebih murung dan
Meskipun dalam keadaan sakit, tetapi pasien
melamun, psien juga tampak gelisah
tetap melakukan ibadahnya dan berdoa kepada
•Pola kognitif
Allah SWT untuk kesehatan dirinya
Klien dengan sindrom steven jhonson akan
• Dukungan keluarga klien
mengalami kemeraha dan panas pada dikulitnya
Keluarga klien selalu berada disamping klien
•Pola istirahat tidur
untuk memotivasi kesembuhan dirinya
Klien sering terbangun dari tidurnya karena
• Riwayat yang biasa dijalankan klien
merasa gatal pada tubuhnya
Aktivitas lien terhambat dengan keadaan yang
•Pola Interaksi
seperti ini, karena tubuh klien yang lemas dan
Klien jarang berinteraksi dengan masyarakat
tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari
lainnya karena keadaan kulitnya yang membuat
seperti biasanya
dirinya malu dan lebih murung untuk bersosialisasi
dengan lingkungan sekitarnya.
Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum Kepala, rambut dan wajah


Kesadaran : Compos Metis Kepala : baik
GCS : M:5 E:4 V:4 Bentuk : bulat Telinga
Ukuran : simetris Bentuk : Normal
Warna : hitam Peradangan : tidak ada
Tanda-tanda Vital Bentuk : lurus Pendarahan : tidak ada
TD : 100/70 mmHg Kebersihan : ada ketombe Cairan : tidak ada
N : 80x/menit Struktur wajah : Oval Fungsi pendengaran: Baik
RR : 20x/menit Alat Bantu : tidak ada
S : 38.5 Oc Rongga mulut
SPO2: 99% Keadaan bibir : lesi
Mukosa : kering
Hidung Keadaan gusi : kering
Mata Bentuk : simetris Kesulitan menelan : ada
Bentuk : Simetris Perandangan : tidak ada Alat bantu bicara : tidak ada
Selera : Normal Fungsi penciuman : Normal Gigi : bersih
Konjungtiva : Anemis Lubang hidung : simetris
Retina : Normal Polip : tidak ada
Data Penunjang

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM


Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan
Glukosa darah 2 Jam PP 101 mg/dl <140

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM


Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan
Glukosa darah Sewaktu 64 mg/dl 60-99

HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM


Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan
Glukosa darah 2 Jam PP 110 mg/dl 10-100
Terapi obat

1. Methylprednisolone 2x62mg Intravena


2. Qv lotion 3x/hari Dioles
3. ikadryl 3x/hari Intravena
4. Clorpidogrel 1x75mg Peroral
5. Gentamicin 2x/hari Untuk kepala dioles
6. Ceftazidime 3x1gr Intravena
7. Cefixime 200mg 2x200mg Peroral
B. Analisis Data
No Data Etiologi Masalah
1. DS : Pasien Mengeluh Gatal-gatal di Kerusakan jaringan Gangguan integritas
seluruh tubuhnya ↓ kulit b.d lesi dan reaksi
Do : Terjadi peradangan inflamasi lokal
- kulit pasien lecet dan kemerahan ↓
- Ada lesi pada kulit pasien Kelainan kulit
- Pasien tampak garuk-garuk ↓
Esitema

Erosi luas diseluruh
tubuh

Kerusakan kulit

Gangguan integritas
kulit
2. DS : Pasien mengeluh panas Reaksi alergi Hipertermia b.d
di badannya ↓ reaksi
DO : Suhu :38,5 oC Komplek antigen peradangan
Nadi : 80x/menit dan antibody
RR : 20x/ ↓
TD : 100/70 Terperangkap
- Pasien tampak gelisah dalam jaringan
- Pasien tampak panas saat kapiler
diraba ↓
Jaringan kapiler
rusak

