Anda di halaman 1dari 53

Oleh

Heru Prabowo Hadi S.Farm., Apt


Universitas Muhammadiyah Malang
Inscriptio
◦ Identitas dokter penulis resep, SIP, alamat, kota,
tanggal dan R/
Praescriptio
◦ Inti resep terdiri dari:
 Nama obat, bentuk sediaan obat, dosis, jumlah
Signatura
◦ Petunjuk pemakaian dan nama pasien
Subscriptio
◦ Tanda tangan atau paraf dokter
Nama Dokter
Alamat Rumah Alamat Praktek
SIP

Tanggal Kota ,tanggal


Superscriptio R/
Inscriptio/Prescri R.Cardinale Dosis (mg,ml)
ptio R.Adjuvan Dosis (mg,ml)
Corrigen rasa,
bau, warna
Vehiculum
Jumlah obat
Subscriptio Perintah pembuatan
m f l a------

Signatura S.Aturan pemakaian obat

Paraf/tanda tangan

Nama pasien
Alamat
APOTEK FARMAGAMA
Jl. Kolombo 345
Telp. (0274) 7429458

Apoteker : Drs.Bedjo S.Farm,Apt


HP : 08122783386
No.SIK : 13560/Kanwil/FM-
1/XI/1991
APOGRAPH
No :
Tgl.
Tertulis tgl. :
Dari dokter :
Untuk :
R/

p.c.c

cap apotek

Tanda tangan APA


1. Bahasa latin merupakan bahasa mati 
- Tidak dipakai dalam percakapan
- Tidak timbul kosa kata baru
2. Bahasa internasional dalam bidang
kedokteran dan farmasi  resep bersifat
universal,
dengan bahasa latin dapat dimengerti
diseluruh negara
3. Untuk menjaga kerahasiaan penyakit
seseorang
4. Menjaga efek psikologis pasien
* Adakalanya penulisan resep menggunakan
bahasa ibu yang berlaku lokal mis :
- O.B.H. = obat batuk hitam
= Potio Nigra contra tussim
(bhs latin)
- k.p. = kalau perlu
= pro re nata /p.r.n. (bhs latin)
* Abjad latin terdiri dari 26 huruf yaitu :
- Huruf hidup (vokal) : a,e,i,o,u,y
- Huruf mati (konsonan) :
b,c,d,f,g,h,j,k,l,m,n,,p,q,r,s,t,v,w,x,z,
- Huruf hidup rangkap (diftong) : ae, au,
oe dan eu, ei,ui (jarang)
- Huruf x adalah huruf mati rangkap ber
bunyi cs atau qs
* Huruf i diucapkan sebagai huruf mati pada
permulaan kata atau diantara dua huruf
hidup
Contoh :
- iodium (Yodium) = yodium
- maior (mayor) = lebih
besar
perkecualian :
- ire (iere) = pergi
* Huruf c diucapkan sebagai huruf k didepan :
a,o,u,eu,ui dan didepan huruf mati, contoh :
-cum (kum) = dengan
-cochlear (kokhlear) = sendok
-Huruf c diucapkan sebagai huruf s yang tajam
didepan :e, i, y, ae, eu, oe, dan ei,contoh :
cera (sera) = lilin, malam
acidum (asidum) = asam

- Huruf ae berbunyi ee , contoh :


Plantae (plantee) = tumbuh-tumbuhan

- Huruf eu berbunyi ui, contoh :


seu (sui) = atau
- Huruf ti berbunyi tsi, contoh :
solutio (solutsio) = larutan
- Huruf v berbunyi w, contoh :
vinum (winum) = anggur
- Huruf qu berbunyi kw, contoh:
aqua (aakwaa) = air
Dalam bahasa latin akhiran suatu benda tidak
selalu tetap , tetapi berubah menurut
kedudukan kata benda tersebut dalam kalimat (
sebagai subyek, predikat atau obyek )
Contoh dalam bahasa Indonesia :
Ibu memanggil ayah
SP O
Akan berubah arti jika ditulis :

