Anda di halaman 1dari 46

INISIASI MENYUSU DINI

(EARLY BREASTFEEDING INITIATION)


● Setiap bayi, bila diletakkan diatas
perut ibu segera setelah lahir, memiliki
kemampuan untuk menemukan
payudara ibu dengan upaya sendiri
dan menentukan kapan untuk pertama
kali akan menyusu
Melakukan Inisiasi Menyusu Dini dalam waktu
60 menit setelah kelahiran

● Bukti ilmiah terkini menyatakan bahwa


Inisiasi Menyusu Dini dapat mencegah
22% kematian bayi di negara maju pada
usia dibawah 1 bulan.
Segera setelah persalinan dan bayi
menangis serta bernafas dengan baik

● Segera keringkan bayi (kecuali tangan dan


dada) dengan kain bersih dan kering.
● Kemudian bayi diperlihatkan pada ibu dan
tetap dekat dengannya dalam kontak kulit
ke kulit. Saat ini memberikan kesempatan
pada ibu untuk mencium bayi dan
membisikkan adzan di telinga bayi.
● Kemudian bayi diletakkan telungkup
diantara payudara ibu dengan kontak kulit
ke kulit. Bayi dan ibu diselimuti dengan
kain bersih dan kering agar tetap hangat.
● Jaga agar bayi dipegang erat oleh ibu
untuk mencegah bayi tidak terjatuh.
● Kehangatan bayi dipertahankan dengan
kontak kulit ke kulit dengan ibu.
● Rabaan juga memberikan rangsangan kuat
perkembangan syaraf.
● Resiko infeksi pada bayi akan menurun,
karena bakteria yang aman dari ibu mulai
membentuk koloni pada kulit dan usus bayi
● Posisi ini akan memastikan adanya
stimulasi insting secara dini,
mempertahankan kehangatan, kasih
sayang, keamanan.
● Keadaan ini juga akan menimbul-kan
proses ikatan psikologis antara ibu dan
bayi.
● Bila memungkinkan, angkat sedikit kepala ibu
dengan memberikan bantal untuk
memfasilitasi kontak mata antara ibu dan
bayi.
● Tendangan kaki bayi akan memberikan
rangsangan pada uterus untuk berkontraksi,
yang akan menyebabkan pengeluaran
plasenta dan mengurangi resiko terjadinya
perdarahan.
● Indera penciuman bayi telah berkembang
dengan baik. Bau dari cairan yang dikeluar-
kan puting susu sama dengan bau air
ketuban yang mengelilingi bayi dalam rahim.
● Masase pada puting susu yang dilakukan bayi
menyebabkannya pengeluaran oksitosin
yang menyebabkan kontraksi uterus,
mengurangi resiko perdarahan postpartum
dan anemia pada ibu
● Otot bahu, paha dan leher telah
berkembang untuk membantu bayi
bergerak.
● Walaupun penglihatan masih terbatas, bayi
mampu untuk melihat areola. Bila bayi
mengangkat kepalanya, ia juga mampu
melihat wajah ibu.
● Bayi kemudian meraih puting susu,
mengangkat kepalanya, dan melekatkan
mulut yang terbuka penuh pada puting.
● Bayi berhasil mencapai tujuannya
dalam waktu sekitar 10 menit. Pada
umumnya bayi akan mampu menyusu
dalam waktu 30-60 menit.
● Keuntungan kesehatan dan nutrisi dari
ASI akan menyelamatkan jutaan bayi dan
triliun biaya perawatan kesehatan
● ASI akan membentuk generasi dengan
kemampuan tumbuh kembang maksimal.
10 STEPS TO SUCCESSFUL
BREASTFEEDING
Setiap fasilitas yang melakukan pelayanan kesehatan
maternal dan bayi baru lahir wajib:
1. Memiliki kebijakan tertulis yang secara rutin
dikomunikasikan pada setiap petugas
kesehatan
2. Melatih keterampilan yang diperlukan pada
setiap tenaga kesehatan untuk
melaksanakan kebijakan tersebut
