Anda di halaman 1dari 25

STANDARD PROFESIONAL

AKUNTAN PUBLIK
WINDASARI RACHMAWATI,SE.MM
Perkembangan standard profesional
akuntan publik
 Th 1994= norma pemeriksaan akuntan
indonesia pada kongres ke VII IAI
 Perubahan terjadi pada tahun 1999, dan
diterbitkan pada 1 januari 2001ada lima
standard audit

2
Kerangka kodifikasi berbagai
standard profesi
keterangan
IPSA = interpretasi pernyataan standard
auditing
IPSAT= pernyataan standard atestasi
IPSAR = interpretasi pernyataan standard
jasa akuntansi dan review
IPSJK = pernyataan standard jasa konsultan
IPSPM = interpretasi pernyataan standard
pengendalian mutu
Hubungan Akuntansi dengan Pengauditan

Akuntansi: Pengauditan
Mendapatkan & mengevaluasi bukti
Menganalisis kejadian & transaksi
tentang LK

Memeriksa bahwa LK telah disusun


Mengukur dan mencatat data transaksi
sesuai dengan PABU

Menyatakan pendapat dalam


Mengelompokkan dan meringkas data
Laporan Auditor

Menyusun LK sesuai dengan PABU Menyerahkan laporan kepada klien

Mendistribusikan LK dan Lap Auditor kpd


stockholder

6
Alasan Pentingnya Pengauditan
Audit sangat penting dilakukan karena adanya Risiko
Informasi, yaitu kemungkinan informasi yang
digunakan untuk menilai risiko bisnis tidak dibuat
secara tepat, karena:
◦ Informasi diterima dari pihak lain
◦ Bias dan motivasi pembuat informasi
◦ Volume data
◦ Kerumitan transaksi

7
Alasan Pentingnya Pengauditan
Cara mengurangi Risiko Informasi, yaitu:

◦ Pemakai laporan melakukan sendiri


verifikasi atas informasi
◦ Pemakai membebankan risiko informasi
pada manajemen
◦ Disediakan laporan keuangan yang telah
diaudit

8
Rerangka kode etik IAI

9
Pihak-pihak yang Berinteraksi dengan
Auditor
 Manajemen
 Dewan Komisaris dan Dewan Audit
 Auditor Intern (Internal Auditor)
 Pemegang Saham

10
Hubungan antara Standar Auditing dengan
Prosedur auditing
Standar Auditing Prosedur Auditing
 Berkaitan dengan kriteria atau  Menyangkut langkah yang
ukuran mutu pelaksanaan harus dilaksanakan selama
(mutu profesional) audit berlangsung
 Tolok ukur tujuan yang hendak  Alat untuk mencapai tujuan
dicapai audit
 Dapat diterapkan pada setiap  Penerapannya berbeda-beda
audit tanpa melihat besar kecil tergantung ukuran perusahaan
perusahaan klien (berlaku klien, karakteristik, sifat, serta
sama) kompleksitas operasi

11
Laporan Audit
Bentuk Baku Bentuk Tidak Baku
 Terdiri dari 3 alinea:  Terdiri dari 3 alinea (sama
◦ Pendahuluan (isinya al: dengan laporan bentuk
tujuan,& pemisahan baku) ditambah paragraf
tanggung jawab) penjelas
◦ Lingkup/cakupan  Terdiri dari 3 alinea, tetapi
menunjukkan sifat & lingkup
serta keterbatasan audit dengan jenis pendapat lain
◦ Pendapat, berisi kesimpulan

12
Laporan Audit
Bentuk Baku Bentuk Tidak Baku
 Paragraf pendapat berisi  Jenis pendapat lain
opini wajar tanpa tersebut antara lain:
pengecualian (wajar tanpa ◦ Wajar dengan pengecualian
syarat) ◦ Tidak wajar
◦ Menolak memberi pendapat

13
Tanggung Jawab Auditor & Kesenjangan
Ekspektasi
Harapan publik terhadap
auditor:
 Melakukan audit dengan
kompetensi teknis, integritas,
independen, & obyektif Tidak
 Mencari & mendeteksi salah terpenuhi
saji material yg disengaja
maupun tidak disengaja
 Mencegah diterbitkannya LK Kesenjangan
yang menyesatkan
Ekspektasi

