Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN PERIOPERATIF PADA NY.

“H” DENGAN
DIAGNOSA MEDIS KANKER PAYUDARA DENGAN TINDAKAN
MASTEKTOMI RADIKAL MODIFIKASI DI INSTALANSI BEDAH SENTRAL
BLUD RSUD ULIN BANJARMASIN

KELOMPOK 3

ARI YESIKA, S.Kep

MEGAWATI, S.Kep

STEVANUS, S.Kep

YOHANA KRISTINA, S.Kep


LATAR BELAKANG
Data yang didapat dari ruang Instalasi Bedah Central (IBS) BLUD RSUD Ulin
Banjarmasin selama bulan september sampai dengan 25 oktober 2017
didapatkan pasien bedah ongkologi sebanyak 40 orang, dimana 26 kasus
merupakan kanker Payudara dengan tindakan pembedahan Mastektomi
Radikal Modifikasi (Buku Register IBS, 2017). Hal ini menunjukkan Kanker
Payudara menjadi kasus yang mendominasi di bedah ongkologi Instalasi
Bedah Central (IBS) BLUD RSUD Ulin Banjarmasin.
Dari data-data permasalah yang ada diatas maka kelompok tertarik untuk
membahas asuhan keperawatan perioperatif pada pasien dengan kanker
payudara di ruang IBS RSUD Ulin Banjarmasin.
• Kanker payudara
Konsep adalah tumor ganas
Teori Kanker yang berasal dari
parenkim, stoma areola,
Payudara dan papila mamae
(Taufan Nugroho,2011).
Definisi
ASUHAN KEPERAWATAN PERIOPERASI

• Pengkajian
• Nama (inisial) : Ny. H
• No. RM : 13.6.xx.xx
• Usia : 61 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Alamat : Jl. Martapura Lama, Martapura Timur Kabupaten Banjar
• Diagnosa medis : Carsinoma Mamae
• Tindakan operasi : Mastektomi Radikal Modifikasi
Riwayat
penyakit
Keluhan Sekarang
utama RIWAYAT
PENYAKIT
Riwayat
penyakit
dahulu
Riwayat
Penyakit
Keluarga
ANALIDA DATA
NO 1 Data Etiologi Masalah Keperawatan

Pre DS : stres tindakan Ansietas ringan


operasi Pasien mengatakan “aku
kada suah operasi, operasi
gugup, cemas, takutan
jadi satu aku nah, ini
operasi pertama, takut
macam-macam ai”
DO :
BP :150/80 mmHg
RR : 22x/menit
HR : 92x/menit
T : 36,3°C
Kesadaran compos mentis
GCS 15 E4M6V5
Pasien tampak gugup,
gelisah
Pasien menyatakan
kekwatiranya
2. Intra Operasi Faktor risiko Risiko perdarahan
Prosedur Operasii
Mastektomi Radikal
Modifikasi

Adapun obat yang digunakan pasien saat anastesi general yaitu:


1. Fentanil 100 mcg berfungsi sebagai analgetik narkotik
2. Propofol 120 mg sebagai obat induksi anastesi, setelah dimasukan obat ini dokter
anastesi akan melakukan intubasi yaitu pemasangan endotracheal tube dan
oropharyngeal airway
3. Atracurium 40mg sebagai muscle relaxan
4. O2 + Sefofluren berfungsi sebagai maintenance atau pemeliharaan anastesi selama
prosedur pembedahan.
5. Obat-obat tambahan seperti Ondansentron, Asam Tranexamat, Epidrine, dan Tamoliv.
6. Sulfat Atrpopine yang berfungsi untuk mengeringkan sekret, mencegah bradikardi
7. Neostigmin sebagai antidotum dari muscle relaxan.
3. Post Operasi DS : Terpajan Hipotermia
Pasien mengatakan
“Dingin banar nak ai”. lingkungan yang

DO : dingin dan efek


BP : 120/70 general anastesi
RR : 22x/menit
HR : 76x/menit
T : 34,5°C
SPO2 : 98%
Kesadaran di bawah
pengaruh general
anastesi
Pasien tampak
menggigil
Akral teraba dingin
4. Faktor risiko: Risiko Cedera
Pasien di bawah
pengaruh general
anastesi
Aldrete score: 7
DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA
KEPERAWATAN
• Ansietas berhubungan dengan stres tindakan operasi ditandai dengan pasien akan
Pre
operasi melaksanakan tindakan operasi Mastektomi Radikal Modifikasi

• Risiko perdarahan dengan faktor risiko prosedur operasi Mastektomi Radikal


Intra
Operasi Modifikasi

• Hipotermia berhubungan dengan terpajan lingkungan yang dingin dan efek


general anastesi ditandai dengan suhu tubuh 34,5°C
Post
Operasi • Risiko cedera dengan faktor risiko Pasien di bawah pengaruh general anastesi
IMPLEMENTASAI
• Pra Operasi
Ansietas berhubungan dengan stres tindakan operasi ditandai dengan pasien
akan melaksanakan tindakan operasi Mastektomi Radikal Modifikasi
1. Membina hubungan saling percaya (11.00 wita)
2. Menggunakan identifikasi dan pendekatan komprehensif (11.05)
3. Mengkaji tanda-tanda vital (11.05 wita)
3. Mengkaji tingkat ansietas menggunakan skala Hamilton Rating Scale For
Anxiety (HARS) (11.10 wita)
4. Menjelaskan semua prosedur yang akan dilakukan (11.20 wita)
5. Mengorientasikan kamar operasi dan team bedah (11. 25 wita)
6. Mendampingi pasien selama di kamar operasi (11.30 wita)
7. Memberikan teknik relaksasi napas dalam
IMPLEMENTASI

• Intra Operasi
Risiko perdarahan dengan faktor risiko prosedur operasi Mastektomi Radikal
Modifikasi
1. Memonitoring keadaan umum pasien dan vital sign (11.45 wita)
2. Memonitor jumlah perdarahan (12.30 wita)
Kolaborasi
3. Memberi cairan intravena (12.20 wita)
4. Memberi obat anti perdarahan (12.25 wita)
IMPLEMENTASI
• Post Operasi
Hipotermia berhubungan dengan terpajan lingkungan yang dingin dan efek
general anastesi ditandai dengan suhu tubuh 34,5°C
1. Memantau tanda-tanda vital setiap 15 menit (13.20 wita)
2. Mengkaji gejala hipotermia (13.22 wita)
3. Memantau suhu lingkungan (13.24 wita)
4. Memberikan selimut penghangat (13.26 wita)
Risiko cedera dengan faktor risiko Pasien di bawah pengaruh general anastesi
1. Menyediakan lingkungan yang nyaman dan aman (13.15 wita)
2. Memposisikan tidur sesuai intruksi medis atau anastesi (13.15 wita)
3. Memasang side rail tempat tidur (13.17 wita)
4. Mengkaji tingkat kesadaran (13.18 wita)
5. Mengkaji Aldrete Score (13. 25 wita)
6. Mendampingi selama pasien belum sadar penuh (13. 30 wita)
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH