Anda di halaman 1dari 22

PENDAHULUAN

• Pembangunan jalan merupakan bagian dari


pembangunan pada sektor ekonomi yang
mencakup aspek pertanian, pariwisata,
sumberdaya alam dan lainnya.
• Merupakan salah satu pembangunan untuk
meningkatkan devisa negara melalui
pengembangan potensi yang ada pada suatu
daerah.
LATAR BELAKANG
• Mengapa pembangunan jalan perlu
dilengkapi dokumen AMDAL (ANDAL, RKL,
RPL) ?
• Potensi Dampak Terhadap Komponen Lingkungan
Yang Besar
• Area Yang Terkena Dampak Luas
• Dampak Kegiatan Yang Bersifat Tetap dan
Meningkat
DASAR-DASAR HUKUM
Undang-Undang
1) Undang-undang Nomor 13 Tahun 1980, tentang
Jalan
3) Undang - undang Nomor 4, tahun 1992, tentang
Perumahan dan Pemukiman
4) Undang - undang Nomor 14 tahun 1992, tentang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
5) Undang-undang Nomor 24 tahun 1992, tentang
Penataan Ruang
6) Undang-undang Nomor 23 tahun 1997, tentang
Ketentuan- ketentuan Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup. 3
Peraturan Pemerintah
1) Peraturan Pemerintah nomor 20 tahun 1990
tentang Pengendalian Pencemaran Air.
2) Peraturan Pemerintah nomor 26 tahun
1985, tentang Jalan.
3) Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun
2000 Tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan.

4
Peraturan Menteri
1) Peraturan Menteri Pekerjaan umum No. 45/PRT/1990, tentang
Pengendalian Mutu Air pada Sumber-sumber Air.
2) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 69/PRT/1995 tentang
Pedoman Teknis Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Proyek Bidang Pekerjaan Umum.
3) Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 147/KPTS/1995,
tentang petunjuk Teknis Penyusunan Kerangka Acuan AMDAL
Proyek Bidang Pekerjaan Umum.
4) Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. Kep-Men/1111994,
tentang Daftar kegiatan Bidang Pekerjaan Umum Yang Wajib
AMDAL
5) Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 40/KPTS/1997
tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Proyek Jalan. .

5
TUJUAN DAN KEGUNAAN ANDAL
TUJUAN:
• Mengidentifikasikan rencana kegiatan yang
• Mengidentifikasikan rona lingkungan
• Memprakirakan dan mengevaluasikan dampak

KEGUNAAN:
• Membantu pengambilan keputusan dalam
pemilihan alternatif yang layak dari segi
lingkungan hidup, teknis dan ekonomis
• Mengintegrasikan pertimbangan lingkungan
hidup dalam tahap perencanaan kegiatan
proyek;
• Sebagai pedoman untuk kegiatan pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup proyek
ISU POKOK
Tahap Prakonstruksi
1. Persepsi dan sikap negatif serta keresahan masyarakat karena
pengadaan lahan

Tahap Konstruksi
1. Pembukaan lahan yang menyebabkan pengurangan areal dari
berbagai tipe tata guna lahan sehingga mengakibatkan
berkurangnya fungsi lahan bagi pemilik atau fungsi kawasan secara
umum.
2. Potensial longsoran dan erosi yang akan menyebabkan
peningkatan sedimentasi badan air (sungai, irigasi, selokan dan
lainnya)
3. Pembukaan lahan dan vegetasi yang akan terbentuknya koridor
isolasi fauna
4. Pembukaan lahan akan menyebabkan hilangnya kepemilikan lahan,
permukiman, dan fungsi sosial suatu area.
ISU POKOK
Tahap Pasca Konstruksi
1. Meningkatnya aktivitas lalu lintas karena beroperasinya
jalan
2. Meningkatnya kebisingan dan penurunan kualitas udara
akibat peningkatan lalu lintas dan pemakaian jalan yang
berpengaruh pada gangguan kesehatan masyarakat
sekitar jalan
3. Adanya pengurangan daerah resapan akibat tertutup
permukaan jalan, mengakibatkan peningkatan runoff,
banjir, penurunan muka air tanah, dan penurunan
kualitas air.
4. Terganggunya fauna darat karena kebisingan aktivitas
lalulintas yang melewati jalan
5. Perubahan tata ruang, lahan dan tanah akibat adanya
peningkatan akivitas ekonomi oleh adanya jalan
STUDI KASUS AMDAL JALAN
PASAR KUPA – CIMANDIRI,
LEBAK SELATAN, BANTEN
USULAN KEGIATAN PEMBANGUNAN

Deskripsi Umum
Pembangunan Jalan Pasar Kupa-Cimandiri,
terletak 35 km arah Selatan Kompleks
Perkantoran Pemerintah Kab. Lebak, Rangkas
Bitung.

