Anda di halaman 1dari 17

SISTEM

KARDIOVASKULER
Nama Kelompok :
1. Ayu Anggraeni
2. Dea Sukma
3. Hely Julifah
4. Resyaf Parihin
A. Anatomi Fisiologi Jantung
Jantung terletak di dalam rongga
mediastinum dari rongga dada
diantara kedua paru. Terdapat selaput
yang mengitari jantung yang disebut
perikardium, terdiri dari dua lapisan:
1. Perikardium parietalis : lapisan luar
melekat pada tulang dada dan paru
2. Perikardium viseralis : lapisan
permukaan jantung/ epikardium
Diantara kedua lapisan ini terdapat
cairan perikardium
B. Struktur Jantung
Dinding jantung terdiri dari 3
lapisan :
1. Lapisan luar (epikardium)
2. Lapisan tengah (Miokardium)
3. Lapisan dalam (endokardium)
C. Struktur Jantung
Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 berdinding
tipis disebut atrium(serambi) dan 2 berdinding
tebal disebut ventrikel (bilik)

1. Atrium
A) Atrium kanan berfungsi sebagai penampung
darah rendah oksigen dari seluruh tubuh.
Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan
melalui katub dan selanjutnya ke paru.
B) Atrium kiri menerima darah yang kaya
oksigen dari kedua paru melalui 4 buah vena
pulmonalis. Kemudian darah mengalir ke
ventrikel kiri melalui katub dan selanjutnya ke
seluruh tubuh melalui aorta.
2. Ventrikel
Merupakan alur alur otot yang disebut trabekula. Alur yang
menonjol disebut muskulus papilaris, ujungnya dihubungkan dengan
tepi daun katub atrioventrikuler oleh serat yang disebut korda
tendinae.
a) Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan
dipompakan ke paru melalui arteri pulmonalis.
b) Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan
keseluruh tubuh melalui aorta
D. Katup-Katup Jantung
1. Katup atrioventrikuler
Terletak antara atrium dan ventrikel.
2. Katup Semilunar
a. Katup Pulmonal terletak pada arteri
pulmonalis dan memisahkan pembuluh
ini dari ventrikel kanan.
b. Katup Aorta terletak antara ventrikel
kiri dan aorta.
Kedua katup ini mempunyai bentuk yang
sama terdiri dari 3 buah daun katup yang
simetris. Hanya katup ini memungkinkan
darah mengalir dari masing-masing
ventrikel ke arteri selama sistole dan
mencegah aliran balik pada waktu
diastole.
E. Denyut Jantung
Jantung dipersarafi oleh kedua divisi sistem saraf otonom, yang dapat memodifikasi
kecepatan (serta kekuatan) kontraksi, walaupun untuk memulai kontraksi tidak
memerlukan stimulasi saraf. Kontraksi jantung disebut disebut systole sedangkan
relaksasi jantung atau pengisian darah pada jantung disebut diastole. Irama jantung
dimulai dari pacemaker (NSA) dengan impuls 60-80 kali/menit.
Bagian jantung yang memancarkan impuls diluar NSA disebut focus ektopik yang
menimbulkan perubahan irama jantung yang disebut aritmia. Aritmia dapat
disebabkan oleh hipoksia, ketidakseimbangan elektrolit, kafein, nikotin.
Jika ada hambatan pada bundle his atau serabut bundle kanan dan kiri maka otot
jantung akan kontraksi dengan iramanya sendiri yaitu 20-30 kali/menit. Denyut
jantung 20-30 kali/menit tidak dapat mempertahankan metabolisme otot.
F. Kardiodinamika
Jantung berfungsi untuk memompa darah guna memenuhi kebutuhan metabolisme
sel seluruh tubuh.
1. Struktur Otot Jantung
Otot jantung mirip dengan otot skelet yaitu mempunyai serat otot. Perbedaannya otot jantung tidak
dipengaruhi oleh syaraf somatik, otot jantung bersifat involunter. Kontraksi otot jantung dipengaruhi
oleh adanya pacemaker pada jantung.
2. Metabolisme Otot Jantung
Metabolisme otot jantung tergantung sepenuhnya pada metabolisme aerobik. Otot jantung sangat
banyak mengandung mioglobin yang dapat mengikat oksigen. Karena metabolisme sepenuhnya
adalah aerob, otot jantung tidak pernah mengalami kelelahan.
3.Sistem Konduksi Jantung
