Anda di halaman 1dari 10

JENIS-JENIS KEWIRAUSAHAAN

DALAM BIDANG KEPERAWATAN


1. HOME CARE

Definisi Menurut Departemen Kesehatan (2002)


menyebutkan bahwa home care adalah pelayanan
kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang
diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal
mereka yang bertujuan untuk meningkatkan,
mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau
memaksimalkan tingkat kemandirian danmeminimalkan
akibat dari penyakit
2. Konsultan Kesehatan
Tidak hanya menyediakan jasa,
konsultan juga bisa memberikan layanan
konsultasi atau konseling secara langsung
pada klien. Konseling adalah proses
membantu pasien untuk menyadari dan
mengatasi tekanan psikologis atau
masalah sosial, untuk membangun
hubungan interpersonal yang baik dan
untuk meningkatkan perkembangan
seseorang dimana didalamnya diberikan
dukungan emosional dan intelektual
(Mubarak dan Nur Chayatin, 2009).
3. Terapi Komplementer
Terapi komplementer adalah cara
penanggulangan penyakit yang
dilakukan sebagai pendukung
pengobatan medis konvensional
atau sebagai pengobatan pilihan
lain diluar pengobatan medis yang
konvensional.
Di Indonesia ada 3 jenis teknik
pengobatan komplementer yang
telah ditetapkan oleh Departemen
Kesehatan untuk
dapat diintegrasikan ke dalam
pelayanan konvensional,yaitu
a) Akupunktur Medik.
Akupuntur medik yang dilakukan oleh dokter
umum berdasarkan kompetensinya. Metode
yang berasal dari Cina ini diperkirakan sangat
bermanfaat dalam mengatasi berbagai kondisi
kesehatan tertentu dan juga sebagai analgesi
(pereda nyeri). Cara kerjanya adalah dengan
mengaktivasi berbagai molekul signal yang
berperan sebagai komunikasi antar sel. Salah
satu pelepasan molekul tersebut adalah
pelepasan endorphine yang banyak berperan
pada sistem tubuh.
b) Terapi Hiperbarik.
Terapi hiperbarik merupakan suatu metode
terapi dimana pasien dimasukkan ke dalam
sebuah ruangan yang memiliki tekanan udara 2 –
3 kali lebih besar dari pada tekanan udara
atmosfer normal (1 atmosfer), lalu diberi
pernapasan oksigen murni (100%).
Selama terapi, pasien boleh membaca,
minum,atau makan untuk menghindari trauma
pada telinga akibat tingginya tekanan udara.
c) Terapi herbal medik.
Terapi herbal medik yaitu terapi dengan menggunakan
obat bahan alam, baik berupa herbal terstandar dalam kegiatan
pelayanan penelitian maupun berupa fitofarmaka. Herbal
terstandar yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada
cell line atau hewan coba, baik terhadap keamanan maupun
efektivitasnya. Terapi dengan menggunakan herbal ini akan diatur
lebih lanjut oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ada
beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seorang praktisi
komplementer, yaitu sebagai berikut :
a) Sumber daya manusia harus tenaga dokter, perawat dan
atau dokter gigi yang sudah memiliki kompetensi.
b) Bahan yang digunakan harus yang sudah terstandar dan
dalam bentuk sediaan farmasi.
c) Rumah sakit yang dapat melakukan pelayanan penelitian
harus telah mendapat izin dari Departemen Kesehatan Republik
Indonesia dan akan dilakukan pemantauan terus– menerus.
4. Klinik Kesehatan Swasta Dalam Bidang Penelitian

Banyaknya permasalahan dalam bidang kesehatan


terutama yang dihadapi oleh lembaga
penyelenggara pelayanan kesehatan juga membuka
peluang usaha tersendiri bagi perawat. Dengan
membentuk tim riset profesional seperti:
a. Teknik perawatan luka.
b. Terapi modalitas
5. Dalam Bidang Pendidikan

Semakin meningkatnya permintaan masyarakat


tentang layanan kesehatan dirumah dapat membuka
peluang perawat untuk mendirikan lembaga pelatihan
ataupun konsultan yang bergerak dibidang pendidikan
seperti:
a. Lembaga Pelatihan Baby Sister.
b. Pelatihan Perawatan Lansia atau Anak.