3. Memberikan informasi kepada setiap ibu
hamil tentang keuntungan dan pengelolaan
menyusui
10 STEPS TO SUCCESSFUL
BREASTFEEDING
Setiap fasilitas yang melakukan pelayanan kesehatan
maternal dan bayi baru lahir wajib:
4. Membantu ibu melakukan inisiasi menyusu
dalam waktu 30 menit setelah persalinan
5. Memperlihatkan pada ibu bagaimana cara
menyusui dan mempertahankan laktasi,
walaupun ibu dipisahkan dari bayinya
karena alasan medis
6. Tidak memberikan makanan dan minuman
lain kepada bayi selain ASI, kecuali ada
indikasi medis
10 STEPS TO SUCCESSFUL
BREASTFEEDING
Setiap fasilitas yang melakukan pelayanan kesehatan
maternal dan bayi baru lahir wajib:
7. Melakukan rawat gabung – mengijinkan ibu
dan bayi tetap bersama – 24 jam dalam
sehari
8. Dorong upaya menyusui sesuai dengan
kebutuhan.
9. Tidak memberikan dot maupun kempeng
pada bayi yang menyusu.
10. Dukung pengembangan kelompok pendukung
ASI dan rujuk ibu kepada mereka pada saat
ibu pulang dari rumah sakit.
Keuntungan
INISIASI MENYUSU DINI
Keuntungan Inisiasi Menyusu Dini bagi bayi
dan ibu
● Mempertahankan kehangatan bayi
● Mempercepat dan mengefektifkan
kemampuan menyusu dari bayi
● Bayi mendapatkan kolostrum mengandung
antibodi konsentrasi tinggi (imunitas). Bayi
juga mendapatkan koloni kuman yang aman
dari ibu, dimana keduanya akan memberikan
perlindungan terhadap infeksi .
Keuntungan Inisiasi Menyusu Dini bagi bayi
dan ibu
● Membantu kontraksi uterus
● Pengeluaran mekonium lebih dini, sehingga
menurunkan intensitas ikterus normal pada
BBL.
● Memiliki peran dalam mempercepat
perkembangan susunan syaraf bayi.
Untuk mendapatkan hasil optimal Inisiasi
Menyusu Dini
● Diskusikan IMD pada konseling pra
persalinan.
● Ajarkan tehnik IMD pada tenaga kesehatan.
● Tidak menggunakan analgesia pada
persalinan .
● Bayi yang telah menangis dengan baik tidak
memerlukan penghisapan oro-nasal.
● Segera keringkan bayi kecuali daerah tangan.
Untuk mendapatkan hasil optimal Inisiasi
Menyusu Dini
● Tunda memandikan bayi sampai 24 jam.
● Jangan melakukan penghisapan lendir
secara rutin pada bayi.
● Tunda pemberian injeksi vit. K, Hepatitis B,
timbang bayi, pengukuran rutin, memakaikan
baju / membungkus bayi sampai setelah 60
menit IMD
● Bayi dan ibunya harus diselimuti saat
dilakukan kontak kulit ke kulit.
Untuk mendapatkan hasil optimal Inisiasi
Menyusu Dini
● Berikan bantal pada ibu agar terjadi kontak
visual antara ibu dan bayi.
● Jangan mencuci / membersihkan payudara
sebelum IMD.
● Lanjutkan kontak kulit ke kulit sampai bayi
selesai menyusu.
● Bayi pada umumnya mampu menyusu dalam
30-60 menit.
Untuk mendapatkan hasil optimal Inisiasi
Menyusu Dini
● Bila setelah 60 menit kontak kulit ke kulit,
bayi belum menyusu, pindahkan bayi ke
dekat puting atau bantu untuk menyusu.
● Jangan pindahkan ibu sebelum bayi selesai
menyusu.
● Ayah atau keluarga dekat harus terlibat
dalam interaksi emosional ini.
Inisiasi Menyusu Dini berhubungan dengan
komponen sentral, motorik dan neuro-endokrin
syaraf, dimana semuanya secara langsung dan
tidak langsung membantu bayi bergerak dan
memfasilitasi kehidupannya dalam dunia yang
baru

● Penciuman, penglihatan dan rasa membantu


bayi untuk mendeteksi dan menemukan
puting payudara.
● Input yang didengar dan perabaan membuat
bayi merasa nyaman dalam lingkungan yang
mendukung untuk menyusu.
Penciuman (olfactory)
● Bayi akan lebih memilih payudara yang
tidak dicuci dibandingkan yang dicuci,
segera setelah lahir.
(Varendi et al, 1994)

● Disamping sekresi ASI dan kolostrum,


puting dan areola penuh dengan kelenjar
yang memproduksi bau yang merangsang
bayi. Mencuci payudara akan mengurangi
atau menghilangkan bau ini.
● 1-2% dari human genome dialokasikan untuk
memproduksi reseptor pada epitel penciuman
● Bau dari payudara ibu berfungsi sebagai
“pheromone-like effect” bagi bayi pada upaya
awal bayi untuk menentukan dimana puting
susu berada
● Pengenalan dengan penciuman terjadi pada
tingkat awal, dimana bayi belajar mengenali
bau khas ibunya – suatu proses yang
mungkin difasilitasi oleh pengeluaran
norepinephrine dan terbentuknya Locus
Coeruleus pada saat persalinan.
(Wineberg and Porter, 1998)
● Cairan amnion mengandung beberapa
substansi yang sesuai dengan sekresi
payudara. Bayi menggunakan rasa dan bau
air ketuban di tangannya untuk
menghubungkannya dengan bau sekresi
lemak di puting yang serupa dengan bau air
ketuban.
(Klaus and Kennel, 2001)

● Bayi menggunakan rasa dan bau air ketuban


ditangannya, untuk menghubungkan antara
substansi lemak tertentu di puting dengan air
ketuban.
Visual
● Illingworth (1987) melakukan review
pada beberapa penelitian tentang
kemampuan melihat pada BBL, antara
lain:
– Dalam beberapa menit setelah lahir, bayi
akan mengikuti gerakan muka dibanding-
kan pola lain dengan “brightness” yang
sama.
– Bayi akan melihat satu bintik hitam pada
latar putih lebih lama dari tiga titik hitam
pada latar putih
● 40 BBL, dalam median waktu 9 menit
memalingkan muka dan mata kearah
benda bergerak. Terdapat respons yang
lebih baik pada gambar yang jelas
dibandingkan gambar acak.
● Penelitian diatas mengindikasikan bahwa
persepsi visual yang terorganisir adalah
kapasitas yang tidak perlu diajarkan
(unlearned capacity).
● BBL dapat mengenali wajah ibunya
(Bushnell dkk, 1989) dan mampu mengikuti
gerakannya dalam jarak dekat (Brazelton &
Cramer, 1990).
Rasa (taste)
● Air ketuban di tangan bayi mungkin
akan menjelaskan mengapa bayi men-
cium dan menghisap tangan dan jari.
● Bayi menggunakan rasa dan bau air
ketuban ditangannya, untuk menghu-
bungkan antara substansi lemak ter-
tentu di puting dengan air ketuban.

(Klaus and Kennel, 2001)


Pendengaran (auditory)
● Suara ibu adalah sinyal akustik yang
paling kuat didalam lingkungan amnion,
bahkan untuk bayi kurang bulan
● BBL dan janin mengalami penurunan
denyut jantung bila mendengar suara ibu.
BBL memilih dan memberikan perhatian
pada suara ibu dan menyusu lebih lama
bila mendengar suara ibu

(DeCasper, Fifer 1980; Fifer, Moon, 1994)


● Irama jantung ibu memiliki kemampuan
untuk menenangkan bayi. Suara jantung
buatan dengan frekuensi 70 kali per menit
pada beberapa hari pertama juga
mencegah penurunan berat badan
(Salk L, 1960; Salk L, 1962).
● Pengalaman awal dengan suara memiliki
efek pada perkembangan otak dalam
bentuk perkembangan sistem pendengaran
dan perkembangan sosial dan emosional di
kemudian hari
(Fifer and Moon, 1994).
Perabaan (touch)
● Kontak kulit-ke-kulit memberikan kehangatan
dan berbagai rangsangan taktil, yang
memberikan keuntungan:
– Membantu mempertahankan suhu
– Memfasilitasi adaptasi metabolik terutama kadar
glukosa dan keseimbangan asam-basa
– Bayi lebih jarang menangis
– Memfasilitasi kelekatan (bonding)
– Menyebabkan pelepasan Oksitosin pada ibu
– Memperbaiki IMD dan keberhasilan menyusui
jangka panjang
Christensson dkk. 1992, 1995; Widström dkk. 1990; Righard & Alade 1990; WHO 1998;
DeChateau & Wiberg 1977
Komponen Sentral
● Setelah kelahiran, bayi akan memasuki fase
tenang waspada (quiet alert phase), yang
merupakan fase pertama perkembangan
reaktivitasnya. Bila bayi segera diletakkan
ke dada ibu dalam kontak kulit ke kulit
maka bayi akan menjadi tenang dan mulai
mengamati lingkungannya
D’Harlingue & Durand, 2001
● Bayi yang dipisahkan dari ibunya akan
menangis secara berlebihan.
Motor Outputs: Orofacial
● Sekitar 30-40 menit setelah persalinan,
bayi akan mulai menggerakan mulut,
sering dengan decakan bibir. Sering juga
terlihat gerakan menghisap tangan dan
jari. Setelah berhasil mencapai puting,
bayi akan melanjutkan
menyusu selama
sekitar 30 menit.

(Righard and Alade, 1990)


Output Motorik: Anggota gerak
bawah
● Stepping Reflex akan membantu bayi
mendekati puting susu. Pijakan dari kaki bayi
di perut ibu akan membantu pelepasan
plasenta dan menurunkan resiko perdarahan
postpartum.
(Klaus and Kennel, 2001)
Output Motorik: Anggota gerak atas

● Saat bayi meraih puting akan timbul


stimulasi, pemanjangan dan penarikan
puting serta memfasilitasi kelekatan.
(Klaus and Kennel, 2001)

● Pada saat bayi meremas payudara dan


menyusu, sejumlah oksitosin dan
prolaktin akan dikeluarkan kelenjar
hipofise ke darah.
Output Motorik: Salivasi
● Salivasi (mengeluarkan ludah) terjadi
sebagai antisipasi bahwa makanan
sudah berada didekat bayi.
Komponen Neuro-endokrin
● Oksitosin (sering disebut “the love
hormone”) dilepaskan ke sirkulasi
darah ibu oleh kelenjar hipofise
posterior (posterior pituitary gland).
● Oksitosin diproduksi oleh neuron
hipotalamus dan diantarkan melalui
axon ke kelenjar hipofise posterior.
● Oksitosin bertanggung jawab pada
pengeluaran ASI dan kontraksi rahim.
● Oksitosin penting untuk inisiasi perilaku
ibu dan fasilitasi kelekatan antara ibu dan
bayi
(Klaus and Kennel, 2001)

● Pada ibu akan menimbulkan sedikit rasa


mengantuk, kegembiraan (euphoria),
kenaikan ambang rangsang sakit dan
peningkatan rasa cinta pada bayi.
● Ibu dengan kadar plasma oksitosin lebih
tinggi akan merasa lebih mengantuk

(Klaus and Kennel, 2001)


Kehangatan (warmth)
● Ibu adalah sumber panas penting untuk bayi
yang merupakan bagian dari program genetik
untuk perilaku ibu
● Hal ini terutama penting untuk negara
berkembang, dimana terdapat angka
kesakitan dan kematian bayi yang lebih tinggi
karena hipotermia.
Christensson et al (1992)
Kenyamanan (comfort)
● Bayi dalam ranjang bayi akan menangis lebih
lama dibanding dengan bayi dengan IMD.
● Bayi akan merasakan sensasi yang sama
dengan beberapa minggu terakhir dalam
rahim – posisi kaki bayi, tangis yang tidak
berlebihan dan kedekatan dengan ibu serta
kehangatan adalah keadaan yang akan
mempertahankan kehidupan bayi.

(Klaus & Kennel, 2001)


Lakukan pertolongan
persalinan dan bukan
intervensi persalinan,
termasuk Inisiasi Menyusu
Dini, karena alam telah
merancangnya dengan
sempurna