Anda di halaman 1dari 17

PROBLEM SEEKING

ADITYA PUTRA MAHARDHIKA 14.A1.0126


JAINAL ARIFFIN 14.A1.0129
REIGA AULIA MAULANA 14.A1.0136
ANGLING WICAKSONO 14.A1.0137
REZA MIDHA VARIEZA 14.A1.0146
DATU PERMATA SARI 14.A1.0160
Mengungkap dan
Menguji Konsep
Perbedaan Konsep Program dengan Konsep Desain

Konsep Program : ide abstrak sebagai solusi fungsional


kinerja klien
Konsep Desain : ide konkret sebagai solusi fisik untuk
masalah arsitektur klien

Contoh :
Gagasan abstrak diperlukan dan harus disimpan
dalam bentuk yang tidak jelas sampai perancangnya
membuat mereka menjadi solusi fisik.
1. Prioritas
◇Konsep prioritas memunculkan pertanyaan berdasarkan urutan
kepentingan, seperti posisi nisbi, ukuran, dan nilai sosial. Konsep ini
mencerminkan bagaimana suatu sasaran yang didasarkan atas suatu
hierarki nilai-nilai akan dipenuhi.
2. Hirarki
◇Konsep hierarki terkait dengan tujuan tentang
pelaksanaan otoritas dan dinyatakan dalam simbol
otoritas.
3. Karakter
◇Konsep karakter didasarkan pada tujuan yang mencakup citra
yang diinginkan klien untuk diproyeksikan dalam hal nilai dan sifat
umum dari proyek.
4. Kepadatan
◇ Sebuah tujuan untuk penggunaan lahan atau
ruang yang efisien, tujuan untuk interaksi tingkat
tinggi, atau tujuan untuk menanggapi kondisi iklim
yang keras dapat menyebabkan tingkat kepadatan-
rendah, sedang, atau tinggi yang sesuai
5. Pengelompokan Layanan

◇ Evaluasi keuntungan dan risiko untuk mensimulasikan keputusan klien.


Tetapi ingat setiap layanan yang berbeda akan terpusat atau
terdesentralisasi untuk alasan tertentu untuk menerapkan sebuah tujuan.
6. Pengelompokan Kegiatan
◇Haruskah aktivitas di dalam dinilai atau dipisah-
pisahkan?
7. Pengelompokan Orang
◇ Carilah konsep-konsep yang berasal dari ciri-ciri sosial dan
emosional dari orang-orang sebagai individu, dalam kelompok-
kelompok kecil, dan dalam kelompok-kelompok besar. Jika seorang
klien ingin mempertahankan identitas individu dalam suatu massa
besar, tanyakan apa kelompok ukuran yang akan menerapkan tujuan
ini. Lihatlah ke organisasi fungsional dan bukan pada bagan
organisasi yang hanya menunjukkan urutan kekuasaan.
8. Home Base
◇Home base terkait dengan ide territoriality - tempat yang mudah
ditaklukkan dimana seseorang dapat mempertahankan individualitasnya.
Sementara konsep ini berlaku untuk berbagai pengaturan fungsional -
misalnya, sekolah menengah atau pabrik manufaktur baru-baru ini, banyak
organisasi telah merekomendasikan pengaturan baru untuk pekerjaan offce.
Konsep-konsep yang melanggar ini dijelaskan di halaman-halaman berikut
sebagai on-premise atau off pengaturan pekerjaan premis.

On-Premise Officing Concepts

8a. Fixed address


◇Konsep ini mengacu pada pengaturan kerja secara
tradisional di mana satu orang ditugaskan ke ruang
kerja.
8b. Free address
◇Konsep ini merujuk ke ruang kerja yang
tidak ditetapkan dan dibagi-bagi
berdasarkan yang datang tercepat.
8c. Group address
◇Konsep ini mengacu pada kelompok yang
ditunjuk atau ruang tim yang ditentukan
untuk jangka waktu tertentu. Di dalam area
tim, individu diberikan ruang kerja sesuai
kebutuhan (ree-address) atau fist-come, frst
serve basis.
Concepts

8d. Satelit Offce


◇Tujuan untuk menyediakan pusat offce yang
mudah mengarah pada konsep satelit atau Remote
telecnters. Tempat-tempat ini menyediakan tempat
kerja dekat dengan tempat tinggal karyawan atau
pelanggan dan digunakan secara full time atau
drop-in.
8e. Telecommuting
◇ Konsep-konsep ini mengacu pada penggunaan tempat
tinggal individu sebagai ruang kerja. Komunikasi elektronik dan
teknologi komputer digunakan sebagai pengganti untuk
berangkat ke kantor
8f. Virtual Offce
◇Virtual officing menggunakan komputer dan
teknologi komunikasi portabel untuk memungkinkan
seseorang bekerja dalam berbagai kondisi: di
rumah, saat bepergian, di lokasi klien, di hotel atau
di kantor