Anda di halaman 1dari 23

1

Eliminasi Campak dan


Pengendalian Rubella/ Congenital
Rubella Syndrome (CSR)

PUSKESMAS KEMURANG WETAN


27 JULI 2017

2
Landasan
Hukum

UU No 36 Tahun 2009 Pasal 132 (3)


Tentang Kesehatan Setiap anak berhak
memperoleh imunisasi
Pasal 130 dasar sesuai dengan
Pemerintah wajib ketentuan yang
memberikan berlaku untuk
imunisasi lengkap mencegah terjadinya
kepada setiap bayi penyakit yang dapat
dan anak dihindari melalui
imunisasi
3
PENYAKIT CAMPAK

 Disebabkan oleh virus Mycovirus Viridae Measles.


 Disebarkan melalui percikan ludah.
 Gejala :
 Demam, bercak kemerahan, batuk, pilek, mata merah, selanjutnya timbul
ruam pada muka dan leher kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
PENYAKIT RUBELLA

 Demam dan rash ringan, jarang ada sequelae.


 50% kasus asymptomatic.
 Tingkat penularan tinggi, karakteristik epidemiologi mirip campak
 Kekebalan setelah imunisasi seumur hidup
 Pada masyarakat yang naive (tidak terisolir, tanpa imunisasi), >95%
mempunyai antibodies terhadap rubella pada usia15 th.
 Immunity gap pada umur lebih tua/dewasa tinggi bila:
◦ Terjadi perubahan epidemiology rubella akibat imunisasi selective di sektor
swasta
◦ Bila infeksi rubella rendah di kelompok masyarakat terisolir tersebar.

5
Gejala dan Ciri-ciri Rubella :
Gejala yang muncul secara berurutan, sebagai berikut:
Demam ringan sekitar 37,5 – 38,5 C atau lebih rendah
Sakit kepala
Terkadang disertai Hidung tersumbat atau meler (pilek)
Mata merah meradang
Pembesaran kelenjar getah bening di bagian belakang leher
dan di belakang telinga.
2-3 hari kemudian timbul ruam merah muda
Nyeri sendi

http://mediskus.com.Rubella – Campak Jerman


CONGENITAL RUBELLA SYNDROME (CRS)

 Bila Infeksi Rubella terjadi pada wanita hamil terutama pada trimester
pertama dapat berakibat :
◦ Aborsi spontan atau
◦ Berbagai kelainan kongenital :
 Retardasi mental,
 Kelainanan jantung,
 Tuli dan/atau
 Gangguan penglihatan seperti katarak congenital.

 Tujuan utama Eliminasi Rubella adalah ELIMINASI CRS.


Semua/hampir semua Wanita Usia Subur harus kebal terhadap
rubella.

7
Disease.zomazi.com
Health and Medical Information -
Wordpress.com
IMUNISASI RUBELLA

 Seperti halnya dengan campak, waktu imunisasi rubella masuk dalam


imunisasi rutin, epidemiology rubella akan berubah – jumlah kasus rubella
turun, umur kasus bergeser ke yang lebih tua
 Bila tanpa “catch up campaign”, atau cakupan imunisasi rendah, maka
”immunity gap” pada kelompok WUS tetap ada, dan rubella bersirkulasi pada
kelompok WUS, risiko CRS meningkat.
 Contoh:Yunani dan Costa Rica introduksi MMR kedalam imunisasi rutin tanpa
catch up campaign, cakupan < 80%. Hasil: muncul cluster CRS
 Kesimpulan: introduksi vaksin rubella vaccine berbahaya bila
tanpa didahului dengan catch up campaign.

10
Rencana Strategis
2015-2020

 Penguatan imunisasi rutin campak dengan minimal cakupan 95%


di semua level
 Imunisasi campak lanjutan usia 18 bulan
 Crash program campak pada balita di 183 kab/kota risiko tinggi
bulan Agustus 2016
 Kampanye imunisasi MR (catch up campaign) tahun 2017-2018
untuk anak 9 bulan – <15 tahun
 Introduksi vaksin MR ke dalam program imunisasi rutin tahun
2017-2018

11
Kampanye Imunisasi MR

 Kegiatan imunisasi secara masal sebagai


upaya untuk memutuskan transmisi
penularan virus campak dan rubella pada
anak usia 9 bulan sampai dengan <15
tahun,
 Tanpa mempertimbangkan status imunisasi
sebelumnya.
 Sifatnya wajib dan tidak memerlukan
individual informed consent.

12
Tujuan Kampanye Imunisasi MR

 Meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap


campak dan rubella secara cepat
 Memutuskan transmisi virus campak dan
rubella
 Menurunkan angka kesakitan campak dan
rubella
 Menurunkan angka kejadian CRS

13
Strategi Pelaksanaan
Kampanye Imunisasi MR

Pelaksanaan kampanye imunisasi MR dibagi menjadi 2 tahap :


 Tahap 1: AGUSTUS
Pemberian imunisasi MR di seluruh SEKOLAH yang terdiri dari
sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak,
SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat dan SMPLB.

 Tahap 2 : SEPTEMBER
Pemberian imunisasi di POS-POS PELAYANAN IMUNISASI
LAINNYA seperti Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas,
Puskesmas pembantu, Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya.