Akumulasi
neutrophil

Reaksi
peradangan

Hipertermi
3. DS : Pasien tidak selera makan dan Kelainan mukosa Nutrisi kurang dari
sulit menelan ↓ kebutuhan tubuh b.d
DO: Stomatitis intake tidak adekuat
- Berat badan 40 kg ↓
- Tinggi badan 150 cm Sukar menelan
- Batuk saat minum ↓
- Terdapat lesi di bibir Penurunan intake
- Relfek menelan klien kurang nutrisi
- Pasien makan ¼ porsi bubur ↓
Nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh

4. DS : Klien mengatakan merasa khawatir Respon psikologis Ansietas b.d ancaman


dengan penyakitnya ↓ pada status
DO : Kondisi kerusakan kesehatan/kondisi
- Pasien terlihat cemas jaringan kulit
- Pasien terlihat murung dan melamun ↓
- Pasien tampak tidak percaya diri Ansietas
C. Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan integritas kulit b.d lesi dan reaksi inflamasi local


2. Hipertermia b.d reaksi peradangan
3. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake tidak adekuat
4. Ansietas b.d ancaman pada status kesehatan/kondisi
D. Intervensi keperawatan
No.Dx Intervensi
I 1. Kaji kerusakan jaringan kulit yang terjadi pada klien.
2. Lakukan tindakan peningkatan integritas jaringan.
3. Lakukan oral higiene.
4. Tingkatkan asupan nutrisi.
5. Evaluasi kerusakan jaringan dan perkembangan pertumbuhan jaringan.
6. Lakukan intervensi untuk mencegah komplikasi.
7. Kolaborasi untuk pemberian antibiotik.
II 1. Kaji ulang suhu tubuh klien.
2. Berikan kompres hangat.
3. Berikan/ anjurkan pasien untuk banyak minum 1.500-2.000 cc/ hari (
sesuai yang ditoleransi )
4. Anjurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang tipis dan mudah
menyerap keringat.
5. Observasi intake dan output , tanda-tanda vital ( suhu, nadi, pernafasan,
tekanan darah ) setiap 3 jam atau sesuai indikasi.
III 1. Kaji intake klien
2. Tingkatkan intake makan melalui :
- Kurangi gangguan dari luar
- Sajikan makanan dalam kondisi hangat
- Selingi makan dengan minum
- Jaga kebersihan mulut klien
- Berikan makan sedikit tapi sering
3. Kolaborasi dengan ahli giziikan diet dan makanan ringan dengan
tambahan makanan yang disukai bila ada

IV 1. Ajarkan klien untuk mengekspresikan perasaannya


2. Berikan klien informasi tentang kondisi penyakit, pengobatan dan
perawatan dirumah
3. Ajak keluarga klien untuk memberi semangat dan berpartisipasi
dalam proses kesembuhan klien
E. Catatan Perkembangan
No Tgl/jam implementasi evaluasi Paraf
1 17 Jan 2018 S: Lemas dan gatal masih
Pukul 07.00 Melakukan operan shift dirasakan
Pukul 07.30 Melakukan pengkajian kepada pasien O: Kesadaran Compos
Observasi TTV mentis, infus RA
Pukul 08.00 Memberi terapi 2000ml/hr, kulit
Pukul 10.00 Memfasilitasi diet pagi, habis 3-5 kemerahan dan gatal-
sendok gatal, kulit mengelupas
Mengatur ulang tetesan infus A: dx1,2,3.4 belum teratasi
Memfasilitasi Snack P: Lanjutkan Intervensi
Pukul 11.30 Memberi terapi Keperawatan
Mengambil sampel GD
Pukul 12.00 Memfasilitasi diet siang
Pukul 13.30 Memberi terapi
Pukul 13.45 Menciptakan lingkungan yang nyaman
Pukul 14.00 Melakukan operan shift
2. Pukul 14.00 Melakukan operan shift S: Lemas dan gatal masih
Pukul 15.00 Observasi TTV dirasakan
Menganjurkan klien untuk istirahat O: Kesadaran composmentis, infus
Pukul 17.00 Memberikan makan melelui NGT (residu (-), mual RA 2000ml/hr, kulit kemerahan
(-), muntah (-)) ± 150 cc + 50 cc air putih sudah mulai mengelupas,
Memberikan terapi terpasang NGT
Pukul 18.00 Mengontrol infus, infus terlepas, dipasang kembali A: Dx 1,2,4 belum teratasi
Pukul 20.00 ditangan kanan. P: Lanjutkan intervensi
Melakukan operan shift keperawatan
Pukul 21.00

3. 18 Jan 2018
Pukul 07.00 Melakukan operan shift S: Klien mengatakan masih lemas
Pukul 08.00 Mengobservasi TTV dan gatal. Klien juga merasa lebih
Mengatur ulang tetesan infus percaya akan kesembuhannya
Pukul 08.15 Melakukan kompres hangat setelah mengungkapkan perasaannya
(S: 36,2°C) O: Kesadaran Compos mentis, infus
Pukul 09.30 Mengontrol klien agar lebih tenang dengan RA 2000ml/hr, kulit mengelupas dan
mendengarkan ungkapan perasaannya gatal-gatal
Mengontrol infus hingga lancar A: Dx 1 gangguan integritas kulit
Pukul 10.30 Memfasilitasi snack teratasi sebagian
Pukul 12.00 Memberi terapi P: Lanjutkan intervensi keperawatan
Pukul 13.00 Memberi makan melalui NGT
Pukul 13.30 Memberikan terapi
Menganjurkan klien untuk beristirahat
4. Pukul 14.00 Melakukan operan shift S: Klien mengatakan gatal-gatal
Pukul 15.00 Observasi TTV O: Kesadaran Compos mentis, infus
Menganjurkan pasien untuk istirahat RA 2000ml/hr, kulit sudah banyak
Pukul 16.30 Memberikan terapi yang mengelupas
Mengontrol dan mengganti Infus RA 2000 A: Dx 1 gangguan integritas kulit
Pukul 18.00 Memberikan Makan melalui NGT teratasi sebagian
Memotivasi klien untuk banyak makan P: Lanjutkan intervensi
Pukul 19 .30 Memberikan terapi keperawatan
Pukul 20.00 Mengatur posisi yang nyaman
Mengontrol cairan infus
Pukul 21.00 Melakukan operan shift

5. 19 Jan 2018
Pukul 07.00 Melakukan operan shift S: Klien masih merasakan gatal
Pukul 08.00 Mengobservasi TTV O: Kesadaran Compos mentis, infus
Pukul 09.00 Mengatur ulang tetesan infus RA 2000ml/hr, kulit masih banyak
Mengontrol keadaaan klien agar lebih tenang yang mengelupas. Berat badan klien
Pukul 10.00 Mengganti baju klien sudah mulai meningkat BB:42
Pukul 10.30 Memfasilitasi snack A: Masalah keperawatan sudah mulai
Pukul 11.00 Memberikan terapi teratasi
Pukul 12.00 Memberikan klien makan P: Lanjutkan intervensi keperawatan
Pukul 13.00 Memberikan lingkungan yang nyaman dan
menganjurkan klien untuk beristirahat
Pukul 14.00 Melakukan operan shift
6. Pukul 14.00 Melakukan operan shift S: klien mengatakan gatal nya
Pukul 15.00 Observasi TTV tinggal sedikit lagi
Menganjurkan pasien untuk istirahat O: Tanda-tanda vital
Pukul 16.00 Memberikan Obat, TD : 120/70 mmHg
mengatur tetesan infus N : 76 x/mnt
Pukul 17.00 Melepas Kateter Intra Vena R : 20 x/mnt
Memberikan obat pulang S : 36,1°C
Pukul 18.00 Mengantar klien sampai pintu gerbang A: Masalah keperawatan teratasi
P : Intervensi selesai
Terima kasih