Anda di halaman 1dari 32

PYELONEPHRITIS ACUTE

Pembimbing:
dr. Mouriezt Arafah Niode

Oleh:
dr. Pauline Calista
IDENTITAS

 Nama : Ny. SW
 Usia : 48 tahun
 Alamat : Cirebon
 Status : Menikah
 No MR : 2018267377
 Tanggal masuk : 3 Januari 2018
ANAMNESIS

Pasien datang dengan keluhan nyeri perut bagian bawah sejak 2 hari
SMRS. Nyeri perut dirasakan terus menerus dan semakin bertambah.
Disertai dengan demam sejak 2 hari yang lalu menggigil (-), berkeringat
banyak (-), mual (+), muntah (-).
Keluhan disertai dengan BAK sedikit-sedikit, terasa perih dan panas
(+), terasa lampias (-), darah (-). Pasien juga mengeluh nyeri pinggang
kanan dan kiri. BAB encer sejak malam hari, >5x, ampas (-), darah (-), lendir
(-).
ANAMNESIS

Riwayat penyakit dahulu : Pasien belum pernah menderita keluhan seperti ini
sebelumnya
Riwayat kebiasaaan : Pasien tidak merokok
Riwayat pengobatan : Belum konsumsi obat apapun
Riwayat keluarga : Tidak ada keluarga dengan keluhan serupa
Riwayat pekerjaan : Pasien bekerja
Riwayat alergi : Tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK

• Keadaan umum : Tampak sakit sedang


• Kesadaran : Compos mentis
• Nadi : 100 x/menit, reguler, isi penuh.
• Respirasi : 22 x/menit
• Suhu : 38O C
• Tekanan darah : 120/70 mmHg
• Status gizi : Cukup
PEMERIKSAAN FISIK
KEPALA
• Bentuk : Bulat, simetris
• Rambut : Hitam, tebal, tidak mudah dicabut
• Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-
• Telinga : Bentuk normal, simetris, serumen (-/-)
• Hidung : Bentuk normal, septum deviasi (-), pernafasan cuping hidung (-), sekret (-)
• Mulut : Bibir basah, tonsil T1-T1 tenang, faring tidak hiperemis
LEHER
• Bentuk : Simetris
• Trakhea : Di tengah
• KGB : Tidak membesar
• JVP : Tidak meningkat
PEMERIKSAAN FISIK
THORAKS
• Inspeksi : Bentuk simetris, retraksi (-)
PARU :
• Inspeksi : Pergerakan dada kiri/kanan simetris
• Palpasi : Fremitus taktil kanan dan kiri simetris
• Perkusi : Sonor ka=ki
• Auskultasi : Suara nafas vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-

• JANTUNG : Bunyi jantung I dan II murni, regular, murmur (-)


PEMERIKSAAN FISIK

ABDOMEN
• Inspeksi : Datar
• Palpasi : Supel, hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan suprapubik (+)
• Perkusi : Timpani, Nyeri ketok CVA +/+
• Auskultasi : Bising usus normal

EKSTREMITAS
• Superior : Edema (-/-), Sianosis (-), ikterik (-)
• Inferior : Edema (-/-), Sianosis (-), ikterik (-)
DIAGNOSIS

Pyelonefritis Akut
PEMERIKSAAN PENUNJANG, TERAPI,
FOLLOW UP
IGD
• Infus RL 20 tpm
• Inj Ranitidin 2x 1 ampul
• Inj Ondancentron 2x1 ampul
• Lacbon sachet 2x1 sachet
• Biodia tab II-I-I
PEMERIKSAAN PENUNJANG, TERAPI,
FOLLOW UP
Ruangan 3/1/2018:
TTV: TD: 120/80 mmHg, N 84x/menit, R 22x/menit, S 38oC

Hasil lab: Terapi:

Infus RL 20 tpm
Darah lengkap
Inj. Ceftriaxone 2x1 amp IV
Terapi lain dilanjutkan
- Hb : 14,9 g/dL
- Ht : 40,5%
- Leukosit : 16.600/mm3
- Trombosit : 297.000//mm3
PEMERIKSAAN PENUNJANG, TERAPI,
FOLLOW UP
Ruangan 4/1/2018:
Os mengatakan nyeri perut bawah masih dirasa, nyeri pinggang
sedikit berkurang. Mual (+), muntah (-). Demam (-). BAK masih
terasa panas dan perih. BAB diare 3x, cair, ampas (+).
TTV:
TD: 130/80mmHg, N: 80x/menit, R: 20x/menit, S: 37oC TERAPI
Abdomen: Infus RL 20 tpm
Inj. Ceftriaxone 2x1 amp IV
• Inspeksi: Datar Inj Ranitidin 2x 1 amp
• Palpasi: Supel, hepar dan lien tidak teraba, NT suprapubik (+) Inj Ondancentron 2x 4 mg
Lacbon sach 2x1 sachet
• Perkusi: Timpani, nyeri ketok CVA: +/+ Biodia tab II-I-I
• Auskultasi: Bising usus normal Saran: banyak minum air putih
PEMERIKSAAN PENUNJANG, TERAPI,
FOLLOW UP
Ruangan 5/1/2018:
Os mengatakan nyeri perut bawah masih dirasa, nyeri pinggang berkurang.. Mual (-), muntah
(-). Demam (-). BAK masih terasa sedikit panas dan perih. BAB sudah tidak diare.
TTV:
• TD: 130/80mmHg, N: 80x/menit, R: 20x/menit, S: 36,5oC
Abdomen:
• Inspeksi : Datar
• Palpasi : Supel, hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan suprapubik (+)
• Perkusi : Timpani, nyeri ketok CVA: +/+
• Auskultasi : Bising usus normal
Urine Lengkap Mikroskopis Terapi:
Makroskopis Sedimen: Infus RL 20 tpm
Warna : kuning agak keruh Epithelial cell : 10-15 (0 – 1) Inj. Ceftriaxone 2x1 amp IV
Berat jenis : 1,015 (1,015 – Leukosit : 3 – 5 (<=5) Inj Ranitidin 2x 1 amp
1,025) Eritrosit : 2 – 3 (Negatif) Inj Ondancentron 2x 4 mg
pH : 5,0 (6,5 – 8,0) Silinder: Lacbon sach 2x1 sachet ( prn)
Glukosa : Positif (+++) (Negatif) Leukosit : Positif (negatif) Biodia tab II-I-I (prn)
Protein : Positif (++) (Negatif) Eritrosit : Negatif (negatif) Saran: banyak minum air putih
Darah : positif (negatif) Hyaline : Negatif (negatif)
Urobilinogen : Positif (positif) Granular : Negatif (negatif)
Bilirubin : negatif (negatif) Kristal : Positif/urat amorf
Keton : Positif (negatif) (negatif)
Nitrit : negatif (negatif) Bakteri : Positif (negatif)
Trichomonas : Negatif (negatif)
PEMERIKSAAN PENUNJANG, TERAPI,
FOLLOW UP
Ruangan 6/1/2018:
Os mengatakan nyeri perut bawah berkurang, nyeri pinggang
berkurang.. Mual (-), muntah (-). Demam (-). BAK masih terasa
sedikit panas dan perih. BAB sudah tidak diare.
TTV:
TD: 140/80mmHg, N: 83x/menit, R: 22x/menit, S: 36,5oC TERAPI
Abdomen: Infus RL 20 tpm
Inj. Ceftriaxone 2x1 amp IV
• Inspeksi : Datar Inj Ranitidin 2x 1 amp
• Palpasi : Supel, hepar dan lien tidak teraba, NT Inj Ondancentron 2x 4 mg
suprapubik (+ minimal) Lacbon sach 2x1 sachet ( bila perlu)
Biodia tab II-I-I (bila perlu)
• Perkusi : Timpani, nyeri ketok CVA: +/+ Saran: banyak minum air putih
• Auskultasi : Bising usus normal
PEMERIKSAAN PENUNJANG, TERAPI,
FOLLOW UP
Ruangan 7/1/2018:
Os mengatakan nyeri perut bawah (-), nyeri pinggang GDS: 302 mg/dL (<140)
berkurang. Mual (-), muntah (-). Demam (-). BAK masih terasa
sedikit panas dan perih. BAB sudah tidak diare.
TERAPI
TTV: TD: 130/80mmHg, N: 80x/menit, R: 22x/menit, S: 36,8oC Infus RL 20 tpm
Inj. Ceftriaxone 2x1 amp IV
Abdomen:
Inj Ranitidin 2x 1 amp
• Inspeksi: Datar Inj Ondancentron 2x 4 mg
Lacbon sach 2x1 sachet ( bila perlu)
• Palpasi: Supel, hepar dan lien tidak teraba, NT suprapubik (-) Biodia tab II-I-I (bila perlu)
Metformin 3x500 mg
• Perkusi: Timpani, nyeri ketok CVA: +/+ minimal Saran: banyak minum air putih
• Auskultasi: Bising usus normal
PEMERIKSAAN PENUNJANG, TERAPI,
FOLLOW UP
Ruangan 8/1/2018:
TERAPI
Os mengatakan nyeri perut bawah (-), nyeri pinggang (-). Mual Infus RL 20 tpm
(-), muntah (-). Demam (-). BAK panas (+) perih (-). BAB sudah Inj. Ceftriaxone 2x1 amp IV
Inj Ranitidin 2x 1 amp
tidak diare.
Inj Ondancentron 2x 4 mg
TTV: TD: 120/80mmHg, N: 82x/menit, R: 22x/menit, S: 36,3oC Lacbon sach 2x1 sachet ( bila perlu)
Biodia tab II-I-I (bila perlu)
Abdomen: Metformin 3x500 mg
Saran: banyak minum air putih
• Inspeksi: Datar
OS diijinkan pulang tunggu visit
• Palpasi: Supel, hepar dan lien tidak teraba, NT suprapubik (-) DPJP
• Perkusi: Timpani, nyeri ketok CVA: -/-
• Auskultasi: Bising usus normal
PEMERIKSAAN PENUNJANG, TERAPI,
FOLLOW UP
Ruangan 9/1/2018:
Os mengatakan nyeri perut bawah (-), nyeri pinggang (-). Mual TERAPI
(-), muntah (-). Demam (-). BAK panas (+) perih (-). BAB sudah Infus RL 20 tpm
Inj. Ceftriaxone 2x1 amp IV
tidak diare.
Inj Ranitidin 2x 1 amp
TTV: TD: 130/70mmHg, N: 80x/menit, R: 22x/menit, S: 36,0oC Inj Ondancentron 2x 4 mg
Lacbon sach 2x1 sachet ( bila perlu)
Abdomen: Biodia tab II-I-I (bila perlu)
Metformin 3x500 mg
• Inspeksi: Datar Saran: banyak minum air putih

