Anda di halaman 1dari 11

By windasari rachmawati

 Jurnal koreksi (Correction journal) –


Mempunyai manfaat dan fungsi untuk
mengkoreksi sejumlah nilai transaksi yang
telah salah dalam pembukuan dalam buku
besar atau untuk mengkoreksi penggunaan
klasifikasi akun yang keliru (salah saat
menganalisa akun).
 Bagaimana contohnya ? misalkan terjadi kesalahan
pencatatan dengan jumlah hitungan beberapa ribu
rupiah, bagi perusahahaan yang memiliki aktiva
bernilai jutaan rupiah akan dianggap sebagai kesalahan
yang dianggap tidak material dan tidak membutuhkan
koreksi. Dalam arti kesalahan ini dapat ditangani
dengan mudah.
 Bentuk Kesalahan Pencatatan Akuntansi
Pada dasarnya setiap terjadi kesalahan jika memungkinkan
seharusnya dikoreksi. Namun terdapat beberapa kondisi
yang membuat tidak semua kesalahan membutuhkan jurnal
koreksi dengan alasan kesalahan tersebut akan betul dengan
sendirinya di periode (bulan/tahun) berikutnya.
1. Jurnal koreksi (pembetulan) kesalahan untuk periode yang
sama.
Jenis kesalahan yang diketahui di periode yang sama,
meliputi :
Kesalahan klasifikasi.
Kesalahan jumlah
2. Jurnal koreksi (pembetulan) kesalahan untuk periode
yang berbeda.
Kesalahan pencatatan yang diperiode sebelumnya bisa
berpengaruh terhadap:
Kesalahan yang berpengaruh terhadap akun Neraca.
Untuk jenis kesalahan yang berpengaruh terhadap akun
neraca saja (mulai dari kas sampai laba ditahan)
semuanya memungkinkan untuk dikoreksi, alasannya
karena tidak ada istilah tutup buku untuk akun-akun
jenis ini.
 Jenis-Jenis Kesalahan Pada Perusahaan
a. Salah tulis angka (Nominal terlalu besar dan atau
terlalu kecil)
b. Salah tulis perkiraan / nama akun
c. Salah tulis nama akun dan angka
d. Lupa mencatat transaksi
 Pembetulan Kesalahan
a. Kesalahan diketahui sebelum adanya posting ke dalam
buku besar
Cukup di coret yang salah, kemudian diganti dengan angka dan
akun yang benar kemudian di paraf.
Misalnya:
Pada tanggal 05 Juni 2013, perusahaan menerima kas sebesar
Rp.350.000 dari pembayaran piutang.
Salah Catat dan Jurnal Koreksinya:
05 Juni 2013 Kas Rp.150.000 Rp.350.000
Pendapatan Jasa Rp.
1.500.000
Piutang Usaha Rp.350.000
 Kesalahan diketahui setelah adanya posting ke dalam buku besar
1. Apabila ada kesalahan pencatatan akun, maka di buat jurnal balik
dan jurnal yang benar.
Misalnya:
Perusahaan membayar biaya iklan sebesar Rp. 300.000,-

Salah catat:
Biaya iklan Rp.300.000
Kas Rp.300.000

Jurnal Koreksinya:
Kas Rp.300.000
Biaya iklan Rp.300.000
(pencatatan jurnal balik)
Biaya Iklan Rp.300.000
Kas Rp.300.000
(pencatatan yang benar)
2. Apabila hanya salah angka, maka dibuat jurnal untuk
koreksinya.
Misalnya apabila salah catat angkanya melebihi angka
sebenarnya:
Perusahaan membeli barang dagang Rp. 350.000 secara kredit.
Salah catat:
Pembelian Rp.400.000
HutangUsaha Rp.400.00
0

Jurnal Koreksinya:
Hutang Usaha Rp. 50.000
Pembelian Rp. 50.000
(pencatatan yang benar dengan jurnal pembalik)
Misalnya apabila salah catat angkanya kurang dari angka sebenarnya:
Perusahaan membeli barang dagang Rp. 350.000 secara kredit.
Salah catat:
Pembelian Rp.200.000
Hutang Usaha Rp.400.000

Jurnal Koreksinya:
Pembelian Rp.150.000
Hutang Usaha Rp.150.000

3. Apabila karena kesalahan karena lupa, maka jurnal seperti biasanya.

Di dalam ayat jurnal koreksi, lebih dimungkinkan untuk membalik jurnal


yang salah dan membuat jurnal yang benar. Hal tersebut dikarenakan
pendekatan ini akan lebih berpengaruh pada beberapa jurnal dan
pembukuan serta membuahkan hasil yang diinginkan