Anda di halaman 1dari 14

BUDAYA DAN PERILAKU SOSIAL

( Etnosentrisme dan Prasangka )

Kelompok 6

Annisa Suci Rahmadani


Intan Anugrahati Hartanto
Alifia Ainun Risky
Fadhilah Lutfiani K.
Ananda Aisyah Alawiah
Outline Materi

Hub.
Budaya Budaya
&
Perilaku Perilaku
Prasangka
Sosial Etnosent
risme

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Definisi Budaya
Istilah budaya berasal dari kata “budaya” yang berarti “pikiran,
akal, budi, adat istiadat yang sudah menjadi kebiasaan, sehingga
sukar untuk diubah”.

Budaya adalah suatu set dari sikap, perilaku, dan symbol-simbol yang
dimiliki bersama oleh manusia dan biasanya dikomunikasikan dari
satu generasi ke generasi berikutnya (Shiraev & Levy, 2010, dalam
Sarwono 2016).

Menurut (Barnouw dalam Matsumoto, 2008) budaya adalah


sekumpulan sikap, nilai, keyakinan, dan perilaku yang dimiliki bersama
oleh sekelompok orang, yang dikomunikasikan dari satu generasi ke
generasi berikutnya lewat bahasa atau beberapa sarana komunikasi
lain. The Power of PowerPoint - thepopp.com
Perilaku Sosial
Perilaku sosial adalah suasana saling
ketergantungan yang merupakan keharusan
untuk menjamin keberadaan manusia (Rusli
Ibrahim, 2001).
Menurut Krech, Crutchfield dan Ballachey
(1982) dalam Rusli Ibrahim (2001), perilaku
sosial seseorang itu tampak dalam pola
respons antar orang yang dinyatakan
dengan hubungan timbal balik antar pribadi.

Perilaku sosial juga identik dengan reaksi seseorang


terhadap orang lain (Baron & Byrne, 1991 dalam Rusli
Ibrahim, 2001). Perilaku itu ditunjukkan dengan
perasaan, tindakan, sikap keyakinan, kenangan, atau
rasa hormat terhadap orang lain.
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Hubungan Kebudayaan dengan Perilaku

Budaya memainkan peranan penting dalam mengasah


pemahaman kita terhadap diri dan identitas. Hal ini
menyebabkan budaya memiliki pengaruh yang besar dalam
seluruh konteks kehidupan manusia. Pemahaman kita
terhadap diri, atau disebut juga sebagai self concept atau self
construal, adalah acuan penting dalam memahami perilaku-
perilaku yang kita munculkan kemudian, sama seperti kita
mencoba memahami dan memprediksikan perilaku orang lain
di sekitar kita (Matsumoto & Juang, 2004).

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Salah satu konsep yang paling kuat dan menyeluruh
memengaruhi perilaku kita adalah self-concept. Self concept
adalah ide atau citra tentang diri sendiri dan alasan di balik
berbagai perilaku yang kita munculkan. Seorang Amerika yang
memiliki self-concept individualistis akan memiliki perbedaan
apabila dibandingkan dengan orang lain dengan self concept
individualistis dengan budaya yang berbeda, apalagi
dibandingkan dengan kolektivis. Hal ini terjadi karena adanya
perbedaan budaya yang berhubungan dengan perbedaan
system aturan kehidupan, lingkungan tempat tinggal, dan
lingkungan sosialnya.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Self concept dapat terbentuk dari praktik budaya, di mana
seseorang mendapatkan perilkau nyata, objektif, dan kasat
mata dalam budaya tertentu. Misalnya, ibu yang selalu
menemani anaknya tidur di malam hari pada budaya tertentu
dicitrakan sebagai ibu yang baik, namun pada dasarnya,
pandangan budaya mengenai dunia (cultural world view) pada
tingkat kognitif tidak perlu berdasar kepada kenyataan. Dalam
hal ini self concept merupakan bagian dari pandangan
budaya mengenai dunia, sehingga ia tidak perlu sesuai
dengan kenyataan yang ada.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Berikut adalah contoh dari perbedaan konseptualisasi
budaya terhadap diri (self):

 An independent construal of self, yaitu kondisi di mana individu dalam


mengonsepkan dirinya berfokus pada atribut personal dan internalnya
sendiri (seperti kemampuan individual, inteligensi, kepribadian, target-
target pencapaian, atau preferensi) sebagai cirri khas dirinya untuk
dihadapkan dan dibedakan dengan orang lain dan untuk menyatakan
fungsi dirinya dalam kelompoknya, misalnya aku adalah anak yang
pandai, mungkin aku yang terpandai di kelas, targetku mencapai ranking
satu di semester ini, dan kawan-kawanku akan mengikutiku (Markus &
Kitayana, 1991). Tipe ini biasanya terdapat di masyarakat dengan
kebudayaan individualistis.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


 An interdependent construal of self, yaitu kondisi di mana individu
cenderung berfokus pada penyelarasan diri dengan hubungan
interpersonal yang sedang berjalan. Dalam hal ini, individu mencoba
berfokus pada status interdependen mereka dengan orang lain dan
berupaya untuk memenuhi tanggung jawab social yang ada.
Konstruksi diri jenis ini tidak mengutamakan bahwa saya yang paling
pandai atau paling bodoh, bercita-cita menjadi ketua kelas, atau
masih bingung akan cita-cita, tetapi lebih menonjolkan bahwa saya
anak mbah Marijan, untuk lebih menjelaskan kepada lawan bicara
tentang siapa sebenarnya diri saya (Markus & Kitayana, 1991). Jenis
konstruksi ini umumnya terjadi pada kebudayaan kolektivis.

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Etnosentrisme
Definisi Etnosentrisme terbagi dua, yaitu:

Etnosentrisme adalah 1. Etnosentrisme infleksibel, hanya


kecenderungan untuk melihat dunia dapat memahami sesuatu
melalui kacamata budaya sendiri berdasarkan dengan perspektif yang
(Matsumoto & Juang, 2004). Melalui dimilikinya saja dan tidak mampu
memahami orang lain berdasarkan
definisi ini, maka dapat dikatakan
latar belakang orang tersebut.
bahwa semua orang di dunia ini
memiliki sifat etnosentris. Cara yang 2. Etnosentrisme fleksibel,bereaksi
kita gunakan dalam mengolah dan terhadap realitas berdasarkan cara
membuat interpretasi mengenai pandang budaya sendiri dan
orang lain tersebut merupakan menafsirkan perilaku orang lain
konsekuensi normal tumbuh dalam berdasarkan latar belakangnya.
masyarakat. The Power of PowerPoint - thepopp.com
Prasangka adalah sikap
Prasangka
yang tidak menguntungkan Prasangka terdiri dari dua
baik bagi individu, jenis, yaitu:
golongan, atau kelompok 1. Prasangka eksplisit adalah
lain, karena didasarkan prasangka yang diutarakan
pada pandangan yang secara terbuka di hadapan
belum terbukti publik.
kebenarannya (Meinarno 2. prasangka implicit adalah
dkk, 2011). Istilah prasangka prasangka yang merupakan
sering digunakan untuk bagian dari nilai,
menggambarkan kepercayaan, atau sikap
kecenderungan untuk masyarakat.
menganggap hal lain
dengan cara negatif.
Faktor yang Mempengaruhi Prasangka Sosial
Menurut Mar’at (1981)

Pengaruh Kepribadian (kepribadian otoriter lebih


cenderung membentuk konsep prasangka sosial)

Pendidikan dan Status (semakin tinggi makan akan


meredusir prasangka sosial)

Pengaruh Pendidikan Anak oleh Orang tua (nilai-nilai


tradisional yang berlaku dalam keluarga

Pengaruh Kelompok (kelompok yang memiliki nilai dan


norma tersendiri dapat mempengarui pembentukan
prasangka sosial.
The Power of PowerPoint - thepopp.com
Faktor yang Mempengaruhi Prasangka Sosial
Menurut Mar’at (1981)

Pengaruh Polotik dan Ekonomi

Pengaruh Komunikasi

Pengaruh Hubungan Sosial (dapat mengurangi atau


behkan mempertinggi pembentukan prasangka sosial)

The Power of PowerPoint - thepopp.com


Referensi: