Anda di halaman 1dari 39

OBAT-OBATAN YANG DIGUNAKAN

PADA GANGGUAN VASKULAR, SEREBRAL


DAN METABOLISME LIPID

Dr. Erfiana Umar,M.Kes


OUTLINE
• ANTIKOAGULAN
• ANTIPLATELET
• FIBRINOLITIK/TROMBOLITIK
• NEUROPROTEKTOR
• ANTIDISLIPIDEMIA
Antikoagulan
• Menghambat pembentukan atau fungsi
beberapa faktor pembekuan darah.
• Mencegah terbentuk dan meluasnya
trombus serta emboli.
Contoh Obat
• Heparin
 Warfarin
Clinical use of anticoagulants
• Heparin is used for short-term action
• Warfarin is used for prolonged therapy
The prevention of :
• Deep vein thrombosis or recurrent pulmonary
embolus;
• Thrombosis & embolisation in patients w/ AF;
thrombosis on prosthetic heart valves;
• Clotting in extracorporeal circulation (during
haemodialysis/bypass-surgery);
• Cardiac events in patients w/ unstable angina.
ANTIPLATELET

Menghambat agregasi trombosit


sehingga menyebabkan terhambatnya
pembentukan trombus
 Aspirin
 Tiklopidin
 Dipiridamol
Reactions that happen when platelets
are activated
• Adhesion following vascular damage
• Shape change (smooth discs to spiny spheres)
• Secretion of ADP , 5-HT, coagulation factors &
platelet-derived growth factor)
• Biosynthesis of PAF & TXA2
• Aggregation, promoted by collagen, thrombin, ADP &
TXA2, acting on specific receptors on the platelet
surface. Activation leads to expression of GPIIb/IIIa
receptors which bind fibrinogen & this links adjacent
platelets sticking together (aggregation)
• Exposure of acidic PL on the platelet outer surface,
promo-ting thrombin formation
Aspirin

• Inhibisi siklooksigenase dalam mensintesis


prostaglandin dan tromboksan A2 (TXA2) dari asam
arakidonat
• Digunakan untuk profilaksis iskemia serebral transien,
mengurangi terjadinya infark miokard berulang
• Efek samping yang ditimbulkan antara lain rasa tidak
enak di perut, mual, peningkatan terjadinya
pendarahan gastrointestinal, terutama pada obat
dosis tinggi
Tiklopidin

• menghambat jalan ADP yang ikut dalam


pengikatan trombosit menjadi fibrinogen
• efek samping : pendarahan dan neutropenia
Dipiridamol

• Vasodilator koroner
• Meningkatkan kadar cAMP intraseluler
dengan menghambat fosfodiesterase
nukleotida siklik menghambat sintesis
tromboksan A2 dan dapat memperkuat
efek antiagregasi prostasiklin.
• Efek samping yang paling sering yaitu sakit
kepala, pusing, sinkop, dan gangguan saluran
cerna.
Cilostazol
• A newer PDE inhibitor that promotes
vasodilation & inhibition of platelet
aggregation.
• It is used primarily to treat intermittent
claudication.
Clopidogrel
• Structurally related to ticlopidine & also
inhibits ADP-induced aggregation through an
active metabolite.
• Like ticlopidine, it can cause rash or diarrhoea,
but neutropenia is no more common than w/
aspirin.
• In one large trial, clopidogrel was slightly more
effective than aspirin in reducing a composite
outcome of ischaemic stroke, MI or vascular
death.
• The effects of clopidogrel and aspirin are
additive in reducing major vascular events in
patients w/ acute coronary syndrome.
Clinical uses of
antiplatelet drugs
• The main drug is Aspirin.
• dipyridamole, clopidogrel can be additive in their
effects.
• Uses :AMI, post MI,angina,intermittent
claudication, CABG (coronary artery bypass graft),
PTCA (percutaneous transluminal coronary
angioplasty), unstable angina, TIA, thrombotic
stroke, AF .
Trombolitik/Fibrinolitik
• Menghancurkan atau melarutkan trombus yang sudah
terbentuk.
• Digunakan untuk infark miokard akut, trombosis vena,
tromboemboli arteri, melarutkan bekuan darah pada
katup jantung buatan dan kateter intravena.
• Mengubah plasminogen menjadi plasmin yang
selanjutnya mencairkan fibrin sehingga melarutkan
trombus.
• Pendarahan merupakan efek samping utama dari
penggunaan obat ini.
Alteplase (tPA)
• Bekerja lebih selektif mengaktivasi
plasminogen yang mengikat fibrin dari pada
plasminogen bebas dalam darah.
• Digunakan untuk pengobatan infark
miokard, embolisme paru masif, dan stroke
iskemik akut.
• Lebih superior dibanding streptokinase dan
urokinase dalam melarutkan bekuan lama.
Streptokinase
• Mengaktifasi plasminogen secara tidak langsung
• Bergabung terlebih dulu dengan plasminogen untuk
membentuk suatu kompleks aktivator
• Kompleks aktivator tersebut mengkatalisis
perubahan plasminogen bebas menjadi plasmin
• Mengkatalisis degradasi fibrin, fibrinogen serta
bekuan faktor V dan VII.
Urokinase

• Langsung mengaktifkan plasminogen


• Biasa diberikan pada pasien yang sensitif
terhadap streptokinase
• Efektif untuk mengobati emboli paru dan
trombosis
• Asam aminokaproat merupakan penawar
spesifik untuk mengobati perdarahan karena
urokinase
Peranan neuroprotektor
• Perlindungan terhadap sel otak
(neuroproteksi).
• Salah satu neuroprotektor yang
terdapat di Indonesia adalah
pirasetam.
Mekanisme kerja
• Level neuronal yaitu, pirasetam berkaitan dengan
kepala polar phospholipid, memperbaiki fluiditas
membransel, memperbaiki neurotransmisi,
menstimulasi adenilat siklase yang mengkatalisa
konversi ADP menjadi ATP.
• Level vaskular, pirasetam mampu meningkatkan
deformabilitas eritrosit, sehingga aliran darah
meningkat, selain itu juga memperbaiki hiperagregas
di trombosit dan memperbaiki mikrosirkulasi.
Farmakokinetik
• Absorbsi sempurna setelah pemberian oral.
• Kosentrasi puncak dalam plasma dicapai dalam waktu
30-40 menit
• Ekskresi melalui urin secara utuh lebih dari 98 %.
• Indikasinya  stroke iskemik akut dalam 7 jam
pertama dari onset stroke.
• Kontraindikasi  hipersensitivitas terhadap
pirasetam, penderita dengan gannguan fungsi ginjal
yang berat (creatinin clearance < 20 ml/menit).
• Efek samping yang terjadi adalah gelisah, irritabilitas,
insomnia, ansietas, tremor, dan agitasi.
 TERAPI FARMAKOLOGIK

Berdasarkan: -defek metabolik spesifik


-potensi atherosklerosis/pankreatitis
-beratnya abnormalitas lipid
Sites of action obat hipolipidemik
Obat-obat Hipolipidemik
☺ Statin

-Paling efektif dan ditoleransi untuk dislipidemia


-Inhibitor kompetitif HMG-CoA reduktase
-Lovastatin, pravastatin, simvastatin, atorvastatin,
fluvastatin, cerivastatin
-Mekanisme: kolesterogenesis hepar  transkripsi
dan sintesis reseptor LDL  LDL plasma ; removal
prekursor LDL (VLDL&IDL)  LDL plasma ;
sintesis kolesterol  produksi VLDL ; HDL
(con’t) Statin
-Mekanisme lain:
*Memperbaiki disfungsi endotel (respon asetilkolin&
nitrit oksida)
*Mempengaruhi stabilitas plak (infiltrasi monosit&
sekresi metalloproteinase )
*Mempengaruhi selularitas dinding arteri (proliferasi
sel otot polos & kematian sel apoptotik )
*Antiinflamasi (level baseline CRP )
-Farmakokinetik:
*Bentuk asam β-hidroksi aktif atau prodrug lakton
*Absorpsi-makanan
-SE&DI
*Kenaikan nilai transaminase hepatik >3X N stop
≤3X N terus
*Miopati, rhabdomiolisis interaksi farmakodinamik (fibrat,
niacin)
interaksi farmakokinetik
(eritromisin, itrakonazol, dll)
*Pengukuran kadar ALT dan CK
*Kombinasi statin dengan obat predisposing, dengan dosis
statin ≤25% dosis maksimal
*Keamanan statin selama kehamilan belum dipastikan
-Penggunaan terapeutik

*Hiperkolesterolemia poligenik (multifaktorial) atau


familial (tipe IIa)
*Kombinasi untuk combined hyperlipidemia (tipe IIb)
*Pilihan statin berdasarkan efikasi dan harga
Resin
-Kolestiramin&kolestipol (bubuk higroskopik),
kolesevelam (gel hidrofilik)
-Mungkin obat hipolipidemik paling aman
-Mekanisme: resin bermuatan +  mengikat asam empedu
yang -  kompleks ekskresi ke feces  pool asam empedu
empedu hepar  sintesis asam empedu hepar 
kolesterol hepatik  produksi reseptor LDL  LDL
plasma ; produksi asam empedu  sintesis trigliserida
hepatik
-SE&DI:
*Kembung dan dispepsia
*Konstipasi
(con’t) -Penggunaan terapeutik:
*Resin diminum sebelum makan dan tidak boleh
dalam bentuk kering
*Hiperlipoproteinemia tipe IIa

Niacin
-Obat hipolipidemik paling serbaguna
-Agen terbaik untuk meningkatkan HDL
-Menurunkan level Lp(a) dengan signifikan
-Mekanisme kerja: lipolisis TG di jaringan adiposa 
transpor FFA ke hepar  sintesis TG hepatik ,juga
sintesis&esterifikasi asam lemak  sintesis
VLDL  LDL plasma ; aktivitas LPL  klirens
kilomikron dan TG
(con’t) –Mekanisme kerja:
klirens apoA-I HDL hepatik  HDL & apoA-I
plasma  reverse cholesterol transport
-Mekanisme lain:
*Merubah partikel LDL  kurang atherogenik
*Level fibrinogen
*Level tissue plasminogen activator
-Farmakokinetik:
*Niacin reguler hampir diabsorpsi sempurna
*Konsentrasi plasma puncak dalam waktu 30-60 menit
*Waktu paruh sekitar 60 menit2-3X/hari
*Dosis lebih rendahkebanyakan niacin diambil hepar,
hanya metabolit utama (asam nikotinurik) dalam urin
*Dosis lebih tinggiproporsi lebih besar ke urin
dalam bentuk tidak berubah
-SE:
*Flushing dan pruritus  prostaglandin E1
*Dispepsia, dan yang lebih jarang seperti mual, muntah
*Bisa mereaktivasi ulkus&gout
*Hepatotoksisitas
*Hiperglikemia
*Defek lahir pada hewan eksperimental
Pengukuran kadar transaminase, albumin serum, glukosa
Puasa, dan asam urat
-Penggunaan terapeutik:
*Dosis 2-6 gr/hari  TG 35-50% (efek max dalam 4-7
hari); 4,5-6 gr/hari  LDL 25% (efek max dalam 3-6
minggu); HDL sekitar 15-30%
(con’t) –Penggunaan terapeutik:
*Hipertrigliseridemia familial (tipe IV)
*Kombinasi untuk combined hyperlipidemia (tipe IIb)
*Kombinasi untuk hiperkolesterolemia familial
heterozigot

Derivat Asam Fibrat


-Asam fenoksiisobutirat/asam fibratsenyawa induk
-Klofibrat, gemfibrozil, fenofibrat, bezafibrat,siprofibrat
-Mekanisme: perantara PPAR (peroxisome proliferator
activated receptor) α  stimulasi terhadap
oksidasi asam lemak, sintesis LPL , ekspresi apoC-III
klirens VLDL TG plasma ; perantara PPARα ekspresi
apoA-I&apoA-II  HDL
(con’t) –Penggunaan terapeutik:
*Hipertrigliseridemik (VLDL dominasi)
*Disbetalipoproteinemia (tipe III)
*Hipertrigliserida familial (tipe IV)
*Sindrom kilomikronemia
*Kombinasi untuk familial combined hyperlipidemia
*Hipertrigliseridemia yang berhubungan dengan DM
tipe 2