Ayah memanggil ibu


S P O
Dalam bhs latin S/O tidak ditentukan oleh
susunan kalimat tetapi ditentukan oleh akhiran
kata bendanya
Contoh :
Pater = ayah
Mater = ibu
Vocat = memanggil
Akhiran er = menunjukkan subyek
Akhiran em = menunjukkan obyek, maka :

Pater matrem vocat = Matrem pater vocat


= ayah memanggil ibu
Mater patrem vocat = Patrem mater vocat
= ibu memanggil ayah
 Walaupun susunan berubah artinya tetap
sama selama akhiran kata bendanya tetap,
akhiran kata benda ini yang disebut casus

 CASUSadalah akhiran substantivum (kata


benda) yang menyatakan kedudukan atau
jabatan substantivum (kata benda) dalam
kalimat.

Dalam bahasa latin terdapat 6 macam


CASUS:
Menunjukkan subyek kalimat, contoh :
- Mater patrem vocat
- Sirupus simplex = sirup yang
sederhana

b. CASUS GENETIVUS (CASUS II)


Menunjukkan pemilik barang, contoh :
- Radix gentianae = akar dari gentiana
- Sirupus citri = sirup dari jeruk/
sirup jeruk
- aqua calcis = air kapur
Menunjukkan pelengkap penyerta,
memberikan jawaban atas pertanyaan : -
untuk siapa ?
Contoh :
- Aplicandum oculo dextro et sinistro =
Dipakai (dioleskan) pada mata kanan dan kiri
Sebagai subyek mata = oculus
kanan = dexter
kiri = sinister

- Adde sacharum infuso = tambahkan gula


pada rebusan
d. CASUS ACCUSATIVUS (CASUS IV)
Menunjukkan pelengkap penderita :
Contoh :
Recipe Acidi Borici gramata triginta
casus I casus IV

e. CASUS VOCATIVUS (CASUS V)


Menunjukkan teguran pada seseorang
(jarang digunakan)
f. CASUS ABLATIVUS (CASUS VI)
Menunjukkan keterangan tempat, dimana,
darimana, dengan apa, alat yang dipakai.
Contoh :
-Consperge Lycopodio= taburilah dengan
lycopodium
NUMERALIA
Pembagian jenis bilangan (numeralia)
berdasarkan sifatnya dalam bahasa Latin :

1. Adiectiva
Numarelis :
1.1. Cardinalia Numeralia : adalah bilangan
pokok yang menjawab pertanyaan berapa ?
contoh : unus = satu

1.2. Ordinalia Numeralia : adalah bilangan yang


me-nyatakan tingkat, menjawab pertanyaan
keberapa?.
contoh : primus = kesatu
1.3. Distributiva Numeralia adalah bilangan yang
menyatakan distribusi, selalu, senantiasa atau
masing - masing berapa.
Contoh : singuli = masing-masing satu
bini = masing-masing dua

