Anda di halaman 1dari 12

Program Magister Keperawatan

Fakultas Keperawatan
Universitas Airlangga

Using Essential Oil for Wound Healing


Oleh : Kelompok 10 - KMB
Pendahuluan

Luka kronis maupun luka bakar parah dialami oleh jutaan orang di dunia.

Proses perbaikan luka tergantung dari perawatannya

Upaya yang difokuskan, antara lain dengan peningkatan antimikroba secara


topical, preventing infections, promoting tissue regeneration, meminimalkan
rasa sakit, dan scar formation.

Essential oil (EO) banyak digunakan sebagaI bahan pilihan terapi komplementer
untuk membantu penyembuhan luka.
Metode

Metode yang digunakan dalan Literature Review ini dalam

mencari literature menggunakan PECOT framework.


Berdasarkan penentuan kata kunci sesuai topik atau sesuai
dengan kriteri inklusi yang tertuang dalam PECOT framework
dan dilengkapi dengan metode pencarian di database;

Scopus dan MEDLINE didapatkan 5 jurnal


internasional untuk dilakukan review. Kata kunci untuk

mencari penelitian pada jurnal “wound healing” , dan

“essential oil”.
Hasil Review
• Di banyak tempat perawatan kesehatan, banyak pasien dan
keluarga melengkapi perawatan dengan essential oil termasuk
pada kasus pasca operasi (Stea, Beraudi, & De Pasquale, 2014).
Ex:

Cemas insomnia nyeri mual luka

• Essensial oil memiliki tujuan terapeutik analgesia, antiseptik,


antimikroba, dan sifat antidepresan (Jopke, et al, 2016).
(Jopke, et al, 2016)
EFEK ANALGESIK & ANTI DEPRESAN

Aroma EO akan dihirup  penyerapan folatil oleh mukosa yang ada di hidung
 molekul hasil inhalasi menjadi sinyal kimia yang akan diteruskan ke system
limbik  interaksi secara neuropsikologi  berpengaruh terhadap psikologis
dan fisiologi

EFEK ANTISEPTIK & ANTRIMIKROBA

Kehadiran fenol, aldehid, dan alkohol  aktivitas sitotoksik  perubahan


permeabilitas membran, hilangnya ion, kebocoran makromolekul  lisis

(Stea, Beraudi, & Pasquale, 2014)


Menurut penelitian Jopke, et al, 2016 yang bejudul Use of Essential Oils Following

Traumatic Burn Injury: A Case Study, minyak esensial berpotensi menghambat

pertumbuhan mikrobiologi, mendukung pengobatan luka, dan memfasilitasi

penyembuhan dan pemulihan kembali pada pasien-pasien dengan luka. Temuan


dari penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa length of stay selisih 4 hari, pasien

yang dikombinasi dengan perawatan menggunakan essensial oil hanya 78 hari,

sedangankan pada pasien yang tidak menggunakan essensial oil selama 84 hari, selisih

dimana keduanya merupakan luka bakar dengan keparahan sama.


Dalam percobaan Liakos (2013), aktivitas film NaAlg yang telah dikombinasi dengan
essential oil (EO) yang tersimpan pada slide kaca diuji terhadap dua mikroorganisme
yang berbeda, yaitu E. coli , bakteri gram negatif gram, dan C. albicans. Aktivitas

antimikroba dan antijamur dari beberapa essential oil berbeda yang


dienkapsulasi dalam film berbasis alginat dilaporkan berhasil. Essensial oil dari film
menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur tergantung pada jenis dan
konsentrasinya. Sebagian besar EOs, kecuali blue chamomile, ditemukan
menghambat pertumbuhan C. albicans . Sebaliknya, hanya sedikit EO terpilih yang
efektif melawan pertumbuhan E. coli, diantaranya ialah minyak kayu manis, serai
dan minyak peppermint .
Penelitian yang dilakukan oleh Halder, Mehta, Mediratta, & Sharma (2011)
menggunakan EO yang berasal dari cengkeh untuk meningkatkan humoral immune
respone. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak cengkeh Minyak (0,1 mL /
kg) meningkat primer dan sekunder respon imun seperti yang ditunjukkan oleh
peningkatan anti- Titer sheep red blood cells (SRBC). Hal ini mengindikasikan bahwa
minyak cengkeh meningkatkan respon imunitas humoral dan menghasilkan
efek positif pada fungsi sel limfosit sebagai imunostimulan. Diketahui bahwa
selama respon mengeluarkan sejumlah limfokin, seperti makrofag faktor
penghambat migrasi, faktor penghambat migrasi leukosit, dan lain-lain Itu.
Systematic review yang berjudul Could essential oils enhance biopolymers
performance for wound healing?, penggunaan EO pada luka percobaan dilakukan
penilaian ukuran luka dan evaluasi hispatologis. Luka yang diberikan topical EO

menunjukkan percepatan penutupan luka dan reepitalisasi lebih cepat.


Observasi histologis mengenai hasil ini, Misalnya:

• serat kolagen lebih banyak dan lebih terorganisir ,

• Vaskularisasi lebih tinggi ,

• regenerasi epidermal ketebalan penuh,

• penurunan pembengkakan dan eksudat,

• peningkatan kepadatan fibroblas,

• pengurangan leukosit atau jumlah sel inflamasi ,

• peningkatan kadar TGF-β dan myofibroblasts di awal fase penyembuhan.


IMPLIKASI

• Essential oil diberikan pada luka secara topikal untuk memperpendek masa

inflamasi dan mempercepat penyembuhan dikarenakan essential oil memiliki

akivitas anti inflamasi, antiseptic dan antimikroba. Tidak semua EO memiliki

akivitas antiseptic dan antimikroba secara baik, lavender dan tea tree sejauh ini

minyak yang sudah diaplikasikan pada manusia yang memiliki luka kronis

terinfeksi.
makrofag pada manusia akan diaktifkan  menstimulasi
sinyal pro inflamasi  penyerapan eksudasi cairan yang
menyebabkan odem serta adanya pengurangan leukosit dan
sel-sel inflamasi.
essential oil
secara topical Vaskularisasi pada luka akan lebih tinggi sehingga serat
kolagen melimpah, regenerasi epidermal cepat dan
peningkatan kepadatan fibroblas akan memaksimalkan
granulasi pada luka dan menyempurnakan fase remodeling.
Slide Title

TERIMAKASIH
Product A Product B
• Feature 1
• Feature 2
• Feature 3