Anda di halaman 1dari 8

FOTOMETRI

by :
Setia Gunawan
Mendrofa
150104012
Pendahuluan

Spektrofotometri merupakan salah satu metode


dalam kimia analisis yang digunakan untuk
menentukan komposisi suatu sampel baik secara
kuantitatif dan kualitatif yang didasarkan pada
interaksi antara materi dengan cahaya.
Peralatan yang digunakan dalam
spektrofotometri disebut spektrofotometer.
Cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya
visibel, UV dan inframerah, sedangkan materi
dapat berupa atom dan molekul namun yang
lebih berperan adalah elektron valensi.
Prinsip kerja alat spektrofotometer
cahaya dari sumber cahaya yang masuk ke
monokromator dan didispersikan menjadi
cahaya monokromatis. Cahaya monokromatis
ditransmisikan melalui sel sampel dalam tempat
sampel dan jatuh pada detector, kemudian
dikonversikan sinyal listrik yang memperkuat
dan tercatat pada rekorder. Sedangkan pada
dasarnya analisis secara spectrophotometer
dilakukan dengan cara pembentukan cahaya
senyawa berwarna dengan pereaksi-pereaksi
tertentu dan setiap warna mempunyai intensitas
tertentu. Intensitas cahaya yang dihasilkan
diukur dengan spectrophotometer.
Blok diagaram

Monochomator
Filter Kuvet

ADC Amplifier Detector

Microcontroller
Display
 Sumber Cahaya
Sumber cahaya untuk spectrophotometer UV digunakan lampu D2 (Deutrium) atau lampu hidrogen.
Untuk spectrophotometer visible dapat digunakan lampu wolfram. Dan untuk spectrophotometer
infra red dapat digunakan lampu Nernst Lampu Deutrium (Hidrogen) menghasilkan spectrum
kontinyu dalam daerah Ultraviolet (UV) yang dihasilkan oleh eksitasi elektrik dari deuterium atau
hidrogen pada tekanan rendah. Lampu filament tungsten adalah lampu yang umum dipakai di
rumah tangga dan jenis lampu yang sering dipakai sebagai lampu kedaraan bermotor. Arah energi
yang dipancarkan oleh lampu tersebut bermacam-macam. Lampu-lampu Tungsetn iodine
mengandung campuran gas inert dan sejumlah gas iodine (halogen). Untuk mencegah penguapan
yang cepat dari filament tungset melalui lingkaran halogen di bawah suasana panas, oleh karena itu
lampu tersebut tahan lama dan untuk menjaga radiasi yang kuat dalam waktu yang lama.
 Monokromator
Monokromator berfungsi untuk mengubah cahaya polikromatik menjadi cahaya monokromatik.
Monokromator adalah peralatan optic yang dapat mengisolasi suatu berkas sinar dari sumber
kontinyu dengan kemurnian spektral yang tinggi untuk semua panjang gelombang. Unsur
terpenting pada sebuah monokromator adalah sistem celah masuk, kemudian dikumpulkan oleh
sebuah lensa atau cermin sehingga sinar pararel jatuh pada prisma atau kisi difraksi, selanjutnya
melalui jalan optik monokromatis melewati contoh yang diperiksa.
Ada dua jenis monokromator, yang satu menggunakan prisma dan yang lainnya menggunakan
grating (kisi) sebagai pendispersi cahaya.
 Monokromator Prisma
Komponen ini dibuat dari bahan quartz untuk daerah ultraviolet (UV), visible, dan infra red (IR)
dekat. Prinsip kerja suatau prisma adalah apabila seberkas sinar melewati dua medium yang
berbeda, maka berkas sinar tersebut akan mengalami pembelokan (refraksi). Besarnya refraksi
tergantung pada index bias ini berubah-ubah dengan panjang gelombang yang berbeda, cahaya
biru akan lebih dibelokkan dari pada cahaya merah.
 Monokromator Grating (kisi)
Dispersi radiasi ultra violet dapat diperoleh dengan menjatuhkan sinar polikromatis pada granting
transmisi atau pada permukaan granting refleksi yang lebih praktis dan sering digunakan. Tahap
pertama pada pembuatan grating refleksi yaitu penyediaan master granting yang tersusun dari
lekukan paralel dengan jarak rapat disusun pada permukaan keras yang telah dilapisi dengan
peralatan seperti intan.
 Wadah Sampel (cuvet)
Menurut DAY dan UNDERWOOD (1993), larutan yang akan diperiksa dengan spectrophotometer ditempatkan dalam
tempat contoh (cuvet). Tempat contoh tersebut harus terbuat dari bahan yang dapat meneruskan sinar. Dari daerah
spectrum yang dipakai, kaca silica biasa digunakan untuk daerah panjang gelombang antara 350 sampai 3 µm. Pada daerah
300 nm sampai daerah tampak dapat digunakan sel dari bahan kaca pyrex. Tetapi bahan demikian tidak boleh digunakan
untuk daerah ultraviolet (UV), karena bersifat menyerap radiasi sinar UV. Sehingga pengukuran daerah ultraviolet di bawah
350 nm, digunakan cuvet yang terbuat dari bahan quartz dan leburan silica (fused silica). Kedua bahan tersebut dapat
digunakan juga di daerah sinar tampak (visible) sampai 3 µm, tetapi harganya juga cukup mahal. Bahan yang lebih murah,
seperti cuvet plastic dapat digunakan untuk daerah tampak. Syarat- syarat terpenting untuk cuvet, Yaitu :
a. Mempunyai ketebalan permukaan yang sama.
b. Harus transparan, sehingga dapat mentransmisikan sinar dengan baik.
c. Tahan terhadap senyawa kimia.

