Anda di halaman 1dari 42

Transformer/Transformator (Trafo)

Transformer adalah suatu alat listrik yang dapat


memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau
lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain,
melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip
induksi-elektromagnet.
ENERGY
MEKANIK

TRANSFORMER
ENERGY ENERGY
LISTRIK TRANSFORMER LISTRIK
MENGAPA TRANSFORMER
Beberapa alasan digunakannya transformer,
antara lain:
1. Tegangan yang dihasilkan sumber tidak
sesuai dengan tegangan pemakai
2. Biasanya sumber jauh dari pemakai sehingga perlu
tegangan tinggi (Pada jaringan transmisi)
3. Kebutuhan pemakai / beban memerlukan tegangan
yang bervariasi
Sejarah
 1831, Michael Faraday mendemonstrasikan sebuah koil dapat
menghasilkan tegangan dari koil lain.
 1832, Joseph Henry menemukan bahwa perubahan flux yang cepat dapat
menghasilkan tegangan koil yang cukup tinggi
 1836, Nicholas Callan memodifikasi penemuan Henry dengan dua koil.

 1850 – 1884, era penemuan generator AC dan penggunaan listrik AC

 1885, Georges Westinghouse & William Stanley mengembangkan


transformer berdasarkan generator AC.
 1889, Mikhail Dolivo-Dobrovolski mengembangkan transformer 3 fasa
pertama
Macam-macam Transformer
Berdasarkan fungsinya, trafo dibagi
menjadi :

 Trafo Radio
 Trafo Pengukuran
 Potential Transformer (PT)
 Current Transformer (CT)
 Trafo Daya
PENGGUNAAN POWER TRANSFORMER PADA
JARINGAN DISTRIBUSI

AREVA,Power Transformer Fundamental (2008)


Simbol Transformer
 Transformer 1 fasa

 Transformer 3 fasa

Yd
Simbol Transformer (2)
 Transformer Pengukuran
 Current Transformer

 Potential Transformer
BAGIAN UTAMA
TRANSFORMATOR
INTI BESI
INTI BESI
Inti besi berfungsi untuk mempermudah
jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh arus
listrik yang melalui kumparan. Pada
transformator, inti besi dibuat dari
lempengan-lempengan besi tipis yang
berisolasi, untuk mengurangi panas
(sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan
oleh “Eddy Current”
KUMPARAN
KUMPARAN
Beberapa lilitan kawat berisolasi akan
membentuk suatu kumparan. Kumparan
tersebut di-isolasi, baik terhadap inti besi
maupun terhadap kumparan lain disebelahnya
dengan isolasi padat, seperti karton, pertinax.
MINYAK TRANSFORMATOR
MINYAK TRANSFORMATOR
Sebagian besar trafo tenaga, kumparan-
kumparan dan intinya direndam dalam
minyak trafo, terutama trafo-trafo tenaga
yang berkapasitas besar, karena minyak
trafo mempunyai sifat sebagai media
pemindah panas (di sirkulasi), dan bersifat
sebagai isolasi (daya tegangan tembus
tinggi), sehingga minyak trafo tersebut
berfungsi sebagai media pendingin dan
isolasi.
TANGKI

Pada umumnya bagian-bagian dari trafo


yang terendam minyak trafo berada
(ditempatkan) dalam tangki. Untuk
menampung pemuaian minyak trafo,
tangki dilengkapi dengan konservator.
BUSHING
BUSHING
Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan
luar melalui sebuah bushing, yaitu sebuah
konduktor yang diselubungi oleh isolator,
yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat
antara konduktor tersebut dengan tangki trafo.
PERALATAN BANTU
PENDINGIN
TAP CHANGER
ALAT
PERNAPASAN
PENGAMAN
PENDINGIN
Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul
panas, akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi tembaga.
Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu
yang berlebihan, akan merusak isolasi (di dalam trafo),
maka untuk mengurangi kenaikan suhu yang
berlebihan tersebut trafo perlu dilengkapi dengan
alat/system pendingin untuk menyalurkan panas keluar
trafo. Media yang dipakai pada system pendingin
dapat berupa:udara/gas, minyak, dan air.Sedangkan
pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara alamiah
(natural) atau tekanan/paksaan.
PENDINGIN
MEDIA
No MACAM SISTEM Dalam Trafo Luar Trafo
PENDINGIN* Sirkulasi Sirkulasi Sirkulasi Sirkulasi
Alamiah Paksa Alamiah Paksa

1 AN - - Udara -
2 AF - - - Udara
3 ONAN Minyak - Udara -
4 ONAF Minyak - - Udara
5 OFAN - Minyak Udara -
6 OFAF - Minyak - Udara
7 OFWF - Minyak - Air
8 ONAN/ONAF Kombinasi
3 dan 4
9 ONAN/OFAN Kombinasi
3 dan 5
10 ONAN/OFAF Kombinasi
3 dan 6
11 ONAN/OFWF Kombinasi
3 dan 7
TAP CHANGER
Merupakan alat pengubah perbandingan
transformasi untuk mendapatkan tegangan
operasi sisi sekunder yang konstan/stabil
(diinginkan) dari tegangan jaringan/sisi
primer yang berubah-ubah. Tap changer
dapat dilakukan baik dalam keadaan
berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak
berbeban (off load) tergantung pada
jenisnya.
ALAT PERNAFASAN
Akibat pengaruh naik turunnya beban
transformator maupun suhu udara luar,
maka suhu minyak akan berubah-ubah
mengikuti keadaan tersebut. Bila suhu
minyak tinggi, minyak akan memuai dan
mendesak udara di atas permukaan minyak
keluar dari dalam tangki, sebaliknya
apabila suhu turun, minyak menyusut maka
udara luar akan masuk ke dalam tangki.
PENGAMAN
Rele Bucholz untuk mendeteksi dan
mengamankan terhadap gangguan di
dalam trafo yang menimbulkan gas
Konstruksi
 Trafo tersusun dari dua atau lebih kumparan yang
dililitkan pada inti besi.
 Kumparan Primer adalah kumparan yang
terhubung ke sumber.
 Kumparan Sekunder adalah kumparan yang
terhubung ke beban.
Tipe Inti
 berdasar cara lilitan kumparan pada inti):
1. Tipe Inti : kumparan dililitkan pada dua sisi inti
2. Tipe Cangkang : kumparan dililitkan pada
lengan tengah inti.
Tipe Inti Trafo

Tipe Cangkang Tipe Inti


Prinsip Operasi
 Tegangan bolak-balik diterapkan pada kumparan
primer,
 Arus bolak-balik akan mengalir pada kumparan.
 Pada inti timbul fulks magnet yang nilainya
sebanding dengan nilai arus.
 Karena nilai arus setiap saat berubah-ubah maka
besar fluks magnet juga berubah.
 Fluks bolak-balik akan mengalir pada rangkaian
magnetik (inti besi) menginduksikan tegangan
pada kumparan primer dan sekunder.
Prinsip Kerja
Prinsip dasar suatu transformator adalah induksi bersama
(mutual induction) antara dua rangkaian yang dihubungkan oleh
fluks magnet. Dalam bentuk yang sederhana, transformator terdiri
dari dua buah kumparan induksi yang secara listrik terpisah tetapi
secara magnet dihubungkan oleh suatu path yang mempunyai
relaktansi yang rendah. Kedua kumparan tersebut mempunyai
mutual induction yang tinggi. Jika salah satu kumparan
dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, fluks bolak-
balik timbul di dalam inti besi yang dihubungkan dengan kumparan
yang lain menyebabkan atau menimbulkan ggl (gaya gerak listrik)
induksi ( sesuai dengan induksi elektromagnet) dari hukum faraday,
Bila arus bolak balik mengalir pada induktor, maka akan timbul
gaya gerak listrik (ggl) .
Prinsip Kerja (con’t)
Trafo dihubungkan dengan sumber tegangan V1.
Mengalir arus a(iex / -90o )
Iex membangkitkan arus gaya maknit (ф / sefasa dengan iex )
ф Membangkitkan tegangan tentang (e1 / -90o terhadap ф)
PRIMER SEKUNDER Ф Membangkitkan tegangan
Iex
Ф Sekunder (e2 / -90o terhadap ф)
Karena trafo tersebut tidak
~ V1 E 1 E2 V2 berbeban, maka v2 = e2