Jantung mempunyai system syaraf tersendiri yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot jantung
yang disebut system konduksi jantung. Syaraf pusat melalui system syaraf autonom hanya
mempengaruhi irama kontraksi jantung. Syaraf simpatis memacu terjadinya kontraksi sedangkan
syaraf parasimpatis menghambat kontraksi.
G. Struktur dan Karakteristik Vena Arteri kapiler
Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah ke seluruh tubuh.
Ada tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, kapiler, dan vena.
1. Pembuluh Arteri (Nadi)
Pada saat jantung berkontraksi (sistol), darah akan keluar dari bilik menuju pembuluh nadi
(arteri), sehingga arah aliran darah dalam arteri meninggalkan jantung. Pembuluh ini tebal,
elastis (diameternya dapat berubah sesuai kebutuhan) hal tersebut berfungsi untuk menjaga
aliran darah konstan dan tidak tersendat.
Pembuluh nadi tersusun atas tiga lapis jaringan, yaitu :
a. lapisan pertama, berupa jaringan ikat yang kuat dan elastis.
b. lapisan tengah, berupa otot polos yang berkontraksi secara tak sadar sehingga dapat
menguah diameter pembuluh nadi.
c. lapisan ketiga, berupa jaringan endothelium yang melindungi jaringan di dalamnya.
2. Pembuluh Vena (Balik)
Vena berfungsi untuk mengedarkan darah dari kapiler
menuju jantung. Dindingnya tipis dan kurang elastis.
Pembuluh ini memiliki banyak katup yang berfungsi
mencegah darah mengalir kembali ke jantung. Letak
pembuluh vena dekat dengan permukaan kulit, denyutnya
tidak dapat dirasakan.
Pembuluh vena yang masuk ke jantung yaitu :
a. vena Cava Superior
b.vena Cava Inferior
c. vena Pulmonalis
3. Kapiler
Pembuluh kapiler merupakan pembuluh yang
membentuk jalinan pembuluh di seluruh
jaringan dan menjadi penghubung antara
pembuluh nadi dan pembuluh balik. Fungsinya
sebagai tempat difusi oksigen, karbon dioksida,
sari makanan, hormon, dan zat sisa.
Sirkulasi Fungsi Sistem Kardiovaskuler
Lingkaran sirkulasi dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu sirkulasi sistemik dan sirkulasi
pulmonalis.
a. Sirkulasi Sistemik
1. Mengalirkan darah ke berbagi organ
2. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda
3. Memerlukan tekanan permulaan yang besar
4. Banyak mengalami tahanan
5. Kolom hidrostatik panjang
b. Sirkulasi Pulmonal
1. Hanya mengalirkan darah ke paru
2. Hanya berfungsi untuk paru
3. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah
4. hanya sedikit mengalai tahanan
5. Kolom hidrostatik pendek
3. Sirkulasi Koroner
Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan
membawa oksigen untuk miokardium melalui cabang cabang intar
miokardial yang kecil. Aliran darah koroner meningkat pada:
1. Aktifitas
2. Denyut jantung
3. Rangsang sistem syaraf simpatis
Kelainan Pada Jantung
1. Perikarditis,peradangan selaput pembungkus jantung dan
kantong tempat jantung berada. Selaput yang meradang
mengeluarkan cairan yang berkumpul menjadi pembengkakan
perikardial yang menyukarkan gerakan jantung.

2. Endokarditis, peradangan pada endokardium


Kelainan Pada Pembuluh
1. Aneurisma
pembengkakan yang berbentuk jala pada seluruh lingkaran arteri,
tampak seperti tumor dapat menekan struktur sekitarnya yang
mengakibatkan gejala tekanan atau dapat pula robek.
2. Arteritis
peradangan pada arteri
3. Arteriosklerisis
pengerasan dinding arteri, umumnya bersamaan dengan hipertensi.
4. Arterosklerosis
kelainan progresif yang sering mengenai arteri anggota gerak bawah,
yang menyebabkan rasa baal, pemucatan dan sakit.
5. Flebitis
peradangan dinding vena yang dapat disebabkan infeksi atau pelukaan.
6. Trombosis vena
adanya bekuan darah yang menyumbat vena
7. Varises (pembuluh darah mekar)
vena tepi mekar dan berkelok-kelok
8. Hemoroid (wasir)
vena mekar pada rektum yang menyebabkan perdarahan hebat.