 Detektor
Detektor berfungsi mengubah cahaya menjadi arus listrik. Detector yang bias digunakan adalah Foto Tube dan Layar Cell.
Sinyal listrik yang diberikan oleh detector selanjutnya diubah oleh prosesor sehingga dapat ditampilkan oleh alat baca.
 Prinsip kerja detector pada spectrophotometer adalah energy foton sinar yang jauh mengenai dan mengubah energy tersebut menjadi suatu
besaran yang dapat diukur, misalnya penghitaman pelat foto, arus listrik atau perubahan-perubahan panas. Sifat –sifat detector yang ideal
harus mempunyai kepekaan yang tinggi, perbandingan sinyal dan noise tinggi, dan mempunyai respon tetap pada daerah panjang gelombang
pengamatan.
 Filter
Filter di sini berfungsi untuk menyerap dan menerus panjang gelombang pada suatu sampel yang diketahui. pada filter ini
biasanya bias berbentuk prisma atau juga berupa tumpukan lensa-lensa.
 Penguat atau Amplifier
Amplifier di sini gunanya untuk menguat nilai tegangan yang diberikan detector.
 Sistem Pembacaan
Dalam system pembacaan terdiri dari 3 blok di antara nya ADC, mikrokontroler, dan display. Tapi bias dig anti system dengan
digital. Fungsinya sebagai system pemrograman suatu alat.
Yang harus diperhatikan ketika mengisntalasi alat :

 Periksa apakah ada ruang bebas sekitar spektrofotometer untuk dua


tujuan. Pertama, untuk menghubungkan kabel untuk lulus tanpa
hambatan dan untuk komponen lain atau peralatan pendukung
(misalnya penstabil tegangan). Kedua, untuk memungkinkan ventilasi
yang memadai dari peralatan ketika beroperasi.
 Menguji integritas meja, negara dan kebersihan.
 Pastikan tidak ada peralatan yang terpasang yang dapat mengirimkan
getaran dalam jarak. (Mis sentrifugal).
 Pastikan bahwa itu tidak terpengaruh oleh kondisi yang terlalu lembab,
debu atau suhu tinggi. Suhu kamar yang sesuai untuk pengoperasian
spektrofotometer umumnya berkisar antara 10 dan 40 ° C.
 Hindari memasang peralatan di mana ia menerima radiasi matahari
langsung.
 Jangan memasang peralatan di mana terdapat medan magnet atau
radiasi elektromagnetik intens.
 Pastikan daerah instalasi bebas dari pengaruh gas dan zat korosif.
Trimah kasih…………!!!