14
Kesenjangan Ekspektasi
Terkait dengan 3 hal berkut:
1. Menemukan dan melaporkan kekeliruan
dan ketidakberesan, terutama
kecurangan
2. Mendeteksi dan melaporkan pelanggaran
hukum yang dilakukan klien
3. Melaporkan apabila disinyalir ada
masalah ketidakpastian kemampuan
perusahaan untuk melanjutkan usahanya

15
Tiga jenis independensi
1. independent in appearance (independensi dilihat dari
penampilan di struktur organisasi perusahaan)
2. Independent in fact (independensi dalam kenyataan/
dalam tugasnya)
3. Independent in mind (independen dalam pikiran), misal.
Seorang auditor mendpat temuan audit yang melanggar
atau yang memerlukan audit adjusment yang material,
lalu dia berpikir untuk memakai audit findings untuk
memeras auditee. Walaupun belum dilaksanakan in
mind auditor sudah kehilangan independensinya. Berlaku
untuk akuntan publik atau internal auditor.

16
Persyaratan Akuntan Publik di Indonesia

 Domisili Indonesia
 Memiliki register akuntan publik (Ak)
 Menjadi anggota IAPI
 Lulus ujian Sertifikasi Akuntan Publik
 Pengalaman kerja minimal 3 tahun (3000 jam)
 Menjadi ketua audit min 1 tahun
 Wajib memiliki KAP atau bekerja pada Koperasi
Jasa Audit

17
Standar Profesional Akuntan Publik
 Standar Auditing:
◦ pedoman audit laporan keuangan historis
◦ Berisi 10 standar yg dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar
Auditing (PSA)
◦ PSA diinterpretasikan ke dalam IPSA
◦ Kepatuhan bersifat mandatory
 Standar Atestasi:
◦ rerangka untuk fungsi atestasi yang mencakup tingkat keyakinan
tertinggi yg diberikan dalam jasa audit LK historis maupun tingkat
keyakinan yg lebih rendah untuk jasa nonaudit
◦ Berisi 11 Pernyataan Standar Atestasi (PSAT)IPSAT
(interpretasi pernyataan standard atestasi
◦ Kepatuhan bersifat mandatory

18
Standar Profesional Akuntan Publik
 Standar Jasa Akuntansi dan Review
◦ rerangka untuk fungsi nonatestasi yang mencakup jasa akuntansi
dan review.
◦ Berisi Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review
(PSAR)IPSAR
◦ Kepatuhan bersifat mandatory

 Pedoman Audit Industri Khusus

19
Standard atestasi
 Standard berlaku pada akuntan publik
yang melakukan perikatan atestasi
 Perikatan atestasi : menerbitkan
komunikasi tertulis yang menyatakan
suatu simpulan tentang keandalan asersi
tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak
lain.
PSAT
Ada 11:
1. Standard umum
a. Perikatan dilaksanakan oleh orang yang memiliki keahlian dan
pelatihan teknis cukup dalam fungsi atestasi
b. Perikatan harus dilaksanakan oleh orang yang memiliki
pengetahuan yang cukup dalam bidang asersi
c. Memiliki dua alasan:
- asersi dapat dinilai rasional
- asersi dapat di estimasi atau diukur secara konsisten
dan rasional

d. Mental independen
e. Profesionalitas
Lanjutan
 II. Standard pekerjaan lapangan
a. Perencanaan sebaik baiknya, jika
digunakan asisten harus supervisi
b. Bukti yang cukup sebagai dasar yang
rasional
Lanjutan
III. Standard pelaporan
a. Menyebutkan asersi yang dilaporkan dan
menyatakan sifat perikatan atestasi yang
bersangkutan
b. Merupakan simpulan praktisi, apakah sesuai
dengan standard
c. Menyatakan semua keberatan praktisi yang
signifikan tentang perikatan dan penyajian
asersi
d. Mengevaluasi asersi yang di susun
berdasarkan kriteria dan prosedur yang
disepakati
Hubungan antara Standar Atestasi dengan
Standar Audit

Standar Atestasi Standar Audit

Sebagai pedoman Sebagai pedoman


umum semua jenis pemeriksaan LK
penugasan  historis
termasuk jasa
pemeriksaan LK
historis

24
Standar Pengendalian Mutu
 Terdiri dari 9 elemen (ada di ruang lingkup audit)
 Penerapannya bersifat sukarela

Hubungan Standar Audit dengan Standar


Pengendalian Mutu

Standar audit yang ditetapkan oleh IAI berkaitan dengan


pelaksanaan penugasan audit secara individual;
Standar pengendalian mutu berkaitan dengan praktik audit
kantor akuntan publik secara keseluruhan

25