Anda di halaman 1dari 21

ALLERGIC & HYPERSENSIVITY

DERMATOSES

• Herpi Pasaribu
• Madeline Jessica
• Elizabeth Munte
• Donny Tambunan
Istilah alergi digunakan pertama kali oleh Clemens
von Pirquet tahun 1906 yang diartikan sebagai
“reaksi pejamu yang berubah” bila terpajan dengan
bahan yang sama untuk kedua kalinya atau lebih.
Alergi atau
hipersensitivitas adalah
kegagalan tubuh
dimana tubuh
seseorang menjadi Definisi Alergi
hipersensitif dalam
bereaksi secara
imunologi terhadap
bahan-bahan yang
umumnya imunogenik.
Dermatitis Numular
Urtikaria
ATOPIK EKSEMA (Dermatitis atopik)
Definisi
Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit
kulit yang hipersensivitis, dan reaksi
inflamasi yang didasari oleh faktor
herediter dan faktor lingkungan, ini terjadi
pada dua bentuk secara klinis, infantil dan
dewasa.
Epidemiology
• Diperkirakan angka kejadian di masyarakat indonesia adalah
sekitar 1-3%

• Pada anak < 5 tahun sebesar 3,1% dan prevalensi DA pada


anak meningkat 5-10%

• Pada 20-30 tahun terakhir. Sangat mungkin peningkatan


prevalensi ini berasal dari faktor lingkungan, seperti bahan
kimia industri, makanan olahan, atau benda asing lainnya.

• Wanita lebih banyak menderita Dermatitis Atopik daripada


pria.
Etiologi
• Faktor Genetik, terdapat riwayat stigmata atopi
berupa asma bronchial.

• Faktor Imunologik, pada penderita ditemukan


peningkatan jumlah IgE dalam serum.

• Faktor Psikologik, seperti stress emosional dapat


memperburuk dermatitis atopik.

• Faktor pencetus yang dapat memperburuk dermatitis


atopik (makanan, inhalan, dan alergen lain,
kelembaban rendah, keringat berlebih, penggunaan
bahan iritasi).
Tanda dan Gejala
Dibagi menjadi 3 fase :

• Dermatitis Atopik Infantil (2 bulan – 24


bulan)

• Dermatitis Atopik pada anak

• Dermatitis Atopik pada remaja dan


dewasa
Tanda dan Gejala
1. Eksim Kering : 2. Eksim Basah :
o Kulit kering o Kemerah-merahan
o Bersisik o Bengkak
o Kemerah-merahan o Melepuh
o Kadang-kadang o Kulit basah
bengkak o Timbul bintil-bintil
o Gatal yang mengandung
air / nanah
o Gatal
Keadaan yang bisa memperburuk
dermatitis atopik :
PATOFISIOLOGI Faktor Predis
Faktor Genetik Faktor Imunologi Faktor Psikologi Posisi

Stigma Atopi IgE dalam serum Stress Emosional - Makanan


meningkat - Kelembaban
rendah
- Keringat
Peran Cromosom Antigen akan ditangkap oleh berlebihan
Fagosit

Sutokinin diproduksi

Pruritus
Tubuh berdiferensiasi

Menghasilkan antibodi IgE menempel di


IgE sel Mast.
Pemeriksaan Diagnostik
1. Skin Prick Test (Tes tusuk kulit)

2. Patch Tes (Tes tempel)

3. RAST (Radio Allergo Sorbent Test)

4. Skin Test (Tes kulit)

5. Tes Provokasi
Obat – Obatan

• Krim Steroid
• Obat Antihistamin
• Hidrokostison
• Antibiotik
• Kortikosteroid
Obat Tradisional
1. 300gr krokot sehar direbus dengan 2.5 liter air hingga
mendidih. Krokot yang yang telah direbus dibungkus
dengan kain lembut lalu dikompreskan pada eksim selama
30 -60 menit secara berturut-turut.
2. Biji saga digiling, minyak kelapa masing-masing
secukupnya dioleskan pada bagian tersebut.
3. Ubi merah secukupnya diblender hingga halus lalu
dibungkus dengan kain dan dikompreskan pada eksim
sesering mungkin
4. Biji saga digiling + minyak kelapa masing-masing
secukupnya dioleskan pada bagian tersebut.
5. Daun pete cina secukupnya dihaluskan. Lalu digosokkan
dan ditempelkan pada eksim secara teratur.
Pencegahan Eksim

1. Jangan terlalu sering mandi.


2. Bila akan mandi gunakan air hangat suam-suam kuku
3. Hindari pengunaan sabun pada daerah eksim.
4. Hindari kontak dengan kain atau selimut yang terbuat
dari bahan wol.
5. Pakailah pakaian bersih, tidak ketat dan menyerap
keringat
6. Jangan menggunakan sabun atau deterjen yang keras.
7. Hindari zat-zat kimia seperti komestik dan oabt-
obatan yang terlalu keras terhadap kulit.
8. Jaga keseimbangan berat badan.
9. JANGAN MENGGARUK!