• Palpasi: Supel, hepar dan lien tidak teraba, NT suprapubik (-) OS diijinkan pulang dan berobat
jalan
• Perkusi: Timpani, nyeri ketok CVA: -/-
• Auskultasi: Bising usus normal
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Invasi mikroorganisme (biasanya bakteri) pada saluran
kemih, mulai dari uretra sampai ginjal.
PNA:
- infeksi pada ginjal ascending infection
LUT/bloodstream
ETIOLOGI
• Penyebab paling umum adalah reflux • Bakteri gram – (80%):
vesika urinaria yang terinfeksi. Tapi tidak • E.coli
semua pasien yang mengalami reflux • Proteus sp
mengalami kerusakan ginjal. • Klebsiella sp
• Enterobacter sp
• Obstruksi dari traktus urinarius  karena
faktor stasis dan ketidakmampuan
• Bakteri gram + (10-15%):
mekanisme pembuangan urin dari
• Enterococcus sp
bakteri.
• Staphylococcus aureus
• Infeksi secara hematogen.
• Lain-lain:
• Pseudomonas sp
FAKTOR RESIKO

• Alat-alat yang digunakan untuk traktus genitourinaria


• Diabetes Mellitus
• Neurogenic bladder
• Umur
• Jenis kelamin
Ascending infection
Etiopatogenesa
1. Bakteri sangat virulen dan
mempunyai villi untuk Masuk parenkim ginjal
berkolonisasi dan ascending
infection.
2. Reflux pelvis renalis Inflamasi parenkim ginjal

3. Neurogenic bladder/
obstruksi
ureteropelvikjunction
GAMBARAN KLINIS
• Demam, mual dan muntah, nyeri abdomen, dan diare
• Dapat ditemukan gejala sistitis (dysuria, frekuensi,
urgensi)
• Nyeri suprapubik, CVA tenderness
• Urinalisis: silinder leukosit
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

• Akut abdomen dalam kehamilan


• Appendisitis
• Cervicitis
• Endometritis
• PID
• Prostatitis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Urinalisis: piuria, bakteruria, hematuria, nitrit (+), leukosit >5/LPB
• Kultur urin (midstream atau dari kateter):
• Jumlah koloni ≥105/ml dari jenis sampel apapun
• Pasien simptomatik: koloni 102-104/ml
• Urin dari punksi suprapubik: berapapun jumlah leukosit
• Urin dari kateter: koloni 102-104/ml

• Pasien demam tinggi/curiga komplikasi kultur darah


• Pasien curiga prostatitis: sampel urin pertama kali di pagi hari, midstream, urin setelah
masase prostat
• Pencitraan: USG ginjal, CT scan abdomen, sistografi
• Pada pasien bumil dan yang jalani operasi urologi selalu curiga ISK asimptomatik
TATALAKSANA
Non-farmakologi
• Istirahat yang cukup
• Asupan cair yang banyak
• Penggantian kateter yang teratur pada pasien yang
menggunakan
• Menjaga kebersihan dan hygiene daerah uretra dan
sekitarnya
TATALAKSANA
PNA non-komplikata:
Indikasi rawat:
• Toksisitas sistemik
• Tidak mampu minum antibiotic oral
• Ceftriaxone  menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara mengikat satu atau lebih
penicillin-binding proteins. Dosis: 1x1 gram
• Atau levofloksasin 4x500mg,
• Atau siprofloksasin 2x400 mg selama 7 hari. (Menghambat sintesis DNA bakteri)
• Gejala ringan: Siprofloksasin 2x250mg selama 7 hari
• Gejala berat: siprofloksasin 2x250mg selama 14 hari.
KOMPLIKASI

• Sepsis
• Rennal Scarring
• ARF
• Emphysematous pyelonephritis
PROGNOSIS
- Pada wanita tidak hamil, lelaki dewasa, anak-anak
dan Pyelonefiritis non-komplikata: full recovery
dan kerusakan minimal
DAFTAR PUSTAKA

• Filop, Tibor. 2017. Pyelonefritis Acute.


https://emedicine.medscape.com/article/245559-overview
• Tanto,Chris. Et al. 2014. Kapita Selekta Kedokteran. Ed 4. Jakarta: Media
Aesculapius
TERIMA KASIH