2. Adverbia Numeralia :
Adalah bilangan yang menjawab pertanyaan
berapa kali ?
Contoh : semel = sekali
ter = tiga kali
Jenis bilangan yang sering dipakai dalam
penulisan resep adalah jenis bilangan cardinalia
dan adverbia.
Simbol Cardialia Adverbia
Bilanga Numeralia Numeralia
n
1 unus, -a, -us semel
2 duo, -ae, -o bis
3 tres, tria ter
4 quadra quat-er,-tuor
5 quinque quinquies
6 sex sexies
7 septem septies
8 octo octies
9 novem novies
10 decem decies
SIMBOL BILANGAN ROMAWI
I = 1 XI = 11
II = 2 XII = 12
III = 3 XIII = 13
IV = 4 XIV = 14
V = 5 XV = 15
VI = 6 XVI = 16
VII = 7 XVII = 17
VIII = 8 XVIII = 18
IX = 9 XIX = 19
X = 10 XX = 20
XXX = 30 CD = 400
XL = 40 D = 500
L = 50 DC = 600
LX = 60 DCC = 700
LXX = 70 DCCC = 800
LXXX = 80 CM = 900
XC = 90 M = 1000
C = 10 MCM = 1900
CC = 200 MM = 2000
CCC = 300 I00 = 5000
Cara membaca bilangan
I = 1 = unus
II = 2 = duo
III = 3 = tres, tria
IV = 4 = quadra
V = 5 = quinque
VI = 6 = sex
VII = 7 = septem
VII = 8 = octo
IX = 9 = novem
X = 10 = decem
XI = 11 = undecim
XII = 12 = duodecim
XII = 13 = tredecim
XIV = 14 = quattuordecim
XV = 15 = quindecim
XVI = 16 = sedecim
XVII = 17 = septemdecim (septem et decem, decem
et septem)
XVIII = 18 = duodeviginti (decem et octo,
Octo et decem)
XIX = 19 = undeviginti (decem et novem,
novem et decem)
XX = 20 = viginti
XXX = 30 = triginta
XL = 40 = quadraginta
L = 50 = quinquaginta
LX = 60 = sexaginta
LXX = 70 = septuaginta
LXXX = 80 = octoginta
XC = 90 = nonaginta
C = 100 = centum
CC = 200 = ducenti
CD = 400 = quadrigenti
D = 500 = quingenti
DC = 600 = sescenti
DCC = 700 = septingenti
DCCC = 800 = octingenti
CM = 900 = nongenti
M = 1000 = mille
MM = 2000 = duo millia
I00 = 5000 = quinque millia
1.Bilangan 21 s/d 99, ada dua cara
membacanya yaitu :
bilangan satuan disebutkan dahulu ditambah
et
atau bilangan puluhan disebutkan dahulu
Contoh:
XXI = unus et viginti
atau viginti unus

2. Bilangan 100 ke atas, dibaca ber urutan dari


bilangan terbesar ke bilangan satuan.
Contoh :
CXXVII = centum viginti septum
* Bilangan 8 dan 9 dengan bilangan puluhan,
ada dua cara membacanya yaitu dua atau satu
kurang dari bilangan puluhan atau bilangan
puluhan disebutkan dahulu

Contoh:
XXVIII = duode triginta
atau viginti octo
XXIX = unde triginta
atau viginti novem
*Simbol bilangan latin dalam resep dokter
umunya digunakan untuk menulis jumlah bahan
obat dengan satuan berat atau volume ( misal,
miligram, gram, mililiter)

* Sedangkan simbol bilangan romawi umunya


digunakan untuk menulis jumlah bahan obat
atau sediaan dengan satuan kapsul, tablet,
ampul, sendok, tetes dan sebagainya.
 Berkaitan dengan aturan pakai
 Berkaitan dengan takaran/jumlah/satuan
 Berkaitan dengan perintah pembuatan
 Berkaitan dengan keterangan waktu
 Berkaitan dengan keterangan tempat
penggunaan obat
 Berkaitan dengan istilah bahan obat/bentuk
sediaan
 Istilah lainnya
Istilah bahasa latin Arti
ad 2 vic/ ad duas vices/ dalam dua kali
in 2 vc in duabus vicibus
ad libit ad libitum sesukanya
applic applicator/applicandum untuk digunakan
b bis dua kali
bid/ bis in die dua kali sehari
b in d
haust haustus diminum sekaligus
lit or litus oris tutul mulut
loc aeg/ locus aeger/ pada tempat yang sakit (luka)
loc dol/ locus dolens/
part dol/ parte dolente/
pa parte affectae
si necess sit/ si necesse sit/ jika perlu
si op sit / si opus sit/
prn pro renata
ter in d / ter in die/ tiga kali sehari
tdd ter de die
qdd quattuor de die/ 4 kali sehari/
quinque de die 5 kali sehari
u c/ usus cognitus/ pemakaian tahu
u n usus notus
u e usus externus dipakai untuk luar
u i usus internus dipakai untuk dalam
u v usus veterinarus dipakai untuk kehewanan
Istilah bahasa latin Arti
a/aa ana tiap-tiap
C/cochl cochlear sendok makan, 15 ml
cp cochlear pultis sendok bubur, 8 ml
cth cochlear theae sendok I, 5 ml
cc centimetrum cubicum sentimeter kubik
d i d/d in dim da in dimidio berilah separonya
d in 2plo da in duplo berilah dua kalinya
dtd da tales doses berikan sekian takaran
g/grm gramma gram
gr granum ± 65 mg
gtt guttae tetes
mg,mgr,mg milligramma miligram
ad sampai
no nomero jumlah
part vic partitus vicibus dalam dosis bagi
q l/ quantum libet/ banyaknya
q pl/ quantum placet/ sesukanya/secukupnya
qs quantum sufficit (satis)
Istilah bahasa latin Arti
R/Rp/Rcp recipe ambillah
add adde tambahkan
agit agitation gojog
decanth decantha tuangkan
div in p aeq divide in partes aequales bagilah dalam bagian
yang sama
evap evaporetur, evapora diuapkan, uapkan
f fac, fiat, fiant buat, dibuat
filtr flitra, filtretur saring, disaring
guttat guttatim tetes demi tetes
la/sa lege artis/ secundum menurut aturan seni
artem
mf misce fac campur buat
cito disp cito dispensatur Hendaknya dibuat segera
Istilah bahasa latin Arti
a ante sebelum
ac ante cibos/ sebelum makan
ante coenam
dc durante coenam selagi makan
dur dol durante dolor selagi sakit
feb dur febri durante selagi demam
pc post coenam setelah makan
alt hor/ alternis horis/ tiap jam
oh omni hora
dd de die sehari
h hora jam
hm hora matutina pagi-pagi
hd hora decubitus pada waktu tidur
hs hora somni pada waktu hendak tidur
m et v mane et vespere pagi dan malam
om omni mane tiap pagi
on omni nocte tiap malam
vesp vespere malam
Istilah bahasa latin Arti
dext dexter kanan
a/aur auris telinga
ad auris dextra telinga kanan
al auris laeva telinga kiri
od oculuc dexter mata kanan
os oculuc sinister mata kiri
ocul utro oculo utro tiap mata
Istilah bahasa latin Arti
aq aqua air
aq bisdest aqua bisdestillata air suling dua kali
aq bull aqua bulliens air mendidih
aq coct aqua cocta air direbus
aq comm aqua communis air biasa
aq dest aqua destillata air suling
aq ferv aqua fervida air panas, 85° – 95° C
aq glycer aqua glycerinate air gliserin
aq sacch aqua saccharata Air gula
bol boli pil yang besar
cer cera malam, lilin
clysm clysma lavemen
collut collutorium cuci mulut
collyr collyrium cuci mata
dil dilutus, dilutio encer, diencerkan
emuls emulsum emulsi
enem enema lavemen
epith epithema kompres
extr fl/ extractum fluidum/ ekstrak cair
Extr liq extractum liquidum
Istilah bahasa latin Arti
extr sicc extractum siccum ekstrak kering
extr spiss extractum spissum ekstrak kental
garg gargarisma obat kumur
gran granulum butir
gutt ad aur guttae ad sures tetes telinga
inf Infunde, infusum sari, sarian
lav ophth lavementum cuci mata
ophthalmicum
mixt mixtura campuran
ppp pulvis pro pilulis campuran sama banyak
Succus dan Radix Liquiritae
past dentifr pasta dentifricia pasta gigi
pul pulvis, pulveratus serbuk, dibuat serbuk
pulv adsp pulvis adspersorius serbuk tabur
tct/ tinct/ tra tinctura tingtur
cap capsula kapsul
collun collunarium obat semprot hidung
aurist auristillae Tetes telinga
cr cremor krim
oculent oculentum salep mata
Istilah bahasa latin Arti
c cum dengan
chart cer charta cerata kertas berlilin
char par charta paraffinata kertas parafin
d c f/ da cum formula berilah dengan
d c form formulanya
iter iteretur, iteratio diulang, ulangan
m i/ mihi ipsi/ untuk diri sendiri
up usus propium
n i/ ne iteretur tidak diulang
ne iter
non rep non reperatur Jangan diulang
ne det ne detur belum diserahkan
p i m/ periculum in mora berbahaya bila ditunda
per in mora
pp pro paupere untuk si miskin
rec recen baru (segar)
rec par recenter paratus dibuat segar
s signa tanda
ad man med/ ad manus medici/ diserahkan ke tangan
imm in manus medici dokter
contoh:
cara penulisan resep :
1. R/ Phenobarbital 5 mg
s.l. q.s.
m.f.l.a. pulv. dtd. No.X
s t.dd. pulv I

2. R/ Acid Salisilic 1
ZnO 2
Menthol 0,5
Ol. Menth.pip. gtt III
Talc ad 100
m.f.pulv
s.pulv. biang keringat

2. R/ Aminophillin tab. No. XII


s. 3 dd tabl I p.r.n.
cara membaca :
1. Recipe :
Phenobarbitalli milligrammata quinque
Sacchrum lactis quantum satis
Misce fac lage artis pulveres da tales dosis
numero decem
Signa ter de die pulvis unus
2. Recipe
Acidum salisilicum grammatum unum
Zinci Oxidi grammata duo
Mentholum milligrammata quienti
Oleum Menthae piperitae guttae tria
Talcum ad grammatum centum
Misce fac pulvis
Signa pulvis biang keringat

3. Recipe
Aminophillini tablettae numero duodecim
Signa ter de die tablettae unus pro re nata
Artinya :
1. Ambillah :
 Lima milligram Phenobarbital
 saccharum lactis secukupnya
 Buatlah dengan cara yang semestinya
serbuk terbagi dalam masing-masing
dosis sebanyak 10 bungkus
 Tandailah (pada etiket) sehari tiga kali
satu bungkus
2. Ambillah :
Satu gram asam salisilat
Dua gram Zinci Oxid
Lima ratus milligram menthol
Tiga tetes oleum menthae piperitae
Campur dan buatlah serbuk (tak
terbagi)
Tandai (pada etiket) serbuk biang
keringat
3. Ambillah:
 Dua belas tablet aminophillin
 Tandai (pada etiket) sehari tiga kali satu
tablet bila perlu
LATIHAN

1. R/ Spir. Citri 6
Acid ascorbic 2
Aq. qs
m.f.l.a. sol
s.u.c

2. R/ Cera flav. 1g
Vas. Alb 2g
m.f.l.a. ungt.
s. appl. Loc.dol.
3. R/ Acid Citric 10 g
Aq ferv 42 ml
Mg Carb. 32 g
Sir.simpl 150 g
Spir citr. 10 g
m.f.d.s. limonade purgative
u.p.
4.R/ Acetosal 0,250
sl qs
m.f.l.a. Pulv dtd No. X
s.prn. Pulv I
Pro : Andi (10th)
5. R/ Bals Peruv 2
Adeps lanae 4
Zinc Oxyd 10
Talc ad 100
m.f.pulv.d.s. Bedak
Pro : Ami ( 5 th)

6. R/ Emulsum Jecoris Aselli comp


sec. Ned. Ph V 50
s.t.dd.C I
Pro : Ny. Ana
7. R/ Potio Nigra c tussim ml 100
adde
Ephedrin HCl mg 100
s.q.dd Cth II

Pro : Aryati
1. Recipe :
Spiritus citri grammata sexes
Acidum ascorbicum grammata duo
Aqua quantum satis
Misce fac lege artis solutio
Signa usus cognitus
2. Recipe
Cera flava grammatum unum
Vaselin album grammata duo
Micse fac lege artis unguentum
Signa applicandum locus dolentes
3. Recipe :
Acidum citricum grammata decem
Aquae fervidae grammata quadraginta duo
Magnesiae carbonatae grammata triginta
duo
Sirupi simplicis grammata centum
quinquiaginta
Spiritus citri grammata decem
Signa lemonade purgative ad usum
proprium