Anda di halaman 1dari 18

Psikologi Persepsi

“Teori Figur dan Latar”


Dosen : Dra. Zubaidah Agus M.sn.

Kelompok 7

1. Hari Yoga Pratama


2. Ilham Febrian
3. Muhammad Habib Hendrizal
4. Putri Ramadani
Teori Figur dan Latar
• Prinsip persepsi yang pertama adalah prinsip figur dan latar.
Prinsip ini menggambarkan bahwa manusia, secara sengaja
atau pun tidak disengaja, memilih dari serangkaian stimulus,
dimana yang menjadi fokus atau bentuk utama dan mana
yang menjadi latar. Dalam kehidupan sehari-hari, secara
sengaja atau tidak, kita akan lebih memperhatikan stimulus
tertentu dibandingkan yang lainnya. Artinya, kita menjadikan
suatu informasi menjadi figur, dan informasi lainnya menjadi
latar. Salah satu fenomena dalam psikologi yang
menggambarkan prinsip ini adalah, orang cenderung
mendengar apa yang dia ingin dengar, dan melihat apa yang
ingin dia lihat
Keakraban seseorang dengan suatu obyek berperan menentukan apakah obyek diamati sebagai

figur atau latar.


sebuah figur mungkin memiliki kontur-kontur yang jelas, namun dapat diamati dalam

dua cara yang sangat berbeda.


Teori Figur dan Latar

1. Hukum kedekatan
2. Hukum kesamaan
3. Hukum kontinutas
4. Hukum kelengkapan atau ketertutupan (closure)
5. Hubungan Bagian-Keseluruhan
6. Kesederhanaan
Prinsip Persepsi Berdasarkan Teori Gestalt
• Gambar berikut menunjukkan bahwa persepsi manusia bukanlah hasil penjumlahan unsur-
unsurnya. Segitiga terbalik ditambah bujursangkar biru yang terpotong, tetapi seseorang dapat
melihat ada segitiga putih di tengah walau tanpa garis yang membentuk segitiga tersebut.
• Contoh poster yang menggunakan prinsip figure/ground
Dari gambar disamping tampak bahwa
organisasi sosok-latar belakang dapat
dipertukarkan, antara gambar manusia
berwarna hitam dan manusia berwarna
putih. Kenyataan yang menunjukkan kedua
daerah tersebut dapat dikenali sebagai
suatu gambar menyatakan bahwa
organisasi sosok-latar belakang bukan
merupakan bagian dari stimulus fisik,
tetapi merupakan pencapaian dari sistem
perseptual.
Contoh visual yang juga menggunakan prinsip figur/ground

menyajikan prinsip figure/ground dengan


menggunakan latar yang berdiri sendiri
dan dalam keadaan yang sebanding,
objek dan latar menghasilkan satu
kesatuan.

(sumber: Creating Logo Famillies, ed. David E. Carter, New York, 2000)
Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus

yang dimiliki oleh indera menyebabkan persepsi terbagi

menjadi tiga, yaitu:

a. Persepsi visual.
b. Persepsi auditori.
c. Persepsi perabaan.
• Disamping kemampuan seseorang dalam mencerna
dan menyimpulkan tentang suatu objek dan
peristiwa serta pengalaman secara objektif dengan
demikian persepsi dibagi dalam 2 jenis yaitu :
1. persepsi yang bersifat objektif, yaitu persepsi yang
terjadi atau terbentuk dalam pandangan dan
penafsiran yang benar terhadap input yang ada.
2. persepsi yang bersifat subjektif yaitu persespsi yang
disebabkan oleh kekeliruan penafsiran arti
rangsangan stimulus yang diterima.
Pengolahan Figur – Latar dalam Komposisi Bidang Positif-Negatif

• Dalam Nirmana dwimatra, istilah teknis yang cukup umum dipakai adalah Positif-
Negatif. ‘Positif’ atau ‘figur’ dalam lingkup visual dapat diartikan sebagai elemen atau
bagian yang mendominasi lebih penglihatan atau pengalaman visual kita, sedangkan
‘Negatif’ atau ‘latar’ adalah yang kurang dominan atau dapat juga dikatakan elemen
atau bagian yang malahan menegaskan elemen atau bagian lain sebagai figur.
• Tugas pertama pengamatan seseorang ketika dikonfrontasi
dengan sebuah obyek (atau figur) ialah mengenal obyek.
Untuk melakukannya, ia harus mengamati obyek sebagai
sesuatu yang berbeda dari hal-hal di sekeliling obyek (atau
latar). Keakraban seseorang dengan suatu obyek berperan
menentukan apakah obyek diamati sebagai figur atau latar.
Namun, bagaimanapun, bentuk-bentuk asing dan bahkan yang
paling tidak bermakna, juga terlihat sebagai figur-figur
SIMPULAN

Seorang desainer grafis dalam menata tampilan visual dan


ruang komposisi untuk menciptakan sebuah rancangan yang
efektif dan komunikatif, tentu memperhatikan tendensi dari
perilaku manusia dalam melihat sebuah tampilan visual.
Prinsip-prinsip yang merupakan referensi dasar dari sebuah
konsep desain akan lebih berarti jika sang desainer memahami
situasi dan kondisi masyarakat dengan melibatkan hati nurani,
maka karya yang dibuat tidak hanya sekedar tampil menarik
dan penuh daya kejut, tetapi tinggal membekas di sanubari
masyarakat. Karakter, gaya hidup, dan kultur masyarakat di tiap
Negara berbeda dan ini memungkinkan para desainer untuk
bermain dalam lingkup yang satu ini dengan memanfaatkan
situasi dan kondisi lingkungan.

TERIMAKASIH