Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS KEJADIAN LONGSOR

JALUR PONOROGO-PACITAN
PROVINSI JAWA TIMUR

OLEH
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Kementerian Lingkungan Hidup


dan Kehutanan

26 Februari 2018
RANGKUMAN
1. Longsor terjadi pada hari Minggu, 25 Februari 2018 jam 11.30 akibat curah hujan yang sangat
lebat selama 2 hari berturut-turut mencapai 53 mm/jam (sumber bbwsbengawansolo.net)
2. Data kerusakan akibat longsor adalah terputusnya jalan Ponorogo-Pacitan km 22 sepanjang 80
meter.
3. Faktor Penyebab :
a. Faktor alam :
1) Kemiringan lereng yang sangat curam > 40 % berpotensi terjadi longsor
2) Lapisan tanah yang sangat dangkal < 25 cm di atas lapukan batuan yang masih muda
sehingga menimbulkan medan gelincir apabila terjadi longsor pada bagian topsoilnya maka
bahan induk tanah akan ikut longsor.
3) Terdapat patahan/struktur geologi
b. Faktor Manusia
1) Terdapat pemotongan lereng untuk jalan tanpa teknik penguatan lereng
4. Tipe Longsor :
Runtuhan Batuan “Rock Fall”
5. Rekomendasi
a) Kegiatan ke-PU-an untuk penguatan tebing.
b) Secara geoteknik perlu dilakukan rekayasa morfologi untuk mencegah terjadinya longsor di jalur itu,
dengan memodifikasi morfologi yang memiliki slope ekstrim sehingga slope-nya menjadi lebih landai.
NO FAKTOR - FAKTOR KONDISI SAAT INI KET.
A. FAKTOR ALAMI
1. Biofisik Lapangan

a Hujan harian kumulatif 3 hari : 53 mm/jam


b Topografi : Berbukit
c Jenis Tanah : Litosol, Mediteran
d Lereng Lahan : >40 %
e Geologi (Batuan) : Perbukitan
f Kedalaman Tanah (Regolit) : < 25 cm
g Keberadaan sesar/gawir : ada

2. Bencana Alam
a Gempa : Tidak ada
b Tanah Longsor : Ada
c Jenis Banjir : Limpasan

B. FAKTOR MANAJEMEN
a Penggunaan Lahan : Kawasan Hutan
b Infrastruktur : Memotong Lereng
c Kepadatan Pemukiman : 495 jiwa
d Penebangan Liar/Perambahan : Tidak ada informasi
e Konservasi Tanah dan Air : Tidak diterapkan
Kegiatan RHL yg telah
g : -
dilaksanakan
KESIMPULAN
Penyebab Longsor :
a. Kemiringan lereng yang sangat curam >40 sangat berpotensi terjadi longsor
b. Lapisan tanah yang sangat dangkal < 25 cm di atas lapukan batuan yang masih muda
sehingga menimbulkan medan gelincir apabila terjadi longsor pada bagian topsoilnya
maka bahan induk tanah akan ikut longsor.
c. Terdapat patahan/struktur geologi yang diindikasikan dengan adanya kelurusan sungai
d. Terdapat pemotongan lereng untuk jalan tanpa teknik penguatan lereng

Rekomendasi :

a) Kegiatan ke-PU-an untuk penguatan tebing.


b) Secara geoteknik perlu dilakukan rekayasa morfologi untuk mencegah terjadinya longsor di jalur
itu, dengan memodifikasi morfologi yang memiliki slope ekstrim sehingga slope-nya menjadi lebih
landai.
Longsoran dengan tipe rock fall
atau jatuhan batu, yang secara
umum dikontrol oleh faktor
geologi, berupa kemiringan
slope batuan yang sangat
ekstrim atau curam di atas 40%.
Akibatnya, material itu sangat
mudah bergerak ke bawah.
Secara geoteknik perlu
dilakukan rekayasa morfologi
untuk mencegah terjadinya
longsor di jalur itu, dengan
memodifikasi morfologi yang
memiliki slope ekstrim sehingga
slope-nya menjadi lebih landai.

Lokasi Longsor Jalan Ponorogo-Pacitan Km.22


Lokasi Bencana Longsor

Lokasi Longsor di Jalan Ponorogo Pacitan Km. 22