Anda di halaman 1dari 18

Dr. H.

Amrizal, SpPD, FINASIM

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PALEMBANG
2015
 DM
 PJK
 KARDIOMIOPATI
 OBESITAS
 MALNUTRISI & DEFISIENSI VITAMIN
 DEFISIENSI TIAMIN (BERI – BERI)
 DEFISIENSI VITAMIN B6, B12 & FOLAT
 PENYAKIT TIROID
 HIPERTIRODISME
 HIPOTIRODISME
 KARSINOID GANAS
 FEOKROMOSITOMA
 AKROMEGALI
 Penyakit kardiovaskular  penyebab utama
pd DM
 Diperkirakan 2/3 semua kematian disebabkan
oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK)
 Penelitian menunjukan pasien DM tipe2 tanpa
riwayat Infark Miokard mempunyai proses
tjdinya Infark = pasien Non DM  Coronary
Risk Equivalent
 Lebih sering ditemukan pd pasien DM
 Tak berhubungan dgn gejala2 angina yg khas
 Faktor risiko PJK
- Hipertensi
- Merokok
- Hiperlipidemia
 Kardiomiopati diebetik/penyakit jantung diebetik
sbg Entity klinis yg berbeda, tdk berhubungan
dgn hipertensi & PJK
 Pasien DM mungkin mengalami disfungsi
miokardial  kardiomiopati restriktif
 Mekanisme dasar tjdnya kardiomiopati diabetik
 multifaktoral (gangguan metabolik,
peningkatan asam lemak bebas, perubahan
metabolisme energi miokard, defisiensi karniten
& perubahan hemostasis kalsium
 Obesitas memiliki hubungan kuat dgn semua
faktor risiko kardiovaskular
MEKANISME DISFUNGSI JANTUNG PADA OBESITAS
 Asupan protein, kalori/keduanya sangat
kurang, jantung mngkin menjdi kecil, pucat &
lemah dgn atrofi miotribril & edema interstisial
 Sering dijumpai pd negara2 yg krng
berkembang
 Terdpt di pasien yg kronis  AIDS
 Operasi jantung terbuka  risiko yg lbh besar
pd pasien kekurangan gizi & pasien mgkn
bermanfaat dgn pemberian hiperalimentasi
praoperatif
 Malnutrisi diikuti dgn kekurangan tiamin
 Meskipun hipovitaminosis mgkn jg terjadi
muncul dgn keberadaan protein & asupan
kalori yg cukup
 Thiamine Pyrophosphate Effect (TPPE) yg
meningkat  indikasi kekurangan tiamin
 Ditemukan pd 20-90% pasien dgn Gagal
Jantung Kronis (GJK)
 Vitamin2 ini  kofaktor pembantu dlm
metabolisme homosistein yg mngkin
memberikan kontribusi dlm sebagian besar
kasus Hiperhomosisteimenia
 Hiperhomosisteimenia dihubungankan dgn
meningkatnya risiko arterosklerosis
 Namun keuntungan klinis menormalkan
peninggian kadar hemosistein masih blm
terbukti
 Hormon tiroid  pengaruh yg besar pd sistem
kardiovaskular dgn sejumlah mekanisme
langsung/tdk langsung
 Efek kardiovaskular penting pd hipo &
hipertiroidisme
 Hormon tiroid  peningkatan pd metaboslime &
konsumsi oksigen seluruh tubuh yg scr tdk langsung
memberikan beban kerja tambahan pd jantung
 Didefinisikan hormon tiroid  efek langsung
inotropik, kronotropik & dromotropik yg mirip dgn
apa yg dilihat dgn stimulasi adrenergik
 Manifestasi kardiovaskular hipertirodisme
termasuk berdebar, hipertensi sistemik,
lelah/penyakit jantung tersembunyi,
angina/gagal jantung
 Pasien lanjut dgn hipertirodisme (Apathetic
Hyperthiyrodism) mngkn muncul pd hnya
berupa manifestasi kardiovaskular
tirotoksitosis seperti fibrilasi atrial
 Manifestasi kardiak hipotirodisme termasuk
penurunan curah jantung, volume sekucup
(stroke volume), frekuensi jantung, tekanan
darah & nadi
 Tanda2 klinis lainnya mencakup
kardiomegali, bradikardi, denyut nadi
melemah & bunyi jantung menjauh
 Tumor2 ini terjd dari sejumlah amin vasoaktif
misalnya setotomini, kleun, indol & bahan2
yg dipercaya menyebabkan diare, flushing &
tekanan darah yg labil lesi
 Gejala klinisnya seringkali berupa regurgitasi
trikuspid stenosis pulmonal atau keduanya
 Selain menyebabkan hipertensi
labil/menetap, kadar ketokolamin dlm
sirkulasi yg tinggi disebabkan oleh
peokromositoma
 Menyebabkan jg kerusakan miokard langsung
 Hipertensi menyebabkan hipertrofi ventrikel
kiri
 Fungsi ventrikel kiri & gagal jantung kongestif
mungkin menghilang setelah pengangkatan
tumor
 Efek hormon pertumbuhan yg berlebihan pd
fungsi jantung mengakibatkan gagal jantung
kongestif yg mgkin disebabkan oleh curah
jantung yg tinggi
 Disfungsi diastolik disebabkan oleh hipertrofi
ventrikel /disfungsi sistolik global
 Hipertensi muncul pd sepertiga pasien dgn
ciri supresi aksis renin aldosteron &
peningkatan pd jumlah sodium tubuh &
volume plasma