14
Kampanye MR dapat dimanfaatkan
untuk meningkatkan Imunisasi Rutin
 Meningkatkan kesadaran masyarakat dan kerjasama dengan sektor swasta
tentang pentingnya Imunisasi rutin dan lanjutan.
 Meningkatkan kerjasama dengan swasta dan partner dalam kegiatan
persiapan, pelaksanaan dan evaluasi (NGO, program berbasis masyarakat,
media, institusi budaya, pimpinan masyarakat dan agama, sekolah,
humanitarian dan sukarelawan) serta untuk membantu program rutin
setelah selesai kegiatan Imunisasi tambahan.
 Pada saat pendataan sasaran kampanye MR, juga dimanfaatkan untuk
mendata anak yang belum mendapat Imunisasi lengkap, untuk dilengkapi
pada saat yang sama atau pada kunjungan berikutnya.
 Kegiatan Imunisasi tambahan MR tidak boleh mengganggu pelaksanaan
Imunisasi rutin.

15
Pengenalan Vaksin MR
 Vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated)
berupa serbuk kering dengan pelarut. Dapat
digunakan sampai 6 jam setelah dilarutkan selama
tetap disimpan pada suhu 2 – 8 derajat C
 Kemasan vaksin adalah 10 dosis per vial.
 Setiap dosis vaksin MR mengandung:
1000 CCID50 virus campak
1000 CCID50 virus rubella
 Sensitif panas, disimpan pada suhu 2 – 8 C

16
REAKSI VAKSIN MR
JENIS VAKSIN RINGAN BERAT

VAKSIN MR
>.Reaksi Lokal Kejang demams
(Kadang nyeri , Syok anafilaksis
Kemerahan, Dg prevalensi 1-50
pembengkakan,) per 1.000.000
>Rewel, dosis
>.Demam >38oC
dg Prevalensi 5-
10%

17
Kontra indikasi Vaksin MR
 Reaksi berat pada imunisasi sebelumnya misal
kejang demam.
 Gangguan imunitas bawaan atau didapat tetapi
bukan HIV
 Wanita hamil

18
Mobilisasi Masyarakat
Kader : memberitahukan kepada ibu/keluarga balita
tentang hari, tanggal, serta tempat dimana balita bisa
mendapatkan imunisasi MR  dua minggu sebelum
pelaksanaan  Dua hari jelang kegiatan : ingatkan sasaran
dan orang tua/pengasuh untuk datang ke pos pelayanan 
surat undangan.

Pemberitahuan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat,


pengumuman langsung melalui tempat-tempat ibadah
(Mesjid, Gereja, Pura, Kelenteng dll), pemasangan spanduk
ditempat-tempat yang strategis, serta informasi melalui
media cetak dan media elektronik.

19
Lanjutan
PERAN KADER

Setiap pos pelayanan dibantu oleh 3 orang kader dgn tugas :


a. Menggerakan masyarakat untuk datang ke Pos pelayanan
b. Mengatur alur pelayanan imunisasi di Pos Pelayanan
c. Mencatat hasil Imunisasi
d. Memberikan tanda/marker pada kuku jari kelingking kiri anak
Setiap 3-5 Pos Pelayanan dikoordinir oleh 1 (satu) orang supervisor,
tugas :
a. Memastikan pelaksanaan Kampanye MR berjalan dgn baik
b. Memantau kecukupan logistik dan KIPI

20
Peran Guru selain mendampingi
murid juga:
◦ Memberikan informasi pada orangtua/wali murid melalui
Pertemuan Orangtua Murid atau surat edaran yang berisi
pemberitahuan manfaat imunisasi MR dan tanggal
pelaksanaannya.
◦ Membantu memberikan penyuluhan kepada orangtua/ wali /
murid
◦ Memberikan data murid yang akan diberikan imunisasi
termasuk data anak yang putus sekolah
◦ Menyeleksi anak yang berumur <15 tahun dan anak yang
sedang sakit,belum sarapan atau tidak masuk sekolah karena
alasan lainnya
◦ Membantu menyiapkan ruangan untuk penyuntikan dan ruang
tunggu setelah penyuntikan
◦ Membantu mengatur alur pelayanan imunisasi
◦ Membantu pencatatan hasil imunisasi dan memberi tanda pada
ujung bawah jari kelingking kiri dengan pen marker /Tinta
◦ Melaporkan pada petugas bila ditemukan kasus diduga KIPI

21
Introduksi Imunisasi MR

 Vaksin MR menggantikan vaksin campak pada kegiatan


imunisasi rutin
 Sasaran :
◦ Seluruh bayi usia 9 bulan,
◦ Seluruh anak usia 18 bulan,
◦ Seluruh anak usia SD/MI/sederajat/SDLB kelas 1
 Dilaksanakan segera setelah kampanye imunisasi MR selesai

22
Jadwal Imunisasi setelah Introduksi
Imunisasi MR

Jenis Imunisasi Jenis Imunisasi


Usia Anak (sebelum MR) ( setelah MR)

<24 jam Hepatitis HBO Hepatitis HBO

1 bulan BCG, OPV1 BCG, OPV1

2 bulan DPT-HB-Hib 1, OPV 2 DPT-HB-Hib 1, OPV 2

3 bulan DPT-HB-Hib 2, OPV 3 DPT-HB-Hib 2, OPV 3

4 bulan DPT-HB-Hib 3, OPV 4 dan IPV DPT-HB-Hib 3, OPV 4 dan IPV


9 bulan CAMPAK MR

18 bulan-2 Tahun MR, DPT-HB-Hib MR, DPT-HB-Hib

Kelas 1 CAMPAK, DT MR, DT

Kelas 2 Td Td

Kelas 3 Td Td 23