Anda di halaman 1dari 9

Patofisiologi

Penyebab yang tidak diketahui (diduga


virus atau kompleks imun)
|
V
aktivasi pDCs
|
V
peningkatan kadar interferon.
|
V
Produksi BAFF
|
V
peningkatan sel B proliferasi dan
diferensiasi dengan produksi
autoantibodi sebagai hasilnya.
Manifestasi Klinis
• Keratoconjungtivitis Sicca (KCS)
Rasa mengganjal bisa disertai rasa tebal, fotosensitif, dan sensasi terbakar.

• Xerostomia
Rasa tidak enak, sulit memproses makanan kering, dan membutuhkan
minum lebih banyak air. Pada tahap awal SS, mulut tampak pucat dan
lembap; dengan berjalannya penyakit, tidak tampak saliva pada dasar
mulut. Seiring progresifitas penyakit, terutama pada stadium lanjut,
mukosa cavum oris akan menjadi sangat kering.

• Pembesaran Kelenjar Paratiroid


pembesaran kelenjar parotis atau submandibula yang tidak nyeri
• Manifestasi Ekstraglandular
Diagnosis
Pemeriksaan Penunjang
• Laboratorium
ANA, Anti Ro

• Tes Schirmer
meletakkan kertas kering di kelopak mata bawah
selama 5 menit, normalnya adalah ≥15 mm
kertas akan basah, jika <5 mm maka hal ini
mengkonfirmasi diagnosa mata kering.
• Rose Bengal
Pemeriksaan ini menggunakan
bahan aniline yang dapat
mewarnai epitel kornea dan
konjungtiva yang tidak fungsional.
Penilaiannya: 0-4, bila 3-4 berarti
pewarnaan epitel lebih banyak
yang menandakan hiposekresi
lakrimal. Evaluasi dengan criteria
Van Bijsterveld membagi
permukaan mata menjadi 3 yaitu:
konjungtiva bulbar bagian nasal,
kornea, konjungtiva bulbar bagian
temporal, yang diberi nilai 0-3 (0:
tidak ada pewarnaan; 3:
pewarnaan jelas). Skor ≥4 sudah
bernilai positif.
• Histopatologi
Biopsi kelenjar eksokrin minor memberikan gambaran sangat
spesifik yaitu infiltrasi limfosit dominan. Biopsi saliva minor
merupakan standar baku diagnosis SS.

• Sialometri
• Sialografi
• Scintigrafi
Diagnosa Banding