Rencana pembangunan jalan: pertigaan Kampung


Pasar Kupa–Jl. Lebak Siuh-Sereweh Desa
Cibungur Kecamatan Cijaku hingga Pertigaan
Kampung Cimandiri Laut – Jl. Malingping-Bayah
Desa Situregen di Kecamatan Panggarangan.
Deskripsi Umum Kegiatan
1. Pembangunan Jalan Pasar Kupa - Cimandiri meliputi
badan jalan, pembatas jalan, bahu dan trotoar dengan
luas  42 ha,
2. Panjang jalur  30 km dengan lebar 14 meter.
3. Dalam pembangunan jalan sepanjang ± 4 km melintasi
permukiman penduduk, lahan pertanian seperti sawah,
kebun palawija dan perkebunan karet serta berbagai
jenis kebun campuran (talun).
4. Pembangunan jalan melintasi 6 sungai dan 2 saluran
air irigasi non teknis yang dibangun masyarakat.
Deskripsi Rinci Kegiatan
1) Desa Cibungur, Kampung Pasar Kupa dan Kampung
Cibungur Kec. Cijaku (STA 0+000 s.d. STA 3+900)
Pekerjaan penggalian dan pelebaran bahu jalan.
Pembangun jembatan melintasi Sungai Cibungur
Sungai Cipeucang Pari.
Pembebasan lahan di Desa Cibungur Kampung Pasar
Kupa dan Kampung Cibungur adalah 63% berupa
talun, 25% perumahan dan pekarangan dan 12%
untuk guna lahan lainnya.

2) Desa Cigemblong Kampung Cilipung, Desa Mugijaya


Kec. Cijaku (STA 0+000 s.d. STA 6+900)
Melewati permukiman dan pekarangan serta talun di
Desa Cigemblong, dan desa Mugijaya.
Komposisi tata guna lahan meliputi 43% talun, 33%
perumahan dan pekarangan, 10% kebun,dan sisanya
berupa guna lahan lainnya.
3) Desa Cikadongdong Kampung Cibanteng, Cibadak,
Cibodas Kec. Cijaku (STA 6+900 s.d. STA 13+000)
Komposisi tata guna lahan yang dibebaskan meliputi
talun sebesar 41%, perumahan dan pekarangan 24%,
10% berupa sawah dan sisanya berupa guna lahan
lainnya.
Pembangunan satu jembatan di sungai Cikaras.

4) Desa Cikadongdong, Kampung Lebak Tundun,


Cidengdeng Kec. Cijaku (STA 13+000 s.d. STA
16+200)
Komposisi tata guna lahan yang dibebaskan meliputi
sawah sebesar 5%, Talun 45%, perumahan dan
pekarangan sebesar 22% dan sisanya berupa guna
lahan lainnya, seperti kolam ikan milik masyarakat.
Pembangunan satu jembatan di Sungai Cimapag.
5) Desa Gunung Gede, Cimandiri, Situregen Kec.
Panggarangan (STA 16+200 s.d. STA 20+700)
Merupakan ujung dari rencana Jalan Pasar Kupa –
Cimandiri terletak di Kampung Cimandiri Laut, Desa
Situregen Kecamatan Panggarangan
Kondisi tata guna lahan eksisting yang dibebaskan
berupa perumahan dan pekarangan sebesar 46%,
kebun 15% dan sisanya berupa guna tata lahan talun.
Di desa Cimandiri ditemukan fasilitas umum berupa
masjid yang selama ini digunakan oleh penduduk.
PENDEKATAN STUDI
1. Penyebab masalah lingkungan yang ditimbulkan dari
kegiatan pembangunan
2. Pendekatan holistik (ekosistem) atas komponen
lingkungan
3. Pendekatan pembangunan untuk semua orang
METODOLOGI STUDI
1. Pembatasan masalah
2. Identifikasi dampak potensial
3. Pengumpulan data
PEMBATASAN MASALAH
Batas Ruang: Batas Wilayah Studi
1. Batas proyek
Jalan sepanjang 30 km dengan ROW 14 m
2. Batas administrasi
KecamatanCijaku: Ds. Cibungur,
Ds Cigemblong, Ds Cikadongdong2.
Kec.Panggarangan: Ds Gununggede, Cimandiri, Situregen
3. Batas ekologi
S. Cibarengkok, S. Cihara, S.Mapag, S. Cikaras,
S. Cipeucangpari, S. Cibungur
4. Batas sosial ekonomi dan budaya
KecamatanCijaku: Ds. Cibungur,
Ds Cigemblong, Ds Cikadongdong2.
Kec.Panggarangan: Ds Gununggede, Cimandiri, Situregen
5. Batas studi
Kompilasi Batas Proyek, Administrasi, Ekologi dan Sosial Ekonomi
Budaya
Batas Waktu: Tahapan Kegiatan
1. Fase Prakonstruksi
1.1.Pengadaan jalan

2. Fase Konstruksi
2.1.Mobilisasi tenaga kerja
2.2. Mobilisasi alat dan bahan
2.3. Pematangan lahan
2.4. Konstruksi badan jalan
2.5. Pekerjaan lapis perkerasan jalan

3. Fase Operasional / Pasca Konstruksi


3.1.Pengoperasian jalan

4. Fase Pasca Operasional


Tidak ada kegiatan pasca operasi jalan
IDENTIFIKASI DAMPAK
1. Identifikasi Dampak Potensial
2. Dampak Lingkungan Terhadap Proyek
3. Dampak Proyek Terhadap Lingkungan
DAMPAK LINGKUNGAN TERHADAP PROYEK

• Kondisi jalan yang dipengaruhi oleh faktor


lingkungan.
Misal:
– Air, seperti erosi, banjir
– Geologi seperti kegempaan,
– Tonase kendaraan
DAMPAK PROYEK TERHADAP LINGKUNGAN
Kegiatan pembangunan jalan akan dipengaruhi komponen lingkungan.
Misal:
1. Fase prakonstruksi:
a. Munculnya kerawanan sosial akibat kegiatan pembebasan
lahan

2. Fase Konstruksi:
a. Terjadinya Pengurangan Kawasan Hijau
akibat Penggunaan Lahan untuk Pembangunan Jalan
b. Potensial Terjadinya Longsoran Tanah akibat Penggalian
dan Penimbunan pada Pematangan Lahan sehingga
Menyebabkan Terjadinya Erosi dan Peningkatan
Sedimentasi Sungai
c. Terjadinya penurunan populasi flora dan fauna sebagai
akibat berubahnya tipe tata guna lahan menjadi jalan atau
tipe tata guna lain.
d. Munculnya keresahan masyarakat setempat apabila
masyarakat setempat tidak terakomodasi dalam proyek
2. Fase Konstruksi:
e. Terbukanya kesempatan kerja dan peluang usaha informal yang
berakibat pada peningkatan pendapatan masyarakat akibat
pengerahan tenaga kerja pematangan lahan, konstruksi badan
jalan dan pekerjaan lapis perkerasan jalan

3. Fase Pasca Konstruksi:


a. Terjadinya peningkatan lalu lintas
b. Meningkatnya Kebisingan dan Penurunan Kualitas Udara sebagai
akibat Lalu Lintas Pemakai Jalan yang Berakibat pada Gangguan
Kesehatan
c. Adanya Pengurangan Daerah Resapan yang Tertutup Permukaan
Jalan sehingga Mengakibatkan Peningkatan Run Off, Banjir di Hilir,
Penurunan Muka Air Tanah, dan Penurunan Kualitas Air.
d. Terganggunya Fauna Darat Karena Kebisingan yang Ditimbulkan
oleh Lalulintas yang Melewati Jalan
e. Kemudahan Aksesibilitas Menyebabkan Kecenderungan untuk
Permukiman Baru.
f. Perubahan Tata Ruang, Lahan dan Tanah mengakibatkan Adanya
Peningkatan Akivitas Ekonomi dan Pariwisata sehingga Memacu
Persepsi dan Sikap Positif Masyarakat di Sekitar Lokasi Jalan