INTI BESI V1
Ф

Iex
O 2
V1 , E1 E2 /2  (3/2)
Iex

Ф E1

E2
Perbandingan Transformasi
Misal V1 = V maks cos t maka I0 = Imaks sin t
Tegangan induksi pada kumparan primer :
d
e1   N 1   N 1 maks cos t
dt
nilai efektif e1  E1  4,44 N 1 f maks
Pada kumparan sekunder :
d
e2   N 2   N 2 maks cos t
dt
N .2fmaks
E2  2  4,44 N 2 fmaks
2
E N
maka 1  1  a
E2 N 2
dimana a merupakan perbandingan transformasi.
Arus Magnetisasi
 Pada kondisi tidak berbeban, arus mengalir di
sisi primer, (disebut arus penguat ini)
 Arus Penguat diperlukan untuk menghasilkan
fluks,
 Arus Penguat terdiri dari dua komponen:
1. Arus magnetisasi (Im) menghasilkan fluks
2. Arus Rugi Inti yaitu arus akibat rugi histeris dan
arus eddy.
Kondisi Pembebanan

Hubungan arus primer dan sekunder :


I1 N 2 i
N1 .I 1  N 2 .I 2 atau  
I 2 N1 a
Ideal Transformer
Daya pada rangkaian primer = daya pada rangkaian sekunder

I1 I2
P1 = P2 I2 : I1 = V1 : V2
V1 V2
I1.V1 = I2.V2 =a

I1.N1 = I2.N2 = Ratio Trafo


P1 = Daya Primer V1 = Tegangan Primer
P2 = Daya Sekunder V2 = Tegangan Sekunder
N1 : N2 = I2 : I1
I1 = Arus Primer N1 = Jumlah Lilitan Primer
I2 = Arus Sekunder N2 = Jumlah Lilitan = V1 : V2
Sekunder
=a
= Ratio Trafo
Pemodelan Trafo
Rangkaian Ekuivalen
Rangkaan Ekuivalen
dilihat dari sisi primer

Rangkaan Ekuivalen
dilihat dari sisi sekunder
Kerugian pada Transformer
 Rugi-rugi inti:
 Rugi-rugi arus pusar / eddy current
 Rugi-rugi hysterisis

 Rugi-rugi tembaga
Rugi Arus Pusar
 Rugi arus eddy adalah terjadinya arus pusar yang arahnya ber-
putar didalam inti trafo. Arus ini menimbulkan panas didalam inti
trafo.
EDDY CURRENT

INTI BERLAPIS
DAN DISEKAT

 Untuk mengurangi rugi arus eddy, inti trafo


dibuat berlapis-lapis masing-masing
lapisan disekat, sehingga arah pusaran
arus dipependek.
Rugi Hysterisis
Iex
 Rugi hysterisis memperbesar Iex

 Untuk mengurangi rugi hysterisis, inti


trafo dibuat dari besi lunak

 Rugi hysterisis dan arus pusar tetap,


tidak tergantung besar beban
RUGI HYSTERISIS
Rugi-rugi tembaga

 l
R
A
R = Tahanan (Ohm)
ρ = Tahanan jenis (Ohm.m)
l = Panjang (m)
A = Luas penampang (m2)
Rugi-rugi tembaga(2)
Rugi tembaga adalah rugi-rugi lilitan primer dan sekunder lilitan primer
dan sekunder terdiri dari kawat tembaga yang mempunyai panjang dan
penampang

 RUGI TEMBAGA PRIMER = IP2.RP (Watt)

 RUGI TEMBAGA SEKUNDER = IS2.RS (Watt)

RP & RS = Tahanan Primer & Sekunder ()


IP & IS = Arus Primer & Sekunder (Ampere)

Karena rugi tembaga tergantung dari arus primer dan sekunder, maka
rugi tembaga bersifat tidak tetap tergantung beban trafo
Tes tanpa Beban (Open Circuit)
2
VOC
Rc 
POC
VOC
Z0 
I OC
jX m RC
Z0 
RC  jX m

 Elemen seri RP dan XP adalah sangat kecil


dibanding nilai RC dan Xm, sehingga tegangan,
arus dan daya terbaca menunjukkan besaran
parameter inti
Pengujian Hubung Singkat
Ps c
Re k  2
Isc
Vs c
Zek   Re k  jX ek
Isc
X e c  Z e k  Re k
2 2

Re k  R P  a 2 R S
X ek  X S  a2 X S