Anda di halaman 1dari 44

PLENO TUTORIAL SKENARIO B

BLOK X
KELOMPOK TUTORIAL 1 FK UMP 2011
KELOMPOK TUTORIAL 1
Dosen Pembimbing : dr. Subantrata, M. Biomed.
 Zukhruful Muzakkie ( 702011002)
 Imam Taqwa ( 702011016)
 Purry Ayu Ovilia ( 702011017)
 Risma Kurniasih ( 702011019)
 Perda Anggraini ( 702011025)
 Tri Anggun Utami ( 702011032)
 Ika Arrizka ( 702011036)
 Ani Isnani Syawal ( 702011043)
 Marmah Oktaria ( 702011044)
 Maya Agustin ( 702011053)
 K. Ahmad Imanuddin ( 702011061)
SKENARIO B
Tn.Dedi, 52 tahun dibawa ke RS karena mengeluh nyeri dada kiri sejak 1
jam yang lalu setelah jamuan makan malam. Nyeri yang dirasakan menjalar
ke punggung dan rahang bawah dan terasa seperti tertimpa benda berat.
Dia juga mengeluh mual dan berkeringat dingin. Lebih kurang 5 bulan yang
lalu dia pernah mengeluh nyeri pada dada kirinya ketika bermain badminton.
Dia berkonsultasi dengan dokter umum dan mendapat obat-obatan. Tn.
Dedi memiliki kebiasaan merokok 1 bungkus sehari dan memiliki riwayat
penyakit hipertensi yang terkontrol.

Pemeriksaan Fisik
TB 173, BB 80 kg.
TD 100/60mmHg, HR 120x/menit, reguler, PR 120x/menit reguler unequal ;
RR 20x/m.T 37
Kepala: Wajah Pucat (Pale), daiaforesis, konjungtiva anemis, sklera ikhterik
Leher: JVP 5+0cm H20
Thoraks: Bunyi jantung (Cor) HR 120x/m, ritmik, murmur (-), gallop(-),
suara jantung menjauh (muffle heart sound) (+)
Ronchi tidak ada , weezing tidak ada.
Abdomen: hepar tidak teraba
Ekstremitas: edema tungkai tidak ada.

Pemeriksaan Laboratorium
HB 13,4% g/dl ; Leukosit 7000/mm3 ; hitung jenis 0/2/5//65/22/6; LED 20
mm/jam I;Trombosit 215.000/mm3; BSS 158mg/dl, Total cholestrol 320mg %,
triglyceride 340%. HDL 38mg%, LDL 192mg% ; CK NAC 160 U/L, CK MB
15 U/L ,Troponin 10,2 ng/ml

Pemeriksaan Tambahan
Ronsen Thorax : normal
ECG : Sinus rhytm, axis normal, 120x/m reguler, normal Q wave,
ST elevation di V1-V4; ST depresi di II,III,aVF
KLARIFIKASI ISTILAH
 Nyeri Dada
Rasa sakit seperti ditusuk jarum pada bagian depan antara leher dan perut.
 Diaforesis
Berkeringat terutama keringat yang banyak.
 Ritme
Gerakan terukur / Berulangnya suatu tindakan atau fungsi pada interval
teratur.
 Muffle Heart sound
Suara jantung yang menjauh.
 Gallop
Kelainan irama jantung / bunyi jantung ke 3 yang mengeras pada penderita
penyakit jantung yang ditandai penebalan patologis dalam pengisi ventrikel
pada distol awal.
 CK MB
Label M dan B jenis enzim yang terdapat banyak pada jaringan terutama
otot, miokardium dan otak.
 Troponin
Kompleks protein otot yang jika bergabung dengan ca2+ mempengaruhi
tromiosin untuk memacuh kontraksi. Peningkatan vaskuler paru, yang
biasannya disertai dengan Hipertensi Pumonal
 ST elevation
Aktivitas segmen ST yang meningkat
 ST depresi
Adanya fungsional yang menurun , adanya penurunan gelombang ST pada
EKG
 Depresi
Pengumpulan cairan secara abnormal di ruang interseluler tubuh
 HDL
High dencity lipoprotein densitis oleh hati merupakan good cholestrol 20-
30 % dari cholestrol total .
 LDL
Low dencity lipoprotein dibentuk oleh VLDL yang dibuat di hati paling
banyak cholestrol, rendah protein 60-70% ch.
 Reguler urequal
Isi denyut nadi yang tidak mencukupi.
 Sinus rhytm
Irama jantung normal
 Trigleserida
Lemak yang jika dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol.
IDENTISIKASI MASALAH
1. Tn.Dedi 52 tahun dibawa ke RS karena mengeluh nyeri dada kiri sejak 1 jam
yang lalu setelah jamuan makan malam. Nyeri dirasakan menjalar ke
punggung dan rahang bawah dan terasa seperti tertimpa benda berat. Dia
juga mengeluh mual dan berkeringat dingin.
2. Lebih kurang 5 bulan yang lalu dia pernah mengeluh nyeri pada dada nyeri
pada dada kirinya ketika bermain badminton . Dia berkonsultasi dengan
dokter umum mendapat obat-obatan.
3. Riwayat :
 Riwayat kebiasaan merokok
 Riwayat Hipertensi yang terkontrol
4. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum :
 TB 173, BB 80 kg.
 TD 100/60mmHg, HR 120x/menit, reguler, PR 120x/menit reguler unequal ;
RR 20x/m. T 37 C.
Kepala: Wajah Pucat (Pale), daiaforesis, konjungtiva anemis, sklera ikhterik
Leher: JVP 5+0cm H20
Thoraks: Bunyi jantung (Cor) HR 120x/m, ritmik, murmur (-), gallop(-), suara
jantung menjauh (muffle heart sound) (+)
Rochi tidak ada , weezing tidak ada.
Abdomen: hepar tidak teraba
Ekstremitas: edema tungkai tidak ada.

5. Pemeriksaan Laboratorium
HB 13,4% g/dl ; Leukosit 7000/mm3 ; hitung jenis 0/2/5//65/22/6; LED 20
mm/jam I;Trombosit 215.000/mm3; BSS 158mg/dl, Total cholestrol 320mg %,
triglyceride 340%. HDL 38mg%, LDL 192mg% ; CK NAC 160 U/L, CK MB
15 U/L , Troponin 10,2 ng/ml
6. PemeriksaanTambahan
 Ronsen Thorax : normal
 ECG : Sinus rhytm, axis normal, 120x/m reguler, normal Q wave,
ST eleation di V1-V4; ST depresi di II,III,aVF
1. a. Bagaimana Hubungan umur dan jenis kelamin dalam kasus ?
Jawab :
 Umur : laki-laki >45 tahun
Wanita setelah monopouse
 Jenis kelamin : laki-laki lebih dominan terkena infark (rentan)
Wanita jarang karena terdapat kardioprotektif.

b. Bagaimana pengaruh nyeri dada dengan mual dan berkeringat dingin ?


Jawab :
Nyeri dada, dapat disebabkan oleh adanya iskemia jaringan, iskemia jaringan
ini dapat menimbulkan respon homeostasis dari tubuh untuk meningkatkan
kerja saraf simpatis dan parasimpatis. Peningkatan kerja saraf simpatis dapat
menyebabka berkeringat dingin, sedangkan peningkatan kerja saraf
parasimpatis dapat menyebabkan respon terhadap gastrointenstinal berupa
mual yang dapat menyebabkan muntah.
c. Mengapa nyeri dada baru terasa 1 jam setelah jamuan makan malam ?
Jawab :
Awalnya sudah ada iskemia pada jantung keadaan o2 di jantung sudah
berkurang + metabolisme gastrointestinal butuh 02 lebih banyak  o2 yg
dari organ-organ lain diminalkan yg diutamakan ke gastroinstestinal 
iskemia semakin menjadi.  nyeri dada (jadi, hubungan dengan
skenario akibat adanya autoregulasi pada jantung, dan
metabilisme gastrointestinal itulah yang menyebkan nyeri dada
baru terasa setelah jamuan makan malam )

d.Apa Etiologi nyeri dada ?


Jawab :
 Miokard infark
 Akut : Spasme esophagus, Diseksi arteri torakalis, Pneumonia,
Emboli paru, Perikarditis
 Kronis : Kostokondritis, Ulkus peptikum, Penyakit kandung empedu,
Penyakit pankreas, Penyakit tulang belakang
e. Bagaimana patofisiologi dari nyeri dada pada kasus ?
Jawab :
f. Mengapa nyeri yang dirasakan menjalar ke punggung dan dada?
Jawab :
Hal ini dikaitkan dengan proses embrional dari jantung, yang permulaan
perkembangan jantung di leher, hal ini sama juga dengan lengan masih
sehingga mereka di persarafi oleh segmen medula spinalis yang sama.
Perjalanan di daerah kulit yang dipersyarafi dari syaraf spinal yang sama.
Daerah kulit yang menderita adalah yang dipersyarafi oleh ke-4 nervi
thoracici bagian atas dan nevus intercosto bracialis IV. Intercosto
berhubungan dengan N. Cutaneus brachii sehingga mengakibatkan
penyebaran impuls syaraf di sistem syaraf pusat.

g. Apa Etiologi mual dan berkeringat dingin ?


Jawab :
 Berkeringat dingin : Peningkatan s. Saraf Simpatis
 Mual : peningkatan asam lambung dan terjadi autoregulasi
h. Bagaimana patofisiologi dari berkeringat dingin ?
Jawab :
i.Apa makna nyeri dada kiri, mual, dan berkeringat dingin ?
Jawab :
Manisfestasi klinis dari nyeri dada kiri, mual, dan berkeringat dingin karena
terjadi angina pectoris dan infark miocard.

j. Apa sistem yg terganggu pada kasus?


Jawab :
 Sistem kardiovaskuler
 Sistem saraf
 Sistem gastrointestinal
k. Apa anatomi,fisiologi dan histologi yang terkait pada kasus ?
Jawab :
2. a. Apakah ada hubungan nyeri dada sejak 5 bulan yang lalu dengan nyeri yang
sekarang ?
Jawab :
Ya ada. Pada awalnya nyeri dada yang dirasakan berasal dari adanya oklusi
pada pembuluh darah koroner  iskemik  nyeri. Namun masih ada
pembuluh darah yang beranastomosis sehingga kebutuhan O2 masih bisa
terpenuhi sehingga nyeri tidak dirasakan lagi. Lama kelamaan terjadi pula
oklusi di pembuluh darah yang beranastomosis tersebut sehingga nyeri dada
terjadi lagi.

b. Mengapa nyeri yang dirasakan saat beraktivitas ?


Jawab :
Karena, saat aktivitas kebutuhan O2 lebih banyak dan karena terjadi
iskemik maka suplai O2 ke jaringan berkurang itulah yang menyebkan nyeri
saat aktivitas.

c. Apa saja obat yang dapat diberikan untuk pasien pada nyeri dada ?
Jawab :
 Beta blocker : untuk profilaksis angina, membantu blokade siklus (
mengaktifasi sistem saraf simpatis dan peningkatan tekanan akhir diatolik
ventrikel sehingga kebutuhan o2 meningkat.
 Nitrovasodilator : nitroglisenin, isosorbid mononitrat, isosorbit dinitrat,
pentaenritol tetranitrat.

d. Mengapa nyeri dada yang dialami Tn. Dedi berulang padahal telah
mendapatkan obat-obatan ?
Jawab :
Hal ini dapat terjadi apabila terapi yang dijalani oleh pasien tidak
komprehensif, sehingga pada saat nyeri yang awal hanya diobati gejalanya
saja. Selain itu dalam pengobatan penyakit juga harus dilakukan secara
komprehensip sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya recurensi
penyakit berulang, atau terjadi lagi keluhan yang sama.
3. a. Apa saja kandungan dari rokok yang dapat menyebabkan nyeri dada ?
Jawab :
 Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada
paru-paru.
 Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah.
Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang
mematikan.
 Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah,
membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
 Benzopirine adalah salah satu dari bahan yang paling keras. Dikenal sebagai
penyebab kanker binatang
 Tembakau : merupakan radikal yang akan merusak endotel pembuluh darah
 atherosklerosis
b. Apa dampak kebiasaan merokok Tn. Dedi ?
Jawab :
 Hipertensi
 Penyakit jantung koroner
 Kanker

c. Bagaimana hubungan kebiasaan merokok dengan keluhan nyeri dada kiri


yang dialami Tn Dedi ?
Jawab :
Iya ada hubungan, karena zat terkandung di rokok salah satunya tembakau
dan nikotin yang dapat merusak dinding endotel sehingga terjadi nya
penumpukan, penumpukan inilah yang menyebkan nyeri dada kiri.
d. Bagaimana hubungan hipertensi dengan keluhan nyeri dada ?
Jawab :
Hipertensi dapat menimbulkan rasa nyeri pada dada, hal ini terjadi karena
penyempitan pembuluh darah akibat trombus sehingga lumen pembuluh
darah menjadi sempit, penyempitan pembuluh darah dapat meningkatkan
tekanan darah sehinga timbul keadaan hipertensi, apabila terjadi
penyempitan yang lama dapat mengakibatkan perfusi oksigen ke jaringan
menurun sehinga jaringan tersebut dapat mengalami iskemik yang akan
menyebabkan timbulnnya rasa nyeri pada dada.

e. Bagaimana patofisiologi hipertensi pada kasus ini ?


Jawab :
Peningkatan cholestrol dan dipengaruhi rokok penumpukan plak di
pembuluh darah penyempitan pembuluh darah akibat trombus lumen
pembuluh darah sempit  ↑ tekanan darah  hipertensi.
f. Apa makna riwayat hipertensi terkontrol ?
Jawab :
TD ny selalu berkisar antara normal dan prehipertensi.

g. Bagaimana kriteria hipertensi terkontrol ?


Jawab :

h. Apa sistem yang terganggu pada hipertensi ?


Jawab :
Cardiovaskuler dan RES
4. a. Bagaimana interpretasi dari hasil Pemeriksaan Fisik ?
Jawab :
 BB : OBES 1
 TD : HIPOTENSI
 Suhu : normal
 Denyut nadi: takikardi
 Reguler unequel : isi denyut nadi tidak mencukupi abnormal
 JVP : abnormal
b. Bagaimana mekanisme hasil pemeriksaan Fisik yang abnormal?
 Mekanisme TD ↓:
Iskemia jaringan di ventrikel kiri  disfungsi dari ventrikel kiri  syok
kardiogenik  ↓ perfusi perifer, ↓ perfusi koronerl. ↑ kongesti paru 
Kompensasi tubuh untuk ↑ CO yang ↓  ↑ kerja saraf simpatis  ↑ HR
untuk ↑ CO  TD ↓
 Mekanisme wajah pucat dan konjungtiva anemis :
Iskemia pada jantung  Disfungsi dari ventrikel kiri  perfusi perifer 
aliran darah yang kaya O2 ↓ ke jaringan perifer  Wajah pucat, Konjungtiva
anemis

c. Apa saja jenis-jenis suara jantung? Jelaskan!


Jawab :
1. Bunyi jantung normal yaitu bunyi yang timbul akibat getaran volume darah
dan bilik- bilik jantung pada penutupan katup.
 Bunyi jantung pertama (S1) bunyi yang terdengar saat penutupan katup
trikuspid dan mitral.
 Bunyijantung kedua (S2) bunyi yang terdengar saat penutupan katup aorta
dan pulmonal.
2. Bunyi jantung abnormal
3. Bising jantung yaitu bunyi yang timbul akibat aliran turbulen dalam bilik
dan pembuluh darah jantung.
4. Bunyi ekstrakardia yaitu bunyi yang timbul akibat dariterjadinya penebalan
pada katup jantung sehingga pada saat katup membuka menimbulkan
bunyi.

5. a. Bagaimana interpretasi dari hasil Pemeriksaan Labratorium ?


Jawab :
 HB : normal
 Leukosit : normal
 Normal : 4000- 11.000
 Hitung jenis : normal
 Trigliserid : 325 mg/dl : dislipidemia Normal : 180
5.b. Bagaimana mekanisme hasil pemeriksaan Labratorium yang abnormal ?
Jawab :
 Mekanisme CK MB :
Dari terjadi nya iskemik  sel myocard mengalami iskemik  sel myocard
melepaskan enzim kreatinin kinase (CK MB )

 Mekanisme LDL ↑ :
Makan  masuk ke usus  kloromikron (remnan dan langsung di gunakan
adiposa dan otot )  disimpen di (FFA) Obesitas  kloromikron
remnam di bawah ke hati  dijadikan kolesterol  VLDL  IDL  LDL
( Jadi, jika semakin banyak kita makan dapat mrnyebabkan LDL ↑)
c. Apakah ada pengaruh dari hasil pemeriksaan Labratorium yang abnormal?
Jawab :
Ada, hasil pemeriksaan laboratorium yang abnormal dengan keluhan dapat
membantu untuk menegakkan diagnosis serta membantu untuk
menyingkirkan diagnosis banding.

6. a. Apa interpretasi dari pemeriksaan tambahan ?


Jawab :
 ST elevasi V1-V4 : Kematian akut otot jaringan subendokardial
 ST depresi : iskemi otot jantung
b. Bagaimana mekanisme pemeriksaan tambahan yang abnormal?
Jawab:
 Mekanisme ST Depresi :
Hiperlipidemia kronis  Penimbunan lipoprotein  Peningkatan permeabilitas
Endotel  LDL-C teroksidasi  Banyak timbulnnya makrofage  Agregasi pada
tunika Intima  Atheroma pada pembuluh darah  Penyempitan pembuluh darah
 Kurangnnya asupan oksigen ke jaringan di jantung  Iskemia jantung 
repolarisasi dari ventrikel terlambat  terjadilah segmen ST depresi .
( Jadi, perubahan pada segmen ST gelombang T diakibatkan karena
iskemia dan akan menghilang sesudah jangka waktu tertentu )

 Mekanisme ST Elevasi :
Hiperlipidemia kronis  Penimbunan lipoprotein Peningkatan permeabilitas
Endotel  LDL-C teroksidasi  Banyak timbulnnya makrofage  Agregasi pada
tunika Intima  Atheroma pada pembuluh darah Penyempitan pembuluh darah
Kurangnnya asupan oksigen ke jaringan di jantung  sel infark myocard mengalami
injury  depolarisasi tidak sempurna  elektron positif lebih banyakdi daerah yang
mengalami injury  terjadilah segmen ST elevasi .
Jadi, perubahan ST elevasi diakibatkan dari infark miokard.
c. Bagaimana prinsip kerja dari EKG?
Jawab :
Merekam aktivitas listrik sel di atrium dan ventrikel serta membentuk
gelombang dan kompleks yang spesifik. Aktivitas listrik didapat dengan
menggunakan elektroda di kulit yang dihubungkan dengan kabel dari mesin
EKG.
d. Bagaimana gambaran EKG normal ?
Jawab :
e. Bagimana Mekanisme terjadinya EKG normal ?
Jawab :
1. Pertama kita lihat di sepanjang sumbu horisontal EKG strip. Setiap kertas
EKG dianggap sebagai grid di mana waktu diukur sepanjang sumbu
horizontal. Sementara masing-masing berukuran kecil persegi panjang adalah
1mm, mewakili ,04 detik, masing-masing kotak yang lebih besar adalah 5mm
panjang, mewakili ,2 detik.
2. Sumbu vertikal pada EKG strip digunakan untuk mengukur tegangan. Anda
harus ingat bahwa pada strip, 10 milimeter dianggap sama dengan 1mV
(milliVolt) di tegangan.
3. Untuk menganalisis pembacaan ekg Anda harus hati-hati mengamati paku
dari garis yang ditampilkan pada strip. Ini adalah kompleks QRS pada
dasarnya, di mana Q adalah mencelupkan segera sebelum lonjakan yang
tajam, R adalah bagian atas paku, dan S adalah mencelupkan di kanan bawah.

