Anda di halaman 1dari 28

RANTAI

PENGANGKUTAN
ELEKTRON
KELOMPOK 1

• Asdini Virginia NPM. 1417011009


• Astriva Novri Harahap NPM. 1417011011
• Ayisa Ramadona NPM. 1417011013
• Bidari Maulid Diana NPM. 1417011017
• Dellania FridaYulita NPM. 1417011020
• Dessy Tiara Elvia N. NPM. 1417011022
• Fendi Setiawan NPM. 1417011037
• Fergina Prawaningtyas NPM. 1417011038
• Rian Fadlya Amha NPM. 1317011061
RANTAI PERNAFASAN
RANTAI PERNAPASAN
• Pernapasan atau respirasi merupakan proses reaksi kimia yang terjadi bila sel menyerap
oksigen, menghasilkan CO2 dan air.

• Pernapasan dalam arti yang lebih khusus adalah proses-proses penguraian glukosa dengan
menggunakan oksigen, menghasilkan CO2, air, dan energi (dalam bentuk energi kimia, ATP)
yang melibatkan jalan metabolisme glikolisis, daur krebs, dan fosforilasi bersifat oksidasi.
SISTEM TRANSPOR ELEKTRON
• Transpor elektron adalah tahap akhir dalam respirasi sel aerobik yang meliputi proses
perpindahan elektron dari molekul donor (misal: NADH, substrat organik) menuju
akseptor terakhir yakni oksigen.
• Rantai pengangkutan elektron ini juga disebut rantai pernapasan, yang terdapat di dalam
membran mitokondria.
URUTAN REAKSI PENGANGKUTAN
ELEKTRON DALAM RANTAI PERNAPASAN

• H hasil utama dari siklus Krebs ditangkap oleh carrier NAD menjadi NADH. H
dari NADH ditransfer ke Flavoprotein (FMN) Fe.S Quinon sitokrom b
sitokrom c sitokrom a3 terus direaksikan dengan O2 H2 O + E
Proses raksi eksergonik mengalirkan elektron dari
NADH ke O2 dirangkaikan dengan proses fosforilasi
bersifat oksidasi ( pembentukan ATP dari ADP dan Pi )
pada tiga tahap reaksi pengangkutan elekron, yaitu :
1. Dari NAD ke FMN
2. Dari sitokrom b ke sitokrom c
3. Dari sitokrom a3 ke O2.
Pasangan elektron dari senyawa subtrat pernapasan yang masuk
rantai pernapasan melalui NAD akan menghasilkan 3 molekul
ATP per 1 atom O ( atau ½ O2) yang dipakai. Sedangkan yang
masuknya melalui koenzim - Q menghasilkan 2 ATP. Malat,
isositrat, dan α-ketoglutarat adalah senyawa antara daur asam
trikarboksilat yang memasukkan elektronnya melalui NAD,
sedangkan suksinat melalui koenzim Q.
ZAT PENGHAMBAT PENGANGKUTAN
ELEKTRON
BEBERAPA ZAT YANG DAPAT MENGHAMBAT
PENGANGKUTAN ELEKTRON

1. Zat yang dapat menghambat NADH dehidrogenase

Terdiri dari :
• rotenon
• amital
• pierisidin
Struktur senyawa

Pierisidin

Amital
Rotenon
BEBERAPA ZAT YANG DAPAT MENGHAMBAT
PENGANGKUTAN ELEKTRON

2. Zat Penghambat Proses Pengangkutan Elektron Dari Sitokrom


B Ke Sitokrom C
Zat ini didapatkan dari Steptomices griseus yang dikenal dengan
nama antimisin A

Antimisin A
BEBERAPA ZAT YANG DAPAT MENGHAMBAT
PENGANGKUTAN ELEKTRON
3. Zat penghambat transpor elektron dari sitokrom a3 ke O2
Terdiri dari :
• hidrogen sianida
• hidrogen sulfida
• karbon monoksida
REDUKSI OKSIGEN
SEBAGAI TAHAP AKHIR PENGANGKUTAN ELEKTRON
Siklus
Krebs
NADH Dihasilkan
FADH2
Glikolisis

Ditransfer

Dapat
menyatukan ADP
+ Ppi menjadi
ATP
Ubiquinon
FMN Dioksidasi
(Koenzim Q)
Energi yang dihasilkan ketika NADH dan
FADH2 melepaskan elektronnya cukup
besar untuk menyatukan ADP dan fosfat
anorganik menjadi ATP. Kemudian koenzim
Q dioksidasi oleh sitokrom b. Selain
melepaskan elektron, koenzim Q juga
melepaskan 2 ion H+.
H
Ubiquinon Sitokrom B +
Dioksidasi
(Koenzim Q) (cyt.b) H
+

Dapat

Dioksidasi
menyatukan ADP
+ Ppi menjadi
ATP

Sitokrom C
(cyt.c)
Kemudian sitokrom c mereduksi sitokrom a, dan
ini merupakan akhir dari rantai transpor
elektron. O2 disini akan tereduksi menghasilkan
dua molekul H2O yang memerlukan empat
electron untuk setiap molekul H2O yang
tereduksi. Namun apabila itu terjadi, maka bukan
molekul H2O yang dihasilkan, melainkan radikal
superoksida (O2- ) jika direduksi oleh satu
electron, dan hidrogen peroksida (H2O2) jika
direduksi oleh dua elektron.
Sitokrom C Sitokrom A
Direduksi
(cyt.c) (cyt.a)

O2

H2O2
dioksidasi

O2-
O2- disini diubah menjadi H2O2 oleh suatu
enzim superoksida dismutase. Enzim ini
banyak dihasilkan di mitokondria (banyak
mengandung Mn2+) dan sitoplasma (banyak
mengandung Cu2+ dan Zn2+). Selanjutnya H2O2
diubah enzim katalase menjadi H2O.
penggabungan ion H+ dari sitokrom B dan
reduksi oksigen tadi ternyata menghasilkan
energy. Energi disini dapat menyatukan ADP dan
fosfat anorganik menjadi ATP.
O2- Superoksida Dismutase H2O2

H2O 2 Katalase H2O ½ O2


ENERGI PENGANGKUTAN ELEKTRON
Bionergetika adalah ilmu pengetahuan mengenai perubahan energi yang menyertai reaksi
biokimia. Termodinamika biokimia memberikan prinsip dasar untuk menjelaskan mengapa
sebagian reaksi dapat terjadi dan sebagian reaksi yang lain tidak dapat terjadi.
• Sistem nonbiologik dapat menggunakan energi panas untuk melangsungkan kerjanya
• Sistem biologik bersifat isotermik dan menggunakan energi kimia untuk memberikan
tenaga bagi proses kehidupan.
• Termodinamika biokimia menerangkan berbagai macam perubahan energi yang menyertai
reaksi-reaksi biokimia. Energi bebas merupakan bagian dari energi total yang dapat
digunakan untuk kerja-kerja bermanfaat, difungsikan berdasarkan hukum thermodinamika
pertama dan kedua.
• Hukum thermodinamika pertama menyatakan jumlah energi dalam suatu sistem dan
lingkungannya adalah tetap.
• Hukum kedua menyatakan bahwa suatu proses dapat berlangsung spontan hanya bila jumlah
entropi suatu sistem dan lingkungannya bertambah.
• Jika ΔG = ΔH – TΔS
dimana
ΔG = ΔE - TΔS
ΔH = Perubahan entalpi (panas)
ΔE = Perubahan energi total internal
• ΔG negatif, reaksi berlangsung spontan dengan kehilangan energi bebas. Reaksi bersifat
eksoterm.
• ΔG positif, reaksi berlangsung hanya kalau dapat diperoleh energi bebas. Reaksi bersifat
endoterm.
• ΔG = 0, sistem tersebut berada dalam keseimbangan dan tidak ada perubahan netto yang
terjadi.
Perubahan energi bebas baku (ΔGo’) dari reaksi oksidasi reduksi antara satu molekul pembawa
elektron dengan molekul lainnya dinyatakan dengan persamaan :
ΔGo’ = -nFΔEo’
n = jumlah elektron yang diangkut
F = bilangan Faraday (23062 kkal)
ΔEo’ = perbedaan potensial baku Eo’antara molekul penerima dan pemberi elektron dalam
pengangkutan tersebut.

Telah diketahui bahwa Eo NADH = -0,32 Volt dan O2 = +0,82 Volt. Maka ΔGo’ untuk
pengangkutan elektron dari NADH ke O2 (sepanjang rantai pernafasan) adalah
ΔGo’ = -2 x 23062 x [0,82-(-0,32)]
= -52700 kal/mol = -52,7 kkal/mol
Perubahan energi bebas negatif yang dihasilkan oleh pengangkutan sepasang elektron dari
NADH ke O2 dalam rantai pernafasan ini jauh lebih besar daripada ΔGo’ penguraian ATP
menjadi ADP + Pi ( Go’= -7,3kkal/mol). Oleh karena itu, ΔGo’ pengangkutan elektron dalam
pernafasan cukup besar untuk menghasilkan beberapa molekul ATP dari ADP+ Pi, apabila
terdapat suatu elektron dan pembentukan ATP dari ADP + Pi atau proses fosforilasi bersifat
oksidasi.
OVERVIEW