NEXT...
4. Sekarang jika Anda ingin menghitung detak jantung seseorang dengan irama
teratur, ambil nomor 300 dan membaginya dengan jumlah kotak yang besar
antara kompleks QRS atau paku. Sebagai contoh, jika ada 4large kuadrat
antara kompleks QRS, detak jantung akan 300 / 4 atau 75.
5. Ada metode lain atau formula yang digunakan untuk menentukan tingkat
jantung irama yang tidak teratur. Untuk mengukur denyut jantung dalam hal
ini, anda perlu memperhitungkan jumlah gelombang R yang hadir dalam 6
bagian kedua strip. R gelombang adalah titik puncak masing-masing
kompleks QRS. Kalikan jumlah gelombang R 10. Sebagai contoh, jika ada 7 R
gelombang di enam potongan kedua ekg strip, maka denyut jantung akan
menjadi 7 × 10 atau 70.
f. Bagimana Cara pembacaan EKG?
Jawab :
 Irama
 Laju QRS
 Aksis
 Interval P-R
 Morfologi
 Gelombang P
 Komplek QRS
 Segmen ST
 Gelombang T
 Gelombang U
7. Bagiamana cara menegakkan diagnosis?
Jawab :
 Sympton :
Nyeri dada kiri, nyeri menjalar ke punggung dan rahang, mual, berkeringat
dingin.
 Sign :
 TD, PR, RR,Wajah pucat, konjugtiva anemis, JVP, muffle heart sound .
 Pemeriksaan Laboratorium
 LED, Kolesterol,Trigleseride, LDL, CK MB,Troponin
 Pemeriksaan Penunjang :
ECG : ST elevasi di V1-V4 , ST depresi II,III,aVF
8. DD
Jawab :
 Infark miocard
 Angina pectoris stabil
 Angina pectoralis non stabil
 Diseksi aorta
 Perikarditis akut
 Emboli pulmonal
9. Pemeriksaan penunjang
Jawab :
 Enzim jantung
(jika terjadi kematian jaringan myocard, konsituen sitoplasma sel miokard dilepaskan
dalam sirkulasi )
 Troponin
( merupakan protein reguler yang terletak dalam aparatus kontraksi miosit )
 Tes darah lain
 Elektrokardiografi
 Ekocardiografi
 Skringgrafi radionuklida
 Arteriografi koroner

10. WD
Jawab :
Infark miokard akut
11. Etiologi
Jawab :
 Aterosklerosis
 Sirkulasi kolateral di dalam jantung.
 Sindrom vaskulalitis
 Emboli coroner
 Trauma coroner / aneurysma
 Spasme arteri corener berat
 Diskositas darah meningkat
 ↑ kebutuhan o2 myocard secara nyata

12. Epidemiologi
Jawab :
Insiden infark miokard akut tidak diketahui namun sekitar 150 ribu kematian
akibat Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi di inggris tahun 1995.
13. Patofisiologi
Jawab :
Hiperlipidemia kronis  Penimbunan lipoprotein Peningkatan
permeabilitas Endotel  LDL-C teroksidasi  Banyak timbulnnya
makrofage  Agregasi pada tunika Intima  Atheroma pada pembuluh
darah  Penyempitan pembuluh darah Kurangnnya asupan oksigen ke
jaringan di jantung  Iskemia jantung  Infark Miokard

14. Manifestasi Klinis


Jawab :
 - nyeri dada
 - sesak nafas
 - gejala gastrointestinal
 - gejala lainnya : palpitasi, rasa pusing, atau sinkop dari aritmia ventrikel dan
gejala akibat emboli arteri ( stroke, iskemia, ektemitas)
15. Tata Laksana
Jawab :
Terapi non farmakologis
 Aktivitas, pasien harus istrahat dalam 12 jam pertama pasien harus puasa
hanya minum air dengan mulut dalam 4-12 jam.
 Diet mencakup lemak <30% kalori total dan kandungan kolestrol
<300mg/hari
Terapi farmakologi
 Fibronolitik
 Anritrombotik
 Inhibitor ACE
 Beta bloker

16. Komplikasi
Jawab :
Gagal ginjal kongestif, Syok kardiogenik, Disfungsi otot papilaris, Rupture
jantung , Tromboembolisme, Perikarditis, Aritmia
17. Prognosis
Jawab :
 DUBIA

18. KDU
Jawab :
Tingkat Kemampuan 2
Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan
pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya :
pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter mampu merujuk
pasien secepatnya ke spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti
sesudahnya.
19. Pandangan Islam
Jawab :
Merokok menurut islam haram karena dalam rokok banyak mengandung zat
yang membayahakan tubuh oleh karena itu rokok diharamkan bagi umat
muslim yang sesuai dengan Al-Quran surat An-Nisa ayat 29 yang artinya:
“Jangan kalian bunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah Maha
Penyanyang terhadap kalian
KERANGKA KONSEP
KESIMPULAN
“Tn. Dedi 52 tahun, mengeluh nyeri
dada, mual, berkeringat dingin di
karenakan Infark miokard akut.”
 